<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517</id><updated>2012-02-16T12:09:56.871-08:00</updated><category term='Masalah Kenabian'/><category term='Islam Radikal'/><category term='Khutbah Jumah'/><category term='di Masjid Nur'/><category term='motivasi'/><category term='hasutan syetan'/><category term='menarik'/><category term='Khutbah Jumah  31 Oktober 2008'/><category term='4 Desember 2009'/><category term='khutbah'/><category term='imam mahdi'/><category term='Debat TVOne'/><category term='Khutbah Ramadhan 1431'/><category term='Dari Khutbah Jumat'/><category term='sirrat'/><category term='di Masjid Agung Baitul Futuh'/><category term='Ceritera sedih: impressive'/><category term='Swiss'/><category term='info'/><category term='riwayat'/><category term='London'/><category term='golongan islam terpecah'/><category term='UK'/><category term='Wigoltingen'/><category term='from Mr Mahatir'/><category term='UK.'/><category term='Khutbah 12 November 2010'/><category term='khutbah Ramadhan - 1430H'/><category term='6 Agustus 2010'/><category term='pengurbanan'/><category term='ramadahan'/><category term='Tentang TADZKIRAH'/><category term='toleransi'/><category term='ahmadiyah'/><category term='27 Agustus 2010 di Masjid Agung Baitul Futuh'/><category term='Sifat Allah'/><category term='12 Maret 2010'/><category term='28  Agustus 2009'/><category term='Khutbah Jumah   29 Oktober 2010'/><category term='nabi palsu'/><category term='23 April 2010'/><category term='6 November 2009'/><title type='text'>catatan gado-gado</title><subtitle type='html'>Blog ini merupakan catatan pribadi yang dapat dijadikan referensi bacaan bilamana diperlukan.
Content blog ini bisa merupakan copy-paste dari tulisan-tulisan yang diperoleh dari mana saja, atau mungkin juga merupakan pendapat pribadi.
Yang berminat silahkan memanfaatkannya sebagaimana seharusnya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-7917897465150379272</id><published>2010-11-18T03:41:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T03:44:08.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah 12 November 2010'/><title type='text'>Sabar dan Istiqamah (Wasta'inu bish-Shabri wash-Sholah)</title><content type='html'>يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ&lt;br /&gt;yang artinya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman !  Mohonlah pertolongan dengan sabar dan Salat; sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar&lt;/span&gt;.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 154). &lt;br /&gt; Yakni, dengan cara bersabar dan Salat, pada akhirnya orang Mukmin dapat memperoleh falah, kemenangan dan berbagai karunia Allah Swt.&lt;br /&gt; Inilah tarbiyat yang juga dilakukan oleh para nabiyullah terdahulu kepada kaumnya; dan tarbiyat ini pulalah yang Hadhrat Muhammad Rasulullah Saw ajarkan kepada kita.&lt;br /&gt; Ada berbagai ayat Al Quran lainnya yang juga membahas topik tentang masalah ini, sehingga kita pun dapat lebih memahami hakekat bersabar.&lt;br /&gt; Sabar artinya tetap beristiqamah dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan, yakni tanpa sedikitpun berkeluh-kesah.&lt;br /&gt; Hal ini sebagaimana telah banyak kita saksikan dalam sejarah berbagai agama, bahwa semua nabi dan kaumnya senantiasa harus menghadapi berbagai macam kesulitan.&lt;br /&gt; Dan, tak ada nabi lain yang sedemikian dekatnya dengan Allah Swt selain dari Hadhrat Muhammad  Rasulullah Saw, namun beliau dan para sahabah pun harus menghadapi berbagai macam ujian dan musibah yang sama, dan mereka tidak berkeluh-kesah, melainkan tetap beristiqamah dan teguh dalam keimanan mereka.&lt;br /&gt; Memang adalah manusiawi bila kita sudah demikian lama menghadapi berbagai macam ujian, jiwa kita pun menjadi penat, lalu mulai bertanya-tanya: 'Kapankah kiranya semua ini akan berakhir. Kapankah kita akan memperoleh kemenangan, dan pihak musuh dikalahkan ?&lt;br /&gt; Maka, Allah Taala pun menjamin kaum Mukminin, bahwa: ...innallaha ma'ash-shoobiirin, yakni, Aku senantiasa bersama mereka yang bersabar dan beristiqamah.&lt;br /&gt; Maka untuk memperoleh qurb Ilahi ini, kita harus berdisipilin dan waspada terhadap pelaksanaan berbagai ibadah Salat dan doa-doa kita, serta senantiasa beristiqamah di dalamnya.&lt;br /&gt; Orang Mukmin haqiqi senantiasa mengingat Allah di dalam qalbunya, dan juga senantiasa berdisiplin tepat waktu dalam mendirikan Salat, serta tak ada sedikitpun keraguan terhadap keimanannya.&lt;br /&gt; Tafsir lainnya dari sabar ini, adalah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi segala macam keburukan, dengan cara berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan semua perintah Allah. &lt;br /&gt; Sebenarnya, apa yang mereka coba lakukan adalah ingin menyulut emosi kita dengan mengatakan bahwa keimanan mereka lemah: Tak ada nabi maupun pengikutnya yang diuji sedemikian lama [seperti mereka].&lt;br /&gt; Padahal, begitu banyak contoh yang dapat kita perlihatkan kepada mereka [para penentang], termasuk di antaranya adalah kaum pengikut Hadhrat Isa a.s., yang harus bertahan hidup di gua-gua [Catacomba] selama tak kurang dari 300 (tiga ratus) tahun lamanya.&lt;br /&gt; Jadi, hal itu semua hanyalah propaganda pihak lawan belaka, yang boleh jadi mereka berhasil mengelabui segelintir orang, namun kita adalah Mukminin haqiqi yang tetap teguh mempertahankan keimanannya.&lt;br /&gt; Diriwayatkan, suatu kali ada salah seorang Sahabah yang bertanya kepada Rasulullah Muhammad Saw: 'Berapa lama lagikah kami ini harus tetap bersabar ?'&lt;br /&gt; Sedangkan di satu Hadis lainnya, diriwayatkan, ada seorang Sahabah yang bertanya kepada Rasulullah Saw [yang ketika itu sedang berada di dekat Ka'bah]: “Ya Rasulullah, apakah tuan sudah sungguh-sungguh berdoa agar Allah mengurangi beban penderitaan kita ?&lt;br /&gt; Rasulullah Saw menjawab: “Ada suatu kaum sebelum engkau yang dipaksa harus menggali kuburan mereka sendiri. Lalu dipukuli dengan rotan, kemudian kepalanya dilempari batu sampai hancur berkeping-keping. Namun mereka tetap teguh mempertahankan keimanannya hingga nafas yang terakhir. Atau, ada juga di antara mereka orang-orang mukmin tersebut yang dikelupas daging anggota tubuh mereka dengan alat penggaruk yang terbuat dari baja, hingga tulangnya kelihatan, lalu dipukuli hingga hancur. Tetapi mereka tetap beristiqamah, teguh mempertahankan keimanannya.”&lt;br /&gt; Maksud Rasulullah Saw memberikan berbagai macam contoh tersebut adalah adanya kaidah mulia dibalik ini semua, yakni, akan ada berbagai macam ujian dan cobaan [bagi kaum mukminin sejati] yang apabila anda berdoa, bersabar dan tetap beristiqamah, maka anda pun akan dapat mengungggulinya.&lt;br /&gt;  “Manakala tuan sudah memutuskan untuk bergabung masuk ke dalam kaum ini, maka tuan pun perlu menjalankan ajarannya. Lalu, bila tidak ada cobaan dan ujian, bagaimana mungkin tuan dapat memperoleh berbagai karunia Allah ? Rasulullah Muhammad Saw sendiri harus bertahan menghadapi berbagai keaniayaan selama tak kurang dari 13 (tiga belas) tahun di Mekkah, yang rincian penderitaannya boleh jadi ada yang tuan belum ketahui. Namun kemudian pihak musuh penyiksa tersebut hancur lebur. Maka demikian juga akan datang saatnya bagi Jamaat-ku ini, tak akan ada lagi musuh yang tersisa.”&lt;br /&gt; Allah Taala telah berjanji, bahwa kaum ini akan berjaya dan akan menyebar luas ke seluruh dunia.&lt;br /&gt; Jika Allah berkehendak, Dia dapat menghilangkan segala macam kesulitan kita. Namun Allah ingin memberi pelajaran kepada kita, kiat bersabar dan beristiqamah.&lt;br /&gt; Allah pun telah berjanji kepada mereka yang sabar, akan diberi ganjaran rahmat dan karunia-Nya yang tak terbayangkan.&lt;br /&gt; 'Bila Allah telah menyatakan bahwa Dia akan menolong kita, maka insya Allah, Dia pun tak akan meninggalkan kita.'&lt;br /&gt; Maka bila kita tetap bersabar dan banyak berdoa kepada Allah, dan tetap teguh beristiqamah, insya Allah kita pun akan dapat menyaksikan berbagai macam karunia Allah Taala kepada kita.&lt;br /&gt; Di tempat lain Allah Taala berfirman: &lt;br /&gt;وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ وَإِنَّہَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَـٰشِعِينَ&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan Salat; Dan sesungguhnya hal itu sungguh berat, kecuali atas orang-orang yang merendahkan diri.” &lt;/span&gt;(Q.S. 2 / Al Baqarah : 46).&lt;br /&gt; Dengan demikian, kita perlu meningkatkan hubungan habluminallah, yakni sekaligus juga senantiasa menjadi khasi'in, ialah orang-orang selalu merendahkan diri, tidak takabur.&lt;br /&gt; Sebagai mukminin haqiqi kita harus teguh; berani menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dengan sabar dan istiqamah serta senantiasa merendahkan diri.&lt;br /&gt; Di tempat lain Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّہُم مُّلَـٰقُواْ رَبِّہِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Orang-orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka dan bahwa kepada-Nya juga mereka akan kembali. &lt;/span&gt;(Q.S. 2 / Al Baqarah : 47).&lt;br /&gt; Yakni, hal ini merupakan pernyataan Allah lainnya, bahwa Dia sungguh akan memberkati mereka yang merendahkan diri dan istiqamah.&lt;br /&gt;  ‘Jihad’ dengan pedang sudah tak diperlukan lagi; mukmin haqiqi menanggalkan pedang mereka, lalu tetap merendahkan diri dan beristiqamah.'&lt;br /&gt; Yakni, mereka berikrar: Kami siap untuk mengorbankan diri. Tetapi hendaknya jangan menjauh dari berbagai perintah Allah.&lt;br /&gt; Inilah pesan utama kita kepada berbagai organisasi terrorist dan extremist, bahwa kalian tidaklah mengikuti ajaran haqiqi Allah Taala dikarenakan membunuh orang-orang yang tak berdosa.&lt;br /&gt; Maka, bagi kita perlu berusaha untuk tetap merendahkan diri, dan taat kepada hukum yang berlaku di negara tempat kita bermukim.&lt;br /&gt; Walhasil, haruslah mengikuti ajaran haqiqi Allah Taala dikarenakan tetap merendahkan diri, bersabar dan beristiqamah.  Inilah kaum yang Allah Taala telah memberikan kabar suka:&lt;br /&gt;أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَيۡہِمۡ صَلَوَٲتٌ۬ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٌ۬‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ&lt;br /&gt;yakni, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mereka itulah yang dilimpahi berbagai berkat dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.&lt;/span&gt;(Q.S. 2 / Al Baqarah : 158)&lt;br /&gt; Oleh karena itu, mereka yang mengata-ngatai kita dengan kata-kata apapun,  silakan saja berkata-kata begitu. Akan tetapi ingatlah: ...innallaha ma'ash-shoobiirin, yakni, ..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar; Allah senantiasa beserta kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Allah Taala akan senantiasa menghujani kita ini dengan berbagai berkat dan rahmat-Nya selama kita tetap istiqamah dalam berdoa dan Salat serta bersabar, .&lt;br /&gt; Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk mendapatkan karunia-Nya tersebut. Amin !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;ByMMA / LA 11162010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-7917897465150379272?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/7917897465150379272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=7917897465150379272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/7917897465150379272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/7917897465150379272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/11/sabar-dan-istiqamah-wastainu-bish.html' title='Sabar dan Istiqamah (Wasta&apos;inu bish-Shabri wash-Sholah)'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-6696148414851563210</id><published>2010-11-03T03:38:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T03:39:36.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah   29 Oktober 2010'/><title type='text'>Hindari Berbagai Bid'ah Agama</title><content type='html'>اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ‌ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni jika sesuatu dipersekutukan dengan-Nya, dan Dia akan mengampuni selain dari itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa besar.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 4 / Al Nisa : 49)&lt;br /&gt; Seiring dengan ditemukannya berbagai penemuan modern yang mendatangkan manfaat sekarang ini, masyarakatpun kehilangan nilai-nilai kemanusiaan disebabkan perbuatan buruk yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt; Berbagai amal buruk tersebut memikat dan mengarahkan mereka sedemikian kuat sehingga mereka pun melupakan berbagai macam tradisi baik, bahkan ajaran agama.&lt;br /&gt; Ada pula beberapa kalangan di antara kita, yang menganggap hal tersebut tidak apa-apa, mereka pun terlibat di dalamnya, sehingga membawa dampak yang sangat buruk.&lt;br /&gt; Di antara berbagai macam amal buruk yang tak sepenuhnya disadari tersebut adalah perbuatan syirik menyekutukan Allah, yang adalah dosa besar.&lt;br /&gt; Maka kaum Muslimin yang mengaku telah beriman kepada Tauhid Ilahi, perlu memahami dengan sungguh-sungguh hakekat Tauhid Ilahi, dan apa pula yang dimaksud dengan perbuatan syirik di dalam situasi dunia yang senantiasa berubah dengan cepat ini.&lt;br /&gt; Khususnya lagi bagi kaum Muslim yang telah telah berikrar: ‘Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur, senantiasa akan menjauhi segala macam perbuatan syirik.’&lt;br /&gt; Boleh saja mengatakan: Sebagai kaum Muslimin, kami sudah mengakui secara lisan Tauhid Ilahi, dengan mengucapkan Kalimah Syahadah.&lt;br /&gt; Namun, hal ini mengandung hikmah untuk menyeru berbagai kaum agama lain kepada Islam yang haqiqi ini. Itulah yang dimaksud oleh kalimat janji tersebut.&lt;br /&gt; Kalimah Syahadat memang pernyataan tegas menolak syirik, tetapi banyak kalangan Muslimin yang tidak mewaspadai sikap perbuatan syirik khafi.&lt;br /&gt; Syarat janji itu memang bukan suatu syarat yang berat bagi kaum Muslimin pada umumnya, namun jika dicermati, banyak juga kaum Muslimin yang melakukan perbuatan syirik khafi.&lt;br /&gt; Antara lain adalah sujud di berbagai kuburan Pir (tokoh agama/masyarakat), atau memberi sesajen atau semacamnya di atas kuburan mereka sebagai tanda meminta sesuatu.&lt;br /&gt; Terutama kaum wanita yang sering mengatakan, bahwa mereka sudah meminta kepada Tuhan agar diberi anak tetapi tidak berhasil. Namun, manakala mereka pergi ke kuil Datha [kuburan Hadhrat Datha Ganj Bakhsh, waliullah Abad ke-11], mereka pun mendapatkan anak.&lt;br /&gt; Kaum wanita umumnya memang memiliki keimanan yang lemah.&lt;br /&gt; Namun kaum Muslimin pada umumnya sekarang ini cenderung kurang peribadatannya kepada Allah; inilah mengapa sebabnya mereka – utamanya kaum wanita – menunjukkan kelemahan iman.&lt;br /&gt; Mereka lebih meyakini kesakralan Hadhrat Data Ganj Bakhsh dibanding Allah Taala.&lt;br /&gt; Salat Lima Waktu dianggap kurang efektif oleh mereka.&lt;br /&gt; Karena praktek amal buruk ini sudah berlangsung dari satu generasi ke generasi mereka berikutnya, maka keimanan mereka kepada Allah Taala pun semakin lama semakin lemah.&lt;br /&gt; Sehingga, demi menyaksikan praktek bid'ah di antara kaum Muslimin tersebut, seorang penyair Hindu nekad membuat sebait puisi yang melecehkan: 'Jika kaum Hindu sudah menyembah berbagai macam berhala, kaum Muslimin pun kini bersujud di hadapan berbagai kuburan.'&lt;br /&gt; Lalu ia pun lebih lanjut menuduh tanpa dasar, bahwa – na'udzu billah – Muhammad Rasulullah Saw sudah dianggap sebagai Tuhan.&lt;br /&gt; Padahal kenyataannya, tak ada pendekar Tauhid Ilahi yang lebih akbar dbandingkan beliau Saw.&lt;br /&gt; Tak ada tarbiyat Tauhid Ilahi, atau ilmu makrifat Tauhid Ilahi, atau contoh pelaksanaan iman kepada Tauhid Ilahi yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang telah Rasulullah Saw berikan.&lt;br /&gt; Jika ada orang yang paling memahami realitas hakekat Tauhid Ilahi,  yakni mendahulukan Allah Taala dibandingkan sesuatu yang lain, siapa lagi jika bukan Muhammad Rasulullah Saw yang telah berhasil mempraktekkannya ?&lt;br /&gt; Bahkan sebelum diserahi tugas amanat risalah kenabian, beliau sudah sibuk sekian lama menyembah Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt; Rasulullah Saw pun mengajari kita doa beliau makbul beliau yang terkait dengan hal ini, ialah:&lt;br /&gt;'Allahummaz-zuqni hubbaka wa hubbama yanfa'uni hubbu indaka, Allahumma ma razaqtani mimma yuhibbu faj'alhu hubbakal'li fiima tuhibbu wa ma dzaraita anni mimma yuhibbu faj'alhu faragh'bandhi mimma tuhibbu.'; yang artinya, ‘Ya Allah, anugerahilah aku kecintaan-Mu dan kecintaan orang yang cintanya akan mendatangkan faedah kepada Engkau. Ya Allah, jadikanlah segala sesuatu yang aku sukai sebagai suatu anugerah dari Engkau; yang dapat menjadi sumber daya kekuatan bagiku; menjadi sumberdaya yang dapat meningkatkan kecintaan kepada Engkau; menjadi sumberdaya untuk meneguhkan keimanan kepada Engkau. Dan anugerahilah aku segala sesuatu yang Engkau ridhoi sebagai pengganti  sesuatu yang aku sukai namun Engkau menjauhkannya dari diriku.’&lt;br /&gt; Walhasil, jika Rasulullah Saw memohon sesuatu kepada Allah, hal itu tiada lain adalah sesuatu yang Allah Taala ridhoi.&lt;br /&gt; Adapun mereka yang menziarahi sedemikian rupa kuburan Pir [tokoh agama/masyarakat], berkilah: Karena mereka lebih dekat kepada Allah.&lt;br /&gt; Padahal Al Qur’an Karim telah menyamakannya sebagai menyembah berhala.&lt;br /&gt; Dan Rasulullah Saw senantiasa mentarbiyati para Sahabah secara khusus mengenai hal ini, bahwa: 'Bahkan sedikit kemunafikan pun adalah termasuk syirik.'&lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda: 'Jauhilah perbuatan syirik yang halus tak terasa, yakni lebih lembut dari ketika engkau melangkah di tanah yang lembek.'&lt;br /&gt; Maka para Sahabah pun bertanya: Bagaimana kiat untuk menghindarinya ? Rasulullah Saw menjawab: 'Banyak-banyaklah membaca doa ini: Allahumma inna na'udzubika minan-nasya'ithaka syai'in na'lamu wa'nastaghfiruka liima na'ma'lamu.'; yang artinya: ‘Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari perbuatan syirik yang disadari. Dan kami bertobat dari perbuatan tersebut, yang tidak kami sadari.'&lt;br /&gt; Dan Rasulullah Saw pun senantiasa mengingatkan, bahwa diri beliau hanyalah seorang manusia biasa yang bersahaja, [yakni, anna basarun mislukum].&lt;br /&gt; Oleh karena itu, meskipun penyair Hindu itu sangat keliru mengatakan – na'udzubillah – Rasulullah Saw setara Tuhan; namun ada benarnya kalau mengatakan: Kaum Muslimin telah menuhankan kuburan.&lt;br /&gt; Yakni, hal ini haruslah menjadikan diri mereka prihatin sedemikian rupa, bahwa mereka dituduh telah melakukan perbuatan syirik.&lt;br /&gt; Kaum Muslimin pada umumnya tak sanggup menghilangkan tuduhan ini; namun kita dituntut, berkewajiban untuk mengubah keadaan diri dan praktek kehidupan mereka, sehingga dapat memancarkan contoh kayakinan kepada Tauhid Ilahi yang teguh.&lt;br /&gt; Sampaikanlah kepada seluruh dunia, bahwa kedatangan Rasulullah Saw adalah untuk menegakkan Tauhid Ilahi; namun, dikarenakan kondisi kaum Muslimin kini telah mengalami kerusakan, maka Tauhid Ilahi ini hanya dapat ditegakkan kembali dengan menghormati dan pecinta sejati Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;  ‘Allah Taala berkehendak untuk menarik berbagai bangsa yang menghuni berbagai belahan dunia, baik itu di Europa, maupun di Asia, dan mereka yang memiliki jiwa taqwa kepada Tauhid Ilahi; yakni menyatukan hamba-hamba-Nya yang saleh ke dalam satu Agama. Inilah sesungguhnya tujuan utama aku diutus ke dunia. Oleh karena itu, tuan-tuan pun hendaknya berusaha untuk memperoleh tujuan akhir yang haqiqi ini, dengan akhlak budi pekerti yang baik, amal shalih, dan banyak berdoa.’ Maka adalah kewajiban setiap muslim untuk memahami pesan tabligh ini, dengan cara menjadi ansar-ansar penolong dan berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan Tauhid Ilahi dengan lisan maupun amal perbuatan.&lt;br /&gt; Ingatlah, manakala sesuatu bid'ah telah banyak berjangkit, maka umat pun akan menjadi jauh dari ajaran haqiqi agama dan melumpuhkannya.&lt;br /&gt; Semua agama terdahulu kehilangan ajaran asli mereka disebabkan banyaknya bid'ah baru yang mereka masukkan dan tak ada seorangpun yang datang untuk membersihkannya kembali.&lt;br /&gt; Ya, tak ada [Muslih Rabbani] yang datang karena agama Islam akan dibangkitkan dan akan menjadi ajaran syariat terakhir di muka bumi, yakni seiring dengan diutusnya Rasulullah Saw.&lt;br /&gt; Akan tetapi kini, berbagai perbuatan bid'ah telah merasuk ke dalam agama Islam, yang sebagian dari antaranya sudah sama dengan perbuatan syirik, termasuk yang zahir maupun yang khafi. &lt;br /&gt; Oleh karena itulah, sesuai dengan janji-Nya, Allah Taala pun menjamin untuk melindungi agama Islam dari perbuatan syirik dan bid'ah, yang Insya Allah akan terlindungi selamanya.&lt;br /&gt; 'Kiat kita sama halnya dengan apa yang telah dilakukan oleh Hadhrat Rasulullah Saw dan para Sahabah. &lt;br /&gt; 'Meskipun para waliullah boleh jadi memperkenalkan beberapa inovasi baru, namun cara Islam yang benar adalah dengan banyak membaca Al Qur’an Karim beserta kandungan hikmahnya, mengerjakan Salat dengan dawam dan memahami artinya, serta dengan banyak-banyak berdoa.'&lt;br /&gt; Jangankan yang sudah jelas-jelas bid'ah, perbuatan wazaif, atau wirid, atau dzikr yang dilakukan secara berlebih-lebihan, termasuk bid'ah. Ini karena berbagai macam praktek bid'ah tersebut membuat para pelakunya mengabaikan aspek dzikir Ilahi yang nyata, ialah mendirikan Salat.&lt;br /&gt; Sebagaimana dikisahkan di dalam sebuah anekdot: Suatu hari, dikarenakan  sudah terpengaruh oleh setengah orang, seorang wanita mukhlis lagi bermartabat terjerumus ke dalam praktek dzikir habib yang berlebihan sehingga kemudian membuat dirinya mengabaikan Salat wajib maupun nawafil lainnya. Yakni, menggantinya dengan kesibukan berdzikir. Maka abangnya pun berusaha menyadarkannya, bahwa amal perbuatannya tersebut adalah keliru. Lalu, ia pun menganjurkan adiknya itu untuk mengucapkan juga kalimat doa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Laa Hawla...’,&lt;/span&gt; agar mendapat sesuatu pertolongan. Tapi ia masih terus melanjutkan kegiatannya.&lt;br /&gt; Namun, selang beberapa lama, ia pun tersadar, bahwa sebenarnya ia telah melangkah jauh dari kewajiban Salat dan berbagai nawafilnya. Hal ini terjadi ketika ia mulai rajin membaca ucapan doa: ‘Laa Hawla wa laa quwwata illa billah’, yakni,  Tiada yang sanggup menghindari dosa maupun beramal shalih kecuali atas izin Allah.'&lt;br /&gt; Maka setelah itu, perhatian sang wanita itu terhadap kewajibannya beribadah kepada Allah, menjadi pulih kembali.&lt;br /&gt; Jadi, berdzikir adalah amal perbuatan yang jaiz, namun dikerjakan hanya setelah peribadatan yang wajib selesai dilaksanakan.&lt;br /&gt; Meninggalkan amal shalih yang wajib dan apa yang telah menjadi Sunnah Rasulullah Saw adalah salah.&lt;br /&gt; Memang tak diragukan, bahwa di dalam suatu majelis yang di dalamnya banyak disebutkan nama Allah dan dzikrullah lainnya adalah jaiz, akan tetapi apabila dikerjakan hingga melampaui batas, artinya sudah mengikuti jalan syaitan.&lt;br /&gt; Jadi, jika ada amal perbuatan yang tampaknya saja membawa kepada keshalihan namun sesungguhnya mengarahkan para pelakunya kepada bid'ah, dapat dibayangkan dampak negatip dari berbagai macam bid'ah yang telah terjadi di masyarakat umum, tentunya jauh lebih besar lagi; yang oleh karena itu diperlukan perhatian yang amat sangat.&lt;br /&gt; Yakni, setiap orang dari kita harus berusaha sekuat tenaga laksana berjihad untuk mengindari praktek buruk ini.&lt;br /&gt; Berbagai inovasi baru telah nyata berperan dalam menyebarkan keburukan.&lt;br /&gt; Banyak kalangan masyarakat yang sudah ikut mempraktekkannya tanpa pikir panjang, langsung saja meniru-nirunya. Termasuk dalam hal ini anak-anak.&lt;br /&gt; Salah satu praktek [inovasi buruk] tersebut yang kini populer dirayakan oleh masyarakat Barat, adalah Halloween, yang akan mereka rayakan dalam waktu beberapa hari ini.&lt;br /&gt; Dan dikarenakan keteledoran mereka, maka membiarkan anak-anak mereka ikut berpartisipasi di dalamnya tanpa mendalami terlebih dahulu asal muasal perayaan tersebut, dlsb.&lt;br /&gt;  Halloween adalah perbuatan bid'ah dholalah di dalam agama Kristen, yang membawa para pelakunya mendekati syirik.&lt;br /&gt; Padahal, ajaran Bible melarang berbagai praktek yang mengada-ada dan bersifat syaitani. Namun mereka berkilah bahwa perayaan Halloween ini hanya dianggap sebagai hiburan belaka.&lt;br /&gt; Tetapi hendaknya selalu diingat: Segala jenis 'hiburan' yang berdasarkan perbuatan syirik ataupun bid'ah dholalah haruslah dihindari.&lt;br /&gt; Hal ini menjadi perhatian saya ketika salah seorang ibu yang menjadi anggota Tim Peneliti masalah ini menyampaikan: 'Anak perempuanku yang masih kecil minta izin untuk ikut merayakan pesta Halloween bersama teman-temannya, berupa hanya memakai kostumnya saja. Tapi aku tidak mengizinkannya. Lalu, ketika aku menelitinya lebih dalam lagi, aku pun bertambah terkejut karena menemukan beberapa fakta yang tak lazim.'&lt;br /&gt; Kemudian ibu ini pun memaparkannya, yang akan saya sampaikan ringkasannya nanti.&lt;br /&gt; Apa kerugiannya ikut merayakan pesta Halloween sebagaimana orang lain, namun ibuku melarangnya ?&lt;br /&gt; Menurut apa yang pemahaman, tradisi perayaan [Halloween] ini adalah salah, dan tidak menyenangkan. Oleh karena itu janganlah ikut-ikutan merayakannya.  Namun keterangan yang lebih lengkap, yang sangat penting untuk menghindari anak-anak dari praktek buruk ini..&lt;br /&gt; Halloween berasal muasal dari kebudayaan lama masyarakat tak beradab Irlandia, yeng mendasarinya kepada suatu hal yang mengada-ada; yang konsepnya lari ajaran agama dan faham kesakralan rumah tinggal mereka.&lt;br /&gt; Maka seberapa banyak pun aspek hiburan yang boleh jadi didapatkan, namun dasar pijakannya sudah salah, dan termasuk ke dalam kategori syirik.  Ini karena konsep dasarnya yang keliru itu adalah sebagai berikut: Pada setiap tanggal 31 Oktober, dinding pembatas antara manusia yang masih hidup dengan yang sudah mati, diangkat. Para arwah yang sudah mati tersebut kembali lagi ke dunia untuk mendatangkan berbagai malapetaka kepada mereka yang masih hidup.&lt;br /&gt; Maka untuk menghindari malapetaka tersebut, berbagai macam benda aneh pun dikeluarkan, paranormal atau penyihir dipanggil untuk memungut derma hewan ternak ataupun hasil panen, lalu mereka korbankan dengan cara tertentu.&lt;br /&gt; Api unggun pun dibuat sebagai bagian dari upacara ritual ini, yang mereka maksudkan untuk menakut-nakuti para arwah tersebut.&lt;br /&gt; Berbagai kostum pakaian dan topeng hororik pun mereka kenakan untuk menakut-nakuti.&lt;br /&gt; Umat Kristen, khususnya Gereja Katolik ikut-ikutan merayakannya.&lt;br /&gt; Atas ulah umat Kristen dan juga media massa, perayaan Halloween inipun menyebar-luas ke seluruh dunia, utamanya di negara-negara Barat, seperti USA, Canada, UK, Japan, New Zealand, Australia dan berbagai negara Europa.&lt;br /&gt; Praktek tradisi ini adalah buruk. Sayangnya, setengah kaum Muslimin di Barat pun ikut-ikutan di dalamnya.&lt;br /&gt; Anak-anak berpakaian hororik, lalu mendatangi rumah-rumah, meminta sesuatu untuk menenangkan para arwah.&lt;br /&gt; Kilah mereka: Jika rumah yang didatangi tersebut memberi sesuatu kepada anak-anak yang berpakain menakutkan tersebut maka para arwah yang sudah mati tidak akan mendatangkan sesuatu malapetaka.  Itulah yang mereka sebagai sesuatu hiburan, namun dasar pemikiran yang berada dibalik semua itu adalah syirik.&lt;br /&gt; Maka adalah merendahkan derajat seorang anak Ahmadi jika harus berpakaian ala syaitani lalu 'door to door' meminta-minta seperti pengemis, meskipun hanya untuk beberapa potong coklat.&lt;br /&gt; Kaum Ahmadi hendaknya memiliki harga diri yang tinggi, yang perlu ditanamkan sejak kanak-kanak.&lt;br /&gt; Maka pesan utama Halloween adalah untuk eksistensi yang mengada-ada, arwah penasaran, dan menyembah syaitan.&lt;br /&gt; Adalah sangat keliru untuk mempercayai sesuatu 'paranormal' semacam itu, meskipun hanya untuk sesuatu hiburan.&lt;br /&gt; Untuk itulah anak-anak kita harus dihindarkan dengan sangat daripadanya.  Hingga kemarin ini, masih terjadi penduduk pedesaan memberikan sesembahan semacam itu kepada anak-anak karena percaya dapat menyelamatkan mereka dari malapetaka para arwah.&lt;br /&gt; Praktek bid'ah ini pun membuat anak-anak jadi berani untuk berbuat keburukan atas nama hiburan. Sehingga kebiasaan buruk ini semakin lumrah ketika mereka meningkat dewasa.&lt;br /&gt; Di dunia Barat, setiap keburukan dibiarkan bila mengatas-namakan hiburan, atau atas nama hak azasi anak-anak.&lt;br /&gt; Namun kini, berbagai suara protes terhadap perayaan Halloween sudah banyak timbul karena dianggap memberi keberanian kepada anak-anak untuk mengancam orang lain, bahkan hingga berbuat kejahatan.&lt;br /&gt; Berbagai macam tontonan pun ikut memberikan pesan yang salah. Dan jika praktek keburukan tersebut dilakukan oleh kaum remaja mereka, seluruh tatanan masyarakat akan menjadi rusak.&lt;br /&gt; Bagi kita, persoalan utamanya adalah kilah mereka, yakni: Kembalinya para arwah yang sudah mati, yang mereka persamakan dengan Tuhan. Oleh karena itu berbuat syirik.&lt;br /&gt; Lalu mereka  katakan berbagai pemberian tersebut adalah untuk menenangkan arwah, yang semakin tidak masuk diakal.&lt;br /&gt; Dr. Grace Ketterman menulis di dalam bukunya, ‘You and Your Child’s Problem’, sebagai berikut: ‘Suatu dampak negatif yang tragis dari rasa takut yang timbul di dalam kehidupan kaum remaja adalah ketertarikan mereka kepada fenomena paranormal untuk mati bersama (occultisme).’&lt;br /&gt; Sekarang ini ritual Halloween tidak hanya berupa berpakaian yang menakutkan lalu mendatangi rumah-rumah, namun juga hingga membuat anak-anak berani menakut-nakuti orang lain sedemikian rupa, dan mengganggu lingkungan tetangga.&lt;br /&gt; Sehingga mereka pun menjadi beban berat orang tuanya, serta merusak kehidupan mereka sendiri.&lt;br /&gt; Oleh karena itulah dengan ini sekali lagi saya menasehati seluruh kaum Ahmadi agar menghindarinya.&lt;br /&gt; Sebaliknya perkuatlah habluminallah anda sekaian.&lt;br /&gt; Jangan terperdaya oleh budaya Barat, lalu jatuh ke dalam perbuatan syirik khafi.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala melindungi anda sekalian dari keburukan ini.&lt;br /&gt; 'Boleh jadi manusia mengklaim bahwa diri mereka menyembah Allah; namun apakah berupa banyak bersujud kepada-Nya ataukah hanya berupa banyak menghitung-hitung biji tasbih ?'&lt;br /&gt; Melainkan, ibadah yang haqiqi adalah dapat diperoleh bila ada kecintaan kepada Allah sedemikian rupa sehingga dirinya tidak menjadi setengah-setengah.&lt;br /&gt; Yakni, sungguh-sungguh yakin kepada Allah Taala, dan juga sadar sepenuhnya kepada keindahan dan kebaikan sifat-sifat-Nya.&lt;br /&gt; Habluminallah semacam ini sedemikian rupa teguh di dalam qalbunya, dan senantiasa terlihat di dalam sinar wajahnya.&lt;br /&gt; Qalbunya senantiasa dipenuhi oleh keagungan  Tuhan, sehingga dunia pun seolah sudah mati bagi dirinya.  Rasa takutnya hanya kepada keberadaan Dzat Allah, dan ia merasakan nikmat oleh derita di jalan Allah.&lt;br /&gt; Keghairahan hidupnya timbul manakala ia berkhalwat dengan Allah.  Tanpa adanya Allah Taala, qalbunya tak akan pernah merasa puas oleh sesuatu yang lain.&lt;br /&gt; Jika kondisi tersebut sudah dapat dicapai, itulah yang dinamakan ibadah yang haqiqi; yang hanya dapat diperoleh dengan adanya karunia dari Allah Taala semata.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala memberi taufik kepada kita semua untuk memenuhi harapan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. tersebut. Dan semoga pula kita senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya.&lt;br /&gt; Jika kita berusaha, Allah Taala pun akan memberkatinya, InshaAllah !    &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;ByMMA / LA 11022010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-6696148414851563210?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/6696148414851563210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=6696148414851563210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6696148414851563210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6696148414851563210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/11/hindari-berbagai-bidah-agama.html' title='Hindari Berbagai Bid&apos;ah Agama'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-6889196942146452208</id><published>2010-09-16T03:07:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T03:15:46.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari Khutbah Jumat'/><title type='text'>Doa-doa Lengkap Qurani, Hadiths</title><content type='html'>Sangatlah penting untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah Taala, memohon agar Dia berkenan memandangi kita dengan pandangan karunia-Nya, memudahkan kita untuk memperoleh keridhaan-Nya, dan juga untuk meraup berbagai rahmat Ilahi.&lt;br /&gt; Doa-doa ini disajikan berdasarkan tafsir doa-doa tersebut di dalam Al Quran. &lt;br /&gt; Allah Taala memfirmankan]:&lt;br /&gt;(1) رَبِّ اَوْزِعْنِىْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىْۤ اَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَصْلِحْ لِىْ فِىْ ذُرِّيَّتِىْ ؕۚ اِنِّىْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّىْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;...Wahai Tuhanku, limpahkanlah taufik kepadaku supaya aku dapat bersyukur atas nikmat Engkau yang Engkau telah anugerahkan kepadaku dan kepada orang tuaku, dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau meridhainya dan perbaikilah bagiku dalam keturunanku. Sesungguhnya, aku kembali kepada Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’ &lt;/span&gt;(Q.S. 46 / Al Ahqaf : 16)&lt;br /&gt; Dan dengan sedikit variasi, doa ini pun diajarkan lagi di dalam Surah Al Naml [yakni, dengan penambahan beberapa perkataan yang mustajab]:&lt;br /&gt;(2) وَاَدْخِلْنِىْ بِرَحْمَتِكَ فِىْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan masukkanlah aku dengan rahmat Engkau di antara hamba-hamba Engkau yang shalih.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 27 / An Naml : 20).&lt;br /&gt;[Adapun bunyi doa itu selengkapnya adalah sebagai berikut]:&lt;br /&gt;رَبِّ اَوْزِعْنِىْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىْۤ اَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَدْخِلْنِىْ بِرَحْمَتِكَ فِىْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ‏&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Allah Taala telah memerintahkan manusia untuk memuliakan orang tuanya, terutama ibu, yang telah bersusah payah mengandungnya, kemudian melahirkannya dengan penuh kesakitan, lalu menumbuh-kembangkannya selama tak kurang dari 30 (tiga puluh) minggu pertama.&lt;br /&gt; Lalu, manakala orang yang shalih  telah dewasa lahir batin, ia pun akan senantiasa berdoa agar dimudahkan untuk selalu bersyukur, untuk senantiasa dapat beramal shalih yang dapat mendatangkan keridhaan Ilahi, [dan juga mengarunianinya dengan anak keturunan yang shalih dan menyejukkan mata. Tak mengandalkan mereka, karena setiap kali aku membutuhkan sesuatu, aku memohon kepadamu Ya Allah. Aku adalah termasuk orang-orang yang menyerahkan lehernya hanya kepada Engkau, tidak kepada pihak lain].&lt;br /&gt; [Kemudian, Allah Taala mengajarkan doa].&lt;br /&gt;(3) رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak keturunan kami yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang muttaqin.’&lt;/span&gt; (Q.S. 25 / Al Furqan : 75).&lt;br /&gt; Mukminin haqiqi senantiasa berdoa seperti itu [yakni: Ya Tuhan kami, dari istri kami dan anak keturunan kami, anugerahilah penyejuk mata kami. Jadikanlah mereka orang-orang yang muttaqi, padamana kami menjadi pemimpin mereka, sehingga kami pun harus menjadi contoh yang baik bagi mereka.&lt;br /&gt; Dengan cara demikianlah rumah mereka mampu menarik berbagai karunia Ilahi, termasuk semua penghuni di dalamnya.  Kemudian, Allah Taala pun mengajari kita doa ini]:&lt;br /&gt;(4) رَبَّنَآ اٰتِنَا فِىْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِىْ الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, berilah kami segala yang baik di dunia dan segala yang baik di akhirat; dan hindarkanlah kami dari azab Api.’&lt;/span&gt; (Q.S. 2 / Al Baqarah : 202).&lt;br /&gt; Semakin luas jangkauan kontak duniawi seorang mukmin, semakin tinggi pula derajatnya, ini disebabkan cara berpikir mereka yang jaiz. Yakni, meskipun mereka mempunyai realita tujuan duniawi yang diinginkannya, namun untuk suatu tujuan mengkhidmati agamanya.&lt;br /&gt;  Seumpama orang yang bersafar jauh, tentulah ia akan menyiapkan segala sesuatunya, namun tujuan utamanya adalah selamat sentosa sampai di tujuan.&lt;br /&gt; Di dalam doa ini, perkataan dunya ditempatkan lebih dulu, yang maksudnya ialah untuk dapat dijadikan sarana memperoleh segala yang baik di Akhirat nanti.&lt;br /&gt; Yakni, dunya yang diperoleh dengan cara-cara yang patut dan mensejahterakan lahir dan batin. Yang mengindahkan norma-norma yang baik, yang memudahkan kita untuk melaksanakan kewajiban haququllah maupun haququl-ibad.&lt;br /&gt; Kemudian doa ini:&lt;br /&gt;(5) رَبِّ اغْفِرْ لِىْ وَلِاَخِىْ وَ اَدْخِلْنَا فِىْ رَحْمَتِكَ‌ۖ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, ampunilah diriku dan saudaraku dan masukkkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkaulah Yang Maha Penyayang di antara segala penyayang.’&lt;/span&gt; (Q.S. 7 / Al Araf : 152).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِىْۤ اَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan perbuatan kami yang berlebih-lebihan dan teguhkanlah langkah-langkah kami dan tolonglah kami terhadap kaum kafirin.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 3 / Al Imran : 148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَـنَا وَارْحَمْنَا‌ وَاَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;…Engkaulah Pelindung kami. Maka ampunilah kami dan kasihanilah kami karena Engkaulah yang sebaik-baik di antara pengampun.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 7 / Al Araf : 156).&lt;br /&gt;(8) وَاكْتُبْ لَـنَا فِىْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِىْ الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan tuliskanlah bagi kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami telah mendapat petunjuk untuk kembali kepada Engkau.’&lt;/span&gt;(Q.S. 7 / Al Araf : 157).&lt;br /&gt;(9) رَبِّ اجْعَلْنِىْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِىْ‌‌ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan ku, jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan Salat, dan juga dari keturunanku. Ya Tuhan ku ! Karuniailah kami dengan rahmat Engkau, dan kabulkanlah doaku. &lt;/span&gt; (Q.S. 14 / Ibrahim : 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) رَبَّنَا اغْفِرْ لِىْ وَلـِوَالِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan orang-orang Mukmin pada Hari diadakannya Hisab.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 14 / Ibrahim : 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11) وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ‌ۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا&lt;br /&gt;اِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, jauhkanlah dari kami azab Jahannam; karena sesungguhnya azab tersebut adalah kebinasaan yang besar. Sesungguhnya Jahannam tersebut adalah seburuk-buruknya tempat tinggal sementara dan tempat tinggal tetap.’&lt;/span&gt; (Q.S. 25 / Al Furqan : 66-67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(12) رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, ampunilah dan kasihanilah, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang sebaik-baiknya.’&lt;/span&gt; (Q.S. 23 / Al Muminun : 119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(13) رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَـنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ لرّٰحِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan kasihanilah kami, dan Engkaulah yang sebaik-baiknya Pemberi rahmat.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 23 / Al Muminun : 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(14) رَبِّ نَجِّنِىْ وَاَهْلِىْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 26 / As Syu'ara : 170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(15) رَبِّ ابْنِ لِىْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِىْ الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِىْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِىْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan ku !  Buatkanlah bagiku di sisi Engkau sebuah rumah di Surga, dan selamatkanlah diriku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzolim;’ &lt;/span&gt;(Q.S. 66 / At Tahrim : 12).&lt;br /&gt; Allah Taala telah memberi dua contoh jenis mukminin di dalam Al Qur’an Karim.&lt;br /&gt; Pertama, adalah dalam wujud istri Fir'aun yang senantiasa memohon perlindungan Allah dari pengaruh buruk perbuatan suaminya. Hal ini menyiratkan keadaan mukminin yang semula dikuasai oleh syahwat duniawi, namun kemudian bertobat.&lt;br /&gt; Nafs amarah duniawi telah mengganggu diri mereka sebagaimana Fir'aun telah mengganggu kondisi istrinya. Namun, mereka dapat memperlihatkan keteguhan jiwa mereka.&lt;br /&gt; Jenis mukminin yang Kedua, adalah mereka yang telah dapat mencapai derajat maqom rohani yang mulia, Yakni bukan saja mereka telah berhasil menghindari berbagai keburukan, namun juga telah berhasil mencapai segala kebaikan, Contoh yang Allah Taala berikan dalam kaitan ini adalah dalam wujud Siti Maryam.&lt;br /&gt; Ringkasnya, setiap Mukmin yang telah berhasil mencapai derajat taqwa yang istimewa dan suci, dapat menjadi penjelmaan seperti ‘Maryam’.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala menjadikan kita kaum Mukminin yang berhasil memperoleh segala apa yang baik [di dunia maupun akhirat]. Dan semoga pula Allah Taala membebaskan diri kita dari para pemimpin yang dzolim seperti Firaun.&lt;br /&gt; [Semoga Allah Taala membebaskan diri kita dari kungkungan Firaun jahiliyah tersebut, dan mereka yang tengah berkuasa tetapi berbuat tidak adil.. Semoga Allah Taala menimpakan azab-Nya kepada mereka itu.&lt;br /&gt; Dan semoga pula segala amalan shalihan selama bulan Ramadan dapat berlangsung terus].&lt;br /&gt; Berbagai doa lainnya di dalam Al Qur’an: adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(16) اَنِّىْ مَغْلُوْبٌ فَانْـتَصِرْ&lt;br /&gt;‘… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya aku dikalahkan, maka tolonglah aku.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 54 / Al Qamar : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(17) رَبِّ نَجِّنِىْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku dari kaum yang dzolim.’&lt;/span&gt; (Q.S. 28 / Al Qashash : 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(18) رَبِّ اِنَّ قَوْمِىْ كَذَّبُوْنِ‌&lt;br /&gt;فَافْتَحْ بَيْنِىْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِىْ وَمَنْ مَّعِىَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; Maka berilah keputusan antara aku dan mereka, keputusan yang pasti, dan selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin yang ada besertaku.’&lt;/span&gt; (Q.S. 26 / As Syu'ara : 118-119).&lt;br /&gt; Para nabiyullah dan kaumnya senantiasa mengandalkan diri mereka kepada doa. Dan kemenangan hanyalah dapat diperoleh dengan perantaraan doa.&lt;br /&gt;(19) رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ&lt;br /&gt;وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada Engkau dari segala hasutan syaitan. ‘Dan aku berlindung kepada Engkau, ya Tuhan-ku, supaya jangan mereka menghampiri diriku&lt;/span&gt;.’ (Q.S. 23 / Al Muminun : 98-99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(20) رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا‌ؕ رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan menyerahkan diri.’&lt;/span&gt; (Q.S. 7 / Al Araf : 127).&lt;br /&gt; Manakala manusia terus menerus berdoa untuk kesabaran dalam menghadapi kesulitan, Allah Taala pun mengrimkan nur hidayah-Nya yang mampu meneguhkan keimanan orang tersebut, sekaligus memudahkannya untuk menjalani berbagai kesulitan tersebur dengan tabah.&lt;br /&gt;(21) رَبَّنَا ظَلَمْنَاۤ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَـنَا وَتَرْحَمْنَا لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, kami telah berlaku aniaya terhadap diri kami, dan, jika Engkau tidak mengampuni kami, pasti kami akan termasuk orang-orang yang merugi.’&lt;/span&gt; (Q.S. 7 / Al Araf : 24).&lt;br /&gt; Adalah keyakinan kita bahwa sebagaimana Nabi Adam a.s. mampu menanggulangi godaan Syaitan dengan doa, maka demikian pula dengan Adam masa kini akan mampu mengungguli kekuatan Syaitan akhir zaman dengan doa.&lt;br /&gt;(22) رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً‌ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bengkokkan hati kami sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat dari sisi Engkau; sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.’&lt;/span&gt; (Q.S. 3 / Al Imran : 9).&lt;br /&gt; ‘Ya Allah, Rabbul Alamin, aku tak sanggup untuk menghitung segala karunia Engkau. Oleh karena itu, ampunilah segala dosaku, jika tidak, tentulah diriku mengalami kebinasaan. Tempatkanlah kecintaan-Mu yang khas ke dalam qalbuku, sehingga aku pun hidup karenanya. Tutupilah segala kelemahan diriku. Mudahkanlah diriku untuk beramal shalih yang dapat mendatangkan keridhaan-Mu. Aku berlindung kepada Wujud-Mu Yang Agung, yakni janganlah azab Engkau menimpa diriku.&lt;br /&gt; Kasihanilah dan lindungilah aku dari penderitaan dunia maupun Akhirat nanti. Sesungguhnya segala keberkatan berada di tangan-Mu.  Amin tsuma Amin !&lt;br /&gt;(23) رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا‌‌ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ‌ ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti telah Engkau bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya, dan maafkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami karena Engkau adalah Pelindung kami, maka tolonglah terhadap kaum kafirin.’ &lt;/span&gt;(Q.S. 2 / Al Baqarah : 287).&lt;br /&gt; Doa berikut ini untuk memohon maghfirah Allah Taala atas segala kekhilafan yang tak disengaja.&lt;br /&gt;(24) رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْکٰفِرِيْنَ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah ketabahan atas kami, dan teguhkan langkah-langkah kami dan tolonglah kami terhadap kaum kafirin.&lt;/span&gt;’(Q.S. 2 / Al Baqarah : 251).&lt;br /&gt; Jika seandainya Allah Taala tak bersifat Memaafkan, tentulah Dia pun tak akan mengajarkan doa ini.&lt;br /&gt;(25) رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang dzolim.’&lt;/span&gt; (Q.S. 7 / Al Araf : 48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(26) رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا بِمَاۤ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan kami, kami beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami mengikuti Rasul ini, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi syahidin.’&lt;/span&gt; (Q.S. 3 / Al Imran : 54)&lt;br /&gt; Berikut ini adalah berbagai doa Rasulullah Saw yang tercantum di dalam beberapa Hadiths:&lt;br /&gt;(27) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari kemalasan, tua renta, nafsu syahwat, azab kubur, dan azab Jahannam. Lindungilah aku dari ujian keburukan duniawi, dari kemiskinan, Dan aku berlindung kepada Engkau dari pengaruh Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah segala kekotoranku dengan air sedingin es sebagaimana kain putih dibersihkan dari segala noda. Dan jauhkanlah diriku dari segala kekhilafanku sejauh Timur dan Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(28) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Wahai Allah, ampunilah segala dosaku, perluaslah baitku, dan berkatilah segala kebutuhanku.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(29) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘O Allah, aku berlindung kepada Engkau dari keterlantaran, kemalasan, sifat pengecut dan takut akan hari tua. Aku berlindung kepada Engkau dari azab kubur. Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari berbagai ujian hidup maupun maut.’&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;(30) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahumma inni auzubika min qalbin laa yahsa wa min doa'in laa yasma wa min nafsin laa tasba wa min ilmin laa yanfa. Audzubika min haulaa'il arba,&lt;br /&gt; Yakni, ‘Wahai Allah, aku berlindung kepada Engkau dari qalbu yang takabbur dan ketidak-taatan. Aku berlindung dari doa yang tak makbul dan nafs yang tak pernah terpuaskan, dan juga dari ilmu yang tak mendatangkan faedah. Aku berlindung kepada Engkau dari empat perkara ini.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(31)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Allahumma inni dholamtu nafsi dzulmin katsirun wa laa yaghfiru dzunuba illa anta, faghfirli maghfiratu min indika warhamni inna antal ghofuru rahim. &lt;br /&gt;‘O Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, padahal tak ada wujud lain selain Engkau yang dapat mengampuni dosa. Maka, ampunilah diriku dengan maghfirah Engkau, kasihanilah diriku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(32)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; ‘O Allah, ampunilah segala kesalahanku, lindungilah segala urusanku dari berbagai ujian akibat ketidak-tahuan dan keawamanku. Lindungilah pula aku dari segala ujian berdasarkan ilmu-Mu, dan bukan sepengetahuanku. O Allah, ampunilah segala kekhilafanku, baik yang disengaja maupun tidak. Ampunilah segala kesalahanku yang berada di dalam diriku. Baik yang telah aku perbuat maupun yang belum, baik yang tampak maupun yang tidak. Ampunilah semuanya. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang sanggup memajukan maupun memundurkan manusia. Hanya Engkaulah yang memiliki daya kekuatan atas segala sesuatu.’&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;(33) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘O Allah, aku serahkan diriku sepenuhnya kepada-Mu. Beriman dan hanya mengandalkan wujud-Mu. Aku bersimpuh ke hadapan-Mu dan berdebat dengan berbagai penentangku dengan pertolongan-Mu. Aku serahkan segala perkara kepada-Mu. Maka ampunilah segala dosaku; baik yang telah lalu maupun di masa-masa yang akan datang, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Hanya Engkaulah Yang Awwal maupun Yang Akhir. Laa illaaha ilallah !'&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;(34) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahummaj al fii qalbi nuran waj al fii lisani nuran waj al fii sam'i nuran waj al fii basyari nuran waj al fii min khalfi nuran waj al min amami waj al min fauqi nuran waj al min tahti  nuran, Allahumma a'dhini nuran,  &lt;br /&gt;‘Wahai Allah, berilah nur cahaya di dalam qalbuku, di dalam lidahku, di dalam pendengaranku, di dalam penglihatanku, di sisi kananku, di sisi kiriku, di belakangku, di hadapanku, di atasku, di bawahku. Wahai Allah! Liputilah seluruh tubuhku dengan nur cahaya-Mu.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(35)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Allahumma inni as'aluka hubbaka wa hubba maa'yuhibbu wal amalalladzi yubaligh anni hubbaka. Allahummaj'al hubbaka wa habba illaya min nafsi wa ahli wa minal maail barri. &lt;br /&gt;‘Wahai Allah, karuniailah kecintaan-Mu kepadaku, yakni kecintaan mereka yang mencintai-Mu, berbagai amalan yang dapat menarik keridhaan-Mu, Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada Engkau lebih dekat dibandingkan kepada kesenangan diri pribadi, kepada keluarga, maupun kepada air dingin yang menyegarkan.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(36) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yaa musarilqulubi tsabitkardil ila taati &lt;br /&gt;‘Wahai Engkau yang sanggup merubah qalbu, teguhkanlah selalu qalbuku kepada keitaatan kepada-Mu.’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Berikut ini adalah beberapa doa.:.&lt;br /&gt;(37) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rabbi kullu syaiin khadimuka rabbi fahfadzni wansyurni warhamni, &lt;br /&gt;‘Wahai Allah, segala sesuatu adalah hamba Engkau. Maka lindungilah aku, tolonglah aku, dan kasihanilah diriku.’ &lt;/span&gt;[]&lt;br /&gt;(38) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘O Allah Yang Maha Perkasa, Maha Pemberi Petunjuk, tunjukilah aku jalan yang suci dan sidiq. Hindarilah aku dari jalan yang hanya menjuruskan kepada syahwat duniawi ataupun penyimpangan, ketamakan maupun materialistis.&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;(39) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Aku berdosa dan dhoif. Tak ada wujud lain yang sanggup menolong selain diri-Mu. Kasihanilah dan ampunilah segala dosaku sehingga mensucikan diriku, karena tak ada wujud lain selain Rahimiyyat-Mu yang dapat mensucikan&lt;/span&gt;.’ &lt;br /&gt;(40)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Yaa ahabba minkulli ma hufin ighfirli dzunubi wa min ibadikal mukhlisin,&lt;br /&gt;‘Wahai Engkau Dzat yang paling dicintai dari kecintaan lainnya, ampunilah segala kedzunuban-ku, dan masukanlah diriku ke dalam golongan mukhlisin yang haqiqi.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Doa ini agar dapat mendirikan Salat dengan khusyu dan makbul:&lt;br /&gt;(41) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘O Allah Yang Maha Mulia, Maha Kuasa, Segala Puji, aku berdosa, telah banyak melakukan perbuatan dosa sehingga mempengaruhi jiwaku dan membuatku tak khusyu dalam Salat.  Maka dengan kasih sayang-Mu ampunilah segala dosaku, ampunilah segala yang melampaui batas dari diriku, lembutkanlah qalbuku, tempatkanlah keagungan-Mu, kecondongan kepada-Mu dan kecintaan-Mu di dalamnya; sehingga kekerasan qalbuku pun hilang, sehingga aku pun memperoleh kekhusyuan di dalam Salat.&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;(42) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rabbil hamni innal fadzlaka wa rahmataka yanzi minal azab&lt;br /&gt;‘Ya Allah, kasihanilah diri hamba. Sesungguhnya, karunia dan rahimiyyat Engkau dapat menyelamatkan manusia dari azab Engkau.’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(43)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Rabbi arinni kaifatuhul mauta Rabbighfirli warhamn minas sawa, &lt;br /&gt;‘Wahai Allah, perlihatkanlah kepadaku betapa Engkau menghidupkan mereka yang telah 'mati'. Dan kirimilah maghfirah Engkau dari langit kepadaku.&lt;/span&gt;’ &lt;br /&gt;(44) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rabbi fariq bainashadiqin wa kaadzib... &lt;br /&gt;‘Wahai Allah, perlihatkanlah yang benar dan yang dusta. Engkaulah sebagai saksi bagi setiap Mushlih yang sejati.’&lt;/span&gt; [] &lt;br /&gt;(45)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Rabbi arinil anwarakal kulliya&lt;br /&gt;‘Ya Allah, perlihatkanlah kepadaku semua nur cahaya diri-Mu.&lt;/span&gt;’ []&lt;br /&gt;(46)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Rabbi laa tadzaral'ardi minal kafirina diraya &lt;br /&gt;‘Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan di bumi ini seorang pun dari kaum kafirin.&lt;/span&gt;’ []&lt;br /&gt;(47) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rabbi fadzni fainalqauma yutahidzunani sukra &lt;br /&gt;‘Ya Allah, lindungilah aku dari kaumku yang telah mencemoohkanku.’&lt;/span&gt; []&lt;br /&gt;(48) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rabbi fainnigh farham minas-samai Rabbi laa tuzani fazaran wa anta khairu warisin, Rabbi ashlih faummata Muhammadin, Rabbana'afhta bainana   wabainana qaumal bilhaqi wa anta khairul fatihin,&lt;br /&gt;‘Ya Allah, ampunilah daku dan berilah karunia dari langit. Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan diriku, karena Engkau adalah Pelindung yang terbaik. Ya Allah, perbaikilah umat Muhammad. Ya Tuhan kami, putuskanlah di antara kami dengan kaum kami dengan kebenaran. Engkau adalah Pemutus Perkara yang sebaik-baiknya.’&lt;/span&gt; []&lt;br /&gt;(49)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Waj'al afidatan minannasi tahmil  ilayya &lt;br /&gt;‘Condongkanlah setiap qalbu manusia kepada-ku.’&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;(50) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Rabbanagh firlana dzunubana  wal ikhwani nalladzina sawaquna bil imani wa shalli ala nabiyika wa habibika Muhammadin wa ahlihi wa shalli wa tawafina fi ummatin wa atina fi ummatin ma wa adta li ummatin, Rabbana innana warhamna wa'tubna fi ibadikal mu'minin.&lt;br /&gt;O, Allah, ampunilah segala kekhilafanku dan juga semua ikhwanku yang telah mendahuluiku, para nabi-Mu, dan Muhammad Rasulullah Saw yang terkasih, juga untuk keturunan maupun umatnya yang haqiqi. O Allah, kami telah beriman, maka masukanlah kami ke dalam kaum mukminin haqiqi].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(51) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Robbi shalidnil naari &lt;br /&gt;‘Ya Tuhan-ku, karuniailah aku untuk menguasai api.’ &lt;/span&gt;[]&lt;br /&gt;(52) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'O Allah. Rabbul Alamin, aku tak sanggup menghitung segala rahmat dan karunia-Mu, Engkau Maha Pemurah, Rahimiyyat Engkau tak berbatas atas diriku. Maka ampunilah diriku agar tidak menjadi binasa, berilah aku kecintaan-Mu yang khas, sehingga aku pun hidup karenanya. Tutuplah segala kedhoifanku,  dan mudahkanlah diriku untuk beramal shalih yang dapat mendatangkan keridhaan-Mu, aku mohon karunia Engkau, bukan kemurkaan-Mu. Lindungilah diriku dari fitnah dunia maupun Akhirat. Engkau adalah sumber segala keberkatan. Amin tsumma amin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(53) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Robbanagh firlana inna khuna khatiin,&lt;br /&gt;'Wahai Tuhan kami. ampunilah segala dosa kami, sesungguhnya kami adalah para pelampau batas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(54) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Tuhan kami, Yang Maha Perkasa, meskipun sunnah-Mu untuk berkenan memberikan ilmu bahkan kepada anak-anak maupun ummiy (tak pandai baca tulis) dan sebaliknya melingkupi tirai kegelapan pada penglihatan para filusuf duniawi, maka dengan ini aku memohon  again dengan sangat agar dapat memikat hati masyarakat di antara mereka kepada kami sebagaimana Engkau telah berkenan menarik dan mengaruniai sebagian dari antara mereka penglihatan rohani dan kelurusan hati, sehingga mereka pun melihat dan mendengar serta menghargai keberkatan yang telah Engkau kirim tepat pada waktunya dan sangat memikat. Jika Engkau sudah berkenan, kun faya kun.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(55) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan-ku, tolonglah hamba-Mu ini dan hinakanlah musuh-musuh Engkau. Jawablah Ya Tuhan kami, jawablah. Jika tidak, seberapa lama lagi mereka akan mencemoohkan-Mu dan Rasul-Mu ? Seberapa lama lagi mereka akan mendustakan Kitab-Mu ? Menganiaya rasul Engkau ? Aku mohon Rahimiyyat-Mu, Al Qayyum, Al Hayyi, dan Maha Penolong].&lt;/span&gt; []&lt;br /&gt;(56)  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Ya rabbi fasma doa'i wa madzikada'a khadai kharkhadai wa andzil hadaka wansur abdaka wa arina ya'maka wa sahirlana usamaka wa laa tudzamil kafirina syaria,'&lt;br /&gt;'Ya Tuhan-ku, dengarlah doa-doaku dan hancurkanlah musuh Engkau, dan musuhku. Genapilah janji-Mu, tolonglah hamba-Mu ini, perlihatkanlah Hari itu, dan asahlah pedang-Mu bagiku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(57) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhana wabihamdihi subhanal adzim, Allahumma shalli ala Muhammadin wa ali Muhammadin, &lt;br /&gt;‘Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Engkau, Maha Suci Allah Yang Maha Besar. Maha Suci Allah berkatilah Muhammad, dan pengikut Muhammad.&lt;/span&gt; .’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-6889196942146452208?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/6889196942146452208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=6889196942146452208' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6889196942146452208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6889196942146452208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/09/doa-doa-lengkap-qurani-hadiths.html' title='Doa-doa Lengkap Qurani, Hadiths'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-5412756327677657987</id><published>2010-09-07T19:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T19:50:22.725-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Ramadhan 1431'/><title type='text'>Jihad Fii Sabilillah yang Haqiqi</title><content type='html'>وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ‌ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan’ &lt;/span&gt;(Q.S. 29 / Al Ankabut : 70).&lt;br /&gt; Kita baru saja memasuki 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan yang telah dikondisikan sedemikian khas untuk mencapai kemakbulan doa-doa, [khususnya lagi melalui malam Lailatul Qadr.&lt;br /&gt; Kesemua hal ini menarik perhatian kita kepada karunia Allah Taala. Oleh karena itu, perhatian akan hal ini janganlah bersifat sementara, melainkan, sebagaimana telah disebutkan di dalam ayat yang telah ditilawatkan tadi, ialah '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jahadu fiina'&lt;/span&gt;, yakni, untuk memperoleh berbagai kebaikan di jalan Allah, haruslah dengan cara berjihad atau berjuang keras; yang keberhasilannya dapat diperoleh melalui sikap istiqamah dalam mengingat dan melaksanakan berbagai perintah Allah.&lt;br /&gt; Adalah berkat keridhaan-Nya semata, Dia mengkondisikan sedemikian rupa bulan Ramadan, yang memudahkan kaum Mukminin untuk meningkatkan derajat kerohanian mereka.&lt;br /&gt; Bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan pun juga termasuk ke dalam 'jahadu fiina' tersebut.&lt;br /&gt; Tiap orang memiliki kemampuan dan kecenderungannya yang berlain-lainan. Dan perintah Ilahi adalah sebagai sarana untuk mendapatkan Allah yang disesuaikan dengan kemampuan orang per-orang, yang jika diusahakan dengan perjuangan keras, Allah Taala pun akan menunjukkan berbagai jalan yang mengarah kepada-Nya.&lt;br /&gt; Maka orang yang suka berpikir naif, pemalas dan tidak berusaha keras, tidak akan berhasil mendapatkan Allah Taala.&lt;br /&gt; Berbagai jalan dan kiat untuk memperoleh qurb Ilahi dan juga agar dimasukkan ke dalam golongan kaum Muhsinin dalam pandangan Allah Taala, pada dasarnya adalah ayat Surah Al Ankabut tersebut.  &lt;br /&gt; Mungkinkah orang yang tak serius dan pemalas akan memperoleh ganjaran yang sama dengan mereka yang ber-jahadu fiina dengan segenap pikiran dan kemampuan mereka untuk menemukan Allah Taala ?&lt;br /&gt; Ada banyak tingkatan derajat qurb Ilahi yang dapat dicapai melalui jahadu fiina, yang mampu mengusik perhatian Allah. Ialah dengan cara berusaha keras untuk melaksanakan berbagai macam perintah-Nya.&lt;br /&gt; Yu'minuna bil ghaib dan keyaqinan yang haqiqi kepada berbagai sifat Allah, akan mengarahkan anda kepada jahadu fiina ini.&lt;br /&gt; Sedangkan mereka yang mencoba mencari Allah hanya dengan daya pemikiran filsafat mereka, Allah tidak akan menunjukkan berbagai jalan-Nya.&lt;br /&gt; Allah Taala tidak akan membiarkan manusia tetap berada di dalam kegelapan apabila ia mencari-Nya dengan cara  ber-jahadu fiina tersebut.&lt;br /&gt; Dari sejak zaman kebangkitan Rasulullah Saw hingga Yaumil Akhir, kita telah mendapatkan Al Qur’an Karim sebagai sumber nur hidayah.&lt;br /&gt; Pada zaman sebelum beliau Saw pun banyak para nabiyullah yang diutus, yang Allah Taala telah berkenan untuk menampakkan Tanda-tanda-Nya melalui mereka, untuk menunjukkan keberadaan-Nya. &lt;br /&gt; Allah Taala telah menegaskan, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyan-nahum subulana&lt;/span&gt;, yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang ber-jahadu fiinaa untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami', adalah suatu janji yang pasti. Tambahan lagi, Allah Taala pun mengajari kita doa:&lt;br /&gt;اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ&lt;br /&gt;yakni, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Tunjukilah kami pada jalan yang lurus’&lt;/span&gt; (Q.S. 1 / Al Fatihah : 6).&lt;br /&gt; Oleh karena itu, panjatkanlah doa mustajab ketika Salat ini dengan khusyu dan permohonan yang sungguh-sungguh agar senantiasa dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang telah dikaruniai nikmat kemajuan dan kedalaman rohani.&lt;br /&gt; [Jangan sampai meninggalkan dunia yang fana ini tanpa menyadari pentingnya perkara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shiratalladzina an'amta alaihim&lt;/span&gt; ini].  &lt;br /&gt; Maka jika doa mustajab yang wajib dibaca pada tiap rakaat Salat ini dipanjatkan dengan sepenuh ikhlas, khusyu dan istiqamah [dalam memohon petunjuk jalan lurus dan qurb-Ilahi, maka niscaya] Allah Taala pun akan mengaruniakannya.&lt;br /&gt; Adalah lumrah bagi orang yang bijak bestari, manakala mereka memperoleh petunjuk nasehat yang sangat berfaedah dari seseorang, mereka akan berterima-kasih kepada orang tersebut, dan bahkan akan berikhtiar untuk senantiasa menjaga jalinan hubungan yang baik dengan orang tersebut.&lt;br /&gt; Maka sangat penting untuk menyadari perkara penting yang akan mengarahkan kita kepada falah, keberhasilan hidup ini, ialah, manakala nabiyullah atau orang yang mendapat amanat Ilahi untuk menunjukkan manusia kepada jalan Allah, sangat penting untuk mentaati dan senantiasa mengikat tali hubungan dengan mereka.&lt;br /&gt; Maka betapa pentingnya untuk mendengar seruan seorang insan yang telah menunjukkan jalan kiat mengadakan tali hubungan dengan Allah Taala.&lt;br /&gt; Dengan cara berhubungan dengan insan Ilahi tersebut  - lih-alih  menolaknya mentah-mentah - paling kurang cobalah terlebih dahulu petunjuknya yang mengarahkan kepada Allah Taala itu.&lt;br /&gt; Bukankah kita sudah memiliki doa mustajab di dalam Surah Al Fatihah (1:6) tersebut ?&lt;br /&gt; 'Allah Taala Maha Mengetahui apa yang ada di dalam dada tiap-tiap manusia. Bila orang itu memiliki jiwa taqwa, Allah Al Ghafur, yakni mengampuni bagi mereka yang berusaha mencari-Nya.' &lt;br /&gt; Allah Taala senantiasa memenuhi janji-Nya bagi orang yang berusaha bertaubat.&lt;br /&gt; Namun, sebagaimana Dia menjanjikan, bahwa '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dia akan memberi petunjuk kepada mereka yang ber-jahadu fiina pada jalan-Nya&lt;/span&gt;', yakni menyinari jalan mereka yang sedang berjuang keras mencari Allah; sedangkan pada ayat di bagian lainnya Allah Taala pun  menegaskan mengenai nasib mereka yang menyimpang dari jalan-Nya yang benar, bahwa mereka akan jatuh ke dalam lembah kegelapan, sebagaimana ayat ini:&lt;br /&gt;فَلَمَّا زَاغُوْۤا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِىْ الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maka apabila mereka menyimpang dari jalan yang benar, Allah pun menyebabkan hati mereka menyimpang. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq [durhaka]&lt;/span&gt;.’ (Q.S. 61 / Ash Shaf : 6)  &lt;br /&gt; 'Sebagaimana di dalam kehidupan dunia kita ini setiap amal perbuatan memiliki dampaknya, begitupun di dunia rohani, sebagaimana Allah Taala telah nyatakan di dalam sepasang perkataan-nya ini.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyan-nahum subulana,&lt;/span&gt; yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami.'; dan begitupula sebaliknya: '..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.falamma jaghuu ajaghallahu quluu bahum&lt;/span&gt;, yakni,  ‘Maka apabila mereka menyimpang dari jalan yang benar, Allah pun menyebabkan hati mereka menyimpang.'&lt;br /&gt; Oleh karena itu, hendaknya diingat baik-baik: Sikap pandir manusia itu sendirilah yang membuat dirinya tetap menjauh dari Allah Taala.&lt;br /&gt; Sebaliknya, menjelaskan betapa Allah Taala mengasihi mereka yang berfitrat baik, 'Sedemikian rupanya Allah Taala menyingkirkan berbagai kelemahan orang-orang yang berfitrat baik, menggantinya dengan kekuatan untuk melangkah di jalan ketaqwaan.&lt;br /&gt; Segala sesuatu yang makruh dalam pandangan Allah Taala, mereka pun menjauhinya.&lt;br /&gt; Allah Taala memberkati segala ikhtiar yang mereka lakukan. Berbagai jalan yang mendekati Allah, menjadi dekat kepada mereka. Mereka diberi kekuatan yang tidak akan pernah menjadi lemah. Diberi perlindungan Ilahi yang tak akan pernah menjadi koyak. Taqwa yang tidak akan pernah diikuti lagi dengan sesuatu kemaksiatan.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, mereka pun berhasil memperoleh keridhaan Ilahi.&lt;br /&gt; Namun, kesemua karunia Allah tersebut memerlukan waktu, hingga saatnya dikaruniakan. &lt;br /&gt; Memang, pada mulanya manusia mengalami jatuh-bangun dalam  ikhtiar mereka. Namun, seiring dengan usahanya yang keras dan istiqamah, dan Allah Taala melihat adanya sesuatu kemajuan, maka Dia pun menarik mereka ke hadirat-Nya, sebagaimana dinyatakan: '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyannahum subulana,&lt;/span&gt; yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami.'&lt;br /&gt; Walhasil, melalui berbagai macam ikhtiar yang panjang dan istiqamah, ketaqwaan dan keimanan yang teguh dapat diperoleh; yang akhirnya menemukan berbagai jalan dan kecintaan Ilahi.  &lt;br /&gt; Menerangkan tafsir ayat:  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyannahum subulana,&lt;/span&gt; yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami', ‘Segala kebaikan tergantung kepada perjuangan yang keras, yang tanpanya, tak akan ada yang dapat diperoleh.'&lt;br /&gt; Ada setengah orang yang keliru memahami, bahwa waliullah Syekh Abdul Qadir Jailani rh.a sanggup merubah seorang penyamun menjadi penyantun hanya dengan tatapan mata saja.&lt;br /&gt; Semua kepercayaan semacam itu – yakni ada orang yang dapat merubah orang yang zalim menjadi orang yang baik dengan satu semburan saja -   adalah keliru.&lt;br /&gt; Mereka yang ingin serba cepat dalam urusan dengan Allah Taala akan mengalami kerusakan.&lt;br /&gt; Sebagaimana yang terjadi di dalam berbagai kemajuan duniawi, demikianpun kemajuan rohani, bersifat bertahap yang disertai dengan jahadu fiina yang sesuai dengan berbagai perintah Allah, bukan membuat-buat amalan sendiri. Inilah yang Allah Taala telah amanatkan kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s.&lt;br /&gt; Jahadu fiina sangat diperlukan untuk membukakan pintu gerbang ilmu kerohanian. Yakni, ber-jahadu dalam pelaksanaan berbagai ajaran Ilahi yang sesuai dengan contoh berberkat Rasulullah Saw.&lt;br /&gt; Akan tetapi sangat disayangkan, banyak orang yang telah meninggalkan tarbiyat ini. Mereka mendatangi berbagai Habib [Pirs] ataupun Mama Ajengan [Faqirs] untuk mendapatkan 'semburan' [atau jampi-jampi]. Ini adalah perbuatan dosa. Karena petunjuk hidayah yang haqiqi adalah yang berasal dari Allah Taala saja.&lt;br /&gt; Dia membukakan berbagai jalan yang menuju ke arah khazanah ilmu rohani bagi mereka yang mencari-Nya dengan hati yang ikhlas, lillahi Taala. Maka, bagi mereka yang mempelajari ilmu agama dalam tahap permukaan kemudian melecehkan kaum lain, akan termahrumkan dari kebaikan.  &lt;br /&gt; Banyak pula kaum Muslim yang mengunjungi beberapa tempat yang dikeramatkan, memakai isim atau azimat yang mereka pikir dapat mengatasi berbagai macam permasalahan ataupun membersihkan berbagai dosa mereka, tak soal apakah mereka mengerjakan Salat ataupun tidak.&lt;br /&gt; Berbagai tokoh agama mereka pun demikian. Mereka pikir, mereka dapat memberi petunjuk dengan mengatakan kepada masyarakat, bahwa diri mereka dapat menjadi suci hanya melalui azimat atau isim dari mereka.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;صِبْغَةَ اللّٰهِ‌ۚ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةً وَّنَحْنُ لَهٗ عٰبِدُوْنَ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakanlah, ‘Kami menganut agama Allah; dan siapakah yang lebih baik dari Allah dalam mengajarkan agama, dan kepada-Nya kami menyembah.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 2 / Al Baqarah : 139).&lt;br /&gt; Maka tiap orang Mukmin hendaknya berusaha keras untuk memperoleh percikan ilmu agama yang Allah Taala ajarkan, juga menghiasi diri mereka dengan berbagai sifat-Nya.&lt;br /&gt; Hal ini menunjukkan, bahwa tiap diri manusia mampu menyandang Sifat-sifat Allah Taala.&lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda: 'Allah Taala menciptakan Adam dengan berbagai macam Sifat-Nya.'&lt;br /&gt; Antara lain adalah, Allah Taala itu bersifat Sattar, maka kewajiban tiap insan untuk menunjukkan adanya sifat Allah tersebut, yakni, menutupi aib atau kelemahan orang lain.&lt;br /&gt; Allah bersifat As-Syakur (Maha Mensyukuri). Meskipun untuk Allah, istilah ‘Syakur’ ini sangat berbeda, namun tiap insan wajib memiliki sifat bersyukur [kepada sesama manusia maupun kepada Allah]. Kemudian, Allah pun bersifat Rabbul Alamin (Tuhan Seluruh Alam Semesta). Terkait dengan sifat Allah ini, manusia dapat menjadi 'rabb' (pemelihara) dalam lingkup yang terbatas, yakni sebagai orang tua yang memelihara kesejahteraan lahir batin anak-anaknya.&lt;br /&gt; 'Seorang insan dapat menemukan Tuhannya apabila mereka mau berusaha mencari-Nya dengan cara mempraktekkan berbagai Sifat-Nya. Allah Taala itu bersifat Rahman dan Rahim. Namun, sifat Rahim-Nya ini lebih dominan.'&lt;br /&gt; Maka, bagaimana mungkin orang-orang yang melakukan kezhaliman atas nama Allah dapat menemukan jalan yang mengarah kepada-Nya ?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; 'Bagi mereka yang ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jahadu fiina&lt;/span&gt;, niscaya akan menemui petunjuk jalan menuju kepada Allah.&lt;br /&gt; Sebagaimana benih tanaman yang tumbuh berkat adanya air irigasi, bahkan mereka merubah bentuk dirinya menjadi kecambah untuk kemudian menjadi tanaman yang berfaedah, begitu pula urusan rohani. Jika tak berjuang keras setiap hari memohon petunjuk dan pertolongan kepada Allah, karunia-Nya tak akan datang. Inqilabi haqiqi tak akan terjadi jika tak ada pertolongan Ilahi.&lt;br /&gt; [Jadi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jahadu fiina&lt;/span&gt; ini tidak bersifat angin-anginan, melainkan terus menerus.  Kaum Mukmin haqiqi wajib memperjuangkan hal ini. Yakni, bahkan menghilangkan ego dan sifat mereka yang lama, seperti benih tanaman yang merubah total keadaan mereka, menjadi tanaman yang mendatangkan faedah]  &lt;br /&gt; 'Para Sahabah Rasulullah Saw berhasil  mencapai ketinggian derajat maqom kerohanian mereka tidak sesederhana melalui peribadatan saja, [melainkan dengan mengorbankan jiwa raga mereka, laksana domba-domba qurbani. Maka mereka pun berhasil meraih kemuliaan tersebut]   &lt;br /&gt; Namun, sekarang ini setengah orang ingin masuk surga dengan mengandalkan semburan tokoh agama mereka. Padahal, di dunia ini tak ada lagi wujud yang demikian mulia selain dari Rasulullah Saw saja. Lalu mengapakah beliau ini tak mempraktekkan perbuatan semacam itu ?&lt;br /&gt; Lihatlah betapa lamanya Rasulullah Saw seorang diri menghabiskan waktu beribadah kepada Allah di dalam Gua Hira, maka kemudian beliau pun menerima Karunia Allah yang agung itu.&lt;br /&gt; Jadi, sebelum dapat menghilangkan diri pribadi di jalan Allah, tak akan ada sesuatu ganjaran yang dapat diperoleh.&lt;br /&gt; Sebaliknya, manakala Allah Taala telah menyaksikan seorang insan telah berusaha keras dengan segala kemampuan dan pikirannya, laksana maut bagi keinginan diri pribadinya semata lillahi Taala, saat itulah Dia pun berkenan untuk menunjukkan diri-Nya. &lt;br /&gt; Mereka yang sungguh-sungguh ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jahadu fiina&lt;/span&gt;, tak akan pernah mengalami kegagalan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya: 'Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyannahum subulana, yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. ’&lt;br /&gt; Jika kita dapat demikian bersimpati dan sedapatnya memberi sesuatu bantuan kepada kaum muda kita yang berhari-hari rajin belajar hingga tengah malam dikarenakan sedang menghadapi ujian, mungkinkah Allah Taala menyia-nyiakan mereka yang sudah berjuang keras mencari-Nya ? Sungguh tidak pernah terjadi.&lt;br /&gt; Manakala Rohul Qudus telah datang membantu seorang Mukmin haqiqi, ini semata-mata karunia Allah Taala, yang diberikan-Nya tanpa banyak perjuangan keras. Ini berkat keyakinan mereka yang sempurna kepada Rasulullah Saw dan juga kepada seluruh ajaran Al Quran Karim.  Ringkasnya, hal ini berkat keimanannya yang teguh. Berkat sikapnya yang siddiq dan istiqamah.&lt;br /&gt; Akan tetapi, khusus untuk memperoleh petunjuk Ilahi, telah dinyatakan-Nya: '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyannahum subulana&lt;/span&gt;, yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami.’ yakni, tak akan diberikan tanpa adanya unsur jahadu fiina.&lt;br /&gt; Barangsiapa yang menuju kepada Allah, maka Allah pun menghampirinya. Bagi mereka yang tidak malas, melainkan berjuang keras, sedemikian rupanya hingga mencapai titik tertentu, maka ia pun akan dapat menyaksikan nur hidayah Ilahi.&lt;br /&gt; [Hendaknya jangan seperti orang yang berlari-lari kesana-kemari mencari air, namun kemudian berputus asa, padahal sumber air sudah tinggal beberapa langkah saja dari dirinya]. Maka begitu pun untuk memperoleh falah, keberhasilan rohani, jangan pernah berputus-pengharapan. &lt;br /&gt; Islam memberikan ilmu kerohanian yang haqiqi, yang sanggup mematikan kehidupan yang bergelimang dosa, lalu menggantinya dengan kehidupan yang baru, [kehidupan yang laksana surgawi].&lt;br /&gt; Adapun tidak setiap orang dapat berhasil memperolehnya, ialah dikarenakan mereka tidak berusaha mendapatkannya dengan ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jahadu fiina,&lt;/span&gt; tidak ber-taubatan nasuha, dan juga tidak sungguh-sungguh menyerahkan dirinya kepada Allah Taala, sebagaimana telah difirmankan-Nya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Walladzina jahadu fiinaa lanahdiyannahum subulana&lt;/span&gt;, yakni, ‘Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami.'&lt;br /&gt; Adalah berkat jahadu fiina mereka [sehingga mereka pun memperoleh pertolongan rohul qudus, sanggup mengerjakan berbagai amalan shalihan, dan bergerak terus], sehingga mereka pun dapat mengatasi berbagai godaan Syaitan.&lt;br /&gt; Perjuangan mereka sungguh diluar dugaan. [Mereka mengorbankan kehidupan mereka sedemikian rupa. Sehingga Allah Taala pun berkenan menerimanya].&lt;br /&gt; Allah Taala menjuluki para Sahabah Rasulullah Saw sebagai bintang-bintang di langit. Berkilauan, sehingga orang yang mengikuti jalan mereka niscaya akan memperoleh [nur cahaya] petunjuk Ilahi.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala membuat setiap diri kita memahami hakekat tentang hal ini. Dan semoga pula berbagai ikhtiar kita dapat memajukan langkah kita lebih baik, dan juga dapat memenuhi janji setia demi untuk memperoleh keridhaan Allah Taala.&lt;br /&gt; Semoga kita tak akan pernah menjadi terbebani ketika berada di hadapan Allah Taala disebabkan adanya berbagai kelemahan dalam memenuhi janji kita, dan juga disebabkan kurang berikhtiar.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala senantiasa memudahkan kita untuk dapat memenuhi janji kita, dan juga untuk memperoleh qurb-Nya, serta mengisi sisa hari [di bulan Ramadan] ini dengan peribadatan dan doa-doa yang lebih banyak lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;modifyedByMMA / LA 09072010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-5412756327677657987?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/5412756327677657987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=5412756327677657987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5412756327677657987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5412756327677657987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/09/jihad-fii-sabilillah-yang-haqiqi.html' title='Jihad Fii Sabilillah yang Haqiqi'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-1253732542854813521</id><published>2010-08-31T19:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T23:15:17.141-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='27 Agustus 2010 di Masjid Agung Baitul Futuh'/><title type='text'>Lailatul Qadr &amp; 10 Hari Terakhir Ramadan</title><content type='html'>Surah Al Qadar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ&lt;br /&gt;اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِىْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ&lt;br /&gt;وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ&lt;br /&gt;لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ&lt;br /&gt;تَنَزَّلُ الْمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ‌ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍ&lt;br /&gt;سَلٰمٌ هِىَۛ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Aku baca dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya pada Lailatul Qadr. &lt;br /&gt;Dan apakah engkau mengetahui apa Lailatul Qadr itu ? &lt;br /&gt;Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. &lt;br /&gt;Di dalamnya turun malaikat-malaikat dan ruh dengan izin Allah mengenai segala perintah. Salam – hingga fajar terbit.&lt;/span&gt; (Q.S. 97 / Al Qadar : 1-6)&lt;br /&gt; Insya Allah Taala, dalam beberapa hari mendatang ini kita akan memasuki 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan, yang menurut beberapa Hadiths, adalah merupakan juga beberapa malam saat datangnya Lailatul Qadar. Yakni, suatu malam yang demikian khas, yang di dalamnya Allah Taala berkenan menghampiri para hamba-Nya yang sejati berkat kebaikan sifat qurb-Nya yang khas.&lt;br /&gt; Kaum Muslimin pada umumnya memberikan perhatian khusus kepada Salat dan Tarawih mereka pada periode 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan ini. Bahkan mereka yang semula acuh tak-acuh pada 2 (dua) kali periode 10 (sepuluh) hari bulan Ramadan,  namun khusus pada 10 (sepuluh) hari terakhir ini, berusaha untuk meningkatkan derajat maqom rohani mereka.&lt;br /&gt;  Alasan semua ini, kata mereka, karena di dalam Hadith disebutkan, bahwa Lailatul Qadar yakni malam yang penuh berkat, turun di suatu malam di antara 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan.&lt;br /&gt; Namun, apakah orang dapat disebut Mukmin dan hamba Allah yang sejati apabila ia hanya meningkatkan peribadatan di 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan itu, lalu merosot lagi selama setahun  sesudahnya ?&lt;br /&gt; [Padahal Allah Taala telah menyatakan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wa maa khalaqtul jinna wal insa ilaa li-ya'budun, yakni, ...'dan Aku tidak menjadikan Jinn dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku'&lt;/span&gt; (Q.S. 51 / Al Dhariyat : 57)].  Memusatkan pikiran dan tenaga  untuk beribadah selama 10 (sepuluh) hari itu saja demi untuk mendapatkan satu malam Lailatul Qadr yang dikatakan lebih baik selama hidup, tentulah jauh dari maksud utama diciptakan-Nya manusia, [ialah untuk senantiasa menyembah Allah].&lt;br /&gt; Jika Allah sudah ridha, Dia pun akan memberikan karunia-Nya yang khas, yang menuntun hamba-Nya kepada suatu kondisi yang memungkinkannya untuk mendapatkan suatu pengalaman rohani yang luar biasa. Yakni, dirinya mampu memenuhi tujuan utama diciptakannya oleh Allah, ialah untuk menyembah-Nya. Ia mengalami kemajuan dan peningkatan rohani yang semakin menguat. Inilah hendaknya yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt; Orang yang berpuasa dengan ikhlas dan membaca serta merenungi kandungan isi Al Qur’an, yakni puasanya semata-mata untuk meneguhkan keimanannya kepada Allah, Maka niscaya Allah pun akan memandang orang tersebut sedang berusaha untuk menjalankan berbagai perintah Allah sesuai dengan kemampuannya, mendoa dan memohon sedemikian rupa, sehingga Allah pun berkenan untuk menjawabnya:&lt;br /&gt;فَاِنِّىْ قَرِيْبٌؕ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia berdoa kepada-Ku.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 2 / Al Baqarah : 187). bahkan, Allah tidak hanya mendengar doa-doa permohonannya itu, melainkan juga memberinya Lailatul Qadr sesuai dengan janji-Nya untuk membumi dan memberi kedekatan qurb-Ilahi bagi para hamba-Nya yang sejati tersebut.&lt;br /&gt; Jika manusia memenuhi janji setia-nya, maka Allah Taala pun akan meningkatkan derajat kerohanian mereka. Jika masih ada berbagai kelemahan, maka kesalahannya selalu ada di pihak manusia, baik dari segi usahanya maupun dari segi praktek kehidupannya.&lt;br /&gt; Allah Taala elah memberikan bulan Ramadan yang diberkati-Nya ini setiap tahun, lengkap dengan periode 10 (sepuluh) terakhir yang mengharamkannya dari api nerakai dan Lailatul Qadr, yang semuanya itu merupakan fasilitas yang tertinggi untuk memperoleh qurb Ilahi. Maka selebihnya adalah sejauh manakah pihak manusia mau berusaha untuk mendapatkannya.!&lt;br /&gt; Pengalaman rohani yang dibawakan oleh suatu malam [Lailatul Qadr] yang khas ini mampu memberikan inqilabi haqiqi, revolusi rohani yang luar biasa pada orang yang menerimanya. Begitulah seharusnya. Jika tidak, tentulah maksud dan tujuan utama 'malam istimewa' tersebut tak terpenuhi.&lt;br /&gt; Jika ada orang yang mempercayai bahwa dikarenakan ia telah mendapatkan satu malam Lailatul Qadr yang kadar peribadatannya lebih baik dari 1.000 bulan, oleh karena itu ia tidak perlu beribadat lebih lanjut, adalah sesat.&lt;br /&gt; Justru sebaliknya, Lailatul Qadr yang sejati membuat seorang hamba Allah semakin ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;fanafillah&lt;/span&gt;, sehingga berbagai karunia Allah Taala pun mengalir kepadanya sesuai dengan pernyataan-Nya, bahwa apabila manusia berusaha mencapai qurb Ilahi, yakni menjaga dan meningkatkan janji setianya, maka Allah Taala pun mendengar mengabulkan permohonannya.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lailatul Qadr&lt;/span&gt; adalah saat untuk mensucikan diri bagi manusia sehingga dirinya menjadi sesuai dengan semua perintah Ilahi. [Berbagai ikhtiarnya untuk mencapai derajat rohani yang tinggi itulah yang membuat dirinya layak untuk mendapatkan Lailatul Qadr].&lt;br /&gt; Kedatangan bulan Ramadan memfasilitasi untuk perubahan diri tersebut, khususnya lagi pada 10 (sepuluh) hari terakhirnya, dengan cata memperoleh Lailatul Qadr.&lt;br /&gt; Contohnya adalah Rasulullah Saw sendiri, yang semakin giat beribadah maupun beramal shalih. Semakin rajin bangun di tengah malam, dan keluarga beliaupun tak ditinggalkan. Berusaha agar mereka pun jangan sampai termahrumkan dari berbagai karunia Allah Taala yang semakin besar pada 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan tersebut.&lt;br /&gt; Akan tetapi, maksudnya adalah, jangankan pada periode khusus tersebut, bahkan di hari-hari biasa pun, tempo dan cara beliau beribadat sungguh memikat hati.&lt;br /&gt; Inilah contoh berberkat yang telah tetapkan bagi kita. Semoga Allah Taala memudahkan kita semua untuk dapat menciptakan kondisi yang sama tersebut di lingkungan rumah kita masing-masing, yakni demi untuk memperoleh maghfirah-Nya. &lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda: Orang yang berpuasa sepenuh ikhlas demi untuk memperoleh ridha Ilahi, maka segala dosanya di masa lampau diampuni,  Begitupun bagi mereka yang rajin ber-Tahajjud di tengah malam agar mendapatkan Lailatul Qadr dengan sabar dan istiqamah, segala dosanya diampuni.&lt;br /&gt; Berpuasa di bulan suci Ramadan menuntut syarat adanya keimanan yang semakin teguh dan mendapat ridha Allah Taala. Jika tidak, Dia tidak memperdulikan orang yang sekedar berlapar-lapar puasa.&lt;br /&gt; Ikhtiar untuk mendapatkan Lailatul Qadr pun memerlukan syarat, ialah, semata-mata demi untuk memperoleh keridhaan Allah Swt, tidak dicampuri dengan maksud  duniawi. Ridha Ilahi-lah yang hendaknya menjadi tujuan utama doa-doa kita. &lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda: Carilah Lailatul Qadr di malam 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadan. Jika pun merasa masih ada berbagai kelemahan diri, hendaknya jangan sampai mengganggu 7 (tujuh) malam terakhirnya.&lt;br /&gt; Bahkan, kalaupun dikarenakan satu dan lain hal masih juga tak mendapatkan sesuatu keberkatan bulan Ramadan, hilangkanlah segala sikap 'excuse' (memaklumi kelemahan) tersebut pada 10 (sepuluh) hari terakhirnya.&lt;br /&gt; Pada suatu Hadith lain, Rasulullah Saw bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Lailatul Qadr ini telah diperlihatkan kepada sebagian dari antaramu pada 7 (tujuh) malam pertama, sedangkan kepada sebagian lainnya pada 7 (tujuh) malam terakhirnya.&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt; Hal ini mengklarifikasi Hadith sebelumnya, yakni, tak ada satu malam yang tertentu di antara 10 (sepuluh) malam tersebut. Melainkan, akan datang pada salah satu malam di antaranya.&lt;br /&gt; Dan pada Hadith lainnya disebutkan: Carilah di malam-malam ganjil di antara 10 (sepuluh) malam tersebut. &lt;br /&gt; Maka barangsiapa yang mendapatkan Lailatul Qadr, sesungguhnya  semata-mata hanya karunia Allah Taala yang khas. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memuliakan pengalaman tersebut dengan cara senantiasa meningkatkan kerohanian diri.&lt;br /&gt; Difirmankan, bahwa peribadatan di malam [Lailatul Qadr] itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;khair&lt;/span&gt;, atau lebih baik dibandingkan 1.000 bulan, yang kurang lebih sama dengan 83 tahun. Maka, bagi orang yang berhasil mendapatkannya berarti doa-doanya selama hidup, yakni segala permohonannya yang baik untuk iman Islamnya, untuk perbaikan dirinya, dikabulkan. [Adapun segala permohonannya yang tidak baik dalam pandangan Allah Taala, tidak akan dikabulkan].&lt;br /&gt; Ringkasnya, Allah Taala hanya akan mengabulkan segala apa yang baik dalam pandangan-Nya.&lt;br /&gt; Bagi seorang Mukmin sejati, Lailatul Qadr ini pun meningkatkan derajat kerohaniannya ke tahap yang lebih tinggi.  Sedangkan maksud dari '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tanajalul malaikati wa ruh...&lt;/span&gt;', yakni turunnya para malaikat [dan ruhul qudus] ialah agar menimbulkan inqilabi haqiqi dalam hubungannya dengan Allah Taala (habluminallah).&lt;br /&gt; Peribadatannya yang sangat intensif pada malam itu menjadi senilai dengan peribadatannya selama hidup, dikarenakan ia menjadi faham dan mempraktekkan maksud Allah menciptakan dirinya, ialah semata untuk beribadah kepada-Nya. Dan ia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan serta meningkatkan hal ini. &lt;br /&gt; Malam Lailatul Qadr ini sangat bermakna: 'Salah satu hikmah dari ayat Al Quran:&lt;br /&gt;اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِىْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada Lailatul Qadr’&lt;/span&gt;, maksudnya adalah diwahyukannya Al Qur’an Karim. Yakni, tuntunan Syariat yang sempurna bagi umat manusia telah diturunkan di bulan suci Ramadan [dalam bentuk Kitabullah Al Qur’an Karim], sebagaimana Allah Taala firmankan:&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِىْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bulan Ramadan ialah bulan yang di dalamnya Al-Quran diturunkan …’ (Q.S. 2 / Al Baqarah &lt;/span&gt;: 186).&lt;br /&gt; Maksudnya, wahyu pertama tersebut bukan hanya disampaikan di bulan Ramadan, namun malaikat Jibril pun mengulang-ulanginya secara keseluruhan setiap tahun pada bulan Ramadan, kepada Rasulullah Saw.&lt;br /&gt; Akan tetapi hal ini pun menekankan hikmah: Disebabkan saatnya sudah mendesak, petunjuk yang sempurna tersebut pun diwahyukan oleh Allah Taala, sebagaimana firman-Nya ini:&lt;br /&gt;ظَهَرَ الْفَسَادُ فِىْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerusakan telah meluas di daratan dan di lautan…’&lt;/span&gt; (Q.S. 30 / Al Rum : 42).&lt;br /&gt; Kerusakan yang tengah merajalela di dunia ketika itu sungguh tak ada bandingannya, sehingga diperlukan pewahyuan Kitabullah yang sempurna ini, sebagaimana dikatakan di berbagai bagian Al Qur’an, yang antara lain, ialah: &lt;br /&gt;حٰمٓ&lt;br /&gt;وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ&lt;br /&gt;اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِىْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ‌ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ‏&lt;br /&gt;فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ&lt;br /&gt;اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَا‌ؕ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ&lt;br /&gt;رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ&lt;br /&gt;اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tuhan Maha Terpuji, Maha Mulia.&lt;br /&gt;Demi Kitab yang menjelaskan. Sesungguhnya, Kami menurunkannya dalam suatu malam yang diberkati, Sesungguhnya, Kami selalu memberi peringatan.&lt;br /&gt;Di dalamnya, diputuskan semua perkara yang bijaksana. Dengan perintah dari sisi Kami. Sesungguhnya, Kami selalu mengutus rasul-rasul. Suatu rahmat dari Tuhan engkau. Sesungguhnya, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui’ &lt;/span&gt;(Q.S. 44 / Al Dukhan : 2-7).&lt;br /&gt; Begitulah Kitabullah sumber petunjuk hidayah yang nyata dan terbuka telah diwahyukan di malam yang penuh berkat tersebut kepada seorang insan kamil yang tanpa lelah terus menerus menyeru umat manusia untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Kuasa, alih-alih menyembah seorang anak manusia yang pasti akan mengalami kematian, lalu  menjadikan kematiannya itu sebagai sumber keselamatan.&lt;br /&gt; [Rasul Saw tersebut pun menyeru manusia agar menjauhi segala sikap ketidakadilan. Sebaliknya, penuhilah kewajiban haququllah dan haququl ibad].&lt;br /&gt; Berkat makbuliyyat doa-doa insan paripurna Saw inilah sehingga Syariat yang sempurna ini diwahyukan. Yang bukan saja menjadi sumber nur hidayah di zaman kegelapan 1.400 tahun yang lalu, melainkan juga akan terus menyinari dunia hingga Hari Kiamat. Hal ini disebabkan Rasul ini adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khataman Nabiyyin&lt;/span&gt;, dan pembawa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syariat yang terakhir&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; Maka, kapan saja terusik oleh kondisi dunia yang semakin parah, dan para hamba Allah yang sejati menyeru dan memohon pertolongan Allah, Dia pun menenteramkan mereka dengan jawaban:&lt;br /&gt;اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui,&lt;/span&gt;’. (Q.S. 44 / Al Dukhan : 7) &lt;br /&gt; Seorang hamba dan pecinta Rasulullah Saw yang sejati dan diutus berkat keitaatannya yang sempurna, bersabda: Salah satu hal istimewa yang dapat kita temukan di dalam Surah Al Qadr adalah, manakala seorang Mushlih Rabbani turun dari langit, para malaikat pun menyertai mereka, menarik qalbu orang-orang yang berfitrat baik kepada kebenaran.&lt;br /&gt; Ringkasnya, pada saat terjadinya kegelapan rohani, ketika manusia mencari-cari pertolongan melalui agama, itulah  saatnya seorang Mushlih Rabbani turun dari langit.&lt;br /&gt; Pada saat itu ada dua jenis aksi yang terjadi. Pertama, adalah proses inqilabi pensucian diri pada orang-orang yang berfitrat baik sebagai ganjaran pahala atas sikap mereka menghargai hikmah kebenaran. Sedangkan aksi yang Kedua, adalah mereka yang ilmunya menjadi terasah tetapi ruhnya tak mau meraih kebenaran, sehingga menjadi bukti kebenaran ayat Al Quran ini: &lt;br /&gt;فِىْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا&lt;br /&gt;‘...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah lagi penyakit mereka…&lt;/span&gt;’ (Q.S. 2 / Al Baqarah : 11).&lt;br /&gt; Dan hal ini terjadi pada setiap periode seluruh Nabi-nabi.&lt;br /&gt; Ketika para malaikat turun menyertai para Rasul Allah, setiap jiwa manusia terguncang karenanya. Bagi mereka yang berfitrat baik, tertarik kepada kebenaran yang haqiqi. Namun mereka yang lebih tertarik kepada jalan syaitan – meskipun mereka juga ikut terguncang dan tertarik kepada perkara agama – mereka tetap tak mau mengambil jalan kebenaran haqiqi.&lt;br /&gt; Dampak [kedatangan Mushlih Rabbani] tersebut kepada mereka yang berfitrat baik menimbulkan kebaikan. Sedangkan kepada mereka yang berfitrat buruk, menimbulkan keburukan.&lt;br /&gt; Pada setiap zaman seorang rasul Allah, membawa Lailatul Qadr-nya masing-masing, yakni ketika Kitab yang diberikan kepada mereka diwahyukan.&lt;br /&gt; Namun, Lailatul Qadr yang paling akbar adalah yang didapatkan oleh Rasulullah Saw, yang pancaran nur hidayahnya hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt; Dan ketika seorang nabi tabi'i Saw  sudah akan datang, qalbu manusia pun terguncang kembali.&lt;br /&gt; Lailatul Qadr yang telah ditetapkan pada saat kedatangan tabi'i beliau ini pada hakekatnya adalah pantulan Lailatul Qadr Rasulullah Saw. Pada periode ini – akan berlangsung terus hingga Yaumil Akhir – sebagaimana dinyatakan di dalam Al  Qur’an:&lt;br /&gt;فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ&lt;br /&gt;yakni, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Di dalamnya diputuskan semua perkara yang bijaksana’&lt;/span&gt; (Q.S. 44 / Al Dukhan : 5), artinya adalah: ilmu rohani akan disampaikan ke seluruh pelosok dunia.  Inilah sunatullah, yakni kalam-Nya diwahyukan bersamaan dengan Lailatul Qadr dan kedatangan rasul-Nya. Begitupun dengan para malaikat yang turun menyertai beliau, memikat qalbu mereka yang berfitrat baik kepada jalan taqwa.&lt;br /&gt; Para malaikat itu turun mulai dari kegelapan masa jahiliyah hingga saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mat lail fajri&lt;/span&gt;, atau fajar menyingsing, menarik qalbu orang-orang yang berminat kepada jalan yang lurus. &lt;br /&gt; Merujuk kepada: Seandainya dunia, khususnya kaum Muslimin mau memahami missi tabligh ini, maka alih-alih menentang, eloklah mereka itu menjadi ansar-ansar penolong.&lt;br /&gt; Adapun berbagai dalil yang diberikan sudah demikian kuat. Bagi mereka yang mendambakan kedamaian dan keteduhan jiwa, yang mencari-cari seorang Mushlih Rabbani, hendaknya berpikir dan merenungkan: Manakala zaman sudah diliputi kegelapan rohani, sehingga manusia berpengharapan kepada agama, maka pada saat itulah isyarat kedatangan seorang Mujaddid segera datang dari langit.&lt;br /&gt; Ketika saat untuk kedatangannya sudah matang, manusia sudah tak sabar lagi menunggu-nunggunya. Namun ketika yang ditunggu mendakwakan diri. Mereka pun menentangnya, [yang tak lain hanya merusak kehidupan diri mereka sendiri]. Sedangkan mereka yang menerimanya, memperoleh berkat bagi kehidupan mereka di dunia ini maupun di Akhirat kelak.&lt;br /&gt; Sudah berkali-kali kaum Muslimin meneriakkan perlunya Khilafat untuk meng-ishlah Dunia Islam.&lt;br /&gt; Namun, bagaimana mungkin Khilafat dapat ditegakkan, jika nubuwwah Al Masih tidak datang mendahuluinya ?&lt;br /&gt; Pada saat kedatangan Rasulullah Saw, banyak orang-orang yang berfitrat shalih, mudah mengenali kebenaran beliau. Namun bagi mereka-mereka yang semacam Abu Jahal. Yakni, mereka yang menganggap dirinya paling benar, menjadi musnah.&lt;br /&gt; Jadi, mereka yang tidak mau menerima kebenaran yang haqiqi adalah takabbur, egois dan pemikirannya pun menjadi negatif, sehingga kondisi kerohanian mereka pun menjadi rusak [sebagaimana disebutkan oleh ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fadzada humullahu maradha&lt;/span&gt;]. &lt;br /&gt; Maka, keadaan mereka yang menolak kebenaran Imam Mahdi a.s. sekarang ini pun sama seperti itu.&lt;br /&gt; Mereka pikir, mereka telah membuat berbagai fatwa yang benar, padahal tidak berhasil karena melawan terhadap insan utusan Ilahi. &lt;br /&gt; Jadi, meskipun berilmu agama tinggi, tetapi karena menolak kebenaran Imam Mahdi a.s., mereka pun sudah tidak mempunyai akal sehat lagi. [Berbagai dalil mereka menjadi tumpul. Karena sikap permusuhan mereka, maka nilai kerohanian mereka pun lenyap. Tak ada lagi ruh kebenaran. Tak ada lagi hikmah dalam pemikiran keagamaan mereka]. &lt;br /&gt; Ketaqwaan yang sejati hanya terkait dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah Taala. Karena mereka menentang seorang utusan Ilahi, maka sudah tidak ada lagi nilai ketaqwaan di dalamnya..&lt;br /&gt; Kini pun begitu. Mereka yang mengatakan dirinya berilmu agama, tetapi karena sudah tidak memiliki petunjuk Ilahi, mereka pun mengikuti cara dan perbuatan syaitan. Yakni, menumpahkan darah atas nama agama.&lt;br /&gt; Lailatul Qadr yang haqiqi merujuk kepada Lailatul Qadr yang Allah Taala telah karuniakan kepada Rasulullah Saw, yang pancaran nur hidayahnya akan berlangsung terus hingga Yaumil Akhir; yang akan senantiasa mampu memikat qalbu orang-orang yang berfitrat baik untuk datang menghampiri syiar kebenaran ini.&lt;br /&gt; Namun, bagi mereka yang rucah, mereka pun menghilang dari jalan lurus [karena memilih untuk mengikuti jalan Syaitan, jatuh ke dalam jurang kemusnahan].&lt;br /&gt; Periode Lailatul Qadr tersebut kini dipancarkan kembali berkat sikap tabi'i Hadhrat Masih Mau'ud a.s. kepada Rasulullah Saw. Dengan mengenali beliau a.s. kita pun dapat memperoleh Lailatul Qadr haqiqi ini dengan memuliakan dan mengenali amanat Lailatul Qadr beliau Saw tersebut.&lt;br /&gt; Namun ada pula berbagai reaksi yang diperlihatkan manusia terhadap hal ini: Yakni, ada yang mengikuti ajaran agamanya dengan baik, lalu mendapatkan faedah petunjuk Ilahi berkat fitratnya yang baik.  Adapula mereka yang menganggap dirinya pewaris agama yang paling berhak, lalu mulai menciptakan kerusakan dan kebiadaban atas nama agama.&lt;br /&gt; Atau, ada pula yang menyalah-gunakan berbagai penemuan [sumber khazanah] baru untuk merusak akhlak dan nilai-nilai kehidupan yang baik.  Sementara pihak lainnya, menggunakan berbagai fasilitas [khazanah atau teknologi baru] tersebut untuk memberi faedah kepada kaum mukminin, dan menjadikannya sebagai sumber penyiaran amanat Ilahi.&lt;br /&gt; Semua reaksi positif maupun negatif tersebut justru menjadi bukti kebenaran seorang insan utusan Ilahi lengkap dengan Lailatul Qadrnya. Maka penting untuk diingat di sini, bahwa Allah Taala telah menegaskan: '...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tanajalul malaikati wa ruh..., ...hiya hatta mat lail fajr&lt;/span&gt;], yakni, para malaikat akan turun hingga menyingsingnya fajar kemenangan.&lt;br /&gt; Pada hakekatnya, para malaikat tersebut telah turun sejak zaman Rasulullah Saw, hingga Islam berjaya. Itulah yang dimaksud dengan '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;matlail fajri&lt;/span&gt;', yang tidak akan pernah menjadi tenggelam lagi. Ini karena agama yang telah disempurnakan-Nya.&lt;br /&gt; Hal ini akan mewujud kembali dengan syarat adanya tabi'i yang sempurna kepada Rasulullah Saw. Yakni, nur hidayah [&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lailatul Qadr&lt;/span&gt;] tersebut berlangsung selama 30 (tiga puluh) tahun hingga zaman Khulafaur-Rasyidah.&lt;br /&gt; Setelah itu, secara bertahap menyebarlah kegelapan rohani, hingga akhirnya betul-betul gelap gulita.&lt;br /&gt; Kini, Lailatul Qadr tersebut bersinar kembali seiring dengan kebangkitan  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;zilli&lt;/span&gt; atau bayangan dari Rasulullah Saw sendiri.  Inilah zaman pasca '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;matlail fajri&lt;/span&gt;' yang timbul saat ini.&lt;br /&gt; Maka untuk memperoleh faedah dari era baru dan agar melindungi kemenangan yang telah Allah Taala taqdirkan melalui Islam, agar tetap berjaya di seluruh dunia, yakni, agar tetap meningkat derajat kerohaniannya, Allah Taala mengingatkan kita semua dengan Lailatul Qadr pada setiap datangnya bulan Ramadan. &lt;br /&gt; Di satu pihak era Lailatul Qadr Rasulullah Saw berakhir dengan wafatnya beliau, dan juga wahyu '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;matlail fajri&lt;/span&gt;', namun di pihak lain, hal tersebut akan bersinar kembali dengan pesan: Apabila Ummah menjalankan perintah Al Qur’an dan hikmah Ramadan, yakni berusaha untuk memperoleh karunia dari 'malam yang sangat istimewa' ini.&lt;br /&gt; Dengan menciptakan kembali kemuliaan rohani ini, maka Allah Taala pun berkenan untuk memberikan keridhaan-Nya yang agung. Maka jika kita menghargai hal ini dengan cara memenuhi berbagai macam kewajiban kita, niscaya kita pun akan senantiasa mendapatkan faedah dari khazanah yang telah dibawakan oleh Rasulullah Saw ini.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala senantiasa menganugerahkan berbagai karunia-Nya kepada kita sekalian.&lt;br /&gt; Sementara pihak penentang, mereka pikir dengan menganiaya kita ingin melihat kita mengalami kegelapan, menginginkan kemusnahan dan melumatkan kita, padahal suatu Jamaat Ilahi yang sejati sekali-kali tidak akan pernah menjadi rusak ataupun dihancurkan.&lt;br /&gt; Semoga berbagai bentuk keaniayaan yang terjadi justru menjadi sebab datangnya Lailatul Qadr, sehingga kita pun dapat menyaksikan perwujudan [&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hiya hatta mat lail fajr&lt;/span&gt;], yakni menyingsingnya fajar, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;salamun&lt;/span&gt;' atau kedamaian yang kekal, serta kemenangan Islam. Aamiin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;modifyedByMMA / LA 08312010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-1253732542854813521?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/1253732542854813521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=1253732542854813521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1253732542854813521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1253732542854813521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/08/lailatul-qadr-10-hari-terakhir-ramadan.html' title='Lailatul Qadr &amp; 10 Hari Terakhir Ramadan'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-5447726296383130753</id><published>2010-08-11T01:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T01:46:48.354-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='6 Agustus 2010'/><title type='text'>Tasyakur</title><content type='html'>Telah dinyatakan sejak permulaan sekali di dalam Al Qur’an Karim, bahwa kaum Mukminin hakiki memulai segala amal shalihnya dengan Bismillah, dengan nama Allah; sehingga pertolongan Allah pun senantiasa menyertai mereka. Mereka selalu ingat kepada Allah Swt.&lt;br /&gt; Ayat pertama Al Qur’an Karim pun adalah:&lt;br /&gt;بِسۡمِ ٱللهِ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bismillah,&lt;/span&gt; yakni, [‘Aku mulai] dengan nama Allah…’; yang  merupakan suatu pernyataan, bahwa Kitab Suci yang sedang akan aku baca ini dimulai dengan nama Allah.&lt;br /&gt; Begitulah kaum Mukminin sangat dipujikan agar memulai segala macam langkah amal perbuatannya dengan Bismillah.&lt;br /&gt; Sifat Allah lainnya yang terkait setelah itu adalah Ar-Rahman (Maha Pemurah) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang).&lt;br /&gt; Ar-Rahman, Dia itulah Allah Yang Sangat Pemurah dan Pembawa Berkat. Dengan sifat Rahmaniyyat-Nya itu, Dia menyediakan segala keperluan umat manusia seumumnya.&lt;br /&gt; Sedangkan sifat Rahimiyyat, adalah tambahan dari sifat Rahman, yang diberikan khusus kepada mereka yang menjadi pengabdi sejati Allah Ar-Rahman. Yakni, mereka yang menyerahkan diri kepada Allah dalam memohon pertolongan-Nya. Dan Allah pun memberikan dukungan dan pertolongan-Nya melalui sifat Rahimiyyat-Nya ini.&lt;br /&gt; Dia memberi karunia melalui sifat Rahmaniyyat dan sekaligus juga Rahimiyyat-Nya, yang membuat kita bersyukur; menjadi pengabdi sejati Allah Al Syakur (Yang Maha Menghargai). Kita mendapatkan rahmat-Nya dalam bentuk setiap aspek kebaikan, sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur'an Karim:&lt;br /&gt;لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُم&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jika kamu bersyukur, maka pasti Aku pun akan menambahkan lebih banyak lagi kepadamu;’&lt;/span&gt; (Q.S. 14 / Ibrahim : 8).&lt;br /&gt; Agar karunia Rahmaniyyat dan Rahimiyyat Allah Taala ini terus berlanjut, kita pun perlu terus menerus memohon kepada-Nya.&lt;br /&gt; Tak ada satu pun aspek dalam kehidupan rohani maupun duniawi dapat terwujud jika tidak ada karunia dari kedua sifat Allah Taala ini. Jika orang merenungkannya, maka ia pun akan menyadari, kedua sifat Allah ini memang bekerja dengan efektif.&lt;br /&gt; Bahkan sifat Rahmaniyyat-Nya ini telah lama terwujud jauh sebelum manusia diciptakan. Dia telah menyediakan segala macam fasilitas dan kebutuhan yang diperlukan untuk eksisnya kehidupan umat manusia, yang manusia itu sendiri tak akan sanggup untuk menciptakannya walaupun dengan segala daya upaya mereka. Bahkan memikirkannya pun mereka tak mampu.&lt;br /&gt; Sedangkan Rahimiyyat-Nya akan menzahir dengan sendirinya bagi manusia yang memanfaatkan segala macam daya kemampuan yang telah diberikan Allah Taala, demi untuk mencapai keinginannya.  Sifat Rahimiyyat Allah Taala tidak akan membiarkan setiap daya upaya dan pikiran manusia dibiarkan kosong, tidak membuahkan hasil. &lt;br /&gt; Segala macam perencanaan kerja keras mengarahkan pikiran kaum Mukminin hakiki kepada semata-mata karunia Allah Taala, alih-alih mengaitkan keberhasilannya itu sebagai hasil usaha mereka.&lt;br /&gt; Semua akhir yang baik yang mereka peroleh membuat mereka bersyukur kepada Allah Taala sedemikian rupa sehingga menjadi pengabdi sejati Allah Al Syakur. &lt;br /&gt; Al Qur’an banyak mengingatkan di berbagai tempat, bahwa salah satu ciri khas kaum Mukminin sejati adalah senantiasa bersyukur. Antara lain adalah:&lt;br /&gt;إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَشۡكُرُونَ&lt;br /&gt;yakni, ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;…Sesungguhnya, Allah pasti mempunyai karunia atas manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur…’&lt;/span&gt; (Q.S. 10 / Younus : 61).&lt;br /&gt; Walhasil, semata karunia Allah Taala, Dia berkenan memberikan berbagai  kemajuan rohani maupun duniawi kepada manusia; yang bagi Mukminin hakiki membuat rasa syukur mereka semakin bertambah. Dan pengungkapan rasa syukur yang paling afdhol adalah dalam bentuk Salat yang waktunya telah ditetapkan. Senantiasa bersujud dan memohon kepada-Nya. Mengaitkan segala hal yang baik yang berhasil diperolehnya semata karunia Allah Taala.&lt;br /&gt; Begitulah sikap mereka yang memulai segala sesuatunya dengan Bismillah. Yakni, manakala mereka memperoleh hakikat tentang hal ini, tak ada pemikiran lain di dalam diri mereka selain menzahirkan tasyakur mereka dalam bentuk dzikir dan tahmid kepada Allah Swt.&lt;br /&gt; Wajibnya membaca Surah Al Fatihah lebih memperjelas tentang hal ini, yakni, sekali sesuatu amal shalih dimulai dengan Bismillah, kemudian berbagai karunia keberkatan-Nya telah dirasakan, maka wajiblah dizahirkan tasyakurnya dalam tiap rakaat Salat, dan juga doa-doa makbuliyat lainnya, yakni, Alhamdulillah, segala puja-puji memang bagi Allah semata. Rabbul Alamin, Tuhan seluruh alam semesta, yang telah menyediakan segala sesuatunya.&lt;br /&gt; Allah Taala memulai Kitab Al Qur’an Karim dengan perkataan Bahasa Arab, ‘Hamd’, segala puji bagi-Nya, alih-alih menggunakan kata 'Madh' (Yang Dipuji) atau 'Syukr' (Yang Disyukuri) karena perkataan 'Hamd', yakni segala puji, sudah mencakup kedua kata tersebut. &lt;br /&gt; Memuji Allah Taala tidaklah sesederhana bersyukur kepada-Nya, melainkan dengan segala amal perbuatan yang mencerminkan pengakuan terhadap eksisnya sifat Rahmaniyyat Allah yang telah menyediakan segala kebutuhan hidup manusia, ditambah lagi dengan memberi ganjaran pahala atas segala usaha yang telah dilakukan manusia; mengabulkan doa-doa mereka, dan memberikan berbagai berkat karunia-Nya dengan tanpa melihat kedhoifan di dalam usaha dan doa kita. Melainkan justru diperbaiki-Nya agar hasil perolehannya pun menjadi se-afdhol mungkin.&lt;br /&gt; Dan sesungguhnya, berkat sifat Al Syakur Allah Taala ini, tasyakur kita bukan hanya pengucapan rasa syukur yang biasa-biasa saja, melainkan Dia itu pun men-sattari berbagai kedhoifan kita, berkenan memperbaikinya lalu meningkatkan standar daya upaya kita; yakni, memberdayakannya sedemikian rupa sehingga jika diusahakan oleh manusia biasa, tak akan mampu mencapai hasil sebagaimana yang kita telah peroleh.&lt;br /&gt; Maka jika kita mengucapkan Alhamdulillah atas dasar pemikiran ini, niscaya Allah Taala pun berkenan untuk menambahkan lebih banyak lagi berbagai karunia-Nya kepada kita.&lt;br /&gt; Inilah yang hendaknya kita senantiasa dapat menyadarinya.&lt;br /&gt; Namun, seiring dengan bertasyakur kepada Allah, Dia pun memerintahkan kita untuk bersyukur kepada sesama manusia, yang merupakan hak mereka yang telah berbuat baik kepada kita. Dan hal ini merupakan sikap para pengabdi Allah Ar-Rahman yang sejati.&lt;br /&gt; Haququllah tak akan dapat terlaksana dengan baik jika tidak disertai dengan haququl-ibad yang baik.&lt;br /&gt; Rasulullah Saw pun bersabda: Orang yang tidak bersyukur kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah Swt.&lt;br /&gt; Beliau Saw sangat berterimakasih kepada siapapun yang telah melakukan kebaikan kepada beliau, betapapun sepelenya.&lt;br /&gt; Adalah juga merupakan sikap syukur Rasulullah Saw kepada kaum Madinah yang menyebabkan beliau memilih untuk menetap di Madinah meskipun Makkah telah berhasil beliau taklukkan.&lt;br /&gt; Maka kaum Mukminin yang hakiki sudah seharusnya dapat mengikuti contoh langkah beliau yang berberkat tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MMA / LA 08102010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-5447726296383130753?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/5447726296383130753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=5447726296383130753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5447726296383130753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5447726296383130753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/08/tasyakur.html' title='Tasyakur'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-8760261410437348663</id><published>2010-04-28T01:01:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T01:04:03.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='23 April 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di Masjid Nur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Swiss'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wigoltingen'/><title type='text'>Kiat Menjadi Para Abdus-Syakur Sejati</title><content type='html'>Pengungkapan rasa syukur yang sebenar-benarnya hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki jiwa taqwa; yakni memahami tujuan utama diciptakannya oleh Allah Swt, dan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan utama tersebut.&lt;br /&gt;  Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَٮِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak padamu…&lt;/span&gt;’ (Q.S. 14 / Ibrahim : 8).&lt;br /&gt; Apakah yang dimaksud dengan mensyukuri karunia Ilahi dan bagaimana cara melaksanakannya ?  Ialah itaat kepada-Nya dengan sempurna. Yakni melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah, serta meninggalkan segala larangan-Nya.&lt;br /&gt; Seorang mukmin hakiki akan senantiasa menjalani hidupnya sebagai Abdus-Syakur sejati agar dirinya selalu menjadi penerima berbagai karunia Ilahi. Untuk itu perlu setiap hari mengingat-ingat segala nikmat Allah yang telah diterima dengan segenap hati nurani dan pikiran, serta berdziqrullah.&lt;br /&gt; Pengucapan di mulut saja tidaklah cukup, pengungkapan rasa syukur seorang mukmin sejati dapat terlihat dari perangainya. Akan terlihat adanya sikap rendah hati yang timbul dari kesadaran dirinya, bahwa semua karunia yang diperolehnya itu adalah semata-mata dari Allah Swt. &lt;br /&gt; Kondisi kesehatan yang prima pun adalah salah satu karunia Allah yang perlu kita syukuri dengan cara beribadah dan mengkhidmati agama.&lt;br /&gt; Lalu, Allah Taala pun memberikan kesejahteraan ekonomi, yang kita belanjakan di jalan-Nya dengan sikap tidak takabur.&lt;br /&gt; Jika kita memanfaatkan segala kemampuan dan kelebihan yang kita miliki sesuai dengan perintah Allah, itulah ungkapan rasa syukur yang hakiki.&lt;br /&gt; Allah adalah Ar Rahman, Dia senantiasa berkenan untuk meningkatkan kemampuan kita. Memberi kesehatan yang baik dan mengaruniai kedekatan-Nya agar menjadi seorang Abid (ahli ibadah) yang hakiki agar dapat mencapai tujuan utama diciptakannya manusia oleh Allah Taala.&lt;br /&gt; Sesungguhnya manusia tak akan mampu beribadah yang mendatangkan kemakbulan bila hanya mengandalkan usahanya sendiri. Ciri khas adanya pengungkapan rasa syukur yang ikhlas adalah adanya peningkatan sikap shalih dan taqwa. &lt;br /&gt; Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا يَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُّكْفَرُوْهُ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan kebaikan apapun yang mereka kerjakan, sekali-kali mereka tidak dihalagi menerima ganjarannya, dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.’&lt;/span&gt; (Q.S. 3 / Al Imran : 116).&lt;br /&gt; Ketaqwaan yang hakiki dapat dicapai bila orang senantiasa mengaitkan segala kelebihan dan kecakapan yang dimilikinya adalah berkat karunia Allah Taala; yakni betapa Allah berkenan mewujudkan sifat-Nya Al Syakur (Maha Mensyukuri) kepada mereka, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;‏لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِه ؕ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Agar Dia menyempurnakan kepada mereka ganjaran mereka sepenuhnya dan Dia menambahkan kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya, Dia Maha Pengampun, Maha Menghargai, inna ghafurusy-syakur.’&lt;/span&gt; (Q.S. 35 / Al Fathir : 31).&lt;br /&gt; Penggunaan kata Syakur di dalam ayat ini bukan menunjukkan kerendahan hati ataupun rasa syukur Tuhan, melainkan Dia itu menyukai dan menghargai sikap rendah hati, shalih, taqwa dan ahli ibadat para hamba-Nya yang sejati.&lt;br /&gt; Sekali memahami aspek ini, yakni, segala kelebihan dan kemampuannya dikhidmatkan demi lillahi Taala, maka orang itu pun berarti datang kepada Tuhan Ar Rahim dengan sepenuh ikhlas. Karunia Allah meliputi segala sesuatu. Dia sangat menghargai setiap langkah manusia yang menuju kepada-Nya.&lt;br /&gt; Maka betapa malangnya orang yang meninggalkan Tuhannya – Allah, Ar Rahim, As Syakur - lalu pergi menuju ke arah yang lain.&lt;br /&gt; Berhentilah sejenak, berpikirlah dan merenunglah: Jika keuntungan duniawi sampai menjauhkan diri anda dari agama, maka tak ada lagi keberkatan di dalamnya. Melainkan hanya merusak diri sendiri dan tidak mensyukuri karunia Allah.&lt;br /&gt; Kita telah berbaiat di tangan seorang Imam Zaman yang berbagai kaum lain masih menunggu-nunggu kedatangannya; yang hanya kepada beliaulah Rasulullah Saw menubuatkannya dengan penuh rasa cinta hingga mengamanatkan umat beliau agar menjumpainya dan mengucapkan Salam. Apakah mengikat tali hubungan dengan seorang wujud yang demikian istimewa seperti itu suatu hal yang sepele ? Sungguh tidak, melainkan justru hal ini adalah suatu kemuliaan besar, yang dengan memuliakannya kita akan dapat menjadi seorang Abdusy-Syakur yang sejati.&lt;br /&gt; Menggabungkan diri dengan Imam Zaman, adalah bukan perkara semudah pengakuan di mulut belaka, melainkan berarti kita telah berikrar setia sewaktu Baiat pertama, yang kemudian diulangi lagi di tangan Khalifah Waqt-nya.&lt;br /&gt; Bai’at artinya menjual diri; yakni ikrar janji untuk mengorbankan segala keinginan diri pribadi demi untuk mematuhi segala perintah Ilahi. Artinya, mengesampingkan segala angan-angan pribadi, menggantinya dengan senantiasa berpikir bahwa Allah Taala Maha Hadir mengawasinya. &lt;br /&gt; Hendaknya setiap orang merenungkan dan memeriksa diri, sejauh manakah kita telah sesuai dengannya, karena Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;وَاَوْفُوْا بِالْعَهْدِ‌ۚ اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْــُٔوْلاً‏ &lt;br /&gt;‘….&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan penuhilah janji [baiat]; karena sesungguhnya janji itu akan ditanya.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 17 / Bani Israil : 35)&lt;br /&gt; Pertama, agar kita dapat menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan syirik [yakni menyekutukan Tuhan] dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt; Hendaknya diingat, syirik bukan hanya berupa menyembah sesuatu patung berhala (idola) saja; melainkan juga sikap atau perbuatan syirik khafi, yang tersembunyi atau tak tampak. &lt;br /&gt; Contohnya, adalah menyepelekan kedisiplinan Salat hanya disebabkan oleh kesibukan urusan pekerjaan atau bisnis. Yakni mendahulukan urusan duniawi sedemikian rupa hingga seolah-olah Allah tidak bersifat Ar Razaaq (Maha Pemberi Rizqi). Berpikir  bahwa bisnis atau pekerjaannya itulah yang menjamin kehidupannya&lt;br /&gt; Atau kadangkala juga anak keturunan mereka melakukan perbuatan yang bertentangan dengan firman Allah, yang apabila kita membiarkannya akan menjadi syirik. &lt;br /&gt; Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman! Janganlah melalaikan kamu hartamu dan anak-anakmu dari berdzikrullah…’&lt;/span&gt; (Q.S. 63 / Al Munafiqun : 10).&lt;br /&gt; Perhatikanlah ayat ini, karena dengan mengabaikannya akan mengarahkan orang kepada kebinasaan.&lt;br /&gt; Hendaknya menjauhi segala corak bohong, zinah, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, makar, memberontak, dan tak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.&lt;br /&gt; Periksalah diri apakah kita sudah benar-benar menjauhi kedustaan; karena setengah orang memahami secara keliru mengenai perbuatan dusta yang konotasinya luas.&lt;br /&gt; Sedangkan yang menyangkut perzinahan dan juga zinah mata: Tayangan video, media internet ataupun berbagai acara televisi yang vulgar juga termasuk di dalamnya. Kesemuanya itu memberi dampak buruk, khususnya kepada generasi muda. &lt;br /&gt; Keburukan ini mulanya menyeruak atas nama kebebasan dan keterbukaan, lalu beberapa keluarga yang bernasib malang pun ikut terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt; Mulanya pikiran mesum tersebut timbul di dalam otak, kemudian mata, lalu mengarahkannya untuk direalisasikan. Maka jika pihak orang tua tidak mengawasinya sejak dini, anak-anaknya itu pun akan semakin tenggelam terpengaruh. &lt;br /&gt; Jangan membiarkan anak-anak menonton berbagai tayangan vulgar di TV. Penggunaan internet pun harus diawasi. Hendaknya mereka pun dapat bersikap mendahulukan kepentingan agama atas urusan dunia.&lt;br /&gt; Para orang tua hendaknya menunjukkan kerja sama yang baik dalam gerakan ini, karena setiap kelemahan yang ada pada diri mereka akan menjuruskan kepada kerusakan.&lt;br /&gt; Tanggung jawab yang terbesar ada pada pihak kepala rumah tangga, yakni kaum pria. Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari Api neraka, karena Allah Taala telah berkenan menyelamatkan anda sekalian.  Sementara dunia Muslim jatuh-bangun berusaha untuk membentuk kepemimpinan bagi dunia mereka, kita telah memperoleh karunia nikmat Khilafat yang terus menerus membimbing mereka. Maka karunia Ilahi ini menuntut anda sekalian untuk meninggalkan segala macam perbuatan buruk, agar dapat terus melangkah maju; ingatlah selalu firman Allah Taala ini:&lt;br /&gt;يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api neraka…&lt;/span&gt;’ (Q.S. 66 / Al Tahrim : 7).&lt;br /&gt; Pada zaman sekarang ini, kita banyak menghadapi tantangan berbagai keburukan akhlak, yang di dunia Barat sudah tidak dianggap sebagai perbuatan tak bermoral. Mulanya, setengah orang mengikuti mereka atas nama kebebasan dan keterbukaan, namun kemudian mereka menyadari bahwa semuanya itu bukan hiburan dan bukan pula kebebasan, melainkan jurang Api neraka yang berselebung hiburan dan kebebasan.&lt;br /&gt; Dengan ini saya nasehatkan kepada kaum muda agar senantiasa ingat, bahwa kesemuanya itu bukanlah bagian dari tujuan utama kehidupan kalian. Janganlah melibatkan diri di dalamnya. Bedakanlah secara tegas di antara kalian dengan kaum lain.&lt;br /&gt; Kita hendaknya menghindari perbuatan makar dan pelanggaran hukum. Bangunlah silih asih di dalam lingkungan kita, yang niscaya akan menjauhkan segala macam perbuatan tipu-menipu. Maka menjauhkan diri daripadanya berarti menghilangkan perbedaan khas antara kita dengan kaum lain.&lt;br /&gt; Syarat selanjutnya adalah akan mendirikan disiplin Salat Lima Waktu dengan dawam, yang telah saya terangkan sebelumnya.&lt;br /&gt; Berikutnya adalah, tidak akan mendatangkan kesusahan apapun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah pada umumnya.    Berikutnya, akan tetap setia kepada Allah baik dalam keadaan susah ataupun senang, dalam keadaan duka atau suka, nikmat ataupun musibah. &lt;br /&gt; Setengah orang boleh jadi sedang menjadi korban krisis ekonomi yang kini tengah melanda. Namun janganlah ada seorang pun di antara anda sekalian yang sampai meninggalkan perlindungan Tuhan.&lt;br /&gt; Akan berhenti dari adat kebiasaan duniawi yang buruk dan menuruti hawa nafsu. Sebaliknya ia akan benar-benar menjunjung tinggi perintah Al Qur’an, serta itaat kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt; Ia pun akan meninggalkan sifat takabbur dan sombong, lalu hidup dengan merendahkan diri.&lt;br /&gt; Berikutnya, akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari jiwanya, harta-bendanya, anak-anaknya, dan segala apa yang dicintainya.&lt;br /&gt; Ini adalah suatu persyaratan yang sangat lugas yang setiap orang hendaknya ingat akan hal ini.&lt;br /&gt; Dunia luar tengah mengawasi kita atas pengakuan kita sebagai gambaran Islam yang hakiki. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga kehormatan Islam. Kita hanya akan memperolah keberhasilan dalam bertabligh jika diri kita sendiri shalih dan muttaqi.&lt;br /&gt; Saat ini sedang banyak penentangan terhadap Islam di sekeliling kita. Maka tugas kita-lah untuk menyajikan gambaran Islam yang hakiki kepada dunia.   Para penentang Islam sudah berikhtiar untuk mengajukan pelarangan ini itu, termasuk melarang pembangunan minaratul masjid. Apakah dengan meniadakan minaratul masjid akan dapat menghilangkan berbagai perbuatan kriminal lainnya ?&lt;br /&gt; Meskipun mereka telah membuat keputusan pelarangan tentang menara itu, namun momentum mengenai masalah ini hendaknya terus diangkat. Banyak-banyaklah menulis di berbagai surat kabar. Adakanlah berbagai Seminar tentang hal itu. Meskipun undang-undang anti minaratul masjid telah mereka sahkan menyusul adanya suatu referendum, namun suatu referendum yang lain dapat membatalkannya.&lt;br /&gt; Memang keberadaan suatu minaratul masjid tidak begitu penting karena kemunculannya di dalam sejarah perkembangan Islam lalu menjadi ciri khas, baru datang beberapa lama kemudian. Namun, hal ini tetap adalah salah satu kehormatan Islam. Perlihatkanlah contohnya dalam Islam yang telah berdiri di 195 negara, tidak pernah sekalipun melakukan perbuatan yang melanggar hukum ataupun makar terhadap pemerintahan dimana pun mereka berada. Kami adalah gambaran Islam yang hakiki.&lt;br /&gt; Alih-alih mencari-cari informasi ke dalam [instansi], lebih afdhol menggalang hubungan baik dengan orang-orang lokal, terutama oleh para anggota yang dapat berbicara dalam bahasa setempat; sedangkan yang tidak dapat, boleh ditugaskan untuk membagikan literatur. Pendek kata, setiap anggota hendaknya ikut berpartisipasi dalam kegiatan [Tabligh] yang berberkat ini.&lt;br /&gt; Perkara lainnya yang kini tengah menghangat di Europa adalah masalah Pardah.&lt;br /&gt; Kaum wanita hendaknya dapat mengorganisir gerakan menulis tentang Pardah di berbagai surat kabar .&lt;br /&gt; Kita perlu menyadarkan dunia, bahwa Pardah adalah untuk memuliakan status kaum wanita, meskipun boleh jadi ada sebagian pihak mereka yang merasa terusik oleh penampilannya.&lt;br /&gt; Pardah adalah untuk mengangkat derajat kaum wanita. Adalah fitrat kaum wanita ingin dihormati. Dan agama Islam menyediakan fasilitasnya untuk itu. Pardah bukan paksaan, melainkan justru sebagai ciri khas kepribadian kaum wanita Muslim untuk menjaga kemuliaan mereka.&lt;br /&gt; Anak-anak perempuan jangan merasa rendah diri dalam perkara ini. Jika mereka merasa tak nyaman hanya disebabkan propaganda negatif atau memilih mode yang trendy dengan menanggalkan Pardah, maka sudah tak ada jaminan lagi mereka akan dimuliakan. Karena sikap masyarakat menghormati mereka terkait dengan sikap kalian memuliakan perintah agama. &lt;br /&gt; Berikutnya adalah, bahwa selamanya akan menaruh belas kasih dan sebisanya mendatangkan faedah terhadap makhluk Allah seumumnya dan umat manusia pada khususnya berdasarkan kemampuan dan nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya.&lt;br /&gt; Hal ini akan terpenuhi bila kita berusaha membawa dunia lebih dekat kepada Allah (ber-Dawat Ilallah).&lt;br /&gt; Hanya dengan cara itaat dan setia kepada Khilafat-lah yang akan membuat diri kita mantap lahir batin sebagai Jamaat-Nya ini. Jika tidak, tentulah ibarat hanya sekedar menempelkan label belaka.&lt;br /&gt; Semoga hal itu tidak terjadi, agar mereka yang bergabung ke dalam Jamaat ini di kemudian hari lebih maju dan para pendahulunya yang telah dapat berkorban dengan istimewa dalam masa-masa awal mereka, yang tidak dialami oleh generasi kemudian. &lt;br /&gt; Allah Taala mewahyukan ini,&lt;br /&gt;وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan [Allah] akan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas orang-orang yang ingkar hingga Hari Qiamat.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Hal ini untuk menunjukkan bahwa Allah Taala berkehendak untuk mendirikan suatu Jamaat yang para anggotanya telah meninggalkan segala keinginan pribadinya agar sepenuhnya itaat. &lt;br /&gt; Itulah harapannya. Jika kita ingin menjadi anggota yang benar-benar menjalin ikatan yang kuat dengannya, maka kita  - baik tua maupun muda, pria maupun wanita - haruslah berusaha untuk memenuhi harapan beliau tersebut, dan senantiasa memeriksa diri. &lt;br /&gt; Para orang tua hendaknya mengawasi anak-anaknya dengan cara kasih sayang agar mereka menyadari pentingnya ajaran ini, serta memberi pengertian perbedaan dengan orang lain.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala memudahkan setiap orang di antara kita menjadi abdi yang hakiki; yakni menjadi orang-orang yang senantiasa menghargai dan mensyukuri karunia Ilahi. Amin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;transltdByMMA / LA04/27/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-8760261410437348663?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/8760261410437348663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=8760261410437348663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8760261410437348663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8760261410437348663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/04/kiat-menjadi-para-abdus-syakur-sejati.html' title='Kiat Menjadi Para Abdus-Syakur Sejati'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-7125316889496481948</id><published>2010-03-24T04:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T04:04:44.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di Masjid Agung Baitul Futuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='12 Maret 2010'/><title type='text'>Mereka yang Bersabar &amp; Istiqamah Memperoleh Ganjaran Pahala-Nya Tanpa Perhitungan</title><content type='html'>Manakala orang dzolim mendapat penangguhan azab Ilahi di dunia ini, biasanya mereka pun berpikir bahwa segala perbuatan dzolimnya itu benar, sehingga imereka pun semakin menjadi-jadi dalam perbuatan dzolim mereka. Bahkan, mereka itu seolah-olah tampak shalih, akan tetapi Allah Taala Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Maka azab Ilahi sangat keras bagi orang-orang dzolim seperti itu.&lt;br /&gt; Sebuah Hadith meriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda, mereka yang telah dihisab pada Hari Qiamat akan mendapatkan azabnya. Hadhrat ‘Aishah r.ha bertanya, bukankah Allah Taala telah menyatakan bahwa Dia itu ringan dalam menghisab ? Rasulullah Saw menjawab: Tidak. Tidak untuk penghisaban perkara tersebut. Catatan amal perbuatan tiap orang akan diserahkan ke hadapan Allah Taala pada Hari Qiamat, mereka yang beramal buruk akan dihisab dan dihukum sesuai dengan itu.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala berkenan memberikan Rahimiyyat-Nya kepada setiap diri tuan-tuan sekalian.&lt;br /&gt; Orang mukmin senantiasa melangkah di atas jalan ketaqwaan, sehingga mereka itu mendapat karunia Allah Taala. Mereka senantiasa takut kepada Allah oleh karena itu selalu berhati-hati atas setiap amal perbuatan yang mereka lakukan. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk dapat memenuhi haququllah maupun haququl-ibad sedemikian rupanya, sehingga sifat Allah Al Hasib (Mahacepat Dalam Memberi Ganjaran) pun  dikaruniakan kepada mereka sebagaimana digambarkan di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan, Dia akan memberikan rezeki kepadanya dari mana tidak pernah ia menyangka. Dan, barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia memadai baginya. Sesungguhnya Allah menyempurnakan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi segala sesuatu.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 65 / Al Talaq : ayat 4).&lt;br /&gt; Ayat tersebut didahului oleh ayat sebelumnya yang berbunyi,&lt;br /&gt;وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا&lt;br /&gt;yakni, ‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia akan membuat baginya suatu jalan keluar,’&lt;/span&gt; (Q.S. 65 / Al Talaq : 3).&lt;br /&gt; Maksud ayat ini ialah, Allah Taala menyediakan segala keperluan orang mukmin dan memberi rizqi atau jalan keluar yang tidak disangka-sangka sebelumnya.&lt;br /&gt; Orang muttaqi sejati sungguh-sungguh yakin dalam mengandalkan segala kebutuhannya kepada Allah Taala, dan bila keyakinannya itu sempurna, maka Allah Taala pun berkenan memperlihatkan sifat Maha Penyantun-Nya kepada orang tersebut.&lt;br /&gt; Bagi seorang mukmin sejati, kebutuhan dirinya tidak terbatas hanya untuk kesejahteraan duniawinya saja, namun juga mencakup kebutuhan kesejahteraan rohani dan segala keperluan manusiawi lainnya. Pendek kata, orang muttaqi sejati yang telah sungguh-sungguh yakin mengandalkan kebutuhannya kepada Allah Taala, tidak hanya menginginkan kebaikan hasanah di dunia, melainkan juga berbagai hasanah kebaikan untuk di akhirat nanti. &lt;br /&gt; Salah satu bukti karunia berkat sifat taqwa sejati itu ialah, Allah Taala memudahkan segala rintangan yang beliau hadapi, sekaligus menyediakan kebutuhannya. Dalam hal berbagai rizqi rohani, rujukan qoth'i-nya adalah diri Rasulullah Saw; yakni, meskipun beliau itu ummiy (tak pandai baca tulis), namun Allah Taala memberi beliau berbagai ilmu kerohanian yang tiada tara, sehingga dapat mengungguli bahkan mengkritisi para ilmuwan, para filusuf dan lain sebagainya. &lt;br /&gt; Tambahan lagi, rizqi rohani dalam bentuk Al Qur’an Karim yang dikaruniakan kepada Rasulullah Saw pun sungguh tiada bandingannya.&lt;br /&gt; Rizqi dan khazanah kerohanian serta berbagai macam ilmu pengetahuan di dalam Al Quran tersebut bukan hanya mampu membungkam para penghujat di zaman kehidupan beliau, namun juga akan terus membukakan berbagai rahasia ilmu alam semesta ini hingga Hari Qiamat, sehingga membuat orang yang mendalaminya senantiasa bertafakur.&lt;br /&gt; Allah Taala telah membukakan suatu pengetahuan kepada Rasulullah Saw, yang umat manusia pada waktu itu, termasuk para Sahabah belum dapat memahaminya.&lt;br /&gt; Salah satu contohnya adalah konsep bom atom, yang disebutkan di dalam Al Qur’an sebagai berikut:&lt;br /&gt;وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan apakah engkau mengetahui apa al-Huthomah itu?’&lt;/span&gt; (Q.S. 104 / Al Humazah : 6).&lt;br /&gt; Di sini para Sahabah diberitahukan, bahwa yang pertama-tama dan utama yang akan diserang oleh efek bom atom itu adalah jantung hati manusia. [Naarullahil muqodatullatii tadholi'u alal af'idat, yakni, Yaitu Api Allah yang dinyalakan, yang sampai ke dalam jantung hati].&lt;br /&gt; Sebuah Museum di Nagasaki, Jepang memperlihatkan detik-detik setelah bom atom [di Hiroshima dan Nagasaki] tersebut dijatuhkan. Banyak orang yang tewas mematung seketika sesuai dengan posisi dan aktivitasnya masing-masing ketika itu. Ini dikarenakan jantung hati mereka mendadak terhenti [terkena efek gelombang kejut]; lalu seluruh permukaan kulit mereka dan lain sebagainya mengelupas, kemudian melorot jatuh [terkena efek radiasi panas].&lt;br /&gt;  Ini baru satu contoh, masih banyak berbagai penemuan ilmiah baru lainnya yang ditemukan, yang pada akhirnya mengakui keshahihan dan kemuliaan Al Qur’an Karim. &lt;br /&gt; Para Sahabah Rasulullah Saw, yang telah berhasil memperoleh rizqi rohani yang mengagumkan, yang sesuai dengan kapasitasnya masing-masing itu senantiasa  menyadari, bahwa keutamaan kesejahteraan rohaniah mereka adalah yang utama. Sebagian dari antara mereka bahkan mengandalkan berbagai kebutuhan duniawi mereka kepada Allah, karena hasrat mereka yang utama adalah memperoleh rizqi rohani yang lebih bersifat kekal.&lt;br /&gt; Salah satu contoh di antaranya adalah Hadhrat Abu Hurairah r.a, yang senantiasa berada di depan pintu  Rasulullah Saw; dan tak mempedulikan urusan lainnya. Sehingga, faedah rohani yang berhasil beliau kumpulkan sangat bermanfaat bagi kita semua hingga hari ini, bahkan juga akan terus berlanjut selamanya.&lt;br /&gt; Tak diragukan lagi, sebagian besar Sahabah Rasulullah Saw sibuk dengan mata pencaharian mereka masing-masing, namun pikiran dan dambaan utama mereka adalah senantiasa untuk meningkatkan derajat maqoman mahmudah mereka; yakni selalu siap sedia menjalankan setiap perintah Rasulullah Saw dan menjadi orang-orang yang senantiasa memperoleh rizqi rohani. Ikhtiar sederhana mereka membuahkan hasil yang mulia, mereka mendapatkan keuntungan yang tak terhingga.&lt;br /&gt; Suatu kali ada seorang Sahabah yang mohon didoakan urusan perniagaannya oleh Rasulullah Saw. Tak lama kemudian ia memperoleh karunia yang besar, urusan dagangnya menjadi sedemikian maju. Setiap sentuhan bisnisnya menjadi emas.&lt;br /&gt; Namun, meskipun kebanyakan para Sahabah berniaga, hidup mereka tidaklah cenderung materialistis. Ketika mereka meninggal dunia, meninggalkan warisan emas dan harta benda lainnya yang bernilai jutaan dinar. Itulah orang-orang mendapat karunia kesejahteraan rohani maupun materi.&lt;br /&gt; Orang yang takut kepada Allah adalah juga muttaqi dalam pandangan Ilahi. Sehingga segala macam kerisauan hidupnya pun dihilangkan oleh Allah Taala; semua kebutuhannya senantiasa Allah sediakan dari arah yang mereka tak sangka-sangka. Bagi orang yang telah menjadi  milik Tuhan, maka Dia pun menghilangkan segala kelemahan derajat orang tersebut. Allah Taala tak pernah menyia-nyiakan orang muttaqi sejati, dan tidak  pernah pula Dia itu menyalahi janji-Nya.&lt;br /&gt; Hadhrat Daud a.s, terkenal dengan sabdanya, bahwa selama hidupnya dari sejak kecil hingga lanjut usia, tak pernah melihat orang muttaqi sejati yang mengemis. Hal ini adalah benar. Allah Taala menyelamatkan orang muttaqi sejati dari meminta-minta. Beliau pun bersabda, haqul yakin, Allah Taala menjamin karunia kehidupan tujuh generasi orang muttaqi sejati. Namun, prasyarat pertamanya adalah menjadi hamba Allah yang sejati dan menjalankan hidup taqwa yang harus senantiasa diupayakan oleh setiap orang mukmin. Syarat yang Kedua adalah menaruh keyakinan yang sempurna kepada pertolongan Allah Taala.  &lt;br /&gt; Namun hendaknya diingat, bila anak keturunan orang yang muttaqi menjadi dzolim, maka hukum Allah Taala yang lainnya pun datang. Anak keturunan orang muttaqi sejati sepatutnya juga akan berjalan di atas jalan taqwa sebagai hasil jerih payah orangtuanya mentarbiyati dan mendoakannya. Pendek kata, hal tersebut tidak bertentangan dengan sunatullah.&lt;br /&gt; Setengah orang boleh jadi menghujah: Mengapa anak Nabi Nuh sendiri tenggelam? Itu karena dia sama sekali tidak berusaha untuk menjadi orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt; Kalau pun anak keturunan orang muttaqi mempunyai beberapa kelemahan selain perbuatan syirik; atau dikarenakan kealpaannya sendiri urusan bisnisnya menjadi merugi sedemikian rupa, Allah Taala tetap tak akan membiarkan mereka harus menderita kelaparan. Sebaliknya, Allah Taala akan segera menolong mereka; dan bila mereka tetap teguh dalam ketaqwaan, mereka pun akan memperoleh berbagai macam karunia Allah Taala lainnya.&lt;br /&gt; Ada lagi setengah orang yang mengeluh, bahwa meskipun mereka sudah melaksanakan Salat dengan dawam dan senantiasa berusaha meningkatkan ketaqwaan mereka, mengapa keadaan mereka tetap semakin memburuk ?  Jawabannya, hendaklah ingat ...orang muttaqi yang juga muttaqi sejati dalam pandangan Allah Taala.'&lt;br /&gt; Hal ini menuntut berbagai banyak usaha. Oleh karena itu, orang yang berpikiran seperti itu perlu banyak ber-Ishtighfar, memohon ampun kepada Allah.  Janji Allah tak pernah meleset. Jika ada ketidak-sempurnaan, berarti ada kelemahan di dalam diri sendiri. Sifat Taqwa menuntut sikap shalih dalam taraf yang setinggi-tingginya. Jika sudah berusaha namun keadaannya bahkan bertambah buruk, banyak-banyaklah bertafakur dan memperbaiki diri.&lt;br /&gt; Berbuat curang – meskipun tidak kelihatan – dalam urusan bisnis ataupun pekerjaan adalah jauh dari jalan taqwa dan tidak meyakini pertolongan Tuhan.   Untuk mendapatkan karunia Allah, perlu memeriksa diri hingga ke hal-hal yang sekecil-kecilnya. Tak boleh dicemari sedikitpun dengan kedustaan ataupun niat buruk. Sebaliknya, harus benar-benar berdasarkan qauwlan sadidan,  yakni perkataan yang lurus.&lt;br /&gt; Qauwlan sadidan bukan hanya jujur, melainkan juga disertai dengan bukti yang nyata. Ditambah lagi dengan memenuhi kewajiban beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt; Di zaman sekarang ini banyak orang yang berharta dari usahanya yang dicampuri dengan tipu-menipu, yang tampak dari luar mereka itu baik-baik saja. Namun dalam pandangan Tuhan, harta mereka itu laksana api jahanam bagi mereka. Di dunia ini juga mereka terbakar dalam bentuk berbagai macam penderitaan penyakit, atau pun tuntutan hukum, dlsb; lalu di Akhirat nanti pun ada Api jahanam lainnya yang menunggu sebagaimana Allah Taala telah peringatkan.&lt;br /&gt; Maka harta jenis tersebut bukanlah untuk orang-orang mukminin. Sebab, manakala Allah Taala menyebutkan sesuatu rizqi yang thayyib bagi kaum mukminin, maksudnya adalah harta benda yang diberkati-Nya. Ini didasarkan kepada dambaan utama mukminin sejati adalah rizqi rohani yang mereka lebih utamakan di atas segalanya, sehingga inilah yang  membawa mereka kepada kehidupan yang tenteram lahir batin, baik di dunia ini maupun di Akhirat nanti. &lt;br /&gt; Pijakan tolok ukur orang duniawi sangat berbeda dengan orang mukmin. Mereka yang senantiasa mencari keridhaan Ilahi tidak akan mengejar ngejar duniawi, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ‌ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۗ وَٱللَّهُ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ۬&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ditampakkan indah bagi orang-orang ingkar kehidupan dunia ini dan mereka mencemoohkan orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang bertakwa berada di atas mereka pada Hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki orang-orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.’&lt;/span&gt; (Q.S. 2 / Al Baqarah : 213).&lt;br /&gt; Ayat ini mengkritisi sikap orang-orang kafirin yang menganggap harta benda duniawi adalah segalanya; sekaligus juga mengingatkan orang-orang yang materialistis, yakni yang suka memandang rendah orang lain karena dilihat dari segi harta kekayaannya.  Padahal hendaknya diingat, pada Hari Kebangkitan itulah segalanya akan ditampakkan nyata siapa yang benar-benar telah memperoleh falah-Ilahi.  Ayat ini pun mengingatkan, hanya menerima kebenaran saja tidaklah cukup; melainkan perlu menjadi muttaqi sejati, yakni sungguh-sungguh takut kepada Allah. Itulah yang diinginkan Allah dari orang-orang mukmin.&lt;br /&gt; Kondisi umum dunia Islam sekarang ini pun demikian, yakni meskipun janji Ilahi menyatakan bahwa Allah Taala akan memberikan keunggulan kepada kaum mukminin manakala mereka bertikai, namun keadaan kaum Muslimin sekarang ini demikian buruk. Hal ini jelas menujukkan adanya kelemahan dalam ketaqwaan mereka. Jika tidak, tentunya janji Allah sangat tepat, dan sangat diluar dugaan manusia. Dan Allah pun menyatakan, ...wawllahu yarzuqu mayyasa'u bighairil-hisab, ...Allah memberi rezeki orang-orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.&lt;br /&gt; Di zaman kehidupan kaum Awwalin, betapa Allah  memberi rezeki tanpa perhitungan ini dapat dilihat dengan jelas. Selama sikap hidup taqwa dijalankan, maka syariat Islam pun berjalan dengan sendirinya.&lt;br /&gt; Sekarang ini, dari segi harta, meskipun beberapa negara Islam memiliki kekayaan minyak bumi, namun mereka masih memakai perangkat perekonomian yang tunduk kepada Barat. Muslimin sekarang ini tidak membawa banyak faedah kepada Muslim lainnya. Contohnya, jika ada suatu negara Muslim ingin membantu sesama negara Muslim lainnya, mereka selalu melihat dulu kepada negara-negara Barat.&lt;br /&gt; Kejayaan dunia Muslimin masa lampau disebabkan iman mereka yang teguh, sekarang ini telah berubah menjadi peminta-minta ke negara Barat. Jelas, hal ini menunjukkan adanya kekurang-taqwaan. Ini dikarenakan pihak-pihak yang menjadikan para pemimpin duniawi itu membuat mereka tunduk sedemikian rupa kepada keinginan mereka; bertentangan dengan firman Allah Taala ini:&lt;br /&gt;وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan Allah berkuasa penuh atas keputusan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&lt;/span&gt;’ (Q.S. 12 / Yusuf : 22).&lt;br /&gt; Sesungguhnya Kuasa dan Keputusan Akhir Allah Taala dan kemenangan para rasul-Nya serta nasib dunia, terkait dengan agama Islam.&lt;br /&gt; Mengapa demikian ? Jawabannya adalah dikarenakan para Sahabah Rasulullah Saw meskipun mereka telah memperoleh berbagai rizqi rohani dan duniawi, mereka tetap berjalan di atas jalan ketaqwaan, maka kemudian mereka pun mewarisi dunia. Mereka mendahulukan kepentingan agama di atas urusan dunia; mengorbankan jiwa raga, harta, waktu dan kehormatan untuk kepentingan agama Islam. Ketika tingkat penganiayaan memuncak, mereka pun berhijrah; kemudian mereka kembali sebagai pemenang.  &lt;br /&gt; Al Qur’an Karim menyatakan:&lt;br /&gt;قُلۡ يَـٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡ‌ۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٌ۬‌ۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٲسِعَةٌ‌ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٍ۬&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakanlah, “Hai, hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-mu. Bagi orang-orang yang mengerjakan kebaikan di dunia ini mereka mendapat ganjaran yang baik. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya, akan dicukupkan ganjaran orang-orang yang sabar tanpa perhitungan.’&lt;/span&gt; (Q.S. 39 / Al Zumar : 11).&lt;br /&gt; Ketika itu, berbagai bentuk penganiayaan di Makkah sudah sangat mengerikan, maka mereka pun berhijrah ke Madinah. Dan sebagaimana disebutkan oleh ayat tersebut, Allah Taala menjadikan bumi ini luas bagi orang-orang yang bertaqwa serta beramal shalih. Allah Taala memberi ganjaran pahala atas setiap penganiayaan yang mereka derita, sebagaimana terjadi pada masa-masa pertama kedatangan Islam. Allah Taala memberikan teritorial yang sangat luas kepada mereka yang beristiqamah. Ini berkat ketaqwaan dan keitaatan mereka kepada berbagai perintah Allah.&lt;br /&gt; Akan tetapi kini, meskipun mereka sudah mempunyai pemerintahan sendiri, kaum Muslimin tunduk kepada pihak lain.&lt;br /&gt; Namun, sebagaimana kaum Awwalin memperoleh buah sebagai hasil ketaqwaan dan istiqamah mereka, maka sudah menjadi kehendak Allah pula, setelah mengalami masa kegelapan yang panjang, kaum Muslimin akan mendapatkan kembali berbagai buah tersebut, yakni semakin mendekatnya kemenangan Islam melalui pecinta dan abdi Rasulullah Saw yang sejati.&lt;br /&gt; Situasi dan kondisi sebagaimana dialami oleh kaum Awwalin itu dihadapi pula oleh kaum Akhirin.; dunia seolah menjadi sempit bagi mereka. Namun, Allah Taala justru  meluaskannya. Inilah sebabnya mengapa Rasulullah Saw mewanti-wanti dan menasehati kaum Muslimin agar jangan menjadi kaum penentang Imam Mahdi / Al Masih Yang Dijanjikan; melainkan justru harus menjumpai beliau, dan sampaikanlah salamku kepadanya. &lt;br /&gt; Sekarang ini, setiap orang menjadi saksi atas kebenaran ini, betapa di Pakistan bumi telah disempitkan bagi Jamaat. Namun lihatlah justru kini Jamaat telah dapat berdiri di 195 negara. Berbagai kerugian yang tampak diderita oleh para anggota tidak dapat menghalangi kemajuan Jamaat secara keseluruhan. Sebagaimana terjadi di masa kaum Awwalin, pengorbanan para syuhada justru membukakan berbagai pintu kemajuan; begitulah di akhir zaman ini, berbagai pengorbanan kaum Ahmadi justru menjadi sumber kemajuan bagi Islam Ahmadiyah.&lt;br /&gt; Kini, syiar tabligh kita telah mampu menjangkau seluruh pelosok dunia berkat adanya MTA. Saat suara Shalawat badar kepada Hadhrat Muhammad Rasulullah Saw dikumandangkan di dalam siaran MTA, seketika itu juga dihembuskan ke wilayah udara berbagai tempat jika tiada seorang pun yang bershalawat di daerah tersebut.  Tak ada satu pun stasiun TV lainnya yang berani menggaransi bahwa siaran acara mereka dapat menjangkau 195 negara, sebagaimana MTA.&lt;br /&gt; Siaran MTA senantiasa ditonton, baik mereka itu kemudian menghujah maupun yang menyatakan terimakasihnya disebabkan telah memperoleh berbagai ilmu yang berfaedah.&lt;br /&gt; Hal ini sungguh membuktikan kebenaran Jamaat Ilahi ini sebagaimana difirmankan Allah Taala, yakni, manakala para penentang membuat bumi ini menjadi sempit, namun Allah Taala justru meluaskan kesempatan untuk maju di seluruh dunia dalam berbagai bentuk. Inilah taqdir Ilahi yang dikehendaki atas Jamaat ini, sesuai dengan nubuatan Rasulullah Saw, bahwa kemenangan Islam kembali terkait dengan kedatangan Imam Mahdi dan Al Masih yang sejati.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala memudahkan kita untuk memahami konsekwensi tanggung jawab pada tingkat diri pribadi; dan semoga pula dimudahkan untuk tetap berjalan di atas jalan ketaqwaan serta senantiasa berusaha untuk memenuhi tujuan utama diutusnya Hadhrat Imam Mahdi a.s., sehingga kita pun memperoleh ganjaran yarzuqu mayyasa'u bighairil-hisab, yakni limpahan rizqi-Nya yan tanpa perhitungan. Amin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA031610&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-7125316889496481948?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/7125316889496481948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=7125316889496481948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/7125316889496481948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/7125316889496481948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2010/03/mereka-yang-bersabar-memperoleh.html' title='Mereka yang Bersabar &amp; Istiqamah Memperoleh Ganjaran Pahala-Nya Tanpa Perhitungan'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-8643398073120954642</id><published>2009-12-09T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T01:48:52.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4 Desember 2009'/><title type='text'>Sifat Al-Nur (Pemberi  Sinar Petunjuk) Allah Swt</title><content type='html'>Ayat 258 Surah Al Baqarah menerangkan sifat Al Nur Allah Swt sebagai berikut:&lt;br /&gt;اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ‌ ؕ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰٓــُٔهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ‌‌ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ&lt;br /&gt;yang terjemahannya, ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Allah itu Sahabat orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Sedangkan orang-orang kafir, sahabat mereka itu adalah orang-orang sesat yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni Api, mereka tinggal lama di dalamnya.’ &lt;/span&gt;(2:258)&lt;br /&gt; Menurut Kamus Bahasa Arab, al-Nur adalah salah satu sifat Allah, yang berkat keberadaan-Nya, keadaan manusia yang sebelumnya  'buta' dapat menjadi melihat; dan mereka yang tadinya sesat menjadi memperoleh petunjuk hidayah berkat karunia-Nya. Dan berkat keberadaan-Nya itulah segala sesuatu menjadi ada. Wujud-Nya berada disebabkan diri-Nya sendiri; lalu membuat segala sesuatu menjadi bukti akan keberadaan-Nya.&lt;br /&gt;Pula mengenai Tuhan ini di penggalan ayat 36  Surah Al Nur,&lt;br /&gt;اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah adalah Nur seluruh langit dan bumi..&lt;/span&gt;…’; yakni, hanya Allah-lah yang mampu memberikan nur cahaya  kepada segala makhluk yang berada di langit maupun di bumi. Nur Ilahi adalah cahaya yang memudahkan segala sesuatu dapat menyebar-luas dan menjadi tampak satu sama lain. Nur Ilahi meliputi dunia maupun Akhirat. Namun Nur Ilahi bagi dunia mengandung dua hikmah. Salah satunya adalah hanya dapat dikenali melalui perenungan yang mendalam, atau berkat adanya petunjuk Ilahi.&lt;br /&gt;Untuk lebih memperjelas arti yang disebutkan oleh Kamus Bahasa Arab, merujuk kepada beberapa ayat Al Quran ini:&lt;br /&gt;اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِىْ بِهٖ فِىْ النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِىْ الظُّلُمٰتِ لَـيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا&lt;br /&gt;yang artinya, '...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu Nur dari Allah dan Kitab yang nyata.' &lt;/span&gt;(5:16), dan juga, ‘…..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.lalu Kami hidupkan dia dan Kami jadikan nur baginya ia berjalan dengan nur itu, di antara manusia, seperti keadaannya orang-orang yang berada di dalam gelap gulita, tak dapat keluar darinya...’&lt;/span&gt; (6:123).&lt;br /&gt; Lebih lanjut bacaan ayat 36  Surah Al Nur tersebut selengkapnya sebagai berikut,&lt;br /&gt;اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ‌ؕ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌ‌ؕ الْمِصْبَاحُ فِىْ زُجَاجَةٍ‌ؕ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّـكَادُ زَيْتُهَا يُضِىْٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ‌ؕ نُّوْرٌ عَلٰى نُوْرٍ‌ؕ يَهْدِىْ اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَآءُ‌ؕ وَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ‌ؕ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيْمٌۙ&lt;br /&gt;yang terjemahannya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Allah adalah Nur seluruh langit dan bumi. Perumpamaan nur-Nya adalah seperti sebuah relung yang di dalamnya ada suatu pelita. Pelita itu ada di dalam suatu semprong kaca. Semprong kaca itu seperti bintang yang gemerlapan. Pelita itu dinyalakan dengan minyak dari sebatang pohon kayu yang diberkati - ialah pohon zaitun – yang bukan dari Timur maupun dari Barat, yang minyaknya hampir-hampir bercahaya walaupun api tidak menyentuhnya. Nur ala nur ! Allah memberi bimbingan menuju nur-Nya kepada siapa yang Dia dikehendaki. Dan Allah memberikan perumpamaan untuk manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.'&lt;/span&gt; (24:36).&lt;br /&gt;Setengah orang boleh jadi berpikir, 'nur' yang dimaksudkan ayat tersebut hanya merujuk kepada diri Rasulullah Saw saja.&lt;br /&gt; Tak diragukan lagi, Nur Ilahi tampak dominan di dalam segala sesuatu. Hikmah pertama yang dinyatakan oleh ayat tersebut adalah, karena Nur Ilahi meliputi seluruh langit dan bumi, maka segala sesuatu pun memperoleh berkat dari keberadaan cahaya-Nya. Senyatanya, manusia hanya dapat memperoleh sinar petunjuk dari nur cahaya-Nya itu. Dia memberikan nur petunjuk hidayah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt; Apakah yang dimaksud dengan Allah itu adalah Nur ?  Ialah, dikarenakan Dia itulah yang menciptakan seluruh langit dan bumi, dan hanya Dia-lah yang mampu memberikan  sinar-Nya, baik untuk faedah jasmani maupun rohani. Hal ini sebagaimana difirmankan di dalam Al Qur’an Karim:&lt;br /&gt;اَللّٰهُ الَّذِىْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah-lah yang menciptakan seluruh langit dan bumi…’ &lt;/span&gt;(14:33).&lt;br /&gt; Nur hidayah yang sejati adalah Allah Swt yang dapat dikenali keberadaannya di dalam segala sesuatu oleh insan-insan yang dikaruniai kedalaman pandangan. Oleh karena itu, mereka yang dimahrumkan dari kemampuan pandangan rohani tak dapat melihat-Nya.&lt;br /&gt; Orang mukmin sejati teguh dalam keimanan mereka, bahwa alam semesta ciptaan Allah ini terdiri dari dua macam, ialah alam jasmani dan alam rohani. Untuk dapat memahami alam rohani ini, Allah Taala mengutus hamba-hamba pilihan-Nya yang mampu menyebar-luaskan nur-Nya yang berasal dari langit ke seluruh dunia.&lt;br /&gt; Rasulullah Saw adalah sebagai perwujudan contoh yang terafdhol dalam hal ini; yang memiliki derajat nur pribadi yang tertinggi; yang akan berlangsung terus hingga Hari Kiamat. Hal ini telah ditetapkan sebagai pantulan Nur Ilahi. Beliau Saw telah menebarkan Nur-Ilahi tersebut sewaktu beliau hidup, dan terus berlangsung hingga hari ini.&lt;br /&gt; Di dalam ayat tersebut, yang dimaksud dengan nur yang dipancarkan oleh sebuah relung reflector pemantul cahaya yang ditempatkan di suatu ketinggian, adalah dada Rasulullah Saw. Di dalam relung reflector tersebut terdapat sebuah pelita, ialah Wahyu Ilahi. Reflector dan pelita tersebut berada di dalam sebuah bola kaca kristal (semprong kaca), ialah qalbu Rasulullah Saw, yang bersih mengkilap tak bernoda sedikitpun. Bola kaca kristal yang bersinar gemerlapan bagai sebuah bintang ini adalah nur pribadi Rasulullah Saw yang menerobos ke luar dari dada beliau. Pelita tersebut dinyalakan oleh minyak dari sebatang pohon zaitun yang diberkati, ialah personifikasi dari wujud jasmani Rasulullah Saw, yang  keberkatannya akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat dikarenakan beliau dinyatakan Allah sebagai insan paripurna, tak akan ada yang mampu menyamainya hingga Yaumil Akhir. Sedangkan yang dimaksud dengan nur tersebut tidak Timur tak pula Barat adalah menekankan ajaran syariat Islam yang tidak memihak kepada Blok manapun. Tidak condong kepada ajaran Komunisme, tidak kepada Sosialisme, dan tidak juga Kapitalisme, melainkan senantiasa mengambil jalan tengah dan bertujuan utama untuk menegakkan Hak-hak Azasi Manusia dan Perdamaian Dunia.&lt;br /&gt; Adapun tafsir 'minyaknya hampir-hampir bercahaya walaupun api tidak menyentuhnya, adalah kepribadian Rasulullah Saw yang bijak bestari dan akhlakul karimah yang mulia. Nur ala nur !  Yakni, ketika Allah Swt mengirimkan Nur hidayah wahyu-Nya kepada insan kamil tersebut, maka terjadilah nur di atas nur yang berpendar-pendar tak berujung, menyinari dunia alam rohani. &lt;br /&gt; Nur sinar petunjuk yang sejati hanya dapat diperoleh melalui Syariat yang telah Allah Taala kirimkan kepada Rasulullah Saw, yang sekaligus adalah contoh yang berberkat dalam pelaksanaannya. Di dalam ajaran syariat inilah terdapat nur yang mampu mendatangkan Nur Ilahi yang penuh berkat.&lt;br /&gt;  ‘Nur hidayah yang mulia derajatnya itu dikaruniakan kepada seorang wujud manusia yang paripurna. Tidak kepada para malaikat, tidak kepada bintang-bintang, bulan, matahari, lautan, maupun sungai. Tidak pula kepada intan berlian, ataupun zamrud permata. Pendek kata, keberkatan ini tidak dikaruniakan kepada benda-benda langit maupun bumi lainnya. Melainkan hanya kepada seorang wujud manusia sempurna yang kemuliaan akhlaknya menjadi contoh kita semua, dia-lah itu junjungan kita, Khataman-Nabiyyin, Penghulu dari semua yang hidup, Muhammad, hamba pilihan Tuhan, shalallahu alaihi was-salam. Nur Ilahi telah dikaruniakan kepada wujud paripurna ini; dan juga kelak – sesuai dengan tingkatan derajatnya – kepada mereka yang mempunyai sifat corak rohani yang serupa. .... Keluhuran akhlak ini terdapat di dalam maqom rohani yang sedemikian mulia; di dalam seorang wujud yang sempurna, junjungan dan pembimbing kita, Rasul yang termulia, muttaqi sejati, yang telah disaksikan kebenarannya oleh para muttaqin, ialah Muhammad, hamba yang terpilih, shalallahu alaihi was-salam.’ &lt;br /&gt; Kemuliaan derajat rohaniah nur yang dikaruniakan kepada Rasulullah Saw adalah berasal dari Nur Ilahi, yang kemudian beliau estafetkan kepada para Sahabah sambil menegakkan sikap akhlak fadillah di antara mereka sedemikian rupanya sehingga mereka pun bergemerlapan laksana bintang-bintang di langit. Para Sahabah ambil bagian dalam keberkatan Nur Ilahi tersebut sehingga mereka pun memperoleh derajat predikat mulia sebagai radhiaAllahu anhu, yakni, Allah Taala telah meridhoi mereka.&lt;br /&gt; Para Sahabah demikian lekatnya dengan Rasulullah Saw, sehingga nur beliau pun tersalurkan kepada mereka berkat keitaatan sempurna mereka, dan tak ada sesuatu hal lainnya dalam qalbu mereka selain mendambakan ridha Allah Taala saja.&lt;br /&gt; Sebuah Hadith meriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda: ‘Para Sahabatku yang sejati mendapatkan Allah Taala karena dambaan yang ada di dalam qalbu mereka hanyalah Allah Swt saja.’&lt;br /&gt; Allah Taala tidak dan tidak akan pernah mengakhiri limpahan karunia nur-Nya ini. Melainkan justru nur berberkat yang Rasulullah Saw berhasil mendapatkannya dari Allah Taala ini merupakan sumber mata air rohani yang akan terus berlanjut sebagaimana Syariat Islam yang tidak akan pernah berakhir hingga Yaumil Akhir. Untuk maksud itulah, untuk periode akhir zaman ini melalui seorang hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw, Allah Swt mengutus Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dengan nur cahaya rohani yang juga turun dari langit.&lt;br /&gt; Orang yang berjamaah dengan suatu kaum yang khas Allah Taala jadikan, maka niscaya Allah pun akan menerangi qalbu mereka meskipun asalnya pelita keimanan atau bola kaca kristal mereka itu hanya kecil saja. Ini dikarenakan mereka yang berjamaah itu dimudahkan untuk dapat ikut menyebarkan nur Ilahi. Manakala nur cahaya Ilahi yang sejati datang dan memberkati mukminin, maka keberkatannya menjalar kepada yang lain. Untuk memaksimalkan peluang kita untuk dapat berperan serta dalam karunia besar ini, berusahalah untuk mempraktekkan contoh berberkat insan-insan kamil yang telah dikasihi Allah dalam bentuk keitaatan yang sempurna kepada mereka. Sungguh inilah yang telah difirmankan-Nya,&lt;br /&gt;قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِىْ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakanlah, ‘Jika kamu memang mencintai Allah, ikutilah aku: maka Allah pun akan mencintaimu…’&lt;/span&gt; (3:32).&lt;br /&gt; Inilah kecintaan yang diperlihatkan para Sahabah kepada Rasulullah Saw; dan bentuk kecintaan seperti ini pulalah yang Hadhrat Masih Mau'ud a.s. miliki bagi Rasulullah Saw, pada periode akhir zaman ini sehingga Allah Taala memberikan kehormatan kepada beliau untuk sekali lagi menyebarkan nur cahaya-Nya ke seluruh dunia. Maka mereka yang mengaku mencintai Allah dan Rasulullah Saw wajiblah mereka itu untuk mengikuti petunjuk Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah Saw. Berkat tali perhubungan yang khas inilah Jamaat kita terkait dengan Khilafat yang senantiasa diberkati oleh nur cahaya Ilahi yang derajat termulianya telah diberikan kepada Rasulullah Saw, yang untuk akhir zaman sekarang ini berhasil dihidupkan kembali oleh seorang hamba dan pecinta beliau Saw yang sejati. .&lt;br /&gt; Kedamaian Dunia terkait dengan penerimaan kebenaran yang menggenapi nubuatan Rasulullah Saw, bahwa hal ini untuk menyeru seluruh dunia kepada cinta sesama, memupuk tali persaudaraan yang hakiki, dan kedamaian yang abadi; menegakkan hak-hak Allah sekaligus menyinari dunia dengan nur cahaya petunjuk-Nya sehingga menjadi sumber Perdamaian Dunia. Di zaman Imam Mahdi ini berbagai peperangan  [atas nama agama] akan diakhiri. Berdasarkan hal inilah keberadaan Khilafat ala min hajjin nubuwwah akan terus berlangsung.&lt;br /&gt; Terdapat  tiga hal pokok yang diperlukan untuk menyebar-luaskan nur cahaya petunjuk hidayah Ilahi, ialah, Wahyu Ilahi itu sendiri, Kenabian, dan Khilafat. Selama kaum Mukminin sejati menjaga keteguhan iman mereka dan tetap beramal shalih, maka kemajuan nur cahaya petunjuk Ilahi ini pun akan terus berlangsung.&lt;br /&gt; Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa menerima berkat nur Allah Taala ini, dan tidak akan pernah dimahrumkan daripadanya.&lt;br /&gt; Andaikan kaum Muslimin sesama saudara kita lainnya mau menyadari kenyataan ini, maka pihak lain pun tidak akan berani menciptakan berbagai masalah dan menentang Islam. Ini dikarenakan ada kekuatan di dalam persatuan, yang untuk itulah Hadhrat Imam Mahdi a.s. diutus,&lt;br /&gt; o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA /LA, 12/08/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-8643398073120954642?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/8643398073120954642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=8643398073120954642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8643398073120954642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8643398073120954642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/12/sifat-al-nur-pemberi-sinar-petunjuk.html' title='Sifat Al-Nur (Pemberi  Sinar Petunjuk) Allah Swt'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-3263746628692691355</id><published>2009-12-01T16:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T16:51:47.688-08:00</updated><title type='text'>Sifat Al Wali-V (Sahabat, Penolong) Allah Swt</title><content type='html'>Berdasarkan keterangan beberapa ayat Al Quran; yakni betapa Allah Swt mewujudkan sifat Sahabat dan Maula (Pelindung) bagi hamba-Nya; maka begitupun sebaliknya manusia seharusnya menjadi wali atau sahabat Allah yang sejati. Sudah barang tentu, derajat tertinggi sebagai Waliullah ini dikaruniakan kepada Rasulullah Saw, sebagaimana firman Allah ini,&lt;br /&gt;نَحْنُ اَوْلِيٰٓـؤُکُمْ فِىْ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِىْ الْاٰخِرَةِۚ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِىْۤ اَنْفُسُكُمْ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَؕ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami adalah Sahabat Penolong-mu dalam kehidupan dunia dan Akhirat. Dan bagi kamu di dalamnya apa yang didambakan oleh rohanimu dan juga segala apa yang kamu minta.’ &lt;/span&gt;(Surah 41/Ha Mim Sajdah, ayat 32).&lt;br /&gt; Insan yang paling dikaruniai oleh pernyataan Allah Taala ini adalah Rasulullah Saw; orang yang paling dikasihi-Nya; wujud yang karenanya alam semesta ini diciptakan; dan yang oleh karenanya Allah Taala mewujudkan sifat Al Wali-Nya sejak beliau lahir hingga ke liang lahat. Allah Taala memberikan jaminan kepada beliau sebagai berikut:&lt;br /&gt;وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan Allah akan melindungi engkau dari manusia…’&lt;/span&gt; (S.AlMaidah:68); yakni Allah Taala melindungi Rasulullah Saw dari segala macam ancaman marabahaya.&lt;br /&gt; Ketika bersembunyi dalam sebuah goa kecil dalam perjalanan Hijrah dari Mekkah ke Madinah, Rasulullah Saw meyakinkan  Hadhrat Abu Bakar r.a. dengan ucapan:&lt;br /&gt;لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا‌ۚ&lt;br /&gt;‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Janganlah engkau bersedih, karena sesungguhnya Allah beserta kita…&lt;/span&gt;’(S.At Taubah:40).&lt;br /&gt; Disebabkan kekuatan daya quwwat qudsiyyah Rasulullah Saw, perwujudan sifat Al Wali Allah Swt kepada kaum mukminin dapat terlihat juga di antara para sahabah beliau. &lt;br /&gt; Di antara salah seorang sahabah Rasulullah Saw, Hadhrat Zubair bin Abdullah bin Zubair meriwayatkan, bahwa ayahnya berfirasat bahwa dirinya akan syahid dalam suatu peperangan. Maka beliau pun berwasiat agar segera melunasi hutang-hutangnya dengan cara menjual harta benda miliknya. Beliapun memberikan beberapa perintah khusus lainnya. Ia menasehati anaknya itu, manakala ia menghadapai menghadapi masalah pembayaran hutang, berdoalah meminta bantuan Sang Maula (Pelindung) beliau. Maka Abdullah bin Zubair pun bertanya kepada ayahnya itu, siapakah Sang Maula beliau ?  Beliau menjawab: Dia-lah Allah !  Dikisahkan kemudian, setiap kali anaknya ini menghadapi kesulitan membayar hutang-hutangnya, ia pun berdoa: ‘Wahai Sang Maula Zubair, bantulah aku untuk melunasi hutang-hutangnya’. Ternyata kemudian, persoalannya itu dapat teratasi.&lt;br /&gt; Suatu hari, beberapa orang Sahabah Rasulullah Saw diminta oleh suatu suku yang licik untuk mengajari mereka tarbiyat pengetahuan agama. Namun kemudian mereka mensyahidkan semuanya. Salah seorang Sahabah tersebut adalah Ahsan bin Thabit r.a.. yang akan mereka penggal kepalanya untuk direndam di dalam alkohol kemudian diminum oleh seorang wanita kaum kufar tersebut disebabkan Ahsan bin Tsabit ini telah menewaskan dua orang anaknya pada Perang Uhud. Akan tetapi, sekawanan lebah penyengat menghalang-halangi niat buruk mereka untuk mendekati jenazah Ahsan yang sudah tergeletak di tanah. Mereka pun memutuskan akan kembali lagi di malam harinya. Namun kemudian hujan deras datang mengguyur hingga terjadi banjir bandang yang menhanyutkan jenazah Ahsan tersebut. Diriwayatkan, ini dikarenakan ketika baiat masuk Islam. ia berikrar bahwa dirinya tidak akan menjahili jenazah seorang pun kaum kufar; begitu pun sebaliknya, mereka tak akan menjahili jenazahnya manakala disyahidkan. Ketika Hadhrat Umar r.a. yang kemudian menjadi Khalifah dikabari peristiwa ini, beliau berujar: 'Allah Taala melindungi (al Wali) kaum mukminin’. Demikianlah betapa Allah Taala telah melindungi jenazah Ahsan bin Tsabit r.a..&lt;br /&gt; Suatu kali, Rasulullah Saw mengirimkan serombongan Sahabah dalam suatu tugas ekspedisi dengan hanya berbekal sekarung kurma; sehingga akhirnya setiap orang Sahabah itu hanya kebagian satu butir kurma, itupun hanya untuk diisap-isap supaya awet. Setelah tak ada lagi makanan, mereka pun merendam beberapa jenis dedaunan yang ditemui untuk kemudian dimakan. Sampai akhirnya, mereka menemukan seekor ikan besar di tepi pantai. Namun, dikarenakan sudah mati, mereka memutuskan tidak akan memakannya. Tetapi ketika mereka sadar, bahwa mereka tengah ditugaskan oleh Rasulullah Saw, dan sedang dalam keadaan terdesak, oleh karena itu mereka merubah keputusan, yakni akan memakannya. Ikan tersebut demikian besar hingga cukup untuk sebulan. Bahkan minyaknya pun dapat dimanfaatkan. Tak pelak, kiriman ransum ini adalah dari Allah Taala. Ketika sudah kembali di tempat, mereka melapor kepada Rasulullah Saw, yang menjawab, bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang benar.&lt;br /&gt; Demikianlah cara Allah Taala menolong para Sahabah Rasulullah Saw. Allah Taala menyatakan kepada mereka beriman sempurna kepada-Nya, yang yakin sepenuhnya dan bertaqwa sejati kepada-Nya, sebagai berikut,&lt;br /&gt;وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan, Dia akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka&lt;/span&gt;…’ (S.Ath Thalaq:4).  Allah Taala memenuhi berbagai macam janji-Nya kepada kaum mukminin di dunia ini dan memperkuat keimanan mereka, juga di akhirat nanti. Dan untuk memenuhi janji-Nya sebagai berikut,&lt;br /&gt;وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan begitu pula kepada kaum lain di antara mereka, yang belum pernah bertemu dengan mereka…’&lt;/span&gt; (S.Al Jumah:4), Allah Taala mengutus Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. lalu mengaruniai kaumnya dengan perwujudan sifat-Nya sebagai Al Wali bagi mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA12/01/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-3263746628692691355?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/3263746628692691355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=3263746628692691355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3263746628692691355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3263746628692691355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/12/sifat-al-wali-v-sahabat-penolong-allah.html' title='Sifat Al Wali-V (Sahabat, Penolong) Allah Swt'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-5047771759782243768</id><published>2009-11-10T15:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T15:49:54.196-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='6 November 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di Masjid Agung Baitul Futuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='London'/><title type='text'>Khairul Ummah</title><content type='html'>Dalam  Surah Al Imran:111, &lt;br /&gt;كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَكَانَ خَيۡaرً۬ا لَّهُم‌ۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَڪۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu adalah umat terbaik, yang dibangkitkan demi kebaikan umat manusia, kamu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan, dan beriman kepada Allah. Dan, sekiranya Ahlikitab beriman, niscaya akan lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang fasik.&lt;/span&gt;’ (3:111).&lt;br /&gt; Ayat ini mengingatkan kita tentang keutamaan dan tujuan menjadi seorang Muslim. Tak diragukan lagi, menjadi seorang Muslim sungguh patut disyukuri; yakni, beriman kepada Rasulullah Saw dan kepada Syariat yang terakhir lagi sempurna; sebagaimana yang Allah Taala telah nyatakan,&lt;br /&gt;إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Al Quran ini, dan sesungguhnya kami baginya adalah Pemelihara.’&lt;/span&gt; (15:10).&lt;br /&gt; Hingga hari ini, kita menyaksikan betapa janji Allah Taala telah menzahir dengan segala keagungannya. Hanya Islam-lah yang mendapatkan kemuliaan ini, yang akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat. Seorang mukmin sejati hendaknya mawas diri, cukupkah  hanya dengan merasa bangga akan pernyataan Ilahi ini; dan juga bila dikaitkan dengan peran seorang Muslim yang terkait dengan Syariat terakhir lagi sempurna ini. ?  &lt;br /&gt; Jika Allah Taala telah menyatakan kaum Muslimin sebagai ‘Khairul Ummah’, maka sebaliknya, pengkhidmatan apa yang telah mereka berikan terhadap amanat Ilahi ini. Allah Taala menginginkan dan oleh karena itu memerintahkan kepada kaum mukminin agar beramal shalih segera setelah pernyataan baiatnya.&lt;br /&gt; Dia pun menunjukkan beberapa konsekwensi tanggung jawab dari predikat tersebut. Bagian pertama ayat (3:111) ini menegaskan,  bahwa tanggung jawab ini, dan kaitannya dengan berbagai kewajiban sebagai ‘Khairul Ummah’. Tanggung jawab untuk memberikan pengkhidmatan ini tidak terkait kepada suatu bangsa tertentu (Arab}.&lt;br /&gt; Sejarah menyaksikan, pada awal abad pertama [Islam], kaum Muslimin dapat membuktikan kepada dunia sebagai ‘Khairul Ummah’, yang sejati. Yakni, mereka unggul di atas kaum agama lainnya; pemerintahannya berdasarkan keadilan yang sempurna, serta mampu menyebar-luaskan ilmu pengetahun ke seluruh penjuru dunia. Mereka menganjurkan amal shalih nahi munkar, demi untuk kebaikan umat manusia pada umumnya.&lt;br /&gt; Namun, lama kemudian, setengah kaum Muslimin yang sudah menjadi materialistis, dan niat tersembunyi datang mempengaruhi, meskipun adanya janji Ilahi untuk melindungi ajaran Al Qur’an, namun orang-orang ini menafi'kan kebaikan, sekaligus memberi pengaruh buruk kepada sebagian besar orang lainnya, yakni, menafi'kan semua hikmah kebaikan sebagai ‘Khairul Ummah’.&lt;br /&gt; Janji Allah Taala untuk menjaga Al Quran tidak hanya berupa memelihara berbagai peristiwa bersejarah di dalamnya, melainkan juga, adanya suatu janji tentang akan adanya suatu kaum yang sungguh-sungguh akan mempraktekkan ajaran Al Quran tersebut. Melalui nizam pelaksanaan ajaran Syariat oleh kaum akhirin itulah agama Islam dihidupkan kembali; missi pertablighannya disebarkan-luaskan ke seluruh pelosok dunia, sekaligus dengan pengkhidmatan kepada sesama umat manusia dalam skala yang besar. Untuk maksud inilah, sesuai dengan janji-Nya, Allah mengutus seorang hamba dan pecinta Rasulullah Saw yang sejati, yang telah berhasil membumikan kembali iman yang telah terbang jauh ke Bintang Tsuraya. Sehingga, julukan istimewa Khairul Ummah dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt; Kini, hanya Jamaat inilah yang mampu mempertahankan keistimewaan predikat ini. Memang ada pula berbagai jamaah Muslim lainnya yang beramal shalih dan tentu saja melarang keburukan. Namun, mereka itu tak dapat mencapai hasil yang baik sebelum bersatu di dalam satu genggaman Jamaah. Berbagai negara Muslim memiliki ulama dan pemimpinnya sendiri-sendiri, beserta akidah mereka masing-masing. Namun seberapa banyak di antara mereka yang bersatu-padu untuk pertablighan Islam ?  Siapakah kini yang memiliki waktu untuk menyebarkan keelokan ajaran Islam ke seluruh dunia ?&lt;br /&gt; Solusinya adalah sebagaimana Rasulullah Saw telah nubuatkan; yakni, manakala kondisi Islam telah menjadi saling silang, maka Allah Taala pun mengutus Imam Mahdi; ambillah baiatnya, meskipun kamu harus merangkak di atas padang salju. Temuilah dia, dan sampaikanlah salamku kepadanya.&lt;br /&gt; Hanya beliaulah yang diberi kemampuan untuk memenangkan Islam atas semua agama. Inilah yang hendaknya kaum ghair-Jamaat merenungkannya dalam-dalam; namun untuk menjujung tinggi predikat ‘Khairul Ummah ini memerlukan tanggung jawab yang besar. Dan Imam Mahdi ditugaskan Allah Taala untuk mempersatukan seluruh umat manusia dalam Islam.&lt;br /&gt; Tak akan ada lagi agama baru. Wujud Imam Zaman yang telah datang adalah seorang pecinta dan abdi Rasulullah Saw yang sejati. Beliau diutus Allah Taala sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hakaman Adalan&lt;/span&gt;; yang dikaruniai ilmu tafsir dan hikmah Al Qur’an yang paling tepat. Berbagai tafsir dan buah pikiran dari semua ahli fuqaha maupun para Mujaddid selama 13 Abad sebelum beliau, hanya dapat dibenarkan setelah mendapat verifikasi pengesahan dari beliau a.s.; Khatamul-Khulafa.&lt;br /&gt; Imam Mahdi memutuskan segala perkara hanya setelah mendapat perintah dari Allah Swt, oleh karena itu tak akan ada lagi kerancuan dalam hal ilmu fiqih, dlsb. Aqidah yang beliau ajarkan tiada lain adalah aqidah yang sama sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.  Nasib kehidupan seluruh umat Islam kini berada dalam genggaman tangan beliau. Kaum inilah ‘Khairul Ummah’ yang sesungguhnya karena telah berada di dalam jangkauan tangan beliau a.s..&lt;br /&gt; Maka untuk mencapai berbagai tujuannya yang lebih afdhol, perlu banyak pengorbanan, yang salah satu di antaranya adalah pengorbanan harta benda. Di dalam syariat Islam mensucikan harta benda sangat ditekankan, sebagaimana firman Allah Taala ini, &lt;br /&gt;ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّڪَوٰةَ وَأَمَرُواْ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَنَهَوۡاْ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ‌ۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ&lt;br /&gt;yang artinya, ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Orang-orang yang, jika Kami teguhkan mereka di bumi, mereka mendirikan shalat dan membayar zakat dan menyuruh berbuat kebaikan dan melarang keburukan. Dan kepada Allah kembali segala urusan.’ &lt;/span&gt;(22:42).&lt;br /&gt; Ayat Al Quran ini menyatakan, golongan orang-orang yang [mendirikan Salat, membayar pengorbanan harta benda dan menganjurkan amar ma'ruf nahi munkar] yang akan dimuliakan di bumi, diteguhkan dan dilindungi kerohaniannya.&lt;br /&gt; Jika ayat ini dibaca dengan rujukan ayat 24:56 atau yang disebut juga Ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Istikhlaf&lt;/span&gt;, maka kita menyadari bahwa Allah Taala telah menjanjikan akan menegakkan Khilafat bagi mereka yang beriman dan beramal shalih, namun di sini pun Allah Taala memfirmankan akan memuliakan dan meneguhkan jamaah yang mendirikan Salat dan membayar Zakat, menganjurkan amar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt; Keutamaan kaum ini adalah mereka menerima keberkatan bai’at dan Nizam Khilafat yang membuat mereka menjadi ‘Khairul Ummah’. Namun, ayat Al Quran tersebut juga menuntut syarat, ialah jika kaum ini benar-benar menyiapkan diri mereka untuk melaksanakan berbagai macam pengorbanan ini dengan segenap hati dan pikirannya, maka Allah Taala pun akan mengaruniai mereka dengan berbagai sumber daya dan kemampuan untuk itu. Inilah sunnah Ilahi yang telah terbukti kebenarannya dalam sejarah. Yakni, bila kaum Muslimin mengabaikan berbagai macam kewajiban mereka, maka mereka pun dimahrumkan dari keberkatan tersebut, sebagaimana dinyatakan oleh ayat Al Quran ini, &lt;br /&gt;إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُو اْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۗ&lt;br /&gt;‘… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka&lt;/span&gt;…’ (13:12). &lt;br /&gt; Dengan menyebut kaum Muslimin sebagai  ‘Khairul Ummah’, berarti ada suatu kewajiban bagi mereka untuk bekerja sama. Tidak semua orang memiliki ilmu agama yang mencukupi. Ada yang berilmu cukup namun terikat dengan profesi pekerjaannya sehingga tak memiliki waktu untuk memenuhi panggilan syiar agama. Cukup sulit untuk ikut terjun langsung menganjurkan amar ma'ruf dan menyampaikan tabligh Islam kepada orang lain. Demikianlah selalu kondisinya, terlebih lagi di zaman sekarang ini. Oleh karena itulah disediakan fasilitas pengorbanan harta benda untuk melaksanakan pekerjaan tabligh ini. Yakni, bagi mereka yang tak mungkin ikut terjun secara langsung, dapat memberikan pengorbanan harta mereka.  Inilah perencanaan yang ditetapkan di zaman kehidupan semua Rasul Allah, dan juga zaman Khilafat mereka sesudahnya. Di zaman Khilafat Rasyidah, banyak jenis dana pengorbanan harta dicanangkan, yang diikuti oleh umat pada waktu itu. Di zaman  Immam Mahdi pun, sunnah ini pun dijalankan. Sepeninggal beliau, pada tiap periode Khalifahnya, Jamaat ini senantiasa menunjukkan semangat pengorbanan harta benda mereka. Sunnah ini akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt; Para ahli ekonomi berpendapat, krisis ekonomi sekarang ini dapat menjadi penyebab timbulnya mala petaka 'angin puyuh raksasa' yang menakutkan. Namun, bagi golongan ‘Khairul Ummah’ justru mampu memperlihatkan pengorbanan harta benda mereka. Allah Ar Rahman senantasa melindungi kita dengan sifat Rahimiyyat-Nya. Selama kita terus menerus meningkatkan derajat ketakwaan kita,  maka kita pun tetap menjadi ‘Khairul Ummah’.  Orang mukmin sederhana yang ikut berkorban dengan jumlah ala kadarnya sesuai dengan kemampuannya, dan anak-anak mereka yang ikut melatih diri dengan pembayaran yang hanya beberapa ratus rupiah saja, tetap akan dimasukkan ke dalam gerakan pengorbanan yang berberkat ini.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala senantiasa menjaga api semangat pengorbanan kita dan juga bagi generasi yang akan datang. Semoga pula kita senantiasa menjadi pewaris berbagai rahmat dan karunia-Nya. Amin !&lt;br /&gt; o o  O o o&lt;br /&gt;modifyedByMMA / JamaatLAWest, 11/10/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-5047771759782243768?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/5047771759782243768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=5047771759782243768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5047771759782243768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5047771759782243768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/11/khairul-ummah.html' title='Khairul Ummah'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-7401638928190315483</id><published>2009-10-22T03:30:00.000-07:00</published><updated>2010-01-05T19:02:22.807-08:00</updated><title type='text'>Di Balik Bencana Alam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanda dari langit:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”&lt;/span&gt; [Ali Imran:190] &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Tuhan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, lalu penduduknya mendustakan nabi itu, melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……, maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat”Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;[Al Araaf: 94-96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat yang diderita oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka sendiri dan telah mengolah bumi/tanah serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri”. &lt;/span&gt;[Ar Ruum:9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.” &lt;/span&gt;  [Ar Ruum:10]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya"&lt;/span&gt;[Al Israa:16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari bangsa terdahulu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya kalau kamu tidak menyembah Allah, aku takut kamu akan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ditimpa azab yang besar&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan Kami telah mengutus kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hud herkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apakah kamu tidak percaya dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu . Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu." Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama berhala yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah azab itu, sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, yang karenanya kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?." Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika betul kamu termasuk orang-orang yang diutus Allah." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di dunia ini sebelummu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan Kami telah mengutus kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami." Berkata Syu'aib: "Dan apakah  kamu akan mengusir kami, kendatipun kami tidak menyukainya?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka," &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"yaitu orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi." &lt;/span&gt; [Al Araaf:59-94]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-7401638928190315483?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/7401638928190315483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=7401638928190315483' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/7401638928190315483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/7401638928190315483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/10/di-balik-bencana-alam.html' title='Di Balik Bencana Alam'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-2070448751179533439</id><published>2009-09-17T18:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T19:02:32.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khutbah Ramadhan - 1430H'/><title type='text'>“Hikmah Nuzulul Quran”</title><content type='html'>Dalam Surah Al Baqarah: 186,  sebagai bagian awal dari Khutbah Jumah :&lt;br /&gt; Terjamahan ayat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ فَمَن شَہِدَ مِنكُمُ ٱلشَّہۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ‌ۖ وَمَن ڪَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ۬ فَعِدَّةٌ۬ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ‌ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِڪُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِڪُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُڪۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُڪَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَٮٰكُمۡ وَلَعَلَّڪُمۡ تَشۡكُرُونَ&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Bulan Ramadan ialah bulan yang di dalamnya Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan Furqan. Maka, barangsiapa di antaramu hadir di bulan ini hendaklah ia berpuasa di dalamnya. Tetapi barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah berpuasa sebanyak bilangan itu pada hari-hari lain. Allah menghendaki keringanan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan Dia menghendaki supaya kamu menyempurnakan bilangan itu dan supaya kamu mengagungkan Allah, karena Dia memberi petunjuk kepadamu dan supaya kamu bersyukur.’ (2:186).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bulan suci Ramadan terkait dengan Al Qur’an Karim, yang Allah Taala nyatakan di dalam ayat ini, yakni keutamaan berpuasa di bulan suci Ramadan juga sehubungan dengan diwahyukannya Kitabullah yang agung, yang berisikan ajaran Syariah yang sempurna,  Ayat ini pun mengisyaratkan, hanya sekedar berlapar-lapar puasa dan beribadah di bulan Ramadan tidaklah cukup. Perlu diperhatikan pula untuk membaca Al Qur’an.&lt;br /&gt; Pada bulan Ramadan terakhir di akhir hayat Rasulullah Saw, Malaikat Jibril mewahyukan Al Qur’an seutuhnya 2 (dua) kali kepada beliau. Oleh karena itu, untuk mengikuti Sunnah ini, kita pun berusaha untuk  membaca Al Qur’an khatam 2 (dua) kali di bulan Ramadan. Jika dua kali khatam tidak memungkinkan, usahakanlah sekurang-kurangnya satu kali, sisanya upayakan dengan cara mendengar atau mengikuti Dars atau ketika salat Taraweh. Sedangkan mereka yang sibuk bekerja sambil berkendara, dengarkanlah kasetnya. Pendek kata, uasahakanlah berbagai cara untuk dapat membaca dan mendengar tilawat Al Qur’an sebanyak mungkin. &lt;br /&gt; Disamping itu, pelajari pula rincian berbagai perintahnya untuk kemudian dilaksanakan selama sisa waktu setahun pasca-Ramadan, dengan meningkatkan standard kwalitasnya secara bertahap. Hanya dengan cara inilah berarti kita sungguh-sungguh memuliakan keutamaan bulan suci Ramadan.&lt;br /&gt; Hanya sekedar mendengar berbagai khutbah dan nasehat kemudian bertaqwa dan beramal shalih sebagaimana biasanya, jika tanpa disertai pemahamannya yang benar, adalah satu perkara yang lain. Yakni, tidak memperbaiki akhlak dirinya dengan apa-apa yang didapatkannya. Padahal, Allah Taala mengingatkan, orang mukmin sejati adalah: ‘Orang-orang yang kepada mereka Kami berikan Alkitab dan mereka membacanya dan menjalankannya sebagaimana mestinya (follow it as it ought to be followed)…’(2:122)&lt;br /&gt; Al Qur’an hendaknya dibaca sambil direnungkan maknanya kata demi kata dengan dawam dan diupayakan untuk mempraktekkan berbagai perintahnya alih-alih hanya ketika diperlukan. Sehingga tidak dikategorikan sebagai barang sesuatu yang ditinggalkan&lt;br /&gt; Ayat 186, Surah Al Baqarah tersebut mengingatkan kita, Al Qur’an diturunkan sebagai al-huda, yakni, sumber petunjuk, dan al-furqan, yakni, pembeda. Namun, jika tidak dibaca dan dibahas dengan seksama, maka petunjuk pun tidak didapatkan. Juga  'pembeda' antara yang haq dan yang batil tidak dapat difahami. Maka, untuk memuliakan kewajiban berpuasa dengan sebenar-benarnya, setiap mukminin hendaknya membaca Al Qur’an dengan sebenar-benarnya. Berdoa kepada Allah dan berjanji akan membaca Kitabullah berisi ajaran  Syariah yang sempurna ini di bulan Ramadan dengan dawam; serta bertekad, setelah Ramadan pun akan meneruskannya serta menjalankan berbagai perintahnya dengan sebaik-baiknya. Dengan cara inilah kita akan memperoleh qurb-Ilahi dan menjadi sebab diterimanya amal ibadah puasa kita.&lt;br /&gt; Barang siapa yang memuliakan ilmu Al Qur’an akan memperoleh kemuliaan di langit. Najat, keselamatan yang sejati bukanlah sesuatu yang akan diberikan nanti setelah mati, melainkan terihat sinarnya pada kehidupan ini juga.&lt;br /&gt; Adalah suatu karunia keberuntungan kita telah bergabung ke dalam suatu Jamaah  yang telah berjanji akan berusaha menjalankan ajaran Syariah, dengan mengikuti contoh sunnah Rasulullah Saw, Khataman Nabiyyin (Penghulu segala Nabi). Sementara mereka yang lain tidak mendapatkan hal ini. Karunia kemuliaan inilah yang membedakan kita dengan orang lain; yang membuat kita berusaha untuk sungguh-sungguh memahami ajaran Al Qur’an, menanamkan sikap untuk memuliakannya di dalam qalbu, lalu membuat setiap ucapan dan amal kita merupakan cerminan dari berbagai perintahnya. Jika tidak demikian, maka itulah yang dimaksud dengan 'sesuatu barang yang ditinggalkan'.&lt;br /&gt; Ayat di dalam  Surah Al Furqan ini, hendaknya diingat secara serius oleh setiap Ahmadi,&lt;br /&gt;وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِى ٱتَّخَذُواْ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورً۬ا&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan berkata Rasul itu, ‘Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur’an ini sebagai sesuatu yang ditinggalkan.’(25: 31).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala memudahkan kita semua untuk menegakkan kerajaan Qur’ani di muka bumi ini dengan cara berusaha melaksanakan pola hidup yang sesuai dengannya. Hanya dengan cara mempraktekkan semua perintahnya itulah yang akan menyelamatkan kita dari memperlakukan Kitabullah agung ini sebagai 'sesuatu yang ditinggalkan'.&lt;br /&gt; Al Qur’an adalah sumber keselamatan hidup.&lt;br /&gt; Sedangkan di antara mereka yang tidak mengindahkannya ialah mereka yang tidak meng-imaninya. Namun, sungguh malang bila mereka yang beriman [kepada Kitabulllah ini] tetapi juga tidak mengindahkannya. Bahkan ada juga yang tidak pernah membacanya. Perumpamaan keadaan mereka ibarat orang yang mengetahui ada sumber mata air pegunungan yang bening, murni, nikmat dan menyegarkan di dekatnya, namun mereka tidak berusaha menghampirinya untuk memanfaatkannya; malah membiarkan diri mereka kehausan. Inilah keadaan yang sungguh jahil. Muslimin sejati hendaknya benar-benar memuliakan 'sumber mata air' ini sebagai karunia Allah yang besar dengan cara mempraktekkan ajarannya. Maka niscaya mereka pun akan menyaksikan betapa Allah Taala membantu menyelesaikan segala macam persoalan mereka.&lt;br /&gt; Adalah tanggung jawab kita  untuk melaksanakan ajaran Al Qur’an bertambah-tambah sehubungan dengan peringatan  mengenai nasib kaum Muslimin tersebut. Kita harus lekat mempraktekkan berbagai ajaran Al Quran sedemikian rupa hingga dapat membungkam pihak non-Muslim yang bersikap melecehkan disebabkan ulah sebagian kecil kaum Muslimin sendiri yang sudah tidak sesuai. Praktek kehidupan kita hendaknya dapat membuat mereka merubah pikiran. Senyatanya, banyak orang-orang  yang mengadakan berbagai presentasi [tentang Islam] di berbagai seminar dlsb, berhasil sedemikian rupa, sehingga mereka orang-orang non-Muslim itupun berkomentar, belum pernah mendengar berbagai aspek tentang Islam yang begitu elok sebelumnya.&lt;br /&gt; Jika kita telah dapat mempraktekkan berbagai perintah Al Quran sebagai bagian hidup kita sehari-hari, maka hasilnya bukan hanya sekedar pernyataan retorik dimulut atau dibahas secara akademis belaka, melainkan akan terlihat suatu contoh amalan yang baik; kita perlu menyampaikan kepada dunia Muslim seumumnya. Jika mereka ingin berbeda dengan kita, silakan saja. Namun, hendaknya jangan mencemarkan Islam dengan mengatas namakan Islam. Renungkanlah berbagai ajaran Al Qur’an dengan seksama. Keadaan kaum Muslimin sebagaimana yang digambarkan oleh contoh yang terus berlangsung hingga saat ini; bahkan ditinjau dari beberapa aspek, semakin memburuk. Sebelum, dan hingga mereka menjadikan ajaran Al Qur’an sebagai niat dan langkah kehidupan mereka, maka segala macam persoalan mereka pun tak akan pernah berkurang.&lt;br /&gt; Orang yang benar-benar memahami Islam bukan hanya sesederhana menggembar-gemborkan namanya saja, melainkan keluhuran akhlak umatnya-lah yang menunjukkan kemuliaan ajaran tersebut.&lt;br /&gt; Tak ada seorang pun yang dapat menafsirkan Al  Qur’an dengan sebaik-baiknya jika tidak diajari langsung oleh Allah Taala; yang untuk zaman ini, Dia telah mengajarkannya kepada , seorang wujud yang justru mereka tuduh sebagai pendusta, atau 'dajjal'. Semoga Allah mengasihi mereka, dan semoga pula Allah Taala memudahkan kita untuk mempraktekkan ajaran-Nya dengan lebih baik dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.&lt;br /&gt; Allah Taala juga-lah yang telah memberi petunjuk bagaimana cara memuliakan Al Qur’an sejak langkah awalnya, yakni,&lt;br /&gt;فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Maka apabila engkau hendak membaca Qur’an, mohonlah perlndungan Allah dari Syaitan yang terkutuk.’ (&lt;/span&gt;16:99).&lt;br /&gt; Syaitan telah bertekad akan senantiasa menggoda manusia agar jauh dari ketaqwaan, sementara setiap kata di dalam Al Qur’an mengarahkan manusia agar memperoleh petunjuk hidayah. Inilah sebabnya mengapa Allah Taala mewanti-wanti, untuk mendapatkan kedekatan-Nya, sebelum membaca Kitab ajaran-Nya, berdoa-lah dengan sebaik-baiknya agar dilindungi dari berbagai serangan godaan Syaitan, dan agar diberi kemampuan untuk dapat mempraktekkannya. Syaitan akan senantiasa membuat berbagai halangan; maka apabila setiap niat dan langkah untuk itu tidak disertai dengan mohon perlindungan dari godaan mereka, Syaitan pun akan menjegal kita dalam usaha untuk memahami ilmu Al Qur’an, kemudian dia pun menguasai kita. Inilah sebabnya mengapa orang diperintahkan membaca Al Qur’an hanya setelah ber-Ta'awudz. Jika tidak, mereka pun tidak akan dapat memahaminya dengan benar.&lt;br /&gt; Di dalam  Surah Al Muzzammil, difirmankan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘…Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Dia mengetahui bahwa kamu tidak dapat mengukur waktu dengan cermat, maka Dia mengasihani atas kamu, maka bacalah apa yang mudah dari Al  Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antaramu yang sakit, dan beberapa lainnya yang sedang bepergian di bumi mencari karunia Allah, dan beberapa lainnya lagi berperang di jalan Allah. Maka bacalah kamu apa yang mudah dari Al Quran, dan dirikanlah Salat.…’ &lt;/span&gt;(73:21).&lt;br /&gt; Bagian awal dari ayat ini menganjurkan ibadah Salat Tahajjud. Allah Taala memfirmankan, bacalah apapun yang engkau ketahui. Namun, bunyi bagian ayat, ini selanjutnya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘....Maka, bacalah Al Qur’an sebanyak-banyaknya, apa yang mudah bagimu’ &lt;/span&gt;bukan berarti apapun yang orang ketahui tentang Al Qur’an cukuplah memadai, melainkan, harus ada usaha untuk mempelajarinya sebanyak mungkin. Adalah sangat penting untuk membaca, memahami dan mempraktekkan ajaran Al  Qur’an.&lt;br /&gt; Surah Muzzammil pun menyatakan,&lt;br /&gt;أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلاً&lt;br /&gt;‘....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.Atau tambahkan atasnya, dan bacalah Qur’an dengan tartil, dengan bacaan yang baik.’ &lt;/span&gt;(73:5).  Tilawatkanlah Al Qur’an sedemikian rupa tertib dan tartil-nya sehingga setiap kata yang terdengar jelas dan dapat difahami..&lt;br /&gt; Hadrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, menilawatkan Qur’an dengan tertib dan tartil termasuk ibadah. Suatu Hadith menyebutkan, barangsiapa yang membaca Qur’an tidak tertib dan tartil, bukanlah dari golonganku.&lt;br /&gt; Tercantum di dalam Surah Al Baqarah, ‘…dan ingatlah nikmat Allah kepadamu, dan apa yang diturunkan kepadamu, yakni Kitab dan Hikmah yang dengan itu Dia menasehati kamu…’ (2:232).&lt;br /&gt; Sebelum Al Qur’an dibaca dengan tertib dan tartil, tak akan seorang pun yang akan memperoleh ilmu 'hikmah' sebagaimana yang dijanjikan di dalam ayat di atas. Bagi seorang mukmin sejati, berkesempatan membaca Al Qur’an dengan baik, adalah suatu karunia.&lt;br /&gt; Difirmankan di dalam  Surah Sad, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Inilah Kitab yang telah kami turunkan kepada Engkau, penuh dengan keberkatan, supaya mereka  dapat merenungkan ayat-ayatnya, dan supaya dapat nasihat orang-orang yang berakal.’&lt;/span&gt; (38:30).&lt;br /&gt; Mereka yang beriman kepada Kitabullah [Al Quran] dan membacanya dengan seksama, akan dikaruniai pemahaman khusus; karena Al Qur’an berisikan berbagai peristiwa yang terkait dengan para rasul Allah terdahulu yang Dia menghendaki untuk disimpan untuk sementara; ada yang terkait di masa kehidupan rasul tersebut dan ada juga yang akan terjadi di masa-masa yang akan datang.  Maka adalah tugas kaum ulama untuk mengingatkan dunia agar mempelajari Kitabullah ini dan melaksanakan berbagai perintah di dalamnya. Yakni, mereka mengingatkan orang lain hanya setelah mereka  benar-benar mempraktekkan ajaran Al Quran tersebut. .&lt;br /&gt; Difirmankan di dalam Surah Al A’raf, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan apabila Al Qur’an dibacakan, maka hendaklah kamu mendengarkannya, dan diam-lah, agar kamu dikasihi’&lt;/span&gt; (7:205).&lt;br /&gt; Setiap orang  hendaknya sedemikian rupanya memuliakan ajaran Al Qur’an. Kemudian mengestafetkannya kepada anak keturunan mereka. Ada pula sebagian orang yang bersikap tak ambil peduli; yakni misalkan ketika tilawat Al Qur’an ditayangkan di TV. Mereka terus saja berbicara. Seharusnya, mereka segera diam. Atau kalau pembicaraannya penting. Kecilkanlah volume suara TV tersebut.&lt;br /&gt; Di dalam Surah Hud, dinyatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Maka tetaplah engkau pada jalan yang lurus sebagaimana yang diperintahkan kepada engkau, dan juga kepada orang telah bertobat beserta engkau, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.’&lt;/span&gt; (11:113).  &lt;br /&gt; Berbagai perintah di dalam Al Quran bukanlah hanya untuk Rasulullah Saw saja, melainkan untuk seluruh kaum mukminin, yang di dalam ayat ini, orang-orang yang telah bertobat  pun termasuk di dalamnya. Janganlah hanya mengandalkan praktek peribadatan saja; kuasailah juga saripati hikmah [ajaran Al Quran] demi untuk mendapatkan keridhaan Ilahi.&lt;br /&gt; Surah Hud ini menekankan keutamaan wujud Rasulullah Saw, insan kamil contoh sempurna yang diutus untuk seluruh dunia; yang sejarah kehidupannya adalah contoh pemahaman dan pelaksanaan seluruh ajaran Al Qur’an. Kini, talim dan tarbiyat ini tidak cukup hanya sebatas pembahasan saja, melainkan untuk difahami dan dipraktekkan sebagaimana perintahnya.&lt;br /&gt; Surah Al An’am, mencantumkan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan inilah Kitab Al Quran yang Kami telah menurunkannya dengan penuh berkat, maka ikutilah dia, dan bertakwalah supaya kamu dikasihani.’&lt;/span&gt; (6:156)&lt;br /&gt; Ayat lain di dalam  Surah Al An’am menyatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan apabila datang kepada engkau orang-orang yang beriman kepada Tanda-tanda Kami, maka katakanlah, 'Selamat sejahtera atasmu !'. Tuhan-mu telah menetapkan atas diri-Nya memberi rahmat, sehingga barangsiapa di antaramu berbuat keburukan karena kejahilan, lalu ia bertobat sesudah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang’ &lt;/span&gt;(6:55).&lt;br /&gt; Ayat ini merupakan indahnya ajaran untuk membangun kedamaian dalam kehidupan berjamaah (bermasyarakat). Di lain pihak, seringkali terjadi perselisihan di dalam keluarga. Maka kita yang telah mengaku sebagai orang  Muslim; yakni yang telah bertekad akan melaksanakan ajaran Al Qur’an, diperintahkan di dalamnya untuk sering-sering mengucapkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'assalamu alaikum'&lt;/span&gt; kepada satu sama lain; bukan malah menyaksikan berbagai perselisihan antar sesama saudara. Renungkanlah hal ini baik-baik.&lt;br /&gt; Al Qur’an adalah Kitabullah yang agung, yang memberi petunjuk segala hal. Utamanya untuk meningkatkan derajat maqom kerohanian; untuk memperoleh qurb Ilahi. Oleh karena itu bacalah, dan renungkanlah tarjamah dan tafsirnya, kemudian laksanakanlah perintahnya. &lt;br /&gt; Perhatikanlah Al Qur’an yang telah menerangkan segala hal. Obat mujarab untuk segala macam penyakit rohani. Penawar racun keburukan yang tampak secara lahiriah. Semoga Allah Taala memudahkan kita untuk memperoleh keridhaan-Nya melalui Al Qur’an Karim; dan semoga pula kita dimudahkan untuk mengajarkannya kepada anak cucu kita mengenai keindahan ajarannya dan juga untuk selalu mencintainya. Amin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;modifyedByMMA / LA091009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-2070448751179533439?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/2070448751179533439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=2070448751179533439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2070448751179533439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2070448751179533439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/09/hikmah-nuzulul-quran.html' title='“Hikmah Nuzulul Quran”'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-3882883963839291533</id><published>2009-09-01T18:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T18:27:56.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='28  Agustus 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di Masjid Agung Baitul Futuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='London'/><title type='text'>Hikmah Bulan Suci Ramadan 1430-H</title><content type='html'>Dalam Surah Al Baqarah:187, &lt;br /&gt;وَاِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِىْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِىْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ‏ذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىْ عَنِّىْ فَاِنِّىْ قَرِيْبٌؕ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ&lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, katakanlah: Sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia bedoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk.’ &lt;/span&gt;(2:187)&lt;br /&gt; Adalah semata-mata atas ridha Allah Swt yang memungkinkan kita untuk dapat mengalami kembali ibadah di bulan suci Ramadan ini Sesuai firman-Nya di dalam Surah Al Ankabut, ayat 70,&lt;br /&gt;وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ‌ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ &lt;br /&gt;yang artinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami – sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang [muhsinin], mereka yang berbuat kebaikan ’ &lt;/span&gt;(29:70), hal ini menegaskan bahwa Allah Taala pasti akan mengabulkan ikhtiar hambana-Nya yang berusaha keras untuk memperoleh [qurb] kedekatan-Nya. .&lt;br /&gt; Adalah sudah menjadi sunnah Ilahi sejak zaman dahulu, bahwa Dia senantiasa mengutus para Rasul-Nya pada setiap Abad untuk memberi petunjuk kepada manusia jalan yang lurus, yang menuju kepada Allah Swt. Dan ketika evolusi umat manusia sudah mencapai tahap kesempurnaan rohaninya, Allah Swt pun mengutus Nabi Muhammad Rasulullah Saw bagi seluruh dunia dengan bekal Shariat yang Sempurna, agar seluruh umat manusia dapat memperoleh berbagai kiat jalan yang lurus, yang langsung menuju kepada Tuhannya.&lt;br /&gt; Salah satu jalan yang lurus tersebut adalah melalui [ibadah puasa] di bulan suci Ramadan ini. Pada beberapa ayat sebelum Surah Al Baqarah (2:187) yang telah dibacakan tadi, Allah Swt  telah mewajibkan berpuasa bagi berbagai kaum agama terdahulu, sebagaimana kepada kaum Muslimin sekarang. Namun, dikarenakan Islam adalah agama yang sempurna maka perintah ibadah berpuasa pun diuraikan secara terperinci dengan cara yang sangat elok. &lt;br /&gt; Al Qur’an Karim telah jelas menetapkan beberapa kondisi yang memperkecualikan orang Mukmin dari berpuasa, misalnya ketika sakit atau berperjalanan. Namun harus menggantinya di hari-hari yang lain. Bila kondisinya membolehkan, ia pun dapat memilih untuk membayar fidyah, yakni, misalkan orang Mukmin yang sakit oleh penyakit yang khronis.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, beberapa macam keluhan atau sakit ringan hendaknya tidak dijadikan alasan untuk tidak berpuasa, sebab di bulan Ramadan, bulan yang paling diberkati-Nya ini, Allah Taala telah sengaja menyiapkan berbagai sarana untuk mengampuni berbagai macam dosa. &lt;br /&gt; Di dalam ayat 29:70, kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subulana&lt;/span&gt; (yang artinya, di dalam berbagai jalan-Ku) menegaskan, bahwa karunia Allah akan diberikan kepada mereka yang berupaya keras yang dilandasi dengan niat ikhlas dan murni. Akan tetapi karunia-Nya yang lebih khas telah disediakan bagi mereka yang berkorban selama di bulan suci Ramadan demi untuk meraih kedekatan dengan Allah Swt. Dia telah menyiapkan kondisi bulan Ramadan untuk meningkatkan ketaqwaan. Dia mendekatkan semua jarak yang memisahkan terkabulnya doa-doa.  &lt;br /&gt; Sebuah Hadith meriwayatkan, selama bulan Ramadan, Allah Taala membukakan semua pintu-pintu Surga. Menutup rapat-rapat pintu Neraka dan mengikat Syaitan. Demikianlah betapa eloknya Hadith tersebut menggambarkan keberkatan bulan Ramadan. Maka betapa besar karunia Allah kepada kita yang dapat mengalami kembali bulan suci Ramadan berikutnya.&lt;br /&gt; Syaitan diberi kebebasan oleh Allah Taala, sehingga banyak orang yang baik pun terkecoh oleh mereka. Ini karena syaitan menuntun manusia kepada keburukan dengan penampilan seperti orang mutaqin. Namun, sebagaimana pada Hadith yang telah dikemukakan tadi, Rasulullah Saw, sebagaimana diberitahu oleh Allah Taala, menyatakan, selama bulan Ramadan, Syaitan beserta para pengikutnya dirantai. &lt;br /&gt; Oleh karena itu kita pun berpeluang untuk memperoleh faedah kebangunan rohani melalui bulan Ramadan ini, yakni untuk memasuki surga Jannah-Nya melalui berbagai pintu yang kita sukai. Cobalah untuk meraih suatu ketinggian maqom kerohanian yang Syaitan tidak sanggup untuk mencapainya, Kemudian jadikan usaha untuk mempertahankannya sebagai bagian dari kehidupan kita...........&lt;br /&gt; Satu Hadith meriwayatkan, Allah Taala telah menyatakan, setiap amal shalih yang dkerjakan setiap insan berpulang untuk kebaikan dirinya sendiri; kecuali berpuasa. Karena Allah Sw telah menetapkan, ibadah puasa adalah khusus bagi-Ku. Hadith tersebut melanjutkan, berpuasa seumpama mengenakan tameng pelindung. Maka bila ada seseorang memancing emosi orang yang sedang berpuasa, ia hendaknya menjawab dengan singkat: 'Maaf, aku sedang berpuasa'. Menurut Hadith itu lebih lanjut: Ada dua macam kebahagiaan hakiki yang dirasakan manusia, Pertama, ialah ketika ia berbuka puasa; dan Kedua ketika ia bertemu dengan Allah Taala, dan Allah ridha atas ibadah puasanya.........&lt;br /&gt; Allah Swt sama sekali tidak memerlukan orang yang berperut lapar ataupun kehausan apabila tidak meninggalkan kebiasaan buruknya melalui satu bulan Ramadan.&lt;br /&gt; Berbagai macam tingkah manusia mendiami bumi kita yang satu ini. Ada segolongan manusia yang berpuasa tetapi juga membunuh sesama manusia yang lain. Ada yang berpuasa tetapi berpandangan bahwa menganiaya orang Ahmadi adalah amal saleh ? Maka apakah Jannah-Nya juga terbuka bagi mereka yang seperti itu sebagaimana dibukakan-Nya lebar-lebar bagi mereka yang beramal shalih sejati ?  Apakah orang-orang yang seperti itu akan diharamkan dari api Neraka ? Dan apakah Syaitan mereka itu dirantai ? Jika ya, bagaimana mungkin mereka dapat melakukan berbagai amal buruk syaitani seperti itu ?..........&lt;br /&gt; Allah Taala telah menjanjikan kabar suka di dalam Al Qur’an dengan menempatkan ayat 2:187 [yang telah dibacakan di muka tadi segera setelah perintah berpuasa. Hal ini semacam memberi jaminan terkabulnya doa-doa.  Namun Allah Taala pun menetapkan beberapa persyaratan untuk memperoleh qurb-Nya dan takabuliyatnya doa-doa. Dengan penggunaan kata ibaadi, di dalam ayat tersebut, yang artinya, ....'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bagi hamba-hamba-Ku&lt;/span&gt;', Allah Taala menegaskan, bahwa karunia khas-Nya tersebut tidak diberikan kepada sembarangan orang, melainkan dianugerahkan bagi mereka yang sungguh-sungguh telah menjadi hamba Allah yang sejati, atau berniat untuk itu.  Ialah, mereka yang amalannya merupakan cerminan dari doanya sehari-hari, yakni, ..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.iya kana budu wa iya kana'stain..&lt;/span&gt;., ..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau pula kami memohon pertolongan.&lt;/span&gt;..(1:5).  Ialah, mereka yang doa-doanya tidak hanya untuk keperluan duniawi, melainkan semata-mata untuk mencari ridho Ilahi (2:187). Tujuan utama mereka adalah menemukan Tuhan, tidak mengenal lelah untuk mencari-Nya. Sementara dunia sekeliling mereka menuju ke arah atheisme, namun mereka ini hanya mendambakan satu keinginan, ialah mendapatkan ilmu rohani yang cukup sebagai perbekalannya untuk memerangi godaan dunia yang dapat melemahkan keimanannya. Untuk itu pulalah mereka berpuasa di bulan Ramadan.&lt;br /&gt; Mereka yang sudah menjadi Muslim atau yang tengah berusaha untuk menjadi Muslim sejujurnya, mereka itulah yang dimaksudkan oleh ayat (2:187) tersebut, yakni, fainni qorib, udzibu da'watadda'i idja da'ani', yang artinya, 'Aku dekat dan Aku mendengar mereka yang menyeru kepada-Ku, dan Aku mengabulkannya.&lt;br /&gt; Bila soal jawab (talqin) niscaya diadakan, tentulah manusia perlu mencari Tuhannya dengan seikhlas-mungkin. Menjalankan segala perintah Tuhan sebagaimana yang ada di dalam Al Quran, dan sangat mencintai Rasulullah Saw, serta berjamaah dengan Imam Zamannya. &lt;br /&gt; Untuk itu, orang tak boleh semau-maunya menjadi mufti bagi dirinya sendiri dalam menentukan keimanan yang sempurna, melainkan perlu mengacu kepada petunjuk yang telah diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt memfirmankan di dalam 2:187, bahwa beriman kepada-Nya akan dimudahkan apabila manusia mendengar seruan-Nya. Dan hal ini pada gilirannya akan memungkinkan manusia untuk menjalankan semua perintah di dalam Al Qur’an. Utamanya lagi apabila aspek haququllah dan haququl ibad telah dipenuhi. Bila dua kewajiban ini hanya dilaksanakan salah satunya, sedangkan yang lain diabaikan, maka orang yang demikian tak dapat dikategorikan sebagai muttaqi........&lt;br /&gt; Sehingga sangatlah mengherankan sekaligus memprihatinkan bila ada yang mengeluh bahwa mereka sudah berusaha tapi tetap tidak dapat melaksanakan Salat Lima Waktu. Bila kita mengabaikan satu perkara penting seperti Salat, betapa mungkin kita dapat memohon doa yang makbul. Kita perlu berdoa dengan segenap hati dan jiwa agar dapat mencapai akhlakul karimah..........&lt;br /&gt; Ramadan adalah sarana untuk mencapai ketinggian rohani, dan harus diusahakan untuk dapat menggapainya, dan masuk ke dalam Jannah-Nya melalui berbagai pintu yang telah dibukakan. Inilah bulan yang teristimewa bagi terkabulnya doa-doa; dan doa yang paling istimewa adalah ketika Allah berkenan datang mendekat kepada hamba-Nya, sebagaimana yang dimohonkan. Sebab, bila seorang mukmin telah mendapatkan qurb-Nya, maka segala keinginannya pun akan terpenuhi.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala mengaruniai kita ilmu rohani yang dapat membukakan berbagai hikmah doa maupun falsafah pentingnya memelihara kedekatan Ilahi. Semoga setiap amalan kita mendatangkan keridhaan-Nya. Semoga kita memperoleh perubahan suci melalui doa-doa yang dipanjatkan selama Ramadan ketika Allah datang mendekat; yakni suatu perubahan yang khas, yang dapat membedakan kita dengan kaum yang lain..........&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA, 090109&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-3882883963839291533?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/3882883963839291533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=3882883963839291533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3882883963839291533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3882883963839291533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/09/hikmah-bulan-suci-ramadan-1430-h.html' title='Hikmah Bulan Suci Ramadan 1430-H'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-1421805481383508640</id><published>2009-08-12T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T01:13:04.441-07:00</updated><title type='text'>Benarkah, INDONESIA merupakan HABITAT yang subur untuk para TERORIST?</title><content type='html'>Kelihatannya sih demikian; itulah sebabnya Boss-boss Terorist-terorist yang orang Malaysia itu mengapa mereka tidak berjihad di Malaysia atau Singapore yang menjadi jiran dekatnya saja, lalu memilih "berjihad" dan melakukan pengeboman di Jakarta - Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tugas MUI dan DEPAG, yang seharusnya membina dan mengayomi semua aliran keagamaan dan aliran kepercayaan yang ada dan hidup di Negara RI, termasuk yang dinamakan golongan minoritasnya, agar dapat hidup bersama, berdampingan dalam masyarakat yang Bhinneka Tunggal Ika, untuk saling hormat-menghormati bilamana ada keperbedaannya, selama mereka ini, masing-masing tidak mengganggu atau merugikan pihak yang lainnya dengan cara melanggar hukum dan undang-undang yang berlaku. Adalah tidak seyogianya bagi MUI untuk membuat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;fatwa-fatwa yang dapat meresahkan hati orang-orang&lt;/span&gt;, yang membuat orang-orang dari aliran apa pun atau golongan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mainstream&lt;/span&gt; merasa sudah menjadi orang yang paling benar, sehingga merasa diperbolehkan untuk berjihad melawan golongan minoritas yang tidak mereka sukai; karena dalam soal keimanan dan kepercayaan itu hanyalah Allah SWT. yang paling mengetahui.  Hanya Tuhan-lah yang mengetahui hati, keimanan dari seorang manusia ………   Maka janganlah Ulama, kiyai dan ustadz membuat masyarakat bangsa Indonesia ini menjadi HABITAT yang subur bagi para terrorist yang mengatasnamakan agama atau sesuatu aliran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk membuat para perusuh dan para terrorist itu kapok dan jera, maka pihak aparat Kepolisian, Kejaksaan dan aparat Pemerintahan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;jangan sekali-sekali memberi hati dan mentolerir&lt;/span&gt; kepada para perusuh dan para pembuat onar kerusakan, pembakaran dan tindakan yang merugikan masyarakat. Aparat di Malaysia dan Singapore nampaknya selalu mengambil tindakan tegas kepada para pembuat onar dan kerusuhan atau pengrusakan, itulah sebabnya terrorist ini tidak dapat berkembang dengan subur di Negara jiran di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ulama, kiyai, ustadz dan aparat yang tidak bekerja sesuai aturan dan kondisi yang tepat, dapat dikatakan menjadikan bangsa ini sebagai lahan habitat yang subur bagi para terrorist, bahkan bukan tidak mungkin, jika ada yang menuduh, jangan-jangan oknum dimaksud ini memang sudah termasuk dalam jaringan terrorist itu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, dengan susahnya hidup dan keberhidupan di Indonesia, maksudnya ialah bahwa dengan sulitnya mencari pekerjaan di si ini, dan sudah dapat kerjaan pun gajinya tidak memadai untuk memenuhi biaya hidup; sudah bekerja keras dan sampai harus pulang malam hari pun masih juga tidak memadai, ditambah dengan biaya transportasi yang dirasakan tinggi dibanding dengan income, yah karena harga BBM dan listrik serta biaya pendidikan anak-anak pun tidak juga murah (gratis), itulah yang menambah-menambah jumlah terrorist di sini; mereka siap berjihad dan bunuh diri, karena merasa frustasi dengan keadaan yang mereka hadapi. Itulah mengapa Republik ini menjadi habitat yang subur bagi para terorist yang mengatasnamakan jihad; hal yang begitu tidak nampak secara menyolok di Negara jiran Malaysia, apalagi Singapore. Inilah tugas para Menteri-menteri RI terkait untuk bekerja lebih keras lagi  dalam membuat Negara dan Bangsa ini makmur dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Maha Kuasa menolong dan melindungi Negara dan Bangsa Indonesia; insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mersela, 10 Agustus 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-1421805481383508640?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/1421805481383508640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=1421805481383508640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1421805481383508640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1421805481383508640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/08/benarkah-indonesia-merupakan-habitat.html' title='Benarkah, INDONESIA merupakan HABITAT yang subur untuk para TERORIST?'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-2283962562278137509</id><published>2009-07-12T21:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T23:12:38.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirrat'/><title type='text'>Berapakah Usia Hdr. Aisyah r.a.?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latar  belakang;  Persoalan yang dimunculkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah, seorang teman Kristen suatu kali bertanya ke saya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Apakah Anda akan menikahkan saudara perempuan-mu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?”&lt;/span&gt; Saya terdiam. Dia melanjutkan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?”&lt;/span&gt; Saya katakan padanya,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” &lt;/span&gt;Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan Muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu bisa diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dasar Riwayat / Hadits&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak dalam hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tehzibu’l-Tehzib&lt;/span&gt;, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq &lt;/span&gt;” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KRONOLOGI:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Angka Tahun terutama yang sebelumnya Hijriah bisa berselisih satu tahun, terutama dikarenakan pada saat itu belum ada referensi, sejak dari kapan Tahun itu dimulainya.  Yang biasa mereka ingat adalah Bulan Qomariyahnya dan tanggalnya, karena bisa dilihat dari perkembangan bulan di langit)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;570 Masehi – Tahun Gajah,&lt;/span&gt;  ketika Abraha Asyram – Raja Muda Yaman, wakil Negus, Raja Kristen Abbessinia datang ke Mekkah dengan pasukannya yang berjumlah 20.000 orang  dengan membawa beberapa ekor Gajah, berniat hendak menghancurkan Ka’bah, yang tidak berhasil, karena  lasykarnya diserang wabah bisul cacar yang mematikan ketika mereka sudah tiba di pinggiran Kota Mekkah dan memanggil Abdul Muththalib untuk berunding (Tafsir Surah Al Fiil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;~569 M   Abdul Muththalib&lt;/span&gt; (kakek Muhammad, lahir tahun 497 M) ) waktu itu sudah hampir 70 tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia anaknya, Abdullah bin Abdul Muththalib 24 tahun (lahir tahun 545 M) dan dikawinkan dengan Aminah bt Wahab bin abdul Manaf bin Zuhra – Pemimpin Suku Zuhra.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, Abdullah berangkat berdagang ke Suria meninggalkan istrinya (Aminah) yang sedang hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;570 M (20 April?)– Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt; dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Qamariyah, yang tahunnya tidak ada catatan persisnya, karena saat itu belum ada dasar referensinya mulai dari mana/kapan (Inilah yang menjadi persoalannya).      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;595 M     Muhammad (usia 25 tahun)&lt;/span&gt; menikah dengan Khadijah (janda, 40 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pra-610 M:  Masa Jahiliyah&lt;/span&gt; (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;610 M:  Nubuwwah - Turun wahyu pertama di Gua Hira&lt;/span&gt; (Senin 21 Ramadhan, 10 Agustus 610 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Nabi Muhammad saw. waktu itu 40 tahun, 6 bulan 12 hari (Th. Qomariah), atau 39 tahun,  3 bulan dan 20 hari berdasarkan Tahun Syamsiyah (Masehi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;610 M     Abu Bakr bin Abi Quhafa&lt;/span&gt; masuk Islam; setelah Khadijah, Ali bin Abu Talib dan Zaid bin Haritha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan istri-istri Sayyidina Abu Bakar r.a., ada yang dinikahi ketika di zaman jahiliyah dan ada yang di masa Islam. Keempat anaknya, yaitu Abdullah, Asma`, Abdurrahman dan Aisyah r.a., dilahirkan oleh dua istrinya yang dia nikahi pada masa jahiliyah, yaitu Qatilah bintu Abdul Uzza dan Ummu Rumman (sebelum 610 M). Dan setelah Islam, Sayyidina Abu Bakar r.a. menikah dengan Asma` binti Umais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Hajar, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Fatimah dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun. Umur Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ”&lt;/span&gt; (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;610 M:&lt;/span&gt;    Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika usia Nabi saw. 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Aisyah dipinang Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika itu adalah 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;613 M: &lt;/span&gt;   Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;615 M:&lt;/span&gt;    Hijrah ke Abyssinia I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;615 M: &lt;/span&gt;   Turun Surah Al-Qamar, 5 tahun setelahnya Nubuwwah, yang menubuatkan kekalahan kaum Quraisy Mekah dalam Perang Badar tahun 2 H = 624 M (54:46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;616 M: &lt;/span&gt;   Umar bin al Khattab menerima Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;620 M &lt;/span&gt;    Tahun ke -10 Nubuwwah; wafat Abu Talib (bulan Rajab) yaitu 6 bulan setelahnya penghapusan Piagam Pemboikotan thd. orang Muslim. Khadijah r.a. wafat 3 bulan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;621 M: &lt;/span&gt;   Nabi meminang/ bertunangan dengan Aisyah, atas usul dari Khaulah yang menawarkan 2 pilihan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang gadis (bikr) atau seorang janda (thayyib). Gadis itu adalah Aisyah (12 tahun) putri Abu Bakr, yang teman Nabi s.a.w.  (Riwayat dari Ahmad ibn Hanbal). (1 tahun Sebelum Hijriah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;622 M: &lt;/span&gt;   16 Juli, Hijrah ke Yathrib, Medinah – Dimulainya Tahun 1 Hijriyah (Qomariyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;622 M: &lt;/span&gt;   Karena Aisyah masih di bawah umur (belum baligh), Nabi s.a.w disarankan untuk menikah dengan Saudah bt.  Zam’a (yang “thayyib” itu). (Tahun 1 Hijriah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;624 M: &lt;/span&gt;   Nabi saw mulai berumah tangga dengan Aisyah pada umur Aisyah 14 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8 Juni 632 M,&lt;/span&gt; 11 H Nabi saw. wafat dalam usia 62-63 tahun; umur Aisyah saat itu 22 tahun dan telah 8 tahun berumah tangga dengan Nabi s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;624 M: &lt;/span&gt;   Ke-ikutsertaan dalam Perang Badar  (Ramadhan, 2 H)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ketika kita mencapai Shajarah”&lt;/span&gt;. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah [pada hari itu]. Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa Aisyah sudah ikut berada dalam perang Badar (2 H) dan kemudian Uhud (3 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpartisipasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi pada perang Khandaq, ketika sudah berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan riwayat di atas, anak laki-laki berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, tetapi  Aisyah sudah ikut dalam perang Badar (dan Uhud), yang berarti sudah dianggap dewasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, jika Aisyah sudah ikut dalam perang Badar (dan Uhud) mengindikasikan bahwa Aisyah itu usianya  minimal 14 tahun (nampaknya persyaratan ke-dewasaan perempuan itu lebih muda tahunnya daripada untuk anak laki-laki, yang 15 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surah al-Qamar (Bulan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sumber dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa Arab)&lt;/span&gt;” ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Surat 54 dari Alqur-aan diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), atau tahun ke-5 setelah Nubuwwah, yang menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 615 M. ketika Aisyah sudah menjadi seorang gadis muda (jariyah), yang bukan bayi yang baru lahir saat diwahyukannya Al-Qamar itu. Jariyah berarti gadis muda yang masih  suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, saat itu (615 M) Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi) lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CATATAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia di bawah 9 tahun saat itu. Dengan tidak adanya orang-orang Arab yang merasa berkeberatan dengan pernikahan Nabi Muhammad s.a.w. dengan Aisyah tersebut, berarti memang Aisyah sudah menjadi seorang perempuan remaja yang dewasa.  Jika ada yang membuat riwayat bahwa umur Aisyah itu 7 atau 9 tahun, ini rupanya bukan didasarkan atas data (kelahiran) otentik, tetapi hanyalah dilihat dari penampakannya saja, karena Aisyah itu selalu ceria dan masih senang bermain-main, balapan lari, masih minta dipunggu oleh suaminya, Nabi saw., ia memiliki badan yang kecil, ramping, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;light-weight&lt;/span&gt;, sehingga jika Aisyah naik di dalam tandu itu, orang-orang yang memikulnya tidak merasakan ada perbedaannya.  Inilah yang membuat bagaimana sampai Aisyah tertinggal dalam satu gerakan militer Nabi s.a.w. terhadap Bani Mushthaliq (Tahun ke-5 Hijriah), seperti termaktub dalam Surah An-Nuur (24:12), yang ceriteranya panjang dan menghebohkan serta ada dalam Hadits Bukhari juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KESIMPULAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Selama ini, kita semua sudah menerima begitu saja sebagai hal benar – &lt;span style="font-style:italic;"&gt;take it for granted &lt;/span&gt;– apa yang diriwayatkan oleh Hisham ibn `Urwah, satu-satunya perawi yang meriwayatkan perihal pertunangan / pernikahan Nabi Muhammad s.a.w. dengan Aisyah, tatkala Aisyah berumur 7 / 9  tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Orang sudah menganggapnya benar begitu saja, karena memang sudah tertulis di dalam hadits; padahal yang benar itu hanyalah kejadian – peristiwanya saja,  sedangkan taksiran mengenai umur Aisyah itu bukanlah atas dasar otentik dengan dihitung mulai sejak lahirnya pada tahun berapa, karena di zaman itu belum ada hitungan tahun ke berapa, mulai dari mana. Biasanya orang Arab hanya ingat bulan Qomariah apa, dan mungkin tanggal berapanya saja;  tahunnya sih Wallahu Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Yang jelas, Aisyah dilahirkan dari seorang ibu, yang dikawini oleh Hdr. Abu Bakar, di zaman Jahiliyah, yaitu sebelum Islam, sebelum Nubuwwah. Kemungkinan besar, Aisyah dan juga saudara-saudarinya lainnya sudah lahir sebelumnya Nubuwwah (610 M); ini yang paling masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Maka, jika Aisyah dipinang oleh Nabi Muhammad s.a.w. pada tahun 622 M di Mekkah, pas sebelumnya hijrah, umur Aisyah saat itu paling sedikitnya 12 tahun, dan mulai berumah tangga dengan Nabi s.a.w. ketika berumur 14 tahun (minimal) pada tahun 624 M di Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidak lama kemudian, pada bulan Ramadhan tahun 2 H atau 624 M terjadilah Perang Badar dekat Medinah, dan diriwayatkan bahwa Aisyah pun sudah ikut serta dalam gerakan militer Nabi s.a.w. tersebut. Jadi pada saat itu sudah dapat dipastikan bahwa Aisyah yang ikut dalam peperangan itu memang sudah bukan anak kecil lagi tetapi sudah mencapai kedewasaannya, katakan untuk wanita paling tidak sudah berumur 14 tahun, atau kalau lahirkannya memang sebelum Nubuwwah (sebelum tahun 610 H), maka bisa saja umurnya sudah 15 tahun; apalagi bilamana dihitung dengan Tahun Qomariyyah, yang lebih singkat daripada Tahun Syamsiyah (Masehi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jadi penampakan umur yang dilihat oleh perawi hadits itu sebagai 7 atau 9 tahun, hanyalah karena Hdr. Aisyah itu badannya ramping, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;light weight&lt;/span&gt;, sifatnya manja, ke-kanak-kanakan. Tidak ada orang yang berkeberatan atas pernikahan tersebut, baik di zaman itu mau pun sesudahnya, dan sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPSi / Mersela, 10 Juli 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-2283962562278137509?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/2283962562278137509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=2283962562278137509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2283962562278137509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2283962562278137509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/07/berapakah-usia-hdr-aisyah-ra.html' title='Berapakah Usia Hdr. Aisyah r.a.?'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-1505129504603052111</id><published>2009-06-10T18:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T18:19:08.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>Hikmah Ayatul Kursiy</title><content type='html'>Dalam Ayatul Kursiy Surah Al Baqarah [ayat 256], yang terjemahannya sebagai berikut:  &lt;br /&gt;اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـىُّ الْقَيُّوْمُ ۚ  لَا تَاْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ‌ؕ لَهٗ مَا فِىْ السَّمٰوٰتِ وَمَا فِىْ الْاَرْضِ‌ؕ مَنْ ذَا الَّذِىْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ‌ؕ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ‌ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ‌‌ۚ وَلَا يَـٔـُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ‌ۚ وَ هُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah — tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Tegak atas Dzat-Nya Sendiri dan Penegak segala sesuatu. Kantuk tidak menyerangnya, dan tidak pula tidur. Kepunyaan Dia-lah segala apa yang ada di seluruh langit dan bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di hadirat-Nya kecuali dengan izin-Nya ? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka; dan mereka tidak meliputi barang sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia dikehendaki. Ilmu-Nya meliputi seluruh langit dan bumi; dan tidaklah memberatkan-Nya untuk menjaga keduanya; dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Sebuah Hadith meriwayatkan Hadhrat Rasulullah Saw bersabda, segala sesuatu memiliki puncaknya, dan Surah Al Baqarah adalah puncak dari Al Qur’an; sedangkan satu ayat di dalamnya yang paling mulia adalah Ayatul Kursiy.&lt;br /&gt; Sebuah Hadith lainnya menyebutkan, Rasulullah Saw bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;barangsiapa yang membaca 10 (sepuluh) ayat Surah Al Baqarah sebelum tidur – yang salah satunya adalah Ayat Kursiy – maka Syaitan pun tidak akan menghampiri rumahnya hingga keesokan harinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Membaca di sini bukan berarti hanya semata-mata membacanya saja, melainkan disertai dengan menyimak, memahami dan merenungkan maknanya dengan baik; serta berusaha mempraktekkannya, kemudian berjanji akan mengadakan perubahan suci di dalam dirinya. Inilah yang sesungguhnya yang dapat membuat Syaitan tetap terikat pada tambatannya.&lt;br /&gt; Kemudian yang dimaksud dengan membaca 10 (sepuluh) ayat Surah Al Baqarah ini, adalah 4 (empat) ayat pertama, yaitu yang menggambarkan ciri khas praktek kehidupan orang-orang muttaqi sejati, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1 (satu) Ayatul Kursiy&lt;/span&gt; ini, dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2 (dua) ayat berikutnya&lt;/span&gt;, ditambah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3 (tiga) ayat terakhir dari Surah [Al Baqarah]&lt;/span&gt; tersebut.&lt;br /&gt; ‘Cobalah perhatikan ayat pertamanya yang dimulai dengan&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Alif – Laam – Miim&lt;/span&gt;, Aku-lah Allah Yang Maha Mengetahui. Kemudian, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dzaalikal Kitaabu laaraybafiih,&lt;/span&gt; hudanlil muttaqin, inilah Kitab yang sempurna itu, yang tiada satu pun keraguan di dalamnya. Petunjuk bagi orang-orang muttaqin. Cobalah simak, betapa elok dan efektifnya Allah Swt telah menyediakan jawaban atas kemungkinan berbagai keraguan yang dapat timbul.  &lt;br /&gt; Rujukan pertamanya ditujukan kepada Allah Yang Maha Agung dan Mulia, yang Menciptakan Al Quran Karim. Yakni, Aku-lah Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Ilmu-Nya tiada tertadingi oleh siapapun; Aku-lah Allah, Yang Mewahyukan Kitab Suci ini.&lt;br /&gt; Keagungan Al Quran telah tersirat di dalam pernyataan ayat dzalikal kitabu laa-raybaafi, ialah, Inilah Kitab yang sempurna itu. Yakni, Inilah Kitab yang Mulia nan tiada tara, yang berasal dari wahyu Ilahi. Bersumber dari mata air rohani Dzat yang Baqa dan al-Hakim.&lt;br /&gt; Dengan menampilkannya dalam sebuah Kitabullah, Allah Swt ingin menunjukkan bahwa Kitab [Al Quran] ini berasal dari ilmu Ilahi dengan segala asma-Nya yang mulia, Tiada Sekutu-Nya. Pemilik Ilmu yang Sempurna, al-Ghaib, jauh dari jangkauan mata jasmani manusia.&lt;br /&gt; Seluruh isi Al Quran sangat masuk akal, tak menyisakan sedikit pun keraguan di dalamnya. Makna pencantuman kisah-kisah di dalamnya tidak hanya sekedar cerita lama – sebagaimana Kitab-kitab lain – melainkan argumen lengkap dan masuk akal yang disertai dengan berbagai bukti nyata untuk mencapai maksud dan tujuannya. Dari segi ini saja sudah merupakan suatu mukzizat, bagai sebilah pedang tajam yang siap menebas segala keraguan ataupun kecurigaan, sehingga dapat menghantarkan manusia yang mempelajarinya untuk mengenal Tuhan tanpa harus menerka-nerka, melainkan kepastian akan keberadaan-Nya.&lt;br /&gt; Akan tetapi meskipun demikian agungnya maksud dan tujuan [Al Quran] yang penekanan utamanya untuk memberikan perbaikan rohani, masih berlanjut ke jenjang ke-empat, ialah sebagai sumber petunjuk bagi orang-orang muttaqin. Yakni, dinyatakan di dalamnya, Kitab [Al Quran] ini diwahyukan untuk memberi petunjuk bagi orang-orang yang memiliki fitrat bersih, sehat akal pikirannya, cerdas, ingin mencari kebenaran dan beritikad baik, yang pada akhirnya, niscaya akan menghantarkan manusia sampai pada maqom keimanan yang tinggi, yakni mengakui keberadaan Allah dan menjadi muttaqi sejati’.&lt;br /&gt; Seandainya keempat aspek ini senantiasa diingat ketika membaca Al Qur’an dan ikhlas dalam keimanan, maka niscaya kaum mukminin akan memperoleh petunjuk hidayah dalam memahami keberadaan Allah Swt.&lt;br /&gt; Kembali kepada topik Hikmah Ayatul Kursiy, ayat yang agung ini tersusun dari semua sifat-Nya yang khas.&lt;br /&gt; (1) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahu laa ilaaha illa huwa&lt;/span&gt;, ‘Allah — tiada tuhan lain selain Dia.&lt;br /&gt; Allah adalah sebutan nama yang khas hanya untuk Tuhan manakala seorang mukmin telah yakin sepenuhnya kepada Kekuasaan-Nya yang tak berbatas, sehingga ia pun senantiasa berdzikir kepada-Nya.&lt;br /&gt; Manusia yang bergelimang di dalam berbagai keburukan atau banyak melanggar berbagai perintah Ilahi, yakni tidak memenuhi kewajiban haququllah dan haququl ibad, disebabkan mereka tidak berdzikirullah setiap saat; dan lupa bahwa Allah mengawasi kita setiap waktu.&lt;br /&gt; Allah Taala memberi petunjuk agar setiap orang memahami bahwa barangsiapa memiliki keimanan sejati yang jauh dari nafsu-duniawi, dan berjiwa itaat, itulah corak manusia yang diridhoi Allah; itulah mereka yang siddiq. Inilah yang hendaknya tujuan minimal kita. &lt;br /&gt; Ayat ini menyatakan, mukmin sejati hendaknya hanya mengarahkan wajahnya kepada Allah Yang patut disembah dan Maha Kuasa, oleh karena itu hanya Dia-lah yang patut disembah; mengandalkan hanya kepada-Nya niscaya akan memudahkan kita menjadi pewaris berbagai macam karunia Ilahi, baik di dunia ini maupun di Akhirat nanti......&lt;br /&gt; Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak melakukan kekhilafan dan secara tak sadar menyekutukan Tuhan, melupakan bahwa hanya Dia-lah Tuhan kita......&lt;br /&gt; Dan doa berikut ini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu min dhaalimiin...&lt;/span&gt;, yang artinya, 'Tiada Tuhan selain Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang aniaya’ (21:88), adalah doa yang mustajab yang dapat memberi petunjuk hidayah untuk memahami konsep tentang ‘Allah — tiada tuhan lain selain Dia’. &lt;br /&gt; (2) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Al-Hayyi, Al-Qoyyum'&lt;/span&gt;, Dia Yang Maha Hidup, Yang Mencukupi kebutuhan Dzat-Nya Sendiri, tetapi juga Mencukupi Segala kebutuhan makhluk hidup’.&lt;br /&gt; Allah Yang Maha Hidup menghidupi segala makhluk hidup di alam sekitar kita. Pada setiap insan yang kita saksikan, semuanya memperoleh kehidupan dari Allah Swt; dan jika kita amati dengan seksama, semua yang ada di alam sekitar kita dipelihara dan dicukupi kehidupannya oleh Allah Taala. Ini merupakan satu jaminan bagi kaum mukminin sejati, bahwa keabadian hanya bisa diperoleh melalui fanafillah kepada Allah Yang Maha Hidup, alih-alih mengandalkan kekuatan duniawi, ketika dalam berbagai kondisi krisis. Dinyatakan di dalam Al Quran, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wa tawakkal alalhayyilladzii laa yamuutu wa sabbih bihamdih&lt;/span&gt;, yang artinya, ‘Dan bertawakkal-lah kepada Dia Yang hidup kekal dan Yang tidak mati, dan sanjunglah Dia dengan pujian-Nya…’ (25:59)......&lt;br /&gt; (3)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; laa ta'khudzuhu-sinatuw wa laa naum&lt;/span&gt;, yakni, ‘Kantuk tidak menyerang-Nya dan tidak pula tidur’. Seorang mukmin sejati tak akan pernah berpikir bahwa - berbagai sifat Allah yang abadi – dapat menjadi letih atau bersikap abai. Adalah mustahil bagi-Nya menjadi acuh tak acuh terhadap kehidupan para hamba-Nya. Melainkan, sesuai dengan hukum alam dan terkait dengan beberapa sifat-Nya, kadangkala Dia menguji para hamba-Nya, namun Dia pun menyatakan adanya kehidupan yang hakiki bagi mereka........&lt;br /&gt; (4) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lahu maafis-samaawaati wa maa fil-ardh&lt;/span&gt;, ‘Kepunyaan Dia-lah apa yang ada di seluruh langit dan apa yang ada di bumi’.&lt;br /&gt; Hal ini menguatkan bahwa tak ada seorang pun yang meragukan bahwa Allah dan rasul-Nya-lah yang akan menang. Dari segi pandangan duniawi hal ini tampak mustahil, atau jauh atau berangan-angan. Akan tetapi Dia telah menyampaikan kepada rasul-Nya, &lt;br /&gt;كَتَبَ اللّٰهُ لَاَغْلِبَنَّ اَنَا وَرُسُلِىْ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ قَوِىٌّ عَزِيْزٌ‏ &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah telah menetapkan, Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa’ &lt;/span&gt;(58;22).&lt;br /&gt; Dia menzahirkan janji-Nya meskipun keadaan tampak belum jelas. Dia menyempurnakan janji-Nya,  meskipun boleh jadi ada yang berpikir kemenangan tersebut masih jauh. Namun Allah Taala menyatakan, apapun yang ada di langit maupun di bumi adalah milik dan di bawah penguasaan-Nya. Dia mengawasi segala sesuatu. Kematian ataupun kehidupan berada di dalam genggaman tangan-Nya. Segala khazanah yang zahir maupun yang ghaib di bumi ini berada di dalam kekuasaan-Nya. Sekali Dia telah menyatakan Jamaah kaum-Nya yang sejati akan menang, tak ada satu kekuatan lain yang sanggup menahannya; baik kekuatan duniawi ataupun apa yang mereka katakan sebagai kekuatan keagamaan. Akan tetapi hal ini telah dibuat jelas bagi kaum mukminin bahwa kemenangan tersebut dikhususkan bagi mereka yang keimanannya kuat membaja kepada Allah, Pemilik semua asma; Yakni, mereka yang benar-benar hanya menyembah Allah......&lt;br /&gt; (5)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; mandzalladzi yasfa'u indahu illa bi-idznih,&lt;/span&gt; ‘Siapakah yang dapat memberi syafaat di hadirat-Nya kecuali dengan izin-Nya?’&lt;br /&gt; Tiada syafaat tanpa izin Allah Swt; dan ketika Dia hadir, hanya Rasulullah Saw yang akan diberi izin khusus untuk memberikan syafaat.  Rasulullah Saw adalah pemberi syafaat yang sejati, yang akan membersihkan kaum pengikut beliau dari segala keburukan; menjadikan mereka sebagai sebaik-baiknya umat. Jangan hendaknya ada seorang pun yang menganggap syafaat tak berharga (merit). Syafaat adalah benar; yang akan mendinginkan jiwa orang-orang yang egois, membersihkan kehidupan mereka yang bergelimang dalam dosa, kemudian menjadikan mereka hidup dalam keshalihan. Namun bukan berarti syafaat membuat amal shalih sebagian orang lainnya menjadi tidak berharga, melainkan justru menjadi sumber inspirasi untuk beramal shalih lebih baik lagi.&lt;br /&gt; Syafaat Rasulullah Saw dimulai pada kehidupan di dunia ini juga, dan menuntut syarat adanya amal shalih. Tidak seperti konsep penebusan dosa yang memberi peluang kepada perbuatan munkar. Syafaat yang sejati justru mengarahkan manusia untuk beramal shalih. Banyak para sahabah yang istimewa mengakui telah diringankan berbagai kesulitan dan penderitaannya berkat syafaat beliau.&lt;br /&gt; (6) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ya'lamu maa baina aydihim wa maa khalfahum&lt;/span&gt;, yakni, ‘Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka;’. Artinya, mereka yang tetap hidup bergelimang dalam dosa tidak akan mendapat karunia syafaat baik di dunia ini maupun di Akhirat nanti.&lt;br /&gt; (7) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wa laa yukhituna bi-syaiin min ilmihi illa bi-masyaa'i&lt;/span&gt;, artinya, ‘Dan mereka tidak meliputi barang sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki ’. Rasulullah Saw adalah insan yang paling dicintai Allah, dan dikaruniai ilmu yang sebesar-besarnya. Diberi berbagai macam khabar gaib. Banyak hal yang beliau ketahui namun tidak oleh para Sahabah. Tetapi, ilmu yang diberikan kepada beliau tersebut tidak sesempurna dan mencapai ketinggian ilmu Allah Taala.&lt;br /&gt; Kemajuan berbagai ilmu pengetahuan sekarang ini merupakan sebuah bukti, bahwa Allah Taala membuka jalan bagi mereka yang berikhtiar untuk itu. Begitupun dalam dunia rohani, ada berbagai maqom tahapan dalam mencari ilmu samawi yang tak berbatas. Tak ada yang dapat memahami sepenuhnya tata kerja alam semesta atau awal penciptaannya. Namun, manakala Allah telah ridha, Dia pun memberikan sebagian ilmu-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Hal ini hendaknya mengarahkan mereka kepada Tuhan.&lt;br /&gt; (8)&lt;span style="font-style:italic;"&gt; wa siy'a kursiyyuhus-samaawati wal ardh&lt;/span&gt;, yang artinya ‘Ilmu-Nya meliputi seluruh langit dan bumi;’&lt;br /&gt; Kerajaan Allah meliputi seluruh langit dan bumi. Dia-lah yang menghidupi segala sesuatu dan memberikan ilmunya. Dia memberikan ilmu-Nya sesuai dengan kemajuan dan perkembangan manusia. Oleh karena itu, hanya Dia-lah yang patut disembah. Sebab, kerajaan-Nya itu bukan hanya meliputi seluruh langit dan bumi, namun juga bertanggung jawab untuk menjaga dan memeliharanya. Dan Dia tidak pernah menjadi letih untuk itu. Manusia ditantang untuk menemukan sesuatu kekurangan di dalam segala ciptaan-Nya, pandang dan pandanglah lagi kalau-kalau ada sesuatu cacad di dalamnya, niscaya engkau tak akan berhasil menemukannya. Apakah semua hal ini tidak cukup untuk mengarahkan kita kepada Tuhan ?  Alih-alih memberontak kepada-Nya ?&lt;br /&gt; (9) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wa huwal aliyyul adhim&lt;/span&gt;, yakni, ‘dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar’. Allah Taala telah menjalankan sistem kehidupan seluruh alam semesta ini sejak awal, jauh di masa lampau tanpa memerlukan satu pun pembantu. Tuhannya agama Islam adalah Pemilik segala sifat; oleh karena itu hanya Dia-lah yang patut disembah.&lt;br /&gt; Semoga Allah Swt mengaruniai kita untuk memahami-Nya dan senantiasa condong dan menjadi abid-Nya yang sejati, serta menerima faedah dari semua asma Ilahi. Amin !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA060909&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-1505129504603052111?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/1505129504603052111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=1505129504603052111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1505129504603052111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1505129504603052111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/06/hikmah-ayatul-kursiy.html' title='Hikmah Ayatul Kursiy'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-2382470392987051067</id><published>2009-06-09T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T01:10:30.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>“Laa Yukallifullaahu Nafsan Illa Wus'ahaa...”</title><content type='html'>Dalam ayat 287  Surah Al Baqarah, &lt;br /&gt;لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡ‌ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرً۬ا كَمَا حَمَلۡتَهُ ۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ‌ۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ‌ۚ أَنتَ مَوۡلَٮٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ &lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Allah tidak membebani seseorang kecuali yang sesuai dengan kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti telah Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan maafkanlah kami, dan ampunilah kami serta kasihanilah kami, karena Engkau-lah Pelindung kami. Maka tolonglah kami terhadap kaum kafirin.’  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘wus’aha’&lt;/span&gt; (kemampuan) dipergunakan kepada manusia untuk menunjukkan keterbatasan mereka.&lt;br /&gt; Akan tetapi sebaliknya, jika akar kata yang sama tersebut – yakni, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wasi&lt;/span&gt; – (Yang Mahaluas Karunianya; Yang Maha Karib) dikenakan kepada Allah, maka artinya adalah kemampuan-Nya yang tak terbatas. Dia-lah Pemilik Segala Kekuatan. Ilmu-Nya Abadi, oleh karena itu tak tertandingi manusia. Allah tidak memberikan satu pun perintah yang tidak dapat dilaksanakan. Maka wajiblah manusia melaksanakan segala perintah Tuhan. Di dalam syariat Islam, semua perintah Allah sesuai dengan fitrat alami kemampuan manusia. Oleh karena itu tiap manusia  akan ditanya pertanggung-jawaban mereka masing-masing. Islam tidak mengajarkan konsep dogmatis yang tak masuk akal seperti, seorang rasul Allah harus mengalami kematian yang terkutuk demi untuk menebus dosa umat manusia. &lt;br /&gt; Al Qur’an menyatakan, sesuai dengan fitrat manusia, berbagai perintah Tuhan yang diberikan pun masih dalam batas kemampuan dan kelemahan manusia.&lt;br /&gt; Dan manusia berusaha untuk mengerjakannya dengan sebaik-baiknya, namun tetap saja tak dapat membuatnya suci dengan sempurna; hal ini sesuai dengan Hadith, bahwa keberadaan Syaitan di dalam diri manusia ibarat darah yang mengalir di seluruh pembuluhnya. Oleh karena itu, jika secara tak sengaja ia melakukan perbuatan dosa, maka ia pun cepat-cepat bertaubat, memohon ampunan Tuhan. Inilah yang membuat mereka menjadi shalih. Manusia hendaknya senantiasa berusaha mengadakan inqilabi haqiqi (perubahan revolusi rohani) di dalam diri masing-masing. Allah Al-Wasi, Yang Mahaluas karunia dan maghfirah-Nya niscaya akan meraih mereka. Allah Taala akan mengampuni. Inilah maksud ajaran Al Qur’an yang menuntut manusia untuk 'mati' sebelum mati. &lt;br /&gt; Selanjutnya, Allah Taala tidak saja membebani kemampuan jiwa maupun daya pikir manusia. Akan tetapi, Dia pun mengajari kita doa, &lt;br /&gt;رَّبِّ زِدۡنِى عِلۡمً۬ا &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhanku, tingkatkanlah ilmu pengetahuanku'&lt;/span&gt; (20:115).&lt;br /&gt; Inilah doa yang diajarkan oleh Allah Taala kepada Rasulullah Saw yang telah diberi ilmu rohani yang jangkauannya hingga Hari Pembalasan.  Ketika Al Qur’an pertama kali diwahyukan, Allah Taala Maha Mengetahui berbagai khazanah tafsirnya yang perlu diwahyukan. Oleh karena itu, Allah Taala pun mengajari Rasulullah Saw doa yang khas ini agar beliau pun dapat senantiasa mengarungi dan mengenali luasnya lautan ilmu samawi yang beliau telah miliki. Dan ketika Al Quran telah genap diwahyukan, umat beliau pun tentunya sangat memerlukan doa yang khas ini.&lt;br /&gt; Tak diragukan lagi, Allah Taala menyatakan bahwa Dia tidak membebani setiap jiwa yang diluar batas kemampuannya; tidak akan ditanya sebelum Dia memberikan kemampuan yang diperlukan. Akan tetapi, Allah Taala pun mengajari kaum mukminin agar senantiasa berikhtiar untuk meningkatkan ilmu kerohanian dan juga kemampuannya. &lt;br /&gt; Meskipun taraf ilmu ma'rifat yang Allah Taala telah berikan kepada Rasulullah Saw tiada taranya, namun beliau tetap diajari doa khas: Robbi dzidni ilman, ...&lt;br /&gt; Dengan kata lain, jika kewajiban untuk senantiasa meningkatkan ilmu ini tidak penting, tentulah Hadith &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'thalabil ilmi ila fi-Sinna'&lt;/span&gt;, tuntutlah ilmu meskipun harus pergi sejauh ke negeri China', tidak bermakna. Namun hendaknya diingat, meskipun ada penekanan untuk berusaha keras, ilmu samawi tak akan dapat diraih jika tak ada karunia Ilahi.&lt;br /&gt; Kemampuan rohani setiap insan memang berbeda-beda; tergantung kepada pembawaan alami / bakat, masa kecil, lingkungan, dlsb. Untuk itu Allah Taala telah merancang berbagai kewajiban yang sesuai untuk tiap-tiap tingkatan tersebut.. Jika ada yang berhasil memperoleh sesuatu ilmu  rohani yang sesuai dengan kemampuannya; maka niscaya ia akan berupaya untuk meningkatkannya. Janganlah hendaknya berpikir, seseorang memperoleh ilmunya bukan karena bakatnya ataupun dikarenakan ada sesuatu kekhususan pada dirinya. &lt;br /&gt; Allah Tala senantiasa menyadari segala sesuatu berkat ilmu-Nya yang Mahaluas. Oleh karena itu, jika Allah Taala meminta pertanggungan-jawab manusia mengenai pelaksanaan berbagai perintah-Nya, hal ini dikarenakan Dia Maha Mengetahui kadar kemampuan manusia. Maka jika mukminin maupun mukminat tidak memfaedahkan segala kemampuan yang Allah Taala telah anugerahkan kepada mereka, akan dimitai pertanggungan-jawabnya.&lt;br /&gt; Kalimat, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laa Yukallifullaahu Nafsan Illa Wus'ahaa...&lt;/span&gt;” menyiratkan, seandainya manusia memfaedahkan segala bakat dan kemampuan yang ada di dalam dirinya untuk memperoleh ilmu samawi, maka niscaya mereka pun akan mendapatkan ridho Ilahi. Sebab, ilmu rohani yang dapat meningkatkan pemahamannya tentang Tuhan, niscaya akan membuat dirinya lebih dekat kepada Allah Taala.&lt;br /&gt; Al Quran [Surah Al-Fathir] memfirmankan, &lt;br /&gt; إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَـٰٓؤُاْۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;…Sesungguhnya, yang takut kepada Allah. Dari hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. Sesungguhnya, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.’&lt;/span&gt; 35:29.&lt;br /&gt; Kalimat&lt;span style="font-style:italic;"&gt; yahsaa-llahu...al-ulamaa'u&lt;/span&gt;, yakni mereka yang memiliki ilmu rohani itulah 'Ulama', sama sekali tidak dimaksudkan kepada kaum ulama [mullah] seperti sekarang ini.&lt;br /&gt; Melainkan, merujuk kepada mereka yang senantiasa berikhtiar meningkatkan pemahaman mereka tentang Tuhan dengan segala kemampuan yang ada pada diri mereka. &lt;br /&gt;Inilah hakekat tafsir ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laa Yukallifullaahu Nafsan Illa Wus'ahaa..&lt;/span&gt;.” ditinjau dari sudut pandang rohani. &lt;br /&gt; Allah Taala hanya memerintahkan hal-hal yang masih berada dalam batas kemampuan manusia untuk memahami dan melaksanakannya.&lt;br /&gt; Ayat sebelum Al Baqarah, 2:287, memerintahkan manusia untuk beriman kepada Allah, kepada para Malaikat, Kitabullah dan Rasul-rasul-Nya.&lt;br /&gt; Sebuah Hadith meriwayatkan, seorang wujud berpakaian serba putih datang kehadapan Rasulullah Saw, lalu bertanya: Apakah iman itu ? Rasulullah Saw menjawab: ..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.tu'minuna billahi wa malaikatihi wa kutubihi wa rasuluhi wal-yaumil aakhiri wa tu'mina bilqadri khair wa syarih,&lt;/span&gt; yang artinya, ...iman adalah yakin akan keberadaan Allah, kepada para Malaikat-Nya, dan Kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya, dan Akhirat dan kepada Qada dan Qadar-Nya'. &lt;br /&gt; Bagi manusia yang berfitrat suci, tak perlu jauh-jauh melanglang buana untuk meyakinkan dirinya akan keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt; Al Qur’an adalah sebuah Kitab kumpulan segala macam kebenaran yang telah dinubuatkan berbagai Kitabullah terdahulu untuk, sekaligus membersihkannya dari campur tangan manusia. Allah Taala sendiri yang menjamin akan senantiasa menjaga keaslian Al Qur’an. Sehingga benar-benar meyakinkan orang yang berminat membacanya. Allah pun menyatakan, tak ada satu pun perintah di dalam Al Qur’an yang tak dapat dipraktekkan.&lt;br /&gt; Maka sungguh malanglah berbagai kaum terdahulu yang menolak para rasul Allah yang diutus kepada mereka. Jika kemampuan rohani mereka itu terbatas, begitu pun syariat yang diwahyukan kepada mereka itu sesuai dengan keadaan mereka. &lt;br /&gt; Allah Taala sama sekali tidak ingin menyusahkan manusia dalam perkara perintah Salat maupun Berpuasa. Mereka yang sakit, boleh melaksanakan salatnya dengan cara berbaring. Yang sedang bermusafar dipersilakan untuk menjamak dan meng-qasharnya. Demikianpun dalam hal perintah Puasa; dan Zakat, hanya diwajibkan bagi mereka mempunyai kelebihan penghasilan atau harta benda. Dan perintah untuk beribadah Hajj wajib bagi mereka yang mempunyai kelapangan dalam perjalanannya; sehat wal-afiat serta dalam suasana aman tenteram.&lt;br /&gt; Pendek kata, semua aspek dalam berbagai perintah syariat ini disesuaikan dengan kemampuan manusia. Setiap golongan atau tingkatan sosial kehidupan wajib melaksanakanya.&lt;br /&gt; Aspek Ketiga adalah Sunnah pelaksanaan syariat yang dipraktekkan oleh Rasulullah Saw merupakan suri teladan yang paling afdhol bagi kita semua. Sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur’an,&lt;br /&gt;لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ۬ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأَخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya kamu dapati dalam diri Rasulullah, suri tauladan yang sebaik-baiknya bagi orang yang mengharapkan bertemu dengan Allah dan Hari Kemudian dan yang banyak berdzikir.’&lt;/span&gt; (33:22).&lt;br /&gt; Kita harus berusaha mengikuti contoh Rasulullah Saw dalam setiap langkah. Jika Allah Taala tidak menganugerahi kita kemampuan untuk dapat mengikuti contoh teladan Rasulullah Saw dalam tingkatan sebagai abdi beliau, tentulah Allah pun tak akan memerintahkannya.&lt;br /&gt; Sikap excuse mencari-cari alasan bahwa diri kita tidak dapat mengikuti contoh akhlak fadillah Rasulullah Saw tetap tidak akan meluputkan kita dari kewajiban tersebut. Sebab, ada puluhan juta orang di dalam kaum ini yang telah berusaha untuk itu, dan mampu memperlihatkan salah satu contohnya. Pendek kata, bahkan orang awam pun niscaya dapat mengikuti satu contoh teladan Rasulullah Saw sesuai dengan kemampuannya. &lt;br /&gt; Aspek Keempat yang terkait dengan ayat 2:287 ini, adalah diutusnya Rasulullah Muhammad Saw untuk semua umat manusia. Oleh karena itu kita diperintahkan untuk menerima ajarannya, sebab hanya melalui beliaulah kita mendapatkan sumber najat keselamatan. Jika memang ajaran beliau sulit untuk dapat diikuti, tentulah orang tak bisa dipertanyakan tanggung jawabnya. Lain halnya bila memang bukan orang mukmin, tentulah mereka tak akan ditanyai. Kita tidak diperkenankan untuk ikut campur, terserah kepada Allah, kepada siapa Dia berkenan untuk mengampuni. Kita tidak mengetahui isi hati manusia, oleh karena itu kita pun tidak mengetahui siapa-siapa yang benar-benar dapat memahami ajaran Islam. &lt;br /&gt; Aspek Kelima adalah, Tuhan tidak memaksa manusia untuk mengerjakan sesuatu perintah yang tidak masuk akal. Al Qur’an berkali-kali menggunakan kata ‘wal-hikmah', yang artinya setiap ajarannya benar-benar atas dasar sesuatu hikmah kebaikan. Dalam istilah Qurani, hikmah mengandung arti baik dan adil dalam menyajikan segala ilmu yang sempurna dan buktinya yang mendukung.&lt;br /&gt; Selanjutnya dalam ayat 220  Surah Al Baqarah, &lt;br /&gt;يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِ‌ۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٌ۬ ڪَبِيرٌ۬ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَڪۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَا‌ۗ وَيَسۡـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلۡعَفۡوَ‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأَيَـٰتِ لَعَلَّڪُمۡ تَتَفَكَّرُونَ &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mereka bertanya kepada engkau tentang alkohol dan judi. Katakanlah, “Di dalam keduanya ada dosa dan kerugian besar dan juga manfaat bagi manusia, akan tetapi dosa dan kerugiannya itu lebih besar daripada manfaatnya. Dan mereka bertanya kepada engkau tentang apa yang harus mereka belanjakan. Katakanlah, “Apa yang tidak mendatangkan kesusahan. Demikianlah Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya bagimu supaya kamu berfikir.’ &lt;/span&gt;(2:220),&lt;br /&gt; Allah Taala melarang minum alkohol karena menghalangi orang untuk dapat beribadah kepada-Nya dan mengganggu ketenteraman hidup masyarakat. Berbagai penelitian ilmiah pun sudah membuktikan minum minuman keras dapat merusak sel-sel otak.&lt;br /&gt; Begitu pun kecanduan dalam berjudi, sama bahayanya dengan dampak negatip minum alkohol. Keduanya membuat cenderung menjadi pemarah. Tetapi jika alkohol digunakan dalam jumlah yang sangat terbatas untuk obat-obatan, ada manfaatnya; karena jumlahnya pun tidak menyebabkan penggunanya menjadi mabuk.  &lt;br /&gt; Menjelaskan aspek Keenam, Dalam ayat 174  Surah Al Baqarah,&lt;br /&gt;إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيۡڪُمُ ٱلۡمَيۡتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحۡمَ ٱلۡخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيۡرِ ٱللَّهِ‌ۖ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ غَيۡرَ بَاغٍ۬ وَلَا عَادٍ۬ فَلَآ إِثۡمَ عَلَيۡهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ &lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Sesungguhnya, yang diharamkan bagimu hanya bangkai, darah dan daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut selain Allah. Tetapi, barangsiapa terpaksa, bukan melanggar peraturan dan tidak melampaui batas, maka tiada dosa atasnya. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.’ &lt;/span&gt;(2:174).&lt;br /&gt; Ajaran Syariat Islam tidak membuat manusia mendapat kesulitan yang tidak perlu. Dalam keadaan memaksa demi untuk menyelamatkan hidup, orang diperkenan memakan sesuatu yang sebetulnya diharamkan. .  &lt;br /&gt; Ketujuh, adalah, semua perintah Tuhan disesuaikan dengan kodrat iradat manusia. Sama sekali tidak untuk mendatangkan kesulitan. Dia Maha Suci lagi Mulia, jauh dari prakiraan semacam itu. &lt;br /&gt; Aspek yang Kedelapan, adalah berbagai kondisi yang ada ketika perintah-perintah tersebut diminta untuk dilaksanakan, sesuai dengan keadaan jasmani maupun rohani manusia. Oleh karena itulah wajib untuk melaksanakannya. &lt;br /&gt; Kesembilan, seluruh perintah yang ada di dalam Al Qur’an dapat dilaksanakan. Tak ada satu pun yang memberatkan. Hadhrat ‘Aishah r.ha bersabda, akhlak dan kehidupan Rasulullah Saw adalah contoh pelaksanaan ajaran Al Qur’an. Oleh karena itu setiap mukminin harus berusaha untuk melaksanakannya sesuai dengan kemampuan mereka. &lt;br /&gt; Kesepuluh, Allah Taala senantiasa memberikan berbagai macam mimpi [kasyaf] yang benar kepada manusia agar mereka dapat menerima kebenaran risalah yang dibawakan oleh para rasul-Nya. Allah Taala telah menanamkan cinta kebenaran di dalam diri setiap insan agar mereka dapat memahami missi tabligh seorang rasul Allah. Berbagai mimpi yang benar pun dapat diperlihatkan kepada para pendosa besar ataupun fasik. &lt;br /&gt; Kesebelas, dikarenakan ketka masa kecil tumbuh dalam kondisi yang tidak sesuai dengan berbagai perintah Tuhan ataupun cacad mental, diperkecualikan dari tanggung jawab ini.&lt;br /&gt; Keduabelas, bila perintah Tuhan tidak dilaksanakan sejak dimasa muda, akan dipertanyakan. Masa muda adalah masa ketika orang dapat melakukan sesuatu amal shalih dengan sebaik-baiknya. Di masa muda  pula-lah Nafs Ammarah (tingkatan jiwa yang masih mudah terpengaruh oleh berbagai keburukan), yang menyerang setiap saat.&lt;br /&gt; Meskipun Allah tidak membebani setiap jiwa melainkan yang sesuai dengan kemampuannya; namun bila seseorang memutuskan tidak mau melaksanakan sesuatu perintah Tuhan, berarti ia membatasi kemampuan dirinya sendiri. Tidak taat kepada perintah Allah. &lt;br /&gt;  ‘Dari berbagai jenis amal keburukan, yang akan dihukum adalah yang berimplikasi kesengajaan.'&lt;br /&gt; Tuhan Yang Maha Pengasih kita tidak membebani sesuatu jiwa; dan tidak juga memberikan berbagai perintah yang menyulitkan. Melainkan, Dia itu justru memaafkan. Oleh karena itulah Dia mengajari kita doa mohon ampun di dalam ayat 2:287, tersebut [&lt;span style="font-style:italic;"&gt;...robbana laa tu'akhidzna inna sinna aw'akhtana, robbana wa laa tahmil alaina ishran kama  hamaltahu alalladzina min qablina, robbana wa laa tuhamilna maa laa thaqatha lanabih, wa fuanna, waghfirlana, warhamna...]&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; Meskipun di dalam ayat ini dinyatakan, ,,,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laa Yukallifullaahu Nafsan Illa Wus'ahaa...,&lt;/span&gt; seorang mukmin sejati tetap bersimpuh di hadapan Allah Taala mengingat segala kelemahan yang ada pada dirinya, dan berdoa agar jangan ada sedikitpun amal perbuatannya yang dapat mendatangkan kemurkaan-Nya.&lt;br /&gt; Kita hendaknya berdoa agar senantiasa diberikan istiqamah dan meningkat dalam keimanan. &lt;br /&gt;Doa di penghujung ayat tersebut bersifat jamak (“kami”); artinya kita dimintai tanggung jawab terhadap umat.  Semoga kita senantiasa dapat memfaedahkan segala kemampuan yang telah Allah anugerahkan, sebagaimana kita pun memperoleh kemajuan dan berkembang. Amin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA  060309&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-2382470392987051067?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/2382470392987051067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=2382470392987051067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2382470392987051067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2382470392987051067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/06/laa-yukallifullaahu-nafsan-illa-wusahaa.html' title='“Laa Yukallifullaahu Nafsan Illa Wus&apos;ahaa...”'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-1253141761338105328</id><published>2009-05-27T04:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T04:12:41.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>Sifat Al-Wasi (II) Allah Swt, Yatim &amp;RT-Sakinah</title><content type='html'>Khutbah Jumah ini mengenai hak dan kewajiban dalam berumah-tangga sakinah berdasarkan ajaran Islam, terkait dengan sifat Al Wasi Allah Swt (Mahaluas Karunia-Nya). Pada kesempatan ini akan membahas beberapa perkara dalam kehidupan sehari-hari yang juga terkait dengan kemajuan akhlak rohani manusia.  Merujuk kepada sifat Al Wasi Allah Swt, dengan memahaminya, niscaya kita pun akan menyadari setiap amal perbuatan kita – berkat ajaran-Nya, kita dibimbing Allah Swt – agar memperoleh faedah dari sifat khas-Nya ini, dengan cara mempraktekkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing.&lt;br /&gt; Beberapa aspek tarbiyat ini dapat menuntun kita mulai dari kiat membina rumah tangga sakinah hingga berbagai masalah sosial dan perbaikan cara mempraktekkan agama kita yang sesuai dengan ridho Allah Swt. Dia pun memerintahkan manusia agar mewujudkan sifat-sifat-Nya dalam kehidupan sehari-hari, yakni memperluas praktek sifat Al Wasi Ilahi dan peningkatan maqom rohani agar memperoleh keridhoan-Nya. Allah Swt pun mengatakan bahwa Dia Maha Mengetahui kemampuan manusia, oleh karena itu apapun yang telah diperintahkan-Nya tidaklah diluar batas kemampuan manusia. Memang kemampuan tiap orang berbeda-beda, dan perintah Allah pun terkait dengan hal ini, namun bukan hak manusia untuk menentukan batas kemampuan seseorang, karena hal inipun Allah mengetahuinya. Oleh karena itu tidak dapat dikatakan bahwa berbagai perintah Tuhan diluar kemampuan seseorang. Sesungguhnya Allah Taala telah memberikan kemampuan tersembunyi dalam tiap diri manusia, maka tugas manusia-lah untuk mewujudkan dan mengembangkannya.&lt;br /&gt; Allah Taala pun memberi kita contohnya yang paling afdhol, ialah wujud Rasulullah Saw, agar dapat diikuti jejak langkahnya. Beliaulah satu-satunya insan kamil yang memiliki kemampuan yang paripurna. Renungkanlah tiap aspek contoh akhlakul karimah Rasulullah Saw, maka niscaya manusia akan memperoleh contohnya yang terbaik, yang membuat kita tertarik untuk mengikutinya. Termasuk dalam kiat membina rumah tangga yang sakinah.&lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Khairukum khairukum li-ahlihi wa ana khairukum li-ahli&lt;/span&gt;, yang afdhol diantaramu adalah ia yang berlaku baik kepada istrinya. Dan aku adalah yang ter-afdhol'.&lt;br /&gt; Beliau pun bersabda, jika seorang suami mendapati sesuatu kekurangan di dalam diri istrinya, ia pun hendaknya melihat segi kelebihannya, sehingga membuat suasana rumah tangga menjadi harmonis. Perintah ini berlaku baik untuk pihak pria maupun wanita.&lt;br /&gt; Para istri Rasulullah Saw menyaksikan kebenaran sabda beliau yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari ini. Namun, beliau Saw tetap berdoa atas keterbatasannya sebagai manusia; yakni berusaha adil terhadap semua istri beliau yang berberkat. Namun, tetap saja beliau tak kuasa menyembunyikan kalbu yang condong lebih menyayangi salah satu di antaranya. Untuk itu pun beliau beristighfar.&lt;br /&gt; Menjelaskan hal ini kepada Hadhrat Aisyah r.ha., beliau Saw mengemukakan kemuliaan akhlak Hadhrat Khadija r.ha., yakni almarhumah sudah menjadi sahabi ketika beliau Saw masih berjuang sendiri, tak ada penolong; menyerahkan semua harta benda, melahirkan dan membesarkan anak-anak. Ketika dunia sekeliling beliau menolak [missi Islam], Hadhrat Khadija justru meyakinkan kebenaran beliau Saw.&lt;br /&gt; Lihatlah, meskipun sudah didampingi istri yang lebih muda dan menarik, namun beliau Saw tetap terkenang kepada yang satu, hanya dikarenakan beliau menerima sebagian besar wahyu Ilahi di rumah almarhumah. Inilah yang beliau jelaskan dengan bijak bestari kepada para istri beliau yang lain ketika mereka terheran-heran mengapa Rasulullah Saw senantiasa terkenang kepada Hadhrat Siti Khadija r.ha.......&lt;br /&gt; Ajaran Islam yang memberi alternatif beristri lebih dari satu, adalah bersyarat. Sama sekali tidak bermaksud mengurangi derajat kaum wanita, sebagaimana umumnya difahami selama ini.&lt;br /&gt; Dalam ayat 4  Surah Al Nisa,&lt;br /&gt;وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِىْ الْيَتٰمٰى فَانكِحُوْا مَا طَابَ لَـكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ‌‌ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ‌ؕ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاؕ‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan, jika kamu, atau masyarakat, khawatir tak akan dapat berlaku adil terhadap anak-anak yatim, pasca peperangan, maka kawinilah perempuan-perempuan lainnya yang kamu sukai, dua, atau tiga, atau empat. Akan tetapi jika kamu khawatir tak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang perempuan saja, atau kawinilah yang dimiliki tangan kananmu. Cara demikian itu lebih dekat bagimu agar tidak berbuat aniaya.’ &lt;/span&gt;(4:4).&lt;br /&gt; Ayat ini bermaksud untuk melindungi hak-hak anak-anak yatim perempuan. Untuk memastikan kehidupan rohani dan jasmani mereka terpelihara berkat adanya ikatan perkawinan [dengan ibunya], dus untuk menghindari agar jangan sampai tidak ada yang bertanggung-jawab untuk mengawasi mereka.&lt;br /&gt; Merujuk kepada penggunaan kalimat 'bahkan meskipun hal ini dirasakan perlu'; kepentingan pribadi orang per-orang bukan hal yang utama. Melainkan, hal ini merujuk kepada aspek demi untuk ketenteraman dan kesejahteraan kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt; Allah-lah yang menciptakan laki-laki. Dia mengizinkan polygami dengan wanita-wanita akan timbul situasi lebih sayang ke salah satu di antaranya. Oleh karena itu Allah sangat menekankan untuk memenuhi hak-hak semua istri dengan adil. Hal ini tersurat di dalam ayat 130  Surah Al Nisa,&lt;br /&gt;وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْۤا اَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ النِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ‌ۚ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا كَالْمُعَلَّقَةِ‌ؕ وَاِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا‏&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan, kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri, betapa pun kamu menginginkannya. Maka, janganlah kamu mencondongkan seluruh kecondonganmu kepada seseorang sehingga kamu meninggalkan yang lain sebagai barang yang sia-sia, tak terjaga dan tak pula terpelihara. Dan jika kamu saling memperbaiki diri dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang. ’&lt;/span&gt; (4:130).&lt;br /&gt; Hal ini menekankan, bahwa mensejahterakan lahir batin seorang istri adalah kewajiban utama seorang suami. Namun, kenyataannya bahwa suami mereka [yang berpolygami] sudah tidak mempedulikan kebutuhan mereka lagi, dikarenakan lebih mengutamakan madunya.&lt;br /&gt; Akan tetapi, ada pula kasus: Istrinya  satu orang, namun suami semacam itu tidak menceraikannya, tak pula memeliharanya. Menunda-nunda perkara hingga ke Dewan Qadha yang tidak perlu.  Jika sebagian keputusannya ada yang tidak mengizinkan cerai, maka istrinya pun menuntut hak ‘khula’. Tetapi pihak suami menyelamatkan dirinya membayar Haq Mahr (mas kawin) mereka. Kesemua cara itu jauh dari sifat taqwa. Jika orang berniat mencari rahimiyyat Allah, perlihatkanlah sikap kasih sayang. Kalau ingin memperoleh karunia Ilahi, perluaslah kasih sayang terhadap sesama.&lt;br /&gt; Ayat berikut ini terkait dengan ayat sebelumnya yang sudah dibacakan, yang artinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan, jika kedua mereka itu bercerai, maka Allah akan mencukupi masing-masing dengan kelimpahan-Nya, wa-Allahu Wasi'an Hakiiman (dan Allah Mahaluas, Maha Bijaksana).&lt;/span&gt;’ (4:131).&lt;br /&gt; Di sini Allah Taala memerintahkan, bila pun tak ada peluang untuk rujuk kembali, janganlah menggantung perkara hingga berlarut-larut. Melainkan, bercerailah dengan cara yang sebaik-baiknya. Sebuah Hadith menyebutkan, perceraian adalah suatu perbuatan yang sangat tidak disukai. Namun, jika hubungan sudah tidak dapat dipelihara berdasarkan ketaqwaan, maka Allah Taala Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati masing-masing. Yakni, bila  perceraian ditempuh di atas jalan taqwa, maka Allah Al-Wasi pun akan mencukupi berbagai hal yang mereka dambakan.&lt;br /&gt; Ayat ini pun menetapkan kaidah bahwa masalah hubungan pernikahan jangan sekali-kali diputuskan berdasarkan emosi; melainkan harus melalui beberapa tahapan pemikiran yang berhati-hati dan banyak berdoa memohon bantuan Allah Al-Wasi. Maka niscaya pasangan yang demikian itu akan diberkati Tuhan dan diberi rahmat jalan keluar yang terbaik.  &lt;br /&gt; Adakalanya pihak suami menjatuhkan talaq dan mempercepat proses perceraian. Padahal sudah jelas dan tegas berbagai perintah untuk memenuhi hak-hak pihak istri terlebih dahulu,  yakni setelah melewati suatu periode waktu tertentu (iddah); dan juga apabila ada anak.&lt;br /&gt;  Bahkan, Allah Taala memerintahkan pihak pria untuk memenuhi hak-hak pasangannya ketika terpaksa harus bercerai – meskipun 'rukhstana' belum terlaksana. Hal ini ditegaskan di dalam Surah Al Baqarah, yang artinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Tak ada dosa bagimu jika kamu memberi talak perempuan-perempuan yang belum kamu sentuh atau kamu belum memastikan maskawin mereka. Akan tetapi, berikanlah kepada mereka, yang kaya menurut kadar kemampuannya, dan bagi yang berkekurangan menurut kadar kemampuannya, suatu pemberian dengan cara yang makruf. Inilah kewajiban atas orang-orang yang berbuat baik’&lt;/span&gt; (2:237).&lt;br /&gt; Rasulullah Saw adalah contoh insan yang paripurna dalam perkara ini. Suatu hari, ada seorang Ansar dibawa ke hadapan Rasulullah Saw oleh seorang sahabah. Ia melaporkan, bahwa dirinya telah menceraikan istrinya tanpa membayar Haq Mahr-nya karena 'rukhstana' atau walimah belum terlaksana.  Rasulullah Saw menasehati Ansar tersebut agar mengikhlaskan suatu jumlah pembayaran tertentu sebagai tanda budi baiknya. Ia menjawab, tidak punya harta untuk diberikan. Rasulullah Saw bersabda, kalau memang begitu, berikanlah topi yang sedang engkau pakai itu.&lt;br /&gt; Peristiwa ini menggambarkan betapa pentingnya memenuhi hak-hak kaum wanita dalam urusan yang berkaitan dengan perkawinan. Ini adalah contoh bila Haq Mahr belum ditentukan. Bila sudah, namun rukhstana dan walimah batal dilaksanakan, maka perintahnya adalah bayarkanlah Haq Maharnya setengahnya........&lt;br /&gt; Ada bebeberapa ayat lainnya yang secara detail memaparkan perkara ini, namun dua ini saja cukuplah memadai. Pertama, adanya wujud [Rasulullah Saw] contoh yang paling istimewa dalam memperlakukan istri-istri. Kedua, pentingnya mempraktekkan contoh terbaik tersebut oleh setiap orang, khususnya bagi kaum prianya. &lt;br /&gt; Perkara lainnya yang meskipun jarang namun suka terdengar juga dari daerah-daerah pedalaman, adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat 153   Surah Al An’Am ini,&lt;br /&gt;وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِىْ هِىَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ‌ۚ وَاَوْفُوْا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ بِالْقِسْطِ‌ۚ لَا نُـكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا‌ۚ وَاِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوْا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى‌‌ۚ وَبِعَهْدِ اللّٰهِ اَوْفُوْا‌ؕ ذٰلِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَۙ&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan janganlah kamu mendekat harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik sampai ia mencapai usia kedewasaannya. Dan penuhilah ukuran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani suatu jiwa melainkan sesuai dengan kemampuannya. Dan jika kamu berkata-kata, maka hendaklah berlaku adil meskipun terhadap seorang kerabat; Dan sempurnakanlah janji [baiat] mu dengan Allah. Demikianlah Dia telah memerintahkanmu mengenai hal itu supaya kamu mendapat nasihat.’&lt;/span&gt; (6:153)..........&lt;br /&gt; Ayat ini memerintahkan agar mengurus harta benda anak yatim dengan cara yang sebaik-baiknya dan berhati-hati. Mereka yang mengurus harta benda anak yatim adalah para pemegang amanat.&lt;br /&gt; Beberapa ayat sebelumnya menyatakan berbagai usaha hendaknya disiapkan yang bertujuan untuk melindungi harta benda dan pemeliharaan jasmani rohani anak-anak yatim. Bila wali atau mereka yang mengurus anak yatim memerlukan biaya untuk itu, maka mereka diperbolehkan mengambilnya sebatas hanya untuk keperluan anak yatim tersebut, yang dilaksanakan dengan cara yang sangat berhati-hati.  Pengelolaannya harus sedemikian rupa amanahnya sebagaimana mengurus harta benda mereka sendiri. Mereka yang tidak amanah mengurus harta benda anak yatim, ingatlah mereka sekali-kali tidak akan dapat menambah harta benda milik mereka. Sebaliknya, bila pun mereka berhasil untuk sementara, mereka terancam oleh peringatan ini, yang artinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Sesungguhnya, mereka yang memakan harta anak-anak yatim dengan aniaya, mereka sebenarnya tak lain hanya menelan api ke dalam perut mereka.....’&lt;/span&gt; (4:11).&lt;br /&gt; Pendek kata, hal ini sungguh perkara yang sangat sensitif. Orang-orang yang ikut mendukung mereka yang memakan harta benda anak-yatim pun ikut bertanggung jawab memikul beban ancamannya. &lt;br /&gt; Hendaknya senantiasa berikhtiar dan berpikiran, bahwa apapun yang Allah perintahkan, niscaya berada dalam batas kemampuan. Oleh karena itu hendaknya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena, bila kita dapat melaksanakannya, insya Allah dapat dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang Allah Taala telah firmankan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Kami tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, dan mereka inilah penghuni Surga; mereka akan kekal di dalamnya’&lt;/span&gt; (Surah Al A’raf 7:43).  &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA051809&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-1253141761338105328?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/1253141761338105328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=1253141761338105328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1253141761338105328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/1253141761338105328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/05/sifat-al-wasi-ii-allah-swt-yatim.html' title='Sifat Al-Wasi (II) Allah Swt, Yatim &amp;RT-Sakinah'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-6045157728926413789</id><published>2009-05-27T04:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T04:05:33.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>Sifat Al-Wasi (Maha Luas Karunia) Allah Swt</title><content type='html'>Khutbah Jumah kali ini mengenai sifat Al Wasi (Maha Luas Karunia, Maha Karib) Allah Swt.&lt;br /&gt; Bahwa sifat ‘Wasi’ adalah suatu Wujud yang rezeqi-Nya dan karunia-Nya mencukupi segala kebutuhan makhluk ciptaan-Nya. Wujud Yang suka memberi tanpa batas. Semua rujukan mengenai perkara ini dapat ditemukan di dalam Al Qur’an. Di dalam ayat 269  Surah Al Baqarah, Allah Taala berfirman,&lt;br /&gt;الشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْـفَقْرَ وَيَاْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَآءِ‌ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ؕ وَاللّٰهُ وٰسِعٌ عَلِيْمٌۚ ۙ &lt;br /&gt;yang artinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Syaitan menakut-nakuti kamu dengan kefaqiran, dan menyuruh kamu berbuat kekejian, padahal Allah menjanjikan kepadamu maghfirah-Nya, dan karunia. Wallahu wasi'un aliim (dan Allah Maha Luas Karunia-Nya, Maha Mengetahui).’&lt;/span&gt; (2:269).&lt;br /&gt; Ayat ini mengemukakan dua faktor penggoda yang Syaitan gunakan untuk mengalihkan manusia dari jalan Tuhan. Ialah, takut akan kefaqiran (miskin) dan berbuat kekejian. Takut menjadi miskin banyak bentuknya; sebagaimana Syaitan telah ikrarkan di hadapan Tuhan, bahwa ia akan terus berusaha menggoda semua hamba-Nya dengan berbagai cara sampai berhasil. Keniscayaan keberhasilan tipu daya mereka ini bukan hanya disebabkan  kelihayan mereka namun juga karena Tuhan pun mempersilakan mereka.&lt;br /&gt; Allah Taala telah mengingatkan hamba-Nya, bahwa Syaitan akan menggoda mereka dengan berbagai cara, yang seolah-olah tampak baik namun di balik itu mengandung konsekwensi berbagai kesulitan. Allah Taala telah mengingatkan di dalam Al Qur’an: wa yuridu syaitanu ayyudhillahum dhalaallan ba'iidan, yang artinya, ‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan, Syaitan ingin menyesatkan mereka menuju ke kesesatan yang sejauh-jauhnya’ &lt;/span&gt;(Surah Al Nisa – 4:61), dan juga pada ayat, inna syaitana lakum aduw-wummubiin, yang artinya, ‘…sesungguhnya, Syaitan itu adalah musuh yang nyata…’ (Surah Al A’raf – 7:23)....&lt;br /&gt; Penuturan berbagai kisah di dalam Al Qur’an bukanlah penyampaian cerita lama belaka, melainkan justru sebagai nubuatan untuk umat manusia di masa-masa yang akan datang, yang oleh karenanya kaum mukminin harus senantiasa ingat untuk menghindarinya.&lt;br /&gt; Syaitan pun merubah siasat tipu daya mereka sesuai dengan perubahan zaman. Pada setiap penemuan baru yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, selalu ada dampak negatifnya yang digunakan oleh Syaitan. Di dalam Surah Al Baqarah tadi, Allah Taala telah nyatakan bahwa Syaitan menakut-nakuti manusia dengan kefaqiran. Dalam bahasa Arab, kata 'faqara’ artinya miskin, dan juga 'mematahkan tulang belakang' (banting tulang). Maksudnya, Syaitan membisikkan perasaan was-was di dalam hati manusia, bahwa pengorbanan di jalan Allah akan membuat hidupmu kekurangan. Syaitan menakut-nakuti dengan berbagai cara, antara lain juga dengan menjauhkan mukminin dari peribadatannya kepada Allah dengan alasan mengejar urusan duniawi. Takut akan rugi finansiil dan kemiskinan sehingga mereka pun berpikir tidak ada waktu untuk urusan rohani. Lebih baik untuk mencari uang.&lt;br /&gt; Disamping menakut-nakuti dengan kemiskinan, Syaitan pun menggoda sebagian lain manusia agar membelanjakan harta benda mereka kepada hal-hal yang laghwi, percuma, hedonisme dan berbagai bentuk perbuatan keji lainnya seperti perjudian ataupun minum minuman ber-alkohol. Mereka melakukan perbuatan munkar tersebut dikarenakan mereka tidak menyadarinya, bahwa mereka sedang melakukan sesuatu yang salah. Padahal Allah Swt telah memfirmankan di dalam Al Qur’an, wa laa tattabi'uu hutuwaatis-syaitan..., yang artinya, ‘…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dan janganlah mengikuti langkah-langkah Syaitan…’&lt;/span&gt; (Surah Al An’am – 6:143).&lt;br /&gt; Bahkan sudah sedemikian degilnya golongan manusia yang seperti itu, sampai-sampai mereka mengatakan ada baiknya juga mengikuti ajakan Syaitan. Bila mereka ditanya apa pendapat mereka tentang tipu daya Syaitan, mereka menjawab, insya Allah akan dilindungi. Padahal, begitulah sikap mereka yang sudah mengikuti langkah Syaitan, mereka sudah tidak menyadari perbuatan keji mereka......&lt;br /&gt; Merujuk kepada kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘ya’idukum’&lt;/span&gt; di dalam ayat Surah Al Baqarah tersebut, Allah Taala telah memberikan jaminan akan memberikan pengampunan.&lt;br /&gt; Pada Hari Pembalasan, Syaitan akan menyangkali segalanya. Tetapi Allah Taala telah menjanjikan, bahwa Dia akan memberikan pengampunan. Yakni, Allah Taala akan memberi karunia-Nya di dunia ini, dan juga akan memberikan maghfirah di Akhirat nanti.&lt;br /&gt; Sementara mereka yang sibuk dalam perbuatan keji terjerumus ke dalam berbagai kesulitan, berbagai macam penyakit jasmani dan kemudharatan lainnya, namun bagi kaum mukminin yang beramal shaleh dijanjikan akan mendapat rahmat dan berkat yang lebih besar lagi. Allah Taala telah menyatakan, bahwa Dia membukakan pintu-pintu rahmat-Nya lebar-lebar, sehingga kaum mukminin akan memperoleh peningkatan status maqom kerohanian mereka yang terus menerus....&lt;br /&gt; Setiap orang yang rajin mengorbankan harta benda mereka memahami, betapa Allah Taala memberkati setiap pengorbanan mereka dengan cara yang menakjubkan. Para keluarga yang telah mengorbankan kehidupan mereka, menjadi saksi bahwa pengorbanan anggota keluarga mereka itulah yang menjadi sumber keberkatan yang tiada akhir bagi keluarga mereka.  Inilah pengalaman nyata betapa sifat Al Wasi Allah Swt memberi ganjaran pahala kepada mereka yang memberi dan berkorban di jalan-Nya.&lt;br /&gt; Bahkan Allah Taala lebih jauh lagi dalam meridhoi dan memberkati para hamba-Nya yang sejati, yakni bukan saja memberikan maghfirah atas taubatan-nasuha, amal shaleh dan segala pengorbanan mereka, namun juga memerintahkan para malaikat-Nya agar memohonkan ampunan bagi mereka. Hal ini tercantum di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا‌ ۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ‏ &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mereka yang memikul Arasy dan yang di sekitarnya, mereka mensucikan dengan pujian Tuhan mereka, dan mereka beriman kepada-Nya dan mereka memohon ampunan bagi mukminin, “Ya Tuhan kami, Engkau meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmu. Maka ampunilah bagi mereka yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau, dan lindungilah mereka dari azab Jahannam.’&lt;/span&gt; (Surah Al Mu’min – 40:8)  Yang dimaksud dengan ‘mereka yang memikul Arasy’ di sini merujuk kepada para malaikat, sebagaimana juga yang dimaksudkan di dalam Surah Al Haqqah (69:18). Atau, hal ini pun merupakan berbagai sifat Allah lainnya, yang para malaikat diperintahkan untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt; Berbagai sifat Ilahi yang telah dicantumkan di dalam Surah Al Fatihah, ialah Rabb (Allah Yang Menciptakan dan Menyantuni segala makhluk-Nya), Rahman (Maha Pemurah), Rahim (Maha Penyayang) dan Maliki Yaumidin (Yang Memiliki Hari Pembalasan). Inilah beberapa sifat Ilahi yang telah difaedahkan-Nya bagi kehidupan manusia di dunia ini, yang merupakan sifat utama Allah Swt.&lt;br /&gt; Bagi mereka yang beriman, bertaubat, kembali ke hadirat Ilahi, dan beramal shaleh, Allah Taala telah memerintahkan para malaikat-Nya yang telah ditugaskan khusus untuk masing-masing sifat-Nya tersebut untuk berdoa dengan mengatasnamakan mukminin tersebut. Begitu juga para malaikat bawahan dari Empat Malaikat Utama tersebut, mereka memohon maghfirah Allah Swt bagi kebaikan manusia.&lt;br /&gt; Setiap manusia penuh dengan berbagai kelemahan dan kesalahan. Namun jika mereka terjerumus dengan tidak sengaja, para malaikat pun akan memohon ampunan Allah Swt dengan merujuk kepada sifat Maha Penyayang-Nya dan Maha Pengampun-Nya yang tiada berbatas, agar Allah Taala berkenan memberi maghfirah kepada para hamba-Nya tersebut.&lt;br /&gt; Mereka para malaikat itu pertama-tama merujuk kepada sifat Ar-Rahim Allah Swt dalam memohon ampunan-Nya, karena sifat memaafkan hanya akan datang dari sifat Rahimiyyat-Nya itu. Inilah mengapa sebabnya mereka para malaikat gigih memohon maghfirah Allah dengan merujuk kepada sifat Rahim-Nya itu.&lt;br /&gt; Mereka memahami betul, Allah Yang Mengetahui segala sesuatu, pasti mengetahui jika manusia akan terjerumus lagi. Oleh karena itu mereka memohon agar sifat Rahimiyyat-Nya yang abadi memudahkan manusia untuk beralih mengerjakan amal shaleh selamanya, meninggalkan perbuatan buruk mereka. Manusia dapat melakukan perubahan ini bila ada karunia Ilahi. Inilah Allah Ar-Rahman, Ghofurur-Rahim, yang senantiasa memberikan maghfirah-Nya kepada manusia, dan menjaga agar manusia tetap istiqamah dalam keshalehannya.&lt;br /&gt; Allah Swt telah menyatakan, bahwa Dia akan mengganjar setiap amal pengorbanan harta benda manusia 700 (tujuh ratus) kali lipat, atau bahkan lebih daripada itu, karena Dia adalah Al Wasi, Yang Maha Karib. Ganjaran pahala-Nya sungguh tak berbatas. Namun manusia-lah yang tak bersyukur. Meninggalkan Allah Ar-Rahim, tergoda oleh kenikmatan Syaitan yang fana.&lt;br /&gt; Kemudian dalam ayat 157 Surah Al A’raf (7:157),&lt;br /&gt;وَاكْتُبْ لَـنَا فِىْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِىْ الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ‌ؕ قَالَ عَذَابِىْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ‌ۚ وَرَحْمَتِىْ وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ‌ؕ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ‌ۚ‏ &lt;br /&gt;yang artinya, ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan tuliskanlah bagi kami kebaikan di dunia ini, dan juga di akhirat. Sesungguhnya kami telah mendapat petunjuk untuk kembali kepada Engkau”. Berfirman Dia, “Aku akan timpakan azab-Ku kepada siapa yang Aku kehendaki, dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, Aku akan menuliskannya bagi orang-orang yang bertaqwa dan mereka yang membayar zakat dan mereka yang beriman kepada Tanda-tanda Kami &lt;/span&gt;‘.&lt;br /&gt; Berbagai peristiwa yang dialami Rasulullah Saw yang dicantumkan di dalam Al Quran pun merupakan khabar suka untuk manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, jika berbagai doa menjadi makbul dan berbagai karunia Allah pun menzahir di zaman akhirin ini sebagaimana terjadi di zaman awalin, hanyalah dikarenakan menjalankan kondisi yang sama; terikat kepada berbagai perintah Allah [untuk beriman dan beramal shaleh].&lt;br /&gt; Sifat Rahimiyyat Allah Swt memang mensyafaati segalanya. Akan tetapi manusia pun dituntut untuk bertanggung-jawab untuk menjalankan hidup mutaqqi, dan hanya beribadah kepada-Nya. Mencintai Allah lebih dari segalanya. Melaksanakan berbagai pengorbanan sesuai yang diminta. Menjalankan haququllah haququl ibad. Beriman kepada Tanda-tanda-Nya, yakni, timbulnya berbagai Tanda istimewa keberadaan Ilahi dan kedatangan orang-orang suci pun merupakan salah satu Tanda-tanda Allah Taala. Untuk zaman sekarang ini, kedatangan seorang hamba sejati Rasulullah Saw juga disertai dengan zahirnya berbagai Tanda-tanda Ilahi, antara lain Gerhana Bulan dan Matahari [di bulan Ramadhan], berbagai gempa bumi, wabah ta'un (pes) dan juga berbagai penemuan teknologi modern.&lt;br /&gt; Jika seorang Penyeru mendakwakan sesuatu, kemudian zahir, maka hal tersebut merupakan suatu Tanda Ilahi yang khas. &lt;br /&gt; Allah Swt telah membuat Rahimiyyat-Nya dapat mensyafaati segala kedhoifan. Oleh karena itu kewajiban manusia adalah mengharapkan maghfirah Allah dengan cara berusaha untuk menjalankan berbagai perintah-Nya.&lt;br /&gt; Namun khusus kaum mukminin hendaknya jangan berpikiran bahwa mereka akan termaafkan apapun kesalahannya. Allah Tala telah menetapkan berbagai peraturan syariat; dan akan menghukum mereka para pelampau batas. Dia tidak menyatakan karunia-Nya akan meliputi juga para pendosa, melainkan – berdasarkan berbagai rujukan yang telah disampaikan – karunia-Nya diperuntukkan bagi mereka yang beralih menjalankan hidup muttaqi.......Semoga Allah memudahkan kita semua untuk itu. Amin !&lt;br /&gt;translByMMA / LA051009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-6045157728926413789?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/6045157728926413789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=6045157728926413789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6045157728926413789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6045157728926413789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/05/sifat-al-wasi-maha-luas-karunia-allah.html' title='Sifat Al-Wasi (Maha Luas Karunia) Allah Swt'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-5727956931384602458</id><published>2009-05-26T02:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T02:37:18.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menarik'/><title type='text'>It's a wonderful story</title><content type='html'>Seorang pengusaha nan shalih bernama Kajiman –bukan nama asli-, malam itu sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Simpang Lima Semarang. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat dan shalat Shubuh berjamaah di sana. Waktu di jam tangan Kajiman menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu keluar dari lobby hotel, Kajiman pun memanggil seorang tukang becak yang sedang mangkal lalu ia naik ke atas becak. "Mau diantar kemana, Pak?" tanya tukang becak bernama Ibnu. Begitu ditanya, Kajiman menjawab, "Antar saya keliling kota Semarang saja, Pak!" Ia menjawab sedemikian karena ia tahu bahwa waktu Shubuh masih jauh tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ibnu sang tukang becak mengantarkan Kajiman berkeliling Simpang Lima sebagai pusat kota Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak mengantarkan Kajiman yang hendak melihat panorama kota Semarang saat pagi menjelang. Beberapa jalan sudah mereka susuri berdua. Lalu sayup-sayup terdengar suara tarhim dari sebuah corong menara masjid di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Arhamar Rahimiin, Irhamnaa.... Ya Arhamar Rahimiin, Irhamnaa.... !&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Suara tarhim itu mengisyaratkan kepada warga kota Semarang bahwa waktu shubuh sebentar lagi akan menjelang. Sejurus itu Ibnu berkata santun kepada penumpangnya, "Mohon maaf ya pak, boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain??" Kajiman membalas, "Memangnya bapak mau kemana?" "Mohon maaf pak, saya mau pergi ke masjid!" jawab Ibnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang Kajiman kagum atas jawaban Ibnu sang tukang becak, namun ia ingin mencari alasan mengapa Ibnu sedemikian hebat kemauannya hingga ingin pergi ke masjid. "Kenapa harus pergi ke masjid pak Ibnu?" tanya Kajiman. Ibnu dengan polos menjawab, "Saya sudah lama bertekad untuk mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh. Sayang khan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh" jelas Ibnu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban ini semakin membuat Kajiman bertambah kagum atas ketaatan Ibnu. Namun Kajiman belum puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang menggoyah keimanan Ibnu. "Pak, bagaimana kalau pak Ibnu tidak usah ke masjid tapi pak Ibnu temani saya keliling kota dan saya akan membayar Rp 500 ribu sebagai imbalannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santun Ibnu membalas tawaran itu, "Mohon maaf pak, bukannya menolak.... namun guru saya pernah mengajarkan bahwa shalat sunnah Fajar itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deggg....! dinding hati Kajiman bergemuruh mendapati jawaban hebat dari seorang pengayuh becak seperti Ibnu. Ia begitu takjub atas ketaatan Ibnu kepada Tuhannya. Amat jarang menurut Kajiman manusia sekarang yang memiliki prinsip hidup seperti Ibnu.&lt;br /&gt;Bahkan Kajiman pun memberikan tawaran dua kali lipat dari semula, tetap saja Ibnu menolaknya. Kekaguman pun membawa Kajiman menyadari bahwa ada pelajaran besar yang sedang ia dapati dari seorang guru kehidupan bernama Ibnu pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua rakaat Fajar (qabliyah Shubuh) lebih baik daripada dunia beserta isinya." (Muhammad Saw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu dan Kajiman pun tiba di salah satu masjid, rumah Allah. Lampu-lampu masjid belum menyala. Mereka berdualah orang-orang pertama yang membuka gerbang dan pintu masjid. Ibnu menyalakan lampu-lampu dan ia pun mengumandangkan adzan saat waktu Shubuh tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam alunan suara merdu Ibnu mengumandangkan adzan, hati Kajiman semakin hebat berguncang. Dia berkata kepada Tuhannya, "Ya Allah, betapa ummat dan bangsa ini amat membutuhkan manusia-manusia hebat seperti Ibnu... Rezekikan kepada kami para pemimpin bangsa dan hamba-hamba yang senantiasa kuat beriman dan selalu merasa takut kepada-Mu... . sehingga tiada lagi yang kami cari untuk hidup di dunia ini selain keridhaan dan surga-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Shubuh pun didirikan di masjid tersebut, termasuk dalam shaf barisan hamba Allah pagi itu adalah Kajiman dan Ibnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajiman begitu mensyukuri pelajaran berharga yang Allah berikan untuknya di pagi itu. Usai shalat, Kajiman masih melanjutkan ibadahnya dengan dzikir dan bermunajat kepada Tuhannya Yang Maha Pemurah. Namun lagi-lagi terbayang di benaknya sosok hebat Ibnu sang Tukang Becak. Entah mengapa dirasakan oleh Kajiman bahwa Allah menginginkan dirinya membantu Ibnu untuk hadir ke Baitullah berhaji di tahun ini. Doa di pagi itu sungguh membuat Kajiman terasa amat dekat dengan Tuhannya. Hingga badannya berguncang dan air mata pun mengalir deras di pipinya. Tak kuasa ia membendung gelombang arus rahmat dari Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai puas berdoa, Kajiman pun menurunkan kedua tangannya yang tadi terangkat. Terdengar oleh telinganya sapaan lembut pak Ibnu yang berkata, "Mari pak kita teruskan perjalanan keliling kota Semarang.... !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajiman lalu menoleh ke arah sumber suara. Ia berdiri dan menghampiri tubuh Ibnu. Ia gamit tangan Ibnu untuk berjabat lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Ibnu belum mengerti apa maksud perbuatan yang dilakukan Kajiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelukan itu Kajiman membisikkan kalimat ke telinga Ibnu, "Mohon pak Ibnu tidak menolak tawaran saya kali ini. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Ibnu berhaji tahun ini ke Baitullah... ., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini. Mohon jangan ditolak!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhanallah.&lt;/span&gt; ... bagai kilat dan guntur yang menyambar menggoncang bumi. Betapa hati Ibnu teramat kaget mendengar penuturan Kajiman yang baru saja dikenalnya. Kini Ibnu pun mengeratkan pelukan ke tubuh Kajiman dan ia berkata, "Subhanallah walhamdulillah. ... terima kasih ya Allah.... terima kasih pak Kajiman..... !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali ini, Ibnu tiada menolak tawaran Kajiman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[kiriman dari Indah Rosnindah &lt;Indah.Rosnindah@londonsumatra.com&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-5727956931384602458?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/5727956931384602458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=5727956931384602458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5727956931384602458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/5727956931384602458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/05/its-wonderful-story.html' title='It&apos;s a wonderful story'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-8206767944568782451</id><published>2009-05-13T04:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T03:25:24.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><title type='text'>Sifat-sifat Allah – God’s Attributes</title><content type='html'>1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rabb-ul-‘Alamiin, &lt;/span&gt; Lord of all the world = Tuhan semesta alam. God creates everything and then fosters everything gradually towards perfection =  Tuhan menciptakan segala sesuatu, kemudian memelihara dan mengembangkannya yang secara bertahap membuatnya pada kesempurnaan.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Rahmaan,&lt;/span&gt; The (Most) Gracious = Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih. Without any effort on the part of His creatures He provides everything that is necessary for for their development and progress = Dia, Tuhan menyediakan segala yang diperlukan untuk perkembangan dan kemajuan mahluk ciptaannya itu dengan tanpa usaha dari pihak mahluknya.&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Rahiim,&lt;/span&gt;  The (Ever) Merciful = Yang Maha Penyayang. When those of His creatures that are endowed with will and intelligence voluntarily choose to do good and resist evil, God bestows upon them the highest reward and that reward continues indefinitely = Jika mahluknya itu ada yang setelahnya dianugerahi pikiran dan kecerdasan, yang kemudian, dengan kemauannya sendiri memilih untuk berbuat baik dan menolak kejahatan, maka Tuhan akan melimpahkan kepada-nya ganjaran yang sebesar-besarnya di mana ganjaran tersebut akan berlangsung terus menerus tanpa batas.&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maaliki Yaumid-Diin&lt;/span&gt;, Master of the Day of Judgement = Pemilik Hari Pembalasan.  The ultimate judgement concerning everything rests with him. Everything owes its origin to Him and the end of everything is also in His hands  = Putusan akhir mengenai segala sesuatu itu berada di tangan-Nya. Segala sesuatu itu berasal dari Dia dan akan berakhir di tangan-Nya pula. Manusia dan mahluk-mahluk lainnya dapat membuat perubahan-perubahan yang bersifat sementara dan untuk sementara waktu saja, ia tidak berdaya untuk mengadakan perubahan yang kekal di alam semesta.&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Adziim,&lt;/span&gt;    The Great = Yang Maha Agung,&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Adl,&lt;/span&gt;   The Just = Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Affuw,&lt;/span&gt;  The Effacer of Sins =  Yang Maha Pemberi Maaf.&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ahad,&lt;/span&gt;   The Unique; The Lord of Unity = Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Aakhir,&lt;/span&gt;   The Last = Yang Maha Penghabisan.&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ajrun, &lt;/span&gt;  Who with Reward = Yang Pemberi Ganjaran Pahala  (8:29)&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Akhzal (-a’aadii)&lt;/span&gt;   = Yang menghancurkan/menistakan (musuh-musuh-ku) &lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Aliyy,  &lt;/span&gt;  The High = Yang Maha Tinggi.&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Aliim, &lt;/span&gt; The All Knowing = Yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Anzal, &lt;/span&gt;  Who Send Down = Yang Menurunkan  (56:70).&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dzuu’l-‘Arsy,&lt;/span&gt;   The Lord of Throne = Yang Empunya Singgasana.&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Awwal, &lt;/span&gt;  The First = Yang Maha Pertama&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Aziiz, &lt;/span&gt; The Mighty = Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;18. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Baarii’,&lt;/span&gt;  The Maker = Yang Maha Pemberi Wujud.&lt;br /&gt;19. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Baasith,&lt;/span&gt;   The Enlarger (He Who Enlarges the means of subsistence) = Yang Maha Pemberi Ke-Luasan.&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Baaqii,&lt;/span&gt;   The Survivor = Yang Maha Kekal.&lt;br /&gt;21. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Badi’&lt;/span&gt;,   The Originator = Yang Maha Menjadikan Hal Baru.&lt;br /&gt;22. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ba’ith,&lt;/span&gt;   The Raiser (of the dead) =Yang Maha Pembangkit.&lt;br /&gt;23. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Barr, &lt;/span&gt; The Beneficent =  Yang Maha Pemberi Ganjaran.&lt;br /&gt;24. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Bashiir,&lt;/span&gt;   The All Seeing = Yang Maha Melihat.&lt;br /&gt;25. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Baathin,&lt;/span&gt;   The Hidden; He through Whom the hidden reality of everything is revealed = Yang Maha Tersembunyi – Dia, Yang menampak-nyatakan segala sesuatu yang paling tersembunyi.&lt;br /&gt;26. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adh-Dharr, &lt;/span&gt;  The Inflictor of Punishment = Yang Maha Pemberi Hukuman.&lt;br /&gt;27. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dzul Quwwat, &lt;/span&gt;  Lord of Power =  Yang Pemilik Kekuatan  (51:59)&lt;br /&gt;28. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dzuu’l-Jalaal Wa’l Ikraam,&lt;/span&gt;   The Lord of Majesty and Bounty = Yang Empunya Kebesaran dan Karunia.&lt;br /&gt;29. Dzuu Fadhlin,   Lord of Grace = Pemilik Limpahan Karunia (2:252, 57:72).&lt;br /&gt;30. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Faathir,&lt;/span&gt;   Originator – Creator = Pencipta; Wujud yang membuat dengan memecahkan kulitnya pada saat yang tepat dan menjadikannya dengan kemampuan untuk berkembang (35:2).&lt;br /&gt;31. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faatih, &lt;/span&gt; Who decide  =  Pemberi Keputusan  (7:90).&lt;br /&gt;32. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Fattaah, &lt;/span&gt;  The Opener (of the doors of success) = Yang Maha Pembuka Pintu-pintu Keberhasilan.&lt;br /&gt;33. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ghaffaar,&lt;/span&gt;  The Great Forgiver = Yang Maha Pengampun.&lt;br /&gt;34. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ghafuur, &lt;/span&gt;  The Most Forgiving = Yang Maha Pengampun.&lt;br /&gt;35. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ghaniyy, &lt;/span&gt;  The Self-Sufficient = Yang Maha Kaya.&lt;br /&gt;36. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Haadi, &lt;/span&gt;  The Guide = Yang Maha Pemberi Petunjuk.&lt;br /&gt;37. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Hafidz, &lt;/span&gt;   The Guardian = Yang Maha Pemelihara.&lt;br /&gt;38. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Hakam, &lt;/span&gt;  The Wise Judge = Yang Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;39. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Hakiim, &lt;/span&gt;  The Wise = Yang Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;40. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Haliim,&lt;/span&gt;   The Forbearing = Yang Maha Penyabar, Maha Penyantun.&lt;br /&gt;41. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Hamiid,&lt;/span&gt;  The Praiseworthy = Yang Maha Terpuji.&lt;br /&gt;42. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Haqq, &lt;/span&gt;  The True = Yang Maha Benar.&lt;br /&gt;43. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Hasiib,&lt;/span&gt;   The Reckoner, (To Settle Account) = Yang Maha Pembuat Perhitungan (3;200, 13;42, 14:52 - Hisaab).&lt;br /&gt;44. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Hayy, &lt;/span&gt;  The Living = Yang Maha Hidup.&lt;br /&gt;45. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Izzata,&lt;/span&gt;  Who Own Power = Pemilik Kekuasaan (Kemuliaan)  (10:66).&lt;br /&gt;46. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Jabbaar,&lt;/span&gt;  The Subduer = Yang Maha Penakluk.&lt;br /&gt;47. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Jalil, &lt;/span&gt; The Lord of Majesty = Yang Maha Empunya Ke-Agungan.&lt;br /&gt;48. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Jaami’&lt;/span&gt;,   The Gatherer; The Assembler = Yang Maha Pengumpul.&lt;br /&gt;49. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Kaafii,&lt;/span&gt;  The Sufficient = Yang Maha Mencukupi. &lt;br /&gt;50. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Kabiir, &lt;/span&gt;  The Incomparably Great = Yang Maha Agung – Maha Besar, yang Tidak ada Tandingannya.&lt;br /&gt;51. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Kariim, &lt;/span&gt;   The Noble = Yang Maha Mulia.&lt;br /&gt;52. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Khabiir, &lt;/span&gt;  The All Aware = Yang Maha Tahu Khabar; Maha Mengetahui, Maha Waspada.&lt;br /&gt;53. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Khaafidh,&lt;/span&gt;   The Depresser = Yang Maha Penekan si pongah.&lt;br /&gt;54. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Khaalik, &lt;/span&gt;  The Creator = Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;55. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Lathiif,&lt;/span&gt; (Latiif)   The Incomprehensible; The Knower of all subtleties; The Benignant = Yang Maha Halus, Yang Maha Mengetahui hal-hal yang sekecil apa pun.&lt;br /&gt;56. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Maani’&lt;/span&gt;,   The Withholder; The Prohibitor =  Yang Maha Pelarang.&lt;br /&gt;57. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Maajid,&lt;/span&gt;   The Glorious = Yang Maha Gilang-Gemilang.&lt;br /&gt;58. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Majiid, &lt;/span&gt;  The Lord of Honour = Yang Empunya Kemuliaan.&lt;br /&gt;59. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Maalik,&lt;/span&gt;  The Sovereign = Yang Maha Berdaulat.&lt;br /&gt;60. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Maalik-ul-Muluk,&lt;/span&gt;   The Lord of Sovereignty = Yang Maha Raja Diraja.&lt;br /&gt;61. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Matiin, &lt;/span&gt;   The Strong = Yang Maha Kuat.&lt;br /&gt;62. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mudzil, &lt;/span&gt;  The Abaser, He Who abases the haughty = Yang Maha Merendahkan si congkak.&lt;br /&gt;63. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muhaimin,&lt;/span&gt;  The Protector = Yang Maha Pelindung.&lt;br /&gt;64. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mu’izz, &lt;/span&gt;  The Bestower of Honour = Yang Maha Pemberi Kehormatan.&lt;br /&gt;65. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mujiib, &lt;/span&gt;  The Answerer of prayers = Yang Maha Penjawab Doa. &lt;br /&gt;66. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muhshii,&lt;/span&gt;   The Recorder = Yang Maha Pencatat.&lt;br /&gt;67. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mubdii,&lt;/span&gt;   The Author (of life); The Beginner = Yang Maha Pemula – Perancang Kehidupan.&lt;br /&gt;68. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mughnii,&lt;/span&gt;   The Enricher;  The Provider of Means of Sufficiency - Yang Maha Pemberi Kekayaan.&lt;br /&gt;69. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mu’iid,&lt;/span&gt;   The Repeater (of life) = Yang Maha Pembangkit kembali.&lt;br /&gt;70. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muhyii,&lt;/span&gt;   The Life-Giver = Yang Maha Pemberi Hidup.&lt;br /&gt;71. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mumiit,&lt;/span&gt;   The Controller of the causes of death; The Destroyer = Yang Maha Mengetahui penyebab Kematian – Pembinasa.&lt;br /&gt;72. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mu’min,&lt;/span&gt;  The Bestower of Security = Yang Maha Pemberi Keamanan.&lt;br /&gt;73. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mun’im, &lt;/span&gt;  The Bestower of Favours = Yang Maha Pemberi Nikmat.&lt;br /&gt;74. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Munsyi’u,&lt;/span&gt;  Producer = Yang Menumbuhkan  (56:73).&lt;br /&gt;75. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muqiit,&lt;/span&gt;  The Preserver; He Who preserves the faculties of all created things = Yang Maha Pengekal.&lt;br /&gt;76. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muqsit, &lt;/span&gt;  The Equitable = Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;77. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muntaqim,&lt;/span&gt;   The Avenger; Maha Pembalas Dendam = The Awarder of appropriate Punishment = Yang Maha Pemberi Hukuman,&lt;br /&gt;78. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muqtadir,&lt;/span&gt;   The Omnipotent = Yang Maha Mampu.&lt;br /&gt;79. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muqqadim,&lt;/span&gt;   The Provider (of the means of Progress and Advancement) = Yang Maha Pemberi Sarana Kemajuan.&lt;br /&gt;80. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mu’akhkhir,&lt;/span&gt;  The Degrader, The Postponer = Yang Maha Penangguh.&lt;br /&gt;81. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mushawwir,&lt;/span&gt;  The Fashioner = Yang Maha Pereka Bentuk.&lt;br /&gt;82. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muta’aalii,&lt;/span&gt;  The Most High; The Possessor of excellent attributes = Yang Maha Luhur – Yang Empunya Sifat-sifat yang Luhur.&lt;br /&gt;83. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mutakabbir,&lt;/span&gt;  The Exalted = Yang Maha Mulia.&lt;br /&gt;84. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Mutakkallim,&lt;/span&gt;  The Speaker; He Who Speaks to His servants - Yang Maha Berbicara – kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;85. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Muuhinu,&lt;/span&gt;  Who Weaken (the design of the disbelievers) =  Yang Melemahkan (tipu daya orang-orang kafir) (8:19).&lt;br /&gt;86. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An-Naafi’&lt;/span&gt;,   The Benefactor, Yang Maha Pemberi Manfaat (Keuntungan) – Maha Dermawan. &lt;br /&gt;87. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An-Nuur,&lt;/span&gt;  The Light = Yang Maha ber-Cahaya.&lt;br /&gt;88. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Qaabidh,&lt;/span&gt;   The Controller – The Seizer - He Who keeps all things within limit = Yang Maha Pemegang Kuasa.&lt;br /&gt;89. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Qadiir,&lt;/span&gt;   The Possessor of Power and Authority = Yang Maha Kusa, Yang Maha Empunya Kekuasaan dan Wewenang.&lt;br /&gt;90. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Qahhaar,&lt;/span&gt;  The Most Supreme = Yang Maha Adikara, Yang Maha Unggul.&lt;br /&gt;91. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Qawiyyu,&lt;/span&gt;   The Powerful = Yang Maha Berdaya-Kekuatan.&lt;br /&gt;92. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Qayyuum,&lt;/span&gt;   The Self-Subsisting and All Sustaining = Yang Ada dengan Sendirinya dan Pemberi kekuatan.&lt;br /&gt;93. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Qudduus,&lt;/span&gt;  The Holy One = Yang Maha Suci.&lt;br /&gt;94. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Raafi’,&lt;/span&gt;   The Exalter = Yang Maha Meninggikan, Pengangkat.&lt;br /&gt;95. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Rafiiq,&lt;/span&gt;  Company, Friend = Teman, Sahabat  &lt;br /&gt;96. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Raqiib, &lt;/span&gt;   The Watchful = Yang Maha Pengawas.&lt;br /&gt;97. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Rasyiid&lt;/span&gt;,   The Director to Right way = Yang Maha Pengarah ke Jalan yang Benar.&lt;br /&gt;98. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Ra’uf, &lt;/span&gt;  The Compassionate = Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;99. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Razzaaq,&lt;/span&gt;   The Great Sustainer = Yang Maha Pemberi Rezeki.&lt;br /&gt;100. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;As-Salaam&lt;/span&gt;,  The Surce of Peace = Sumber Keselamatan.&lt;br /&gt;101. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;As-Samii’&lt;/span&gt;,   The All Hearing = Yang Maha Pendengar.&lt;br /&gt;102. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;As-Sattar, &lt;/span&gt; Who Covers faults and weaknesses = Yang Menutupi kesalahan dan kelemahan &lt;br /&gt;103. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asy-Syakuur, &lt;/span&gt;   The Most Appreciating = Yang Maha Menghargai.&lt;br /&gt;104. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ash-Shamad, &lt;/span&gt;  The Besought of all; The Independent; The Everlasting = Yang Maha Mandiri - Tempat Memohon; Yang Maha Langgeng.&lt;br /&gt;105. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asy-Syaafii, &lt;/span&gt; The Healer = Yang Maha Penyembuh.&lt;br /&gt;106. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ash-Shabuur, &lt;/span&gt;  The Patient = Yang Maha Sabar.&lt;br /&gt;107. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asy-Syahiid, &lt;/span&gt;  The Witness, The Observer = Yang Maha Menyaksikan.&lt;br /&gt;108. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;At-Tawwaab, &lt;/span&gt;  The Oft-Returning with Compassion; The Acceptor of Repentance = Yang Maha Penerima Taubat; Yang acapkali kembali dengan Kasih-sayang.&lt;br /&gt;109. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Ukallifu,&lt;/span&gt;  Who Burden = Yang Membebani  (2:234, 2:287; 7:43, 23:63, 65:8).&lt;br /&gt;110. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Wakiil,&lt;/span&gt;   The Disposer of affairs, The Keeper = Yang Maha Penyelesai Perkara-perkara – Pemelihara.&lt;br /&gt;111. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waliyy, &lt;/span&gt;   The Friend = Yang Maha Bersahabat.&lt;br /&gt;112. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waajid, &lt;/span&gt;  The Discoverer = Yang Maha Penemu.&lt;br /&gt;113. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waali,&lt;/span&gt;   The Ruler = Yang Maha Memerintah.&lt;br /&gt;114. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waasi’,&lt;/span&gt;   The Bountiful, The All-Embracing = Yang Maha Luas (Karunia-Nya).&lt;br /&gt;115. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waduud, &lt;/span&gt;  The Loving = Yang Maha Pencinta.&lt;br /&gt;116. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waarits,&lt;/span&gt;   The Inheritor = Yang Maha Pewaris.&lt;br /&gt;117. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dzuu’l-Waqaar,&lt;/span&gt;   The Possessor of Staidness and Gravity; He Who does everything with reason and to fulfill a certain purpose = Yang Empunya sifat Tenang dan Kegagahan; Yang Berbuat sesuatu dengan beralasan dan untuk memenuhi suatu tujuan tertentu.&lt;br /&gt;118. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Wahhaab,&lt;/span&gt;  The Bestower = Yang Maha Pemberi Karunia, Pemberi Anugerah.&lt;br /&gt;119. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Waahid,&lt;/span&gt;   The One = Yang Maha Tunggal.&lt;br /&gt;120. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ay-Yasiir, &lt;/span&gt;    Who Makes Easy = Yang Memudahkan (57:23).&lt;br /&gt;121. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ay-Ya’shimu,&lt;/span&gt;  To Protect = Melindungi (5:68).&lt;br /&gt;122. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Az-Zaari’u,&lt;/span&gt;   Who Grow = Menumbuhkan (56:65).&lt;br /&gt;123. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Az-Zhaahir, &lt;/span&gt; The Manifest; He to Whose existence every created thing clearly points = Yang Maha Nyata; Dia Yang segala mahluk menunjukkan dengan jelas akan keberadaan-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-8206767944568782451?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/8206767944568782451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=8206767944568782451' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8206767944568782451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8206767944568782451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/05/sifat-sifat-allah-gods-attributes.html' title='Sifat-sifat Allah – God’s Attributes'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-2259036082471725586</id><published>2009-03-30T03:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T03:32:44.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khutbah'/><title type='text'>Sifat As-Sattar (Maha Menutupi) Allah Swt</title><content type='html'>Salah satu sifat Allah Swt adalah Sattar,  yakni Wujud yang menutupi berbagai aib,  kelemahan dan kesalahan manusia.&lt;br /&gt; Di sebuah Hadith [Musnad Ahmad] disebutkan Allah Taala suka menutupi aib, kelemahan dan kesalahan manusia. Rasulullah Saw bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Innallaha ajja wa jalla yuhibbul hayya  wa siddikh..., pada yaumil qiyamah Allah Taala akan melindungi manusia dengan sifat Rahimiyyat-Nya.  Yakni, Dia akan menanyai manusia apakah benar telah melakukan perbuatan munkar ini itu ? Manusia akan menjawab, ya...; Namun Allah akan berkata, Aku telah tutupi berbagai kekhilafan mu pada waktu itu, dan kini pun Aku tutupi lagi........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Konsep menutupi ini tak ditemukan pada  konsep sifat Allah pada agama lain. Jika tidak, tentulah tak akan ada dogma penebusan dosa pada agama Kristen...&lt;br /&gt; Sebuah Hadith lain mengabarkan, bahwa Allah Swt menutupi mukminin dengan tabir yang tak terbatas. Namun, setiap kali seorang mukmin  melakukan perbuatan dosa, koyaklah tabir penutupnya itu, hingga akhirnya tak bersisa lagi. Maka Allah pun memerintahkan para malaikat-Nya untuk menutupi aib mukminin tersebut dengan sayap-sayapnya. Bila ia bertaubat dari berbagai kesalahannya Allah pun memperbaiki kembali tabir penutupnya itu. Bahkan hingga 9 (sembilan) lapis.&lt;br /&gt; Akan tetapi, bila ia tidak bertaubat, maka Allah pun memerintahkan para malaikat untuk meninggalkannya. Maka segala kesalahan dan dosa orang itu pun menampak.&lt;br /&gt; Inilah sebabnya setiap mukminin perlu bertaubat, dan banyak-banyak ber-istighfar, memohon ampunan-Nya sehingga layak memperoleh karunia Sattar Allah Swt.&lt;br /&gt; Sifat Allah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Maliki-Yaumiddin'&lt;/span&gt; menghendaki Dia memberikan keberhasilan bagi para hamba-Nya yang sejati. Sedangkan sifat Rahimiyat-Nya menutupi berbagai kekhilafan dan kesalahan manusia. Tuhannya kaum Muslimin ini pun bersifat Ar-Rahman, yakni Dia memberi kebutuhan manusia tanpa diminta. Dan sifat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Maliki-Yaumiddin'&lt;/span&gt; Allah juga menutupi kesalahan dan kelemahan manusia........&lt;br /&gt; Allah Taala pun menyukai keterbukaan, namun bukan berarti Dia suka membukakan segala sesuatu. Melainkan, justru Dia melindungi manusia dari keniscayaan mendapatkan kesulitan. Namun, bila sudah melampaui batas dan tidak mengambil manfaat dari sifat Sattar Allah Taala, maka manusia itu pun menjadi hina...........&lt;br /&gt; Rasulullah Saw pun berdoa semacam ini meskipun Allah Taala sudah menjanjikan akan diberi setiap macam perlindungan. Bahkan kata beliau, syaithan yang berada di dalam diri beliau pun sudah menjadi Muslim. Namun doa-doa beliau ini sungguh menggugah kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk mempraktekkannya.  Salah satu doa beliau tersebut adalah sebagai berikut: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Allah, tutupilah kelemahan hamba, ubahlah berbagai kecemasan hamba menjadi ketenteraman. Ya Allah lindungilah hamba dari segala macam marabahaya yang senantiasa mengintai, baik dari arah belakang maupun dari arah kanan, dari arah kiri, dan dari arah atas. Hamba berlindung ke dalam keagungan-Mu dari berbagai marabahaya yang boleh jadi datang dari arah bawah hamba.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Perhatikan sebuah doa lain., yang tarjamahnya sebagai berikut, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Allah Ya Tuhan, aku adalah hamba-Mu yang mubazir, berdosa dan dhoif. Engkau menyaksikan hamba-Mu ini melakukan kezhaliman demi kezhaliman namun Engkau tetap memberi rahmat atas rahmat. Engkau menyaksikan perbuatan dosa demi dosa, namun Engkau tetap memberi karunia atas karunia. Engkau senantiasa menutupi segala kelemahan hamba dan memberikan rahimiyyat-Mu yang tak terbatas. Dengan doa ini karuniakanlah rahmat-Mu atas diri hamba yang dhoif ini. Ampunilah keakuan dan ketidak-bersyukuran hamba. Berilah hamba najat keselamatan dari segala penderitaan, karena tak ada yang dapat menyelamatkan diri hamba selain Engkau. Amin tsumma amiin !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Doa lainnya lagi adalah sebagai berikut, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Ya Allah ya robbal alamin, hamba tak mampu menghitung-hitung karunia yang Engkau telah anugerahkan. Engkau sungguh Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Engkau memberi rahmat yang tak terhingga kepada hamba. Oleh karena itu ampunilah segala dosa hamba agar hamba tidak menjadi rucah. Tanamkanlah rahimiyyat-Mu yang qudus agar hamba memperoleh kehidupan yang haqiqi dan menutupi segala kelemahan hamba, serta mampu beramal shalih yang Engkau ridhoi. Hamba berlindung kepada Engkau dari keniscayaan hukuman-Mu. Kasihanilah dan lindungilah diri hamba dari azab dunia dan akhirat. Karena segala berkat dan karunia hanyalah berada di tangan-Mu ya Allah.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Doa-doa ini hendaknya dibaca dengan dawam. Adalah rasa tanggung jawab Rasulullah Saw agar setiap mukminin senantiasa memperoleh karunia sifat Sattar Allah Swt.&lt;br /&gt; Di dalam sebuah Hadith diriwayatkan, Allah Swt akan menghindarkan Api Neraka bagi mereka yang suka menutupi kemuliaan seorang wanita Muslimah.&lt;br /&gt; Hadith berikut ini berkaitan dengan pertikaian rumah tangga yang dapat membuat masing-masing pihak saling menuduh satu sama lain. Dan bila anggota keluarganya ikut campur boleh jadi tuduhan itu memang berdasar, namun jika sampai melebar ke orang-orang lainnya, umumnya sudah tidak berdasar lagi. Dan adakalanya pihak pria membuat berbagai tuduhan yang demikian pahit.&lt;br /&gt; Rasulullah Saw memerintahkan kaum Muslimin agar menjunjung kemuliaan wanita Muslimah. Bila pun sudah tidak ada lagi kecocokan di dalam rumah tangga, di-jaizkan untuk berpisah, namun harus dilakukan dengan cara yang baik-baik. Tidak perlu membuat berbagai macam tuduhan. Setiap orang Ahmadi hendaknya menghindari hal ini.&lt;br /&gt; Pada Hadith lain Rasulullah Saw bersabda, seorang Mukmin yang melihat aib sesama saudara Muslimnya namun ia menutupinya akan diberi ganjaran masuk Surga oleh Allah Swt.&lt;br /&gt; Manakala hubungan perkawinan telah berjalan, maka pihak wanita maupun pihak pria menjadi saling mengetahui sifat asli masing-masing. Bila mereka saling menutupi kelemahannya, maka Allah pun menjanjikan Jannah bagi mereka........&lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda, seorang Muslim adalah saudara bagi sesama Muslim lainnya. Oleh karena itu bersikaplah saling membantu. Jangan saling tidak mempedulikan. Mereka yang memenuhi kebutuhan sesama saudaranya akan bertemu dengan Allah Taala pada Yaumil-Qiyamah. Dan mereka yang menutupi kelemahan saudara Muslimnya, Allah Taala pun akan menutupi kelemahannya. Hendaknya hal ini dapat menjadi standar hidup bagi setiap orang&lt;br /&gt; Membacakan ayat 13  Surah Al Hujurat,&lt;br /&gt;يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٌ۬‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًا‌ۚ ‌ۚ  &lt;br /&gt;yang artinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Hai orang-orang yang beriman, hindarilah banyak berprasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa. Dan janganlah kamu saling memata-matai, dan jangan pula sebagian kamu mengghibat sebagian yang lain...' &lt;/span&gt;(49:13); &lt;br /&gt;Ayat ini memerintahkan agar kita menghindari prasangka buruk dan berghibat aib orang lain. Karena perkara inilah yang menyebabkan menyebarnya keburukan di dunia. Ayat ini pun melarang memata-matai urusan orang lain karena hal ini dapat menjuruskan orang berghibat, lalu memperburuk citra orang tersebut. Padahal Allah Taala bersifat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sattar&lt;/span&gt;, Maha Menutupi segala kelemahan manusia...........&lt;br /&gt; Bila rahasia aib orang perorang saling dibukakan maka rasa permusuhan pun akan meningkat. Sedangkan Allah Taala menyukai kehidupan yang dipenuhi kasih sayang dan tali persaudaraan. Setengah orang menjadi terbiasa berghibat menyampaikan bahwa ikhwanmu atau keluarga atau familimu mengatakan ini itu tentang dirimu. Bila pun memang demikian, mengapa ia tidak langsung menasehatinya secara baik-baik ?  Bila ia merasa tidak mampu memberi nasehat, mengapa tidak mendoakannya saja ? Bila ia tidak menasehati dan tidak pula mendoakannya, maka ia pun menanggung dua dosa, ialah, berghibat dan tidak bersikap 'sattar' terhadap kelemahan orang lain. Orang semacam itu menjadi sumber kesulitan di dalam masyarakat. Dan Allah Taala telah memfirmankan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. AlQur’an mengatakan, &lt;br /&gt;إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلۡفَـٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ۬ فِى ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأَخِرَةِ‌ۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ  &lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya mereka yang menyukai kekejian tersiar di kalangan mukminin, bagi mereka ada azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak.’&lt;/span&gt; (24:20)&lt;br /&gt; Allah menyukai sifat sattar; maka mereka yang suka mengumbar aib orang lain, menyebarkan keburukan di kalangan kaum mukminin ataupun menyiarkan hal-hal syaithani, akan mendapat siksa dunia akhirat.&lt;br /&gt; Di Dunia Barat kini hanya tinggal sedikit saja yang tersisa tentang konsep mereka dalam menjaga tata-susila. Televisi dan media komunikasi mereka berlomba-lomba menyebar-luaskan tayangan a-susila dan kekerasan yang berdampak negatif terhadap generasi muda.&lt;br /&gt; Inilah mengapa sebabnya agama Islam sangat menekankan praktek Pardah dan menjaga susila.  &lt;br /&gt;Bila seorang di antara kita menemukan kesalahan saudaranya dan tak dapat dinasehati maka kewajibannya adalah melaporkannya kepada ‘walinya’, lalu mendoakannya. Jika ia menyebar-luaskan kesalahan yang dilihatnya itu, maka ia menjauhi jalan taqwa.....&lt;br /&gt; Untuk menyelamatkan masyarakat dari penyakit sosial dan orang perorang dari api neraka, menutupi aib orang lain adalah perkara yang sangat penting. Bila ishlah perbaikan adalah tujuan utamanya, sampaikanlah persoalannya kepada ‘walinya’. Adalah tugas wali yang terkait untuk menyelesaikannya secara rahasia. &lt;br /&gt; Inilah mengapa sebabnya tuan perlu membantu sesama saudara tuan dengan doa. Setengah orang memang demikian lemah. Sebagaimana orang yang dalam proses penyembuhan sakit berat. Ada yang cepat memperoleh kekuatannya kembali. Diperlukan pemberian nasehat yang bersifat tertutup bagi mereka yang lemah. Bila tak tampak berubah, doakanlah secara khas. Jika pun kedua cara tersebut tidak berhasil lalu berpikir harus cepat dihukum, bukanlah ajaran AlQur’an. Juga tidak menyebar-luaskannya........&lt;br /&gt; Semoga Allah memberi karunia kekebalan kepada kalbu kita semua agar kedap dalam menyaksikan berbagai keburukan orang lain, senantiasa lekat kepada nilai-nilai rohaniah yang afdhol tersebut, sehingga memenuhi maksud dan tujuan dibangkitkannya seorang Imam.  Amin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;transltByMMA/LA032809&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-2259036082471725586?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/2259036082471725586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=2259036082471725586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2259036082471725586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2259036082471725586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/03/sifat-as-sattar-maha-menutupi-allah-swt.html' title='Sifat As-Sattar (Maha Menutupi) Allah Swt'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-845744437821929990</id><published>2009-03-26T23:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T23:43:48.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='riwayat'/><title type='text'>3 kelompok umat Yahudi</title><content type='html'>Pertama, kelompok jamaahnya Jesus, namanya Essence. Mereka meyakini Jesus adalah seorang nabi yang melanjutkan syariat Musa a.s. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kelompok Caipha dan kawan-kawan, yang merupakan arus utama atau mayoritas Yahudi Mereka tidak mempercayai kenabian Jesus, namun melakukan tindak anarki sekedar memenuhi salah satu syariat Taurat yang mengatakan: 'dia yang tergantung di kayu salib adalah manusia dikutuk Tuhan (Kitab Ulangan 21:24). Jadi, kalau Jesus wafat di salib maka menurut syariat tersebut pasti manusia sesat - bukan nabi. Namun mereka tidak menunggu proses penyaliban hingga selesai sehingga selalu timbul keraguan, apakah Jesus wafat di salib atau tidak? Sebab, kalau bukti menunjukkan bahwa Jesus tidak wafat di salib maka beliau pasti nabi yang sesungguhnya. Keraguan ini tidak berhenti sampai hari ini dan mereka mencari pembenaran bahwa Jesus wafat di tiang salib.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kelompok di bawah pimpinan Saul atau Paulus. Ia tidak melihat penyaliban dan sama sekali tidak mengenal Jesus. Ia mengetahui bahwa Jesus wafat di salib melalui rumors yang dibawa oleh prajurit Romawi. Ia kemudian mengklaim sebagai utusan Jesus dan mengatakan bahwa kematian Jesus adalah untuk menebus dosa manusia (Roman 5:8 dan 6:23), yang penting Jesus kemudian naik ke langit setelah 3 hari wafat. Masalahnya Paulus mengatakan: "And if Christ be not risen then is our preaching vain, and your faith is vain also." Jadi kalau Jesus tidak naik ke langit maka keyakinan Kristen palsu? Ketiga kelompok tersebut masih terpisah sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok I, Kelompok II dan III tercerai berai pada tahun 70 Masehi ketika Kelompok II memberontak terhadap Romawi dan dikalahkan oleh Titus. Kelompok I bersembunyi di Gua (baca Surah Kahfi) dan pada akhirnya memeluk agama Islam (lihar Surah Al-Jin). Kelompok II dan III melarikan diri ke Eropa. Kelompok III akhirnya diakui sebagai agama negara oleh Konstantin pada tahun 337, melalui Nicea Creed dan menjadi cikal bakal Kepausan Katholik. Kelompok II berkelana di Eropa, tetap mempertahankan identitas Yahudi dan menjadi kaya raya karena rente (baca riwayat Rothchild, pendiri bank di Eropa).Kelompok II ini juga yang mendirikan negara Israel dengan bantuan Inggris (yang banyak berhutang kepada Rothchild) melalui Balfour Declaration.Kelompok II inilah yang digempur Hitler menjelang perang dunia II. Keturunan  kelompok II juga yang sekarang menguasai ekonomi USA.  Kelompok II jugalah yang menuliskan novel dan membuat film the Da Vinci Code. Kelompok II inilah yang tetap meyakini bahwa Jesus mati di salib, berarti nabi palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam sebagian besar mengatakan bahwa Jesus tidak disalib akan tetapi diangkat ke langit dan orang yang disalib adalah Judas. Kelompok lain yaitu jemaat Ahmadiyah mengatakan bahwa Jesus disalib hanya 3 jam, diturunkan oleh murid-muridnya, diobati, dan setelah 3 hari sembuh kembali, kemudian hijrah ke Timur Kashmir) dan wafat pada usia tua. Qur'an mengatakan: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan Kami jadikan putera Maryam dan ibunya sebagai tanda kekuasaan Kami. Dan keduanya Kami tempatkan pada tanah tinggi lagi datar yang bermata air (yang mengalir)”&lt;/span&gt; (Surah Al-Mukminin 23:50).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;kalau orang Yahudi tidak menyalibkan Jesus maka ajaran pengampunan dosa tidak ada kan? berarti agama kristen tidak ada? kalau begitu umat Kristen seharusnya berterima kasih kepada ulama-ulama Yahudi (khususnya Caipha, ketua Majelis Ulama) yang dengan penuh amarah menggerakkan umat untuk memaksakan penyaliban manusia tidak berdosa?&lt;br /&gt;[posted by sukmana soma]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-845744437821929990?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/845744437821929990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=845744437821929990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/845744437821929990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/845744437821929990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/03/3-kelompok-umat-yahudi.html' title='3 kelompok umat Yahudi'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-4061487670162747525</id><published>2009-02-13T03:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T03:45:48.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>&gt;Sifat Al-Hadi Allah Swt &amp; Mengutus Nabi-Nya</title><content type='html'>Khutbah Jumah ini bertopik masalah sifat Al Hadi (Pemberi Petunjuk) Allah Swt. Menurut Kamus Bhs.Arab, al-Hadi artinya adalah suatu Wujud yang senantiasa mengajari umat-Nya dengan ilmu kerohanian hingga mereka betul-betul dapat memahami sifat Rububiyyat Allah Swt (yakni, sifat menciptakan, menumbuh-kembangkan dan memelihara kelangsungan hidup semua makhluk ciptaan-Nya. Hal ini terkait dengan sifat ‘Rabb’-Nya, yakni Rabbul-Alamin, atau Tuhan Semesta Alam).&lt;br /&gt; Dia mengirimkan ilmu kerohanian-Nya ini apabila umat telah menafi'kan sifat Rububiyyat-Nya, dalam berbagai bentuk. Misalkan, ada yang menganggap diri mereka super-power. Ada yang mengaku-ngaku mendapat wahyu. Ada lagi yang menyembah kuburan. Dan ada pula yang mengandalkan benda-benda duniawi lalu mengaku-ngaku kebal terhadap sesuatu. Pendek kata banyak sekali corak kekufuran di dunia sekarang ini, namun kenyatanyaannya berbagai penderitaan pun datang bagai tiada akhir. Pada situasi seperti inilah Allah Swt mewujudkan Kekuasaan-Nya untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan Semesta Alam.&lt;br /&gt; Ada masanya suatu waktu ketika manusia sudah melupakan statusnya sebagai makhluk, dan tidak memahami kedudukan Tuhan sebagai Khaliknya;  awan gelap bagai telah menutupi segalanya; pada situasi seperti itulah Allah Al-Rahman mengutus Imam Zaman-Nya yang akan menunjukkan kepada umat, siapa pemilik kekuatan syaithani sebenarnya. Imam Zaman-Nya akan mengungguli para penentangnya sehingga ia akan tetap menjadi Imam bagi mereka yang telah memperoleh petunjuk. &lt;br /&gt; Allah, Al-Hadi (Yang Memberi Petunjuk) berkehendak untuk menunjukkan sifat Rububiyyat-Nya; ingin memperlihatkan berbagai tanda keunggulan-Nya dihadapan para penentang dengan cara membantu kaum yang telah mendapat petunjuk dan memberantas berbagai kekuatan baru yang menciptakan penderitaan.&lt;br /&gt; Adalah kenyataan, ketika seorang Imam Zaman dibangkitkan, kekuatan Kristen sedang jaya-jayanya, sehingga kaum Muslimin di anak benua India sangat terpengaruh. Para Padri Kristen sudah berangan-angan bahwa mereka akan dapat menguasai seluruh jazirah India. Akan tetapi dengan munculnya Imam Zaman tersebut, mereka pun mengalami langkah mundur. Begitupun di Benua Africa, mereka sudah sesumbar dapat menguasainya, namun dengan berdatangannya para Mubaligh, mereka pun mengakui missi Islam telah berhasil memperlambat gerakan mereka.&lt;br /&gt;  Kenabian Hadhrat Muhammad Rasulullah Saw telah membawa kekuatan berkat yang luar biasa, sehingga mereka yang benar-benar dapat mengikuti langkah beliau Saw, niscaya akan mendapat rahmat rahimiyat Allah Swt. Dan apabila keitaatan dan kesesuaian dengan contoh Rasulullah Saw itu sedemikian rupa sempurnanya, tak ada lagi kekurangan yang tersisa, maka Allah Swt pun berkenan bercakap-cakap dengan pribadi muhadas tersebut; lalu membukakan pintu berbagai karunia ilmu ghaib atau kabar suka-Nya (an-naba). Dengan kata lain inilah tahapan yang disebut dengan kenabian, yang telah diakui oleh para nabiyullah terdahulu.&lt;br /&gt; Maka, betapa mungkin Ummat yang telah disebut di dalam Alqur’an sebagai “kuntum khaira ummatin  uhrijat linnas...”, yakni sebaik-baiknya umat yang telah dibangkitkan untuk membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia...; (3/S.Al-Imran:111); dan juga telah telah diajari doa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“...ihdina shiratal mustaqim, shiratalladzina an'amta'alaihim...”&lt;/span&gt;, yakni, tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau telah beri ni'mat atas mereka...” (1/Al-Fatihah:6-7), namun tetap dina'fikan dari status derajatnya yang tinggi dan juga tak ada seorangpun dari antara mereka yang berhasil memperoleh karunia ni'mat kerohanian ini ?&lt;br /&gt; Maka yang diperlukan oleh dunia Islam saat ini adalah mencoba memandang diri mereka dari luar; memfocuskan pikiran mereka ke luar; dan keluar dari kungkungan kesempitan pikiran mereka. Bebaskan kalbu dari syakwasangka terhadap siapapun, bacalah doa-doa tersebut, maka niscaya mereka pun akan memperoleh kemakbulan, barulah kemudian panjatkan doa-doa mohon petunjuk tersebut.&lt;br /&gt; Membacakan ayat 40  Surah Al Mu’min, wa qola robbukum ud'uuni astajiblakum..., yakni, dan Tuhan-mu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku; maka Aku pun akan mengabulkannya' (40/Al-Mumin:61).  Sebenarnya setiap hari kita mengalami pengabulan berbagai corak doa permohonan, maka betapa mungkin doa khas (1:6) untuk kemajuan rohani tersebut tidak dikabulkan-Nya ?.....&lt;br /&gt; Jika doa khas ini tidak dikabulkan, tentulah terbuka peluang untuk menghujjah  Allah. Keadaan Islam sekarang ini sunguh memprihatinkan. Betapa mungkin doa-doa mustajab yang dipanjatkan setiap waktu oleh kaum Muslimin, Allah tidak mengirimkan seorang Hadi (Utusan)-Nya ?&lt;br /&gt; Nyatanya, berkali-kali, generasi demi generasi umat Islam akan berlalu setelah memanjatkan doa tersebut, namun tidak akan ada seorang Hadi, atau Mahdi, ataupun Al-Masih yang akan datang?&lt;br /&gt; Maka oleh karena itu, kaum Muslimin perlu memeriksa diri mereka sendiri alih-alih menganiaya suatu kaum sesama muslim. Mereka perlu memohon petunjuk dengan hati dan pikiran yang ikhlas.  Penentangan dan penganiayaan terhadap kaum tersebut harus dihentikan dalam berbagai bentuk. Namun mereka sekali-kali tak akan dapat menghabisi golongan ini, betapapun kerasnya mereka  berusaha....&lt;br /&gt; Rasulullah Saw telah bersabda, tidak akan ada nabi di rentang waktu setelah beliau hingga kedatangan kembali Isa ibnu Maryam, Imam Mahdi atau Al-Masih Yang Dijanjikan. Maka apabila sudah diterima bahwa Hadhrat Isa ibnu Maryam a.s. terdahulu sudah wafat, sedangkan Al-Masih Yang Dijanjikan akan datang dari kalangan Umat [Islam] tentulah ia akan berstatus rasul Allah.&lt;br /&gt; Pesan tegas Alqur’an mengenai kedatangan Al-Masih Akhir Zaman akan berasal dari kalangan Ummat ini; Ini berkat doa mustajab &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ihdina shiratal mustaqim” &lt;/span&gt;(1:6), dan berkat contoh sunnah istimewa Rasulullah Saw. Sehingga Islam pun mengungguli para nabi dan agama terdahulu. Karena Shariah yang dibawa beliau Saw dan juga keistimewaan kekuatan rohani Rasulullah Saw akan berlangsung terus hingga hari kiamat, maka Imam Zaman yang sekarang ini pun akan berasal dari Ummat ini. Oleh karena itu tiada pilihan lain kecuali harus menerima kebenaran kedatangan seorang Imam Zaman.&lt;br /&gt; Sebagaimana dalam ketata-negaraan duniawi suatu kaum diperintah oleh pemimpinnya, demikian pula doa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“...ihdina shiratal mustaqim, shiratalladzina an'amta'alaihim...”&lt;/span&gt;, (1:6-7), yang diajarkan oleh Allah Swt adalah demi untuk perbaikan rohani melalui berkat seorang wujud yang paling banyak dikarunia keistimewaan rohani oleh Allah Swt.&lt;br /&gt; Ayat ini pun menyiratkan, bahwa manusia haruslah mengikuti Imam Zamannya. Dan kata-kata Imam Zaman di sini dimaksudkan juga kepada nabi dan Mujadid. Dan orang yang tidak ditugasi Allah untuk memberi petunjuk kepada umat manusia – betapapun suci-nya ia – tidak dapat disebut Imam Zaman atau Mujadid.&lt;br /&gt; Doa mustajab &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘iihdina shiratal mustaqim’ &lt;/span&gt;(1:6) niscaya segera terkabul apabila dipanjatkan dengan hati yang ikhlas tak peduli agama apapun yang memohonnya.&lt;br /&gt; Maka apabila orang-orang ghair-Muslim saja berhasil memperoleh petunjuk berkat doa semacam ini, mengapakah Allah tak hendak memberi petunjuk kepada kaum Muslimin ? Ini dikarenakan niat mereka tidak baik. Padahal, kesucian kalbu adalah sangat penting untuk memperoleh petunjuk.... &lt;br /&gt; Semoga Allah memberikan kemudahan kepada seluruh dunia untuk menerima Al-Masih yang sejati ini, dan semoga pula Allah memudahkan kita untuk senantiasa mempraktekkan ajaran beliau a.s..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-4061487670162747525?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/4061487670162747525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=4061487670162747525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/4061487670162747525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/4061487670162747525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/02/sifat-al-hadi-allah-swt-mengutus-nabi.html' title='&gt;Sifat Al-Hadi Allah Swt &amp; Mengutus Nabi-Nya'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-4952946051518411463</id><published>2009-01-19T21:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T21:42:24.911-08:00</updated><title type='text'>&gt;“Al-Kaafi”, Yang Maha Mencukupi – Sifat Ilahi</title><content type='html'>Dari Kamus Bahasa Arab Lexicon, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al Kaafi&lt;/span&gt; ini adalah satu sifat dari Allah yang memberikan arti satu Wujud Yang Maha Mencukupi dan tidak memerlukan apa pun dari yang lain atau tidak mengharapkan sesuatu apa pun juga dari pihak lainnya.&lt;br /&gt;          Sifat ini biasa digunakan oleh orang-orang Muslim untu menyatakan rasa kebersyukuran mereka dan kerendahan mereka terhadap Tuhan. Bilamana seseorang merenungkannya artinya dengan secara mendalam, maka orang itu datang pada kesimpulan bahwa tidak ada wujud atau zat lainnya selain dari Allah Taala yang mencukupi bagi mahluk ciptaan-Nya. Adalah Dia-lah Yang memberikan kemampuan kepada kita untuk dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta untuk melindungi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami &lt;/span&gt;dan menghilangkan segala macam keburukan dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Kaitan dengan itu dalam Hadits berikut dari sifat Ilahi ini:&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al Baqarah pada malam hari, maka akan dicukupkan bagi mereka." &lt;/span&gt;[Bukhari]&lt;br /&gt;       Kedua ayat  terakhir dari Surah Al Baqarah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aamanar rasuulu bi maa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu’minuuna kullun aamana billaahi wa malaa-ikatihii wa kutubihii wa rusulihii laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaaluu sami’naa wa atha’naa gufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir  (2:286.)&lt;br /&gt;“Rasul kita ini beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-Nya, dan begitu juga orang-orang Mukmin; semuanya beriman kepada Allah dan Malaikat-malaikat-Nya, dan Kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya, mereka mengatakan, “Kami tidak membeda-bedakan di antara seorang pun dari Rasul-rasul-Nya yang satu terhadap yang lainnya;” dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ya Tuhan kami,  kami mohon ampunan Engkau, dan kepada Engkau-lah kami akan kembali.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Laa yukaliifullaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaiha mak tasabat rabbanaa laa tu-akhidznaa in nasiinnaa au akhta’naa rabbana wa laa tahmil ‘alainaa ishran ka maa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihii wa’fu’annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maulaanaa fan shurnaa ‘alal qaumil kaafiriin  &lt;br /&gt; Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah engkau membebani kami tanggung-jawab seperti yang telah Engkau bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan maafkanlah kami, dan ampunilah kami serta kasihanilah kami karena Engkau-lah pelindung kami., maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.”&lt;/span&gt; (2:287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jjika kita merenungkan arti dari ayat-ayat ini, di sana sudah terkandung doa-doa untuk meminta perlindungan terhadap segala macam kejahatan dan menjadi sarana untuk peningkatan keimanan.     &lt;br /&gt;         Ayat yang pertama adalah untuk mensucikan jiwa dan memperkuat keimanan seseorang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami&lt;/span&gt; itu harus menyatakan keimanan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; akan semua artikel dalam ayat tersebut, dan bukan hanya di mulut saja, tetapi harus menanamkannya dengan keyakinan yang penuh di dalam hati &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; dan benar-benar mengamalkan apa yang kami imani itu.&lt;br /&gt;          Oleh karena itu, di samping memiliki iman yang teguh dan inklusif itu, orang-orang beriman ini haruslah mengamalkannya juga apa yang mereka imani itu. Beriman kepada Tuhan hanyalah akan menjadi sungguh-sungguh jika kita berjuang untuk meningkatkan ke-takwa-an. Beriman kepada para Malaikat hanyalah menjadi benar jika &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; merasa yakin bahwa para Malaikat itu melaksanakan tugas yang diberikan kepada mereka dan melaksanakan tanggung-jawabnya mereka itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami&lt;/span&gt; itu harus memakluminya bahwa semua Kitab-kitab itu adalah diturunkan dari Tuhan (walau pun dalam keadaannya yang sekarang sudah dirubah oleh orang-orang dikarenakan berjalannya waktu, kecuali Kitab Suci Alqur-aan) di mana semua doktrin dan ajaran dari Kitab-kitab tersebut sekarang tersimpan dengan aman di dalam Kitab Suci Alqur-aan yang di lindungi sampai zaman yang akan datang sekali pun.&lt;br /&gt;         Satu sifat karaktersitik yang unik dari Islam adalah yang mempersyaratkan untuk menganut kepercayaan kepada semua Nabi-nabi, tanpa kecuali.&lt;br /&gt;       Mereka yang dinamakan sebagai “Ulama” Islam sekarang ini sedanga menunggu-nunggu kedatangannya Almasih di akhir zaman dalam sebuah bentuk yang bukan menjadi Sunnah Tuhan. &lt;br /&gt;          Kesimpulannya adalah, bahwa beriman pada yang tersebut di atas tadi harus terus berlanjut dan sejajar dengan komitmen yang dipraktekkan pada semua perintah-perintah dari Allah tersebut.&lt;br /&gt;          Ayat yang kedua dimulai dengan pernyataan bahwa tidak ada sesuatu jiwa yang dibebani dengan hal  yang di luar kemampuannya. Dalam hal ini kita telah diperintahkan untuk mengikuti sunnah dari Yang Mulia Rasulullah (saw). Bilamana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; itu tidak dikaruniai dengan sarana kemampuan untuk melaksanakan perintah ini, maka kepada kita tidak akan diberikan perintah ini karena Allah Yang Maha Kuasa tidak akan membebani jiwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; di luar kemampuannya. &lt;br /&gt;         Jadi ayat yang pertama itu meminta kepada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; untuk memperkuat keimanan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt;, dan ayat yang kedua secara logikanya membangkitkan idea bahwa mereka yang sudah kuat dalam keimanannya itu tidak pernah akan mengabaikan perintah-perintah Tuhan ini dan akan berusaha sekuat tenaganya untuk melaksanakan perintah tersebut dan mengamalkannya di dalam kehidupannya. Islam adalah agama bagi semua orang dan yang telah menyediakan banyak kemudahan sehingga dapat mengamalkannya dengan secara mudah.&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-style:italic;"&gt; Kami&lt;/span&gt; itu sudah berusaha segala macam cara untuk meraih tujuan duniawi, jadi mengapa kita itu jika tidak berusaha sekuat tenaga untuk menjamin didapatnya ganjaran spiritual. Contoh dari Yang Mulia Rasulullah (saw) adalah yang harus kita ikuti, dan oleh karena itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; harus meminta pertolongan Allah, bahkan untuk meningkatkan dan memperbaiki standard peribadatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt;; yang dengan demikian kita akan dapat meningkatkan keimanan kita. &lt;br /&gt;       Bagian yang berikutnya dari ayat tersebut menyinggung tindakan dari manusia, yakni apa pun yang baik atau yang buruk yang ia kerjakan maka semuanya akan kembali kepada dia. Kebaikan akan meraih ganjaran yang bagus dan keburukan akan memberikan akibat konsekwensinya. Seorang yang beriman haruslah menaruh perhatian akan tindakan perbuatannya pada setiap saat sehingga kita dapat meraih kedekatan kepada Tuhan dan meyakinkan diperoleh Rahmat-Nya. Kemudian apakah dia akan bersujud dalam bersyukur kepada Tuhan, untuk meyakinkan pensucian jiwanya. Orang itu haruslah menyadarinya bahwa ia itu dijadikan begitu lemah dan tidak berdayanya, jadi bilamana ia sudah melakukan pekerjaan yang salah, secara sengaja atau pun tidak sengaja, karena kealfaan atau ke-tidak-tahuannya, karena tujuannya yang tidak suci atau dikarenakan  kelemahan-kelemahan lainnya, maka ia akan memohon ampunan dari Tuhan-nya.&lt;br /&gt;         Doa permohonan berikutnya ialah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ya Tuhan janganlah kami diberikan beban seperti yang diberikan kepada orang-orang sebelum kami, yang tidak taat kepada Engkau atau yang Engkau tidak senangi; kami memohon perlindungan dari ujian-ujian duniawi yang sedemikian, yang di luar kemampuan kami untuk menanggungnya&lt;/span&gt;. Tuhan memberikan cobaan kepada orang-orang dalam bentuk kekayaan atau anak-anak atau pun cara lainnya, sehingga kita itu harus meminta pertolongan rahmat daripada-Nya dari segala macam ujian dan cobaan ini.&lt;br /&gt;          &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Tuhan! Janganlah Engkau membebani kami dengan beban tanggung-jawab yang di luar kemampuan kami dalam menghadapi kesukaran dan kesulitan ini dan teguhkanlah kami di jalan yang lurus agar supaya janganlah sampai kami membuat Engkau itu tidak senang. Berikanlah rahmat-Mu kepada kami dan jadikanlah kami di antara orang-orang yang Engkau kasihi. Bimbinglah kami dan berikanlah kepada kami kemenangan terhadap orang-orang yang kafir dan anugerahilah kami dengan kebaikan dan rahmat-Mu. Buatlah pembeda yang jelas antara kami dengan para musuh serta jadikanlah kami unggul di atas mereka itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         Jika kita ingin dapat meraih faedah dari doa-doa ini, maka kita harus membaca ayat-ayat ini dengan mencamkan di dalam pikiran dan hati yang penuh gairah untuk menjadi penerima dari kebaikan dan berkah rahmat dari Allah Taala. Semoga Allah Taala membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; merendah di dalam usaha-usaha &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kami&lt;/span&gt; itu, dan melindungi kami dari pengaruh bujukan Syaitan serta memberi taufik kepada kami semua untuk dapat mengerti secara hakiki akan keindahan ajaran dan kebijaksanaan Alqur-aan ini, Aamiiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-4952946051518411463?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/4952946051518411463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=4952946051518411463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/4952946051518411463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/4952946051518411463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/01/al-kaafi-yang-maha-mencukupi-sifat.html' title='&gt;“Al-Kaafi”, Yang Maha Mencukupi – Sifat Ilahi'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-3010088782218275442</id><published>2009-01-06T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T16:21:59.772-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from Mr Mahatir'/><title type='text'>&gt;Open Letter to Mr President Obama</title><content type='html'>January 1, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dear Mr. President,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I did not vote for you in the Presidential Election because I am &lt;br /&gt; Malaysian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; But I consider myself one of your constituents because what you do or say will affect me and my country as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I welcome your promise for change. Certainly your country, the United States of America needs a lot of changes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; That is because America and Americans have become the most hated people in the world. Even Europeans dislike your arrogance. Yet you were once admired and liked because you freed a lot of countries from conquest and subjugation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; It is the custom on New Year's day for people to make resolutions. You must have listed your good resolutions already. But may I politely suggest that you also resolve to do the following in pursuit of Change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1) Stop killing people. The United States is too fond of killing people in order to achieve its objectives. You call it war, but today's wars are not about professional soldiers fighting and killing each other. It is about killing people, ordinary innocent people by the hundreds of thousands. Whole countries will be devastated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; War is primitive, the cavemen's way of dealing with a problem. Stop your arms build up and your planning for future wars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2) Stop indiscriminate support of Israeli killers with your money and your weapons. The planes and the bombs killing the people of Gaza are from you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3) Stop applying sanctions against countries which cannot do the same against you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; In Iraq your sanctions killed 500,000 children through depriving them of medicine and food. Others were born deformed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; What have you achieved with this cruelty? Nothing except the hatred of the victims and right-thinking people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4) Stop your scientists and researchers from inventing new and more diabolical weapons to kill more people more efficiently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5) Stop your arms manufacturers from producing them. Stop your sales of arms to the world. It is blood money that you earn. It is un-Christian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6) Stop trying to democratize all the countries of the world. Democracy may work for the United States but it does not always work for other countries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Don't kill people because they are not democratic. Your crusade to democratize countries has killed more people than the authoritarian Governments which you overthrew. And you have not succeeded anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7) Stop the casinos which you call financial institutions. Stop hedge funds, derivatives and currency trading. Stop banks from lending non-existent money by the billions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Regulate and supervise your banks. Jail the miscreants who made profits from abusing the system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8) Sign the Kyoto Protocol and other international agreements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 9) Show respect for the United Nations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I have many other resolutions for change which I think you should consider and undertake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; But I think you have enough on your plate for this 2009th year of the Christian Era.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; If you can do only a few of what I suggest, you will be remembered by the world as a great leader. Then the United States will again be the most admired nation. Your embassies will be able to take down the high fences and razor-wire coils that surround them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; May I wish you a Happy New Year and a great Presidency.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yours Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dr. Mahathir bin Mohamad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Former Prime Minister of Malaysia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mahathir Mohamad is a frequent contributor to Global Research. Global Research Articles by Mahathir Mohamad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Global Research Articles by Former Prime Minister of Malaysia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-3010088782218275442?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/3010088782218275442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=3010088782218275442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3010088782218275442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3010088782218275442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2009/01/letter-for-mr-president-obama.html' title='&gt;Open Letter to Mr President Obama'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-6812419692787324993</id><published>2008-12-30T16:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T16:37:00.001-08:00</updated><title type='text'>&gt;Mengapa Indonesia Terpuruk</title><content type='html'>1. Komponen hutang Indonesia kepada Jepang adalah&lt;br /&gt; terbesar (51%) dari total hutang Indonesia, sementara&lt;br /&gt; Indonesia juga adalah pemasok gas terbesar ke Jepang dengan&lt;br /&gt; harga amat murah (how much?) yang tidak pernah mengalami&lt;br /&gt; penyesuaian harga, apalagi sinkronisasi antara hutang dengan&lt;br /&gt; pasokan ini dijadikan "bargaining power" dalam&lt;br /&gt; hubungan bilateral. Komentar anda? Mengapa bisa terjadi&lt;br /&gt; demikian? Sejauh mana kekuatan cengkeraman Jepang di&lt;br /&gt; Indonesia? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Angka persisnya harga penjualan minyak, gas dan condensat&lt;br /&gt; ke Jepang itu saya tidak tahu. Tapi betul bahwa Jepang&lt;br /&gt; memang mengandalkan migas dari Indonesia untuk membangun&lt;br /&gt; industri paska Perang Dunia-2. Jaraknya jauh lebih dekat&lt;br /&gt; dibandingkan Timur Tengah dan jalurnya relatif aman dengan&lt;br /&gt; mengandalkan pengawasan Armada Ke-7 AS yang berpangkalan di&lt;br /&gt; Pilipina dan mengontrol Selat Malaka dan Laut Tiongkok&lt;br /&gt; Selatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pertanyaan ini, "Mengapa bisa terjadi demikian?"&lt;br /&gt; itu jawabnya nggak mudah. Karena obral sumber alam bukan&lt;br /&gt; cuma terjadi dalam sektor migas tetapi juga dalam sektor&lt;br /&gt; hutan dan tambang, dan terjadi juga dalam sektor finance,&lt;br /&gt; perbankan, dst. Kita tidak bisa paham kondisi sekarang ini&lt;br /&gt; kalau tidak paham sejarah bagaimana kita bisa sampai ke&lt;br /&gt; sini. Saya coba ringkas. Intinya: Sejak Perang Dingin memang&lt;br /&gt; ada grand design untuk menjarah sumber-sumber alam&lt;br /&gt; Indonesia. Elite lama mengatakan itu neokolonialisme. Bangsa&lt;br /&gt; kita  memang coba mengadakan perlawanan. Tapi perlawanan&lt;br /&gt; berhasil ditumpas dengan mengadakan Pembunuhan Massal,&lt;br /&gt; setelah itu penjarahan massal bisa dijalankan. Yang sedang&lt;br /&gt; kita alami sekarang masih bagian dari rencana besar dalam&lt;br /&gt; Perang Dingin itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Salah satu grand-design Blok Barat selama Perang Dingin itu&lt;br /&gt; Indonesia dijadikan sumber bahan baku untuk mengembangkan&lt;br /&gt; perekonomian Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Taiwan,&lt;br /&gt; mereka itu sekutu Blok Barat di Asia. Di Eropa, sekutunya&lt;br /&gt; dibanjir modal puluhan miliar dolar yang kita kenal dengan&lt;br /&gt; nama Marshall Plan (1). Di Asia, untuk pengembangan ekonomi&lt;br /&gt; para sekutu itu tidak ada lagi sumber bahan baku yang begitu&lt;br /&gt; kaya dan begitu beragam seperti Indonesia. Karena itu dalam&lt;br /&gt; grand-design Blok Barat itu sumber alam Indonesia harus bisa&lt;br /&gt; dikuasai. Tidak mungkin Blok Barat bisa mengembangkan&lt;br /&gt; ekonomi sekutunya di Asia itu tanpa minyak, timah, tembaga,&lt;br /&gt; alumunium, bauksit, nikel, kayu, karet, dll dari Indonesia.&lt;br /&gt; Uraian lebih detail tentang peranan strategis dari sumber&lt;br /&gt; alam Asia Tenggara bisa Anda baca dalam buku, "To Have&lt;br /&gt; and Have Not: Southeast Asian Raw Materials and the Origins&lt;br /&gt; of the Pacific War" oleh Jonathan Marshall, 1995 (2).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Elite generasi Bung Karno memahami grand design ini dan&lt;br /&gt; mereka menyebutnya neo-kolonialisme. Dalam KAA-55 di&lt;br /&gt; Bandung, mereka belum melihat ini dengan jernih. Mereka&lt;br /&gt; anggap posisi non-blok yang mereka nyatakan di Bandung itu&lt;br /&gt; bisa diterima kedua blok yang bertarung. Tapi pemberontakan&lt;br /&gt; PRRI dan Permesta 1957/58 itu meyakinkan mereka bahwa posisi&lt;br /&gt; non-blok itu tidak akan diterima Blok Barat. Masuknya&lt;br /&gt; pasukan AS ke Vietnam paska Dien Bien Phu (1954), munculnya&lt;br /&gt; Teori Domino, dll lebih meyakinkan lagi bahwa proyek&lt;br /&gt; penjajahan model baru memang sedang dijalankan. Perobahan&lt;br /&gt; ide BK dari Non Blok pada tahun 50an menjadi Konfrontasi&lt;br /&gt; pada awal 60an itu dasarnya bukan dogma atau menyontek&lt;br /&gt; ide-ide dari masyarakat dengan konteks sejarah yang lain.&lt;br /&gt; Dasarnya itu pengalaman mereka sendiri selama membangun&lt;br /&gt; bangsanya setelah merdeka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Perlawanan terhadap penguasaan sumber alam Indonesia itu&lt;br /&gt; berhenti setelah Pembunuhan Massal 65. Sejak gerakan kiri&lt;br /&gt; Indonesia disingkirkan dalam pembunuhan massal ratusan ribu&lt;br /&gt; orang, pemenjaraan massal satu juta orang, dst maka&lt;br /&gt; 'plundering' atau penjarahan massal bisa dimulai.&lt;br /&gt; Penjarahan mudah dilaksanakan karena masyarakatnya sudah&lt;br /&gt; dicengkram ketakutan, tidak ada lagi ide-ide&lt;br /&gt; politik-ekonomi-budaya tandingan, dan kekuatan&lt;br /&gt; lembaga-lembaga masyarakat (parpol, ormas buruh, tani,&lt;br /&gt; pemuda, gerakan wanita, gerakan budaya, dll) untuk&lt;br /&gt; mengadakan perlawanan itu sudah dilumpuhkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagaimana perobahan kebijakan-kebijakan politik ekonomi&lt;br /&gt; dari Jaman BK ke Jaman Suharto itu sudah dipelajari mendalam&lt;br /&gt; antara lain dalam disertasinya Jeffrey Winters, "Power&lt;br /&gt; In Motion" itu. Kwik Kian Gie mengutip sebagian dari&lt;br /&gt; disertasi itu dalam pidatonya yang terkenal ketika menyambut&lt;br /&gt; Ultah NU ke-80. Saya lampirkan bagian itu:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ** The Time-Life Corporation mensponsori konperensi&lt;br /&gt; istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang&lt;br /&gt; pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para&lt;br /&gt; kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti&lt;br /&gt; David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili :&lt;br /&gt; perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors,&lt;br /&gt; Imperial Chemical Industries, British Leyland, British&lt;br /&gt; American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The&lt;br /&gt; International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja&lt;br /&gt; adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller disebut&lt;br /&gt; "ekonoom-ekonoom Indonesia yang top".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Di Jenewa, Tim Sultan terkenal dengan sebutan&lt;br /&gt; 'the Berkeley Mafia', karena beberapa di antaranya&lt;br /&gt; pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat&lt;br /&gt; untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka&lt;br /&gt; datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang&lt;br /&gt; diinginkan oleh para majikan yang hadir. Menyodorkan&lt;br /&gt; butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya, Sultan&lt;br /&gt; menawarkan : .. buruh murah yang melimpah..cadangan besar&lt;br /&gt; dari sumber daya alam ... pasar yang besar." Di halaman&lt;br /&gt; 39 ditulis : "Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah&lt;br /&gt; dibagi, sektor demi sektor. 'Ini dilakukan dengan cara&lt;br /&gt; yang spektakuler' kata Jeffrey Winters, guru besar pada&lt;br /&gt; Northwestern University, Chicago, yang dengan mahasiwanya&lt;br /&gt; yang sedang bekerja untuk gelar doktornya, Brad Simpson&lt;br /&gt; telah mempelajari dokumen-dokumen konperensi. 'Mereka&lt;br /&gt; membaginya ke dalam lima seksi : pertambangan di satu kamar,&lt;br /&gt; jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain,&lt;br /&gt; perbankan dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan&lt;br /&gt; oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang&lt;br /&gt; mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh&lt;br /&gt; mereka dan para investor lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling&lt;br /&gt; dari satu meja ke meja yang lain, mengatakan: ini yang kami&lt;br /&gt; inginkan: ini, ini dan ini, dan mereka pada dasarnya&lt;br /&gt; merancang infra struktur hukum untuk berinvestasi di&lt;br /&gt; Indonesia. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu&lt;br /&gt; sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil&lt;br /&gt; dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan&lt;br /&gt; merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke&lt;br /&gt; dalam negaranya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di&lt;br /&gt; Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah&lt;br /&gt; konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa&lt;br /&gt; Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia.&lt;br /&gt; Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan&lt;br /&gt; Perancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatra, Papua Barat&lt;br /&gt; dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal&lt;br /&gt; asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto&lt;br /&gt; membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya.&lt;br /&gt; Nyata dan secara rahasia, kendali dari ekonomi Indonesia&lt;br /&gt; pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang&lt;br /&gt; anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Canada,&lt;br /&gt; Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter&lt;br /&gt; Internasional dan Bank Dunia."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Hadirin Yth.,&lt;br /&gt; Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson dan Jeffry&lt;br /&gt; Winters, sejak tahun 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi&lt;br /&gt; (plundered) dengan tuntunan oleh para elit bangsa Indonesia&lt;br /&gt; sendiri yang ketika itu berkuasa. ** (2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau kita paham konteks ini maka menjawab pertanyaan,&lt;br /&gt; "Mengapa bisa terjadi demikian?" dan tentang&lt;br /&gt; "bargaining power" itu jadi lebih mudah. Jawabnya&lt;br /&gt; kita tidak punya bargaining power. Setelah Pembunuhan Massal&lt;br /&gt; 65 semua 'power' yang ada di Indonesia  itu tidak&lt;br /&gt; mau bargain apa-apa. Mereka bukan hanya menyerahkan kekayaan&lt;br /&gt; alam tetapi juga menyerahkan sistim keuangan dan perbankan&lt;br /&gt; dan sekaligus juga infrastruktur hukumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Sejauh mana kekuatan cengkeraman Jepang di&lt;br /&gt; Indonesia?" Sejauh mata memandang! Memandang ke&lt;br /&gt; manapun, di manapun, kita lihat bangsa kita pakai produk&lt;br /&gt; Jepang. Industri otomotif dan elektronika kita mana bisa&lt;br /&gt; hidup? Jepang punya kepentingan besar sekali memakai sumber&lt;br /&gt; migas dan tambang kita dan juga menguasai pasar kita untuk&lt;br /&gt; menyerap produk industrinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2.  Apa komentar anda soal manajemen pemerintah&lt;br /&gt; untuk mengurusi kebijakan migas di tanah air? Adanya&lt;br /&gt; Kementrian ESDM, ada Badan Penyangga Migas, ada Pertamina,&lt;br /&gt; ada Swasta nasional seperti Medco, ada banyak Swasta Asing.&lt;br /&gt; Bagaimana harus ditata-ulang?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau menata dalam arti memperbaiki bagian-bagian dari&lt;br /&gt; organisasinya itu kan selalu dilakukan oleh berbagai&lt;br /&gt; pemerintahan. Begitu juga bongkar-pasang personalianya.&lt;br /&gt; Begitu juga kontrak-kontraknya. Selalu ada usaha perbaikan,&lt;br /&gt; penataan kembali, dst. Selalu ada orang atau kelompok yang&lt;br /&gt; tahu betul bagian mana yang harus diperbaiki, siapa-siapa&lt;br /&gt; yang harus diganti, dst.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yang lebih penting adalah mengajak teman-teman lain untuk&lt;br /&gt; melihat sedikit jauh ke depan dan juga ke belakang. Selama&lt;br /&gt; 40 tahun ini investasi asing di sektor migas Indonesia&lt;br /&gt; begitu menguntungkan bagi banyak perusahaan asing. Tapi&lt;br /&gt; industri migas bangsa Indonesia sendiri hampir tidak&lt;br /&gt; berkembang, kan? Selama 40 tahun ini produksi minyak&lt;br /&gt; Pertamina itu yah sekitar 100 ribu bopd dari total produksi&lt;br /&gt; sekitar 1,5 juta barel per hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yang juga sangat penting adalah membangkitkan rasa percaya&lt;br /&gt; diri, kita mampu mengelola sumber-sumber migas kita sendiri.&lt;br /&gt; Selama 40 tahun ini rasa percaya diri itu sudah jadi tipis&lt;br /&gt; sekali. Contoh yang jelas itu dalam mengelola lapangan&lt;br /&gt; raksasa Banyu Urip di Blok Cepu. Cukup banyak tokoh-tokoh&lt;br /&gt; senior bidang migas yang terang-terangan bilang, "Kita&lt;br /&gt; tidak mampu mengelola Cepu." Wah, .... saya&lt;br /&gt; geleng-geleng kepala ketika mendengar ini sementara pada&lt;br /&gt; saat yang sama saya sedang bekerja untuk Petronas. Di situ&lt;br /&gt; ada anak-anak muda 30an tahun yang oleh perusahaanya&lt;br /&gt; disodori tantangan mengelola 10 lapangan migas di lepas&lt;br /&gt; pantai Serawak. Dengan yakin mereka bilang "Kami&lt;br /&gt; mampu." Padahal itu tantangan teknis yang jauh lebih&lt;br /&gt; berat dibandingkan mengelola lapangan minyak di daratan yang&lt;br /&gt; sudah tersedia jalan raya, jalan kereta api, jaringan&lt;br /&gt; listrik, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jadi kalau yang dimaksud 'menata' itu soal teknis&lt;br /&gt; saja, itu selalu dikerjakan oleh pemerintahan manapun juga.&lt;br /&gt; Tapi kalau mengembangkan wawasan, membangkitkan rasa percaya&lt;br /&gt; diri, dsb, itu masih banyak yang bisa dikerjakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Satu hal lagi yang juga sering dikatakan para pelaku&lt;br /&gt; industri, "Secara teknis kita mampu. Tapi mental kita&lt;br /&gt; belum siap, KKN masih merajalela, .... dsb." Akh, saya&lt;br /&gt; nggak percaya itu. Manajemen modern kenal banyak cara untuk&lt;br /&gt; memberantas korupsi, mengembangkan transparansi, menegakkan&lt;br /&gt; disiplin, dsb, dalam suatu perusahaan. Itu bukan masalah&lt;br /&gt; utama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apakah lahirnya industri migas nasional seperti Medco, EMP,&lt;br /&gt; dll akan membantu? Ya! Paling sedikit mereka lebih mudah&lt;br /&gt; bersimpati pada penderitaan rakyatnya sendiri. Simpati itu&lt;br /&gt; bisa jadi daya gerak. Tapi tugas mereka bukan membangun&lt;br /&gt; bangsanya. Dan bukan kepada mereka tugas itu harus&lt;br /&gt; dibebankan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3.  Bagaimana seharusnya kerjasama dengan dunia di&lt;br /&gt; seputar kebijakan ESDM yang tidak mentelantarkan rakyat dan&lt;br /&gt; harkat bangsa? Apakah kemampuan teknologi dan manajemen&lt;br /&gt; sudah dikuasasi? Kolaborasi yang seperti apa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ini satu ilustrasi. Pernah selama beberapa hari kepada&lt;br /&gt; seorang teman, dosen Trisakti, saya saya ceritakan&lt;br /&gt; pengalaman praktis saya bekerja untuk Petronas. Hampir semua&lt;br /&gt; lapangan migas Malaysia itu di lepas pantai yang secara&lt;br /&gt; teknis lebih susah mengelolanya dibandingkan&lt;br /&gt; lapangan-lapangan raksasa kita yang letaknya di daratan&lt;br /&gt; seperti Minas, Duri, Bontang, dll. Petronas bisa lakukan itu&lt;br /&gt; dengan macam-macam program yang mereka sebut&lt;br /&gt; "capability building." Banyak sekali programnya&lt;br /&gt; dan itu dijalankan dalam semua sektor industri migas itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kesimpulan teman itu tidak akan pernah saya lupakan. Di&lt;br /&gt; bawah Twin Tower itu dia bilang "Jadi kalau NIATnya&lt;br /&gt; memang bener dan AKHLAKnya memang bagus, .... sebodo-bodonya&lt;br /&gt; orang ternyata bisa sukses juga, ya?" Saya tersentak&lt;br /&gt; mendengar rumusan dia, karena saya sendiri melihatnya dari&lt;br /&gt; sisi-sisi yang sangat teknis. Tapi saya percaya dia benar.&lt;br /&gt; Dua kata kunci itu, niat dan akhlak, yang harus kita punya&lt;br /&gt; dulu. Teknologi, manajeman, strategic partnership, bangun&lt;br /&gt; konsorsium, tranparansi, dll, itu cuma alat. Tanpa niat dan&lt;br /&gt; akhlak, secanggih apapun 'alat'nya kita nggak akan&lt;br /&gt; sampai ke mana-mana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada ilustrasi lain yang juga mengesankan. Saya ceritakan&lt;br /&gt; pengalaman saya jadi TKI dengan Petronas, kesan saya setelah&lt;br /&gt; kontak-kontak dengan Petrovietnam, Petrochina, dll, pada&lt;br /&gt; salah satu sobat yang jadi petinggi di Pertamina. Komentar&lt;br /&gt; dia, "Ibaratnya perang, orang lain itu seperti&lt;br /&gt; gerilyawan Vietnam, para petani yang melawan habis-habisan.&lt;br /&gt; Kita ini, senjatanya paling canggih tapi begitu musuh&lt;br /&gt; dateng,  langsung nyerah." Teman itu punya segudang&lt;br /&gt; pengalaman dalam industri migas. Dia melihat unsur lain yang&lt;br /&gt; juga sangat penting, nyali dan tekad! Dua-duanya kita nggak&lt;br /&gt; punya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 4.  Bagaimana dengan sumber-sumber tambang lainnya&lt;br /&gt; diluar MIGAS. Emas, batubara, nikel, dll. Apa yang anda&lt;br /&gt; lihat? Potret nya seperti apa? Bagaimana harus&lt;br /&gt; ditata-ulang?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Minas, Duri, Arun, Bontang, Ataka, Arjuna, Widuri, Handil,&lt;br /&gt; Tunu, dll dalam 30 tahun kan habis. Begitu juga Gunung Bijih&lt;br /&gt; di Papua itu. Yang tadinya gunung itu sekarang kan sudah&lt;br /&gt; jadi danau. Detailnya memang beda tapi 'potret'nya&lt;br /&gt; sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Apakah anda mengikuti kasus lumpur Lapindo&lt;br /&gt; Porong. Apa komentar anda soal kasus ini dari segi teknis&lt;br /&gt; dan manajemen serta dampak lingkungan alam dan&lt;br /&gt; sosial?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Diskusinya sudah cukup panjang. Arsipnya akan saya&lt;br /&gt; lampirkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6.  Apa saja yang harus dibenahi di sektor ESDM&lt;br /&gt; untuk Korporasi Indonesia yang kerakyatan dan&lt;br /&gt; berkeadilan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Niat dan akhlak. Bagaimana ngerjainnya saya nggak tahu.&lt;br /&gt; Tapi setelah melihat apa yang dilakukan Petronas, saya yakin&lt;br /&gt; sekali tanpa dua hal ini kita nggak akan ke mana-mana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 7.  Kalau UUD akan dirubah, apa saja yang harus&lt;br /&gt; dicantumkan dalam UUD seputar kebijakan ESDM yang menjamin&lt;br /&gt; masa depan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta kekuataan&lt;br /&gt; dunia yang mengayomi keselarasan dengan alam sebagaimana&lt;br /&gt; falsafah Pancasila sebagai "sejatining urip"&lt;br /&gt; (kehidupan manusia sejati) sebagai "khalifatullah"&lt;br /&gt; (perwujudan Tuhan di Bumi).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kotak-katik UUD secara simbolis mungkin berguna. Tapi baik&lt;br /&gt; Bung Karno maupun Suharto itu kan pakai UUD yang sama? Yang&lt;br /&gt; beda itu niat dan akhlaknya. Kalau mau ditambahin, ya kita&lt;br /&gt; perlu nyali dan tekad. Salam, Legowo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-6812419692787324993?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/6812419692787324993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=6812419692787324993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6812419692787324993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/6812419692787324993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/12/mengapa-indonesia-terpuruk.html' title='&gt;Mengapa Indonesia Terpuruk'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-2005768028553419389</id><published>2008-12-08T17:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T17:32:06.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khutbah'/><title type='text'>&gt;Mukminin Senantiasa Tunduk Kepada Kehendak  Ilahi</title><content type='html'>Setiap insan di dunia ini memiliki tujuan, dan berusaha dengan segala cara untuk dapat mencapainya. Sedangkan mukminin sejati adalah mereka yang sempurna dan yakin sepenuhnya kepada Allah Swt tempat ia bersimpuh memohon pertolongan setiap kali menghadapi kesusahan. Sebab, hakekat Mukminin dan ibadullah sejati adalah mereka yang senantiasa meningkat keimanannya di kala susah maupun senang.&lt;br /&gt; Bahkan ketika ia sekedar membutuhkan tali sepatu pun, ia akan memohon pertolongan Allah, karena ia menyadari, jika tidak ada ridho Ilahi ikhtiarnya untuk mendapatkan tali sepatu akan gagal. Atau, jika pun berhasil, boleh jadi akhirnya akan mubazir.&lt;br /&gt; Allah Taala mengasihi mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Dan anak keturunan mereka pun akan terpelihara.&lt;br /&gt; Sebaliknya, Allah tidak mencintai mereka mereka yang mengutamakan duniawi, dan anak keturunan mereka pun akan rucah.&lt;br /&gt; Jika tidak ada ridha Ilahi, manusia tidak akan dapat mencapai kemenangan apapun, tidak akan berhasil, dan tidak pula akan memperoleh derajat kemuliaan.&lt;br /&gt; Meskipun manusia tidak mampu melihat Tuhan, namun Dia mewujudkan keberadaan-Nya melalui penciptaan segala makhluk ciptaan-Nya. Dia akan mewujudkan Diri-Nya manakala manusia berdoa kepada-Nya.  Semua manusia, baik dia seorang raja ataupun pemimpin negara pernah menghadapi situasi gawat, tak ada yang sanggup menolongnya, kecuali doa permohonan kepada Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt; Hal penting lainnya yang perlu diingat adalah setengah orang yang memohon pertolongan Allah hanya dikala susah. Sedangkan mukminin sejati senantiasa berusaha menarik keridhaan Ilahi dalam segala keadaan. Baik untuk urusan pribadi, bisnis maupun urusan agama.&lt;br /&gt; Sebelum melangkah, seorang Mukmin sejati akan senantiasa berusaha mencari karunia dan pertolongan Allah dengan seyakin-yakinnya.&lt;br /&gt; Adakalanya ada setengah orang yang berpikir, jika dengan suatu cara tertentu ia berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu, maka pasti ia pun akan berhasil. Namun hendaknya jangan lupa, Allah adalah alimul-ghaib, yang boleh jadi justru menghalanginya baik untuk sementara waktu maupun untuk selamanya, demi kebaikan orang itu sendiri.&lt;br /&gt; Melalui sidqah dan doa (istikharah), Allah Taala akan mengabari orang tersebut, atau melalui keluarga atau pasangan hidupnya. Dia akan memberitahukan mengapa keinginan tersebut ditunda untuk beberapa lama.  Adakalanya dikarenakan rasa kepenasarannya, ada setengah orang yang bersikeras menjalankan maksud mereka tersebut; namun setelah beberapa lama kemudian tujuan mereka itu dibukakan, barulah mereka memahami mengapa tidak berhasil. Lalu mereka pun bersyukur kepada Allah yang telah menghindarinya dari keinginan tersebut. &lt;br /&gt; Sesungguhnya Allah Taala telah memberitahukan kita tentang hal ini di dalam Alquran Karim:&lt;br /&gt; وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ &lt;br /&gt; “...&lt;em&gt;dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal hal itu buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, kamu tidak mengetahui&lt;/em&gt;. (2:217 / Al-Baqarah)”.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, hendaknya jangan selalu memaksakan diri karena ilmu manusiawi terbatas, sedangkan ilmu Allah Swt meliputi segala sesuatu. Dia mengetahui kapan, bagaimana dan dimana sesuatu keinginan dapat terkabul.&lt;br /&gt; Berserah diri kepada kehendak Allah dan memohon pertolongan-Nya melalui ibadah dan doa adalah penting. Karena jika Allah tidak meridhoinya, tentulah segala daya dan upaya yang telah diusahakan akan menjadi mubazir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-2005768028553419389?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/2005768028553419389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=2005768028553419389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2005768028553419389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2005768028553419389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/12/mukminin-senantiasa-tunduk-kepada.html' title='&gt;Mukminin Senantiasa Tunduk Kepada Kehendak  Ilahi'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-451091908963469754</id><published>2008-12-03T02:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T02:30:13.712-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengurbanan'/><title type='text'>&gt;Tentang Pengurbanan – Ketakwaan-nya yang diterima Allah</title><content type='html'>Menjelang Hari Ied’ul Adha / Iedul Qurban 1429 H&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lan-y-yanaalallaha luhuumuhaa wa laadi maa’uhaa wa laakin-y-yanaaluhut-taqwaa minkum. Kadzaalikaa sakh-kharahaa lakum litukabirrullaaha ‘alaa maa hadaakum. Wa basy-syiriil mukhsiniin&lt;/em&gt;. (QS Alquran Surat Al-Hajj 22 : 38) &lt;br /&gt;Yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah dagingnya, dan tidak pula darahnya, akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan darimu. Demikianlah Dia menundukkan mereka untuk kamu, supaya kamu meng-agungkan Allah sesuai petunjuk kepadamu. Dan berikan khabar suka kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;• Pada Hari Raya Iedul Qurban; mereka yang memiliki kemampuan menyembelih hewan qurban, yaitu kambing atau ternak yang lain-lainnya.&lt;br /&gt;• Dunia Barat tidak memiliki konsep pengurbanan seperti ini; tetapi orang-orang di Afrika, di Asia, mereka menyembelih kambing, sapi, atau unta dalam memperingati hari Iedul Qurban ini. &lt;br /&gt;• Pada hari Iedul Qurban orang-orang berlomba-lomba membeli kambing, atau sapi yang memenuhi standard dan yang terbagus untuk disembelih dan dijadikan kurban; mereka membeli dengan harga yang termahal, agar diketahui oleh orang banyak. Jika tujuannya untuk dunia, maka di sini ada unsur ria atau show dan pretensi berpura-pura agar dianggap sebagai orang yang saleh.&lt;br /&gt;• Ada juga yang membeli kambing yang tidak memenuhi standar, yang dikarenakan kemampuannya atau dikarenakan hal lain. Tetapi Allah Tahu, apa yang ada di dalam hati orang-orang ini, dan apa yang ada di dalam niat dari orang-orang ini. &lt;br /&gt;• Oleh karena itu, apa pun dalih dan apa pun alasan yang dikemukakan orang atau yang ada dalam hati orang-orang, tentang hal itu Allah Maha Tahu.&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda: &lt;em&gt;Pilihlah hewan ternak yang terbaik &lt;/em&gt;(Hadits). Ada yang membeli hewan yang mahal, ada yang membeli yang murah, tetapi yang benar adalah yang mengerjakannya demi untuk Allah. Dan Allah Tahu tentang kemampuan Anda.&lt;br /&gt;• Tetapi ingatlah selalu, bahwa Allah Taala berfirman: &lt;em&gt;Tidak akan sampai kepada Allah dagingnya dan tidak pula darahnya. Dan berikan khabar suka kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.&lt;/em&gt;• Dengan memberikan hewan ternak yang mahal, maka bagi orang berada tidak menjadi masalah. Tetapi Allah tidak akan perduli atas pengeluaran Anda, atas hewan yang sehat dan memenuhi persyaratan fisiknya, jika tidak memenuhi persyaratan yang dikehendaki Allah Taala, yaitu adanya ketakwaan di dalam dirimu dan hatimu.&lt;br /&gt;• Allah tidak akan memperdulikannya, jika dalam memberikan pengurbanan ini Anda memiliki rasa atau keinginan yang selfish, yang mementingkan diri sendiri, yang bertujuan show agar dunia mengenalinya.&lt;br /&gt;• Allah tidak akan peduli atas daging dan darah dari hewan yang disembelih, jika bukan karena untuk Allah, bukan dikarenakan rasa takwa kepada Allah. Allah Taala tidak peduli berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk itu.&lt;br /&gt;• Allah Tahu benar apa yang ada di dalam lubuk hati yang dalam di dalam diri Anda.&lt;br /&gt;• Pengurbanan yang tidak disertai perasaan kesalehan dan ketakwaan akan luput dari pahala dari Tuhan.&lt;br /&gt;• Allah Taala menghendaki, agar Anda membangkitkan semangat pengurbanan di dalam diri Anda sendiri; pengurbanan yang memenuhi kehendak, keinginan dan permintaan dari Allah Taala.&lt;br /&gt;• Allah Taala yang memberikan kemampuan agar dapat mengikuti pengurbanan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim a.s., Nabi Ismail a.s., dan Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;• Agar mengikuti jejak orang-orang yang saleh dan ber-takwa di dalam memberikan pengurbanan.&lt;br /&gt;• Patut dicontoh dan dipelajari untuk memiliki semangat dalam mempersembahkan pengurbanan untuk Allah:&lt;br /&gt;• Yang pertama adalah mengurbankan “selfishness” atau berusaha untuk menghilangkan dan membuang perasaan yang mementingkan pribadi.&lt;br /&gt;• Berkurban untuk memenuhi kehendak Allah dan meraih ridha dan kesenangan Allah.&lt;br /&gt;• Kami siap untuk mengurbankan jiwa saya dan jiwa kami pribadi sendiri. Demikianlah kesediaan dari Nabi Ibrahim a.s. untuk mengurbankan putera beliau dan kesediaan dari Nabi Ismail untuk mengurbankan jiwanya sendiri, memenuhi keinginan Allah seperti yang disampaikan oleh ayah-nya, nabi Ibrahim a.s. kepada beliau.&lt;br /&gt;• Perasaan sebagai demikianlah yang harus dijadikan standard dalam pengurbanan.&lt;br /&gt;• Dengan perasaan takwa memenuhi permintaan Allah Taala, bersiap sedia untuk bertindak segera dan cari usaha atau berusaha keras untuk mengikuti perintah Allah.&lt;br /&gt;• Ikutilah model atau contoh yang ada di dalam sejarah agama, karena satu hari, dunia ini akan kita lewati. Jangan sampai hidup ini menjadi tanpa guna atau tanpa manfaat dengan menghilangkan kesempatan yang ada dalam memberikan pengurbanan.&lt;br /&gt;• Dan, ketika keduanya telah rela berserah diri (QS 37:104) dan Nabi Ibrahim telah menelungkupkan anaknya, Ismail, pada dahinya, maka Tuhan berkata: &lt;em&gt;Stop!&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Yang saya inginkanlah ialah untuk menguji pengurbanan kalian, untuk menguji standard pengurbanan dari kalian.&lt;/em&gt;• Standard pengurbanan yang akan terus dikenang sampai hari akhir dari dunia ini.&lt;br /&gt;• Ketika anak itu (Ismail) telah berusia cukup, Ibrahim a.s. berkata: &lt;em&gt;Aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu&lt;/em&gt; (QS 37:103) dan Ismail menjawab: &lt;em&gt;Hai bapak-ku kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepada engkau&lt;/em&gt;. Dan, ketika ia telah menelungkupkan pada dahinya, Tuhan berseru: &lt;em&gt;Hai Ibrahim Sungguh engkau telah menyempurnakan mimpi itu.&lt;/em&gt; Dan dengan ujian ini, maka Tuhan telah meninggalkan nama baik mereka pada bangsa-bangsa yang datang berikutnya. &lt;br /&gt;• Sedangkan yang benar disembelih hanyalah kambing sebagai pengganti kurban itu.&lt;br /&gt;• Apa pengurbanan sebenarnya yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya? &lt;br /&gt;• Mengikuti perintah dari Tuhan, Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan Ismail dan ibunya di satu padang pasir yang tandus dan ter-isolasi jauh ke mana-mana. (QS 14:38); tetapi mereka berkeyakinan bahwa, karena ini adalah perintah dari Tuhan, maka Dia pasti tidak akan menyia-nyiakan kami di tempat yang tandus ini.&lt;br /&gt;• Maka di sinilah nabi-nabi utusan Allah dibangkitkan, &lt;em&gt;Khataman Nabiyyin Nabi Muhammad Rasulullah saw&lt;/em&gt;., Nabi pembawa syari’at yang terakhir. Tuhan berfirman, &lt;em&gt;tidaklah akan Aku dirikan bumi dan langit ini jika tidak Aku bangkitkan engkau, ya Muhammad.&lt;/em&gt;• Maka lihatlah bagaimana pengurbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s., Ismail a.s., Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya pada setiap hari. Lihatlah apa yang dapat dicapai oleh mereka semua itu?&lt;br /&gt;• Ismail dengan kesediaannya menjadi contoh semangat memberikan pengurbanan dan semangat untuk berkurban sampai untuk masa-masa mendatang di seluruh dunia. Inilah yang sekarang diajarkan kembali  kepada kita.&lt;br /&gt;• Hari-hari sudah berlalu, dan bulan Dzulhijjah (Iedul Qurban) adalah bulan terakhir di dalam kalender Hijriah (Qomariah).&lt;br /&gt;• Di masa yang akhir ini kita dituntut untuk memberikan pengurbanan di jalan Allah, mengikuti orang-orang saleh dan bertakwa yang dimuliakan oleh Allah.&lt;br /&gt;• Alhamdulillah bahwa kita telah dapat mempelajari dan mengenal bagaimana pengurbanan-pengurbanan yang dilakukan oleh para nabi dan sahabatnya, dalam mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana taqabbal minna....................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-451091908963469754?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/451091908963469754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=451091908963469754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/451091908963469754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/451091908963469754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/12/tentang-pengurbanan-ketakwaan-nya-yang.html' title='&gt;Tentang Pengurbanan – Ketakwaan-nya yang diterima Allah'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-8505152106067420954</id><published>2008-12-01T01:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T01:33:21.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>&gt;Umat Terbaik yang Dibangkitkan untuk Kebaikan Umat Manusia</title><content type='html'>كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aali ‘Imraan (3) ayat 111 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kamu adalah umat terbaik, dibangkitkan demi kebaikan umat manusia; kamu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan, dan beriman kepada Allah…..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tadi, Allah mengatakan bahwa engkau adalah orang yang terbaik yang telah diciptakan untuk kebaikan seluruh umat manusia. Engkau menyuruh untuk berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan serta untuk beriman kepada Allah, yang berarti bahwa kami yang menamakan diri kami itu Muslim adalah yang terbaik dari antara umat manusia. Sekarang, sesuai dengan nubuatan dari Y.M. Kanjeng Nabi Muhammad, Rasulullah saw. Juga yang tercantum dalam Alquran, bahwa kita harus beriman kepada segenap utusan Allah taala  yang pernah diturunkan ini. Jadi itulah syarat untuk menjadi umat yang terbaik, karena mulai dari Adam sampai pada Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah saw. percaya kepada semua nabi-nabi dan dapat menyatakan bahwa memiliki keimanan yang sempurna. Karena Allah mengatakan bahwa orang-orang itu dinamakan sebagai umat yang terbaik, maka dengan alasan itulah orang-orang tsb harus menyampaikan kabar untuk keshalehan dan kebajikan serta melarang kekejian. Saudara-saudara itu harus selalu memiliki pikiran yang baik tentang orang-orang. Allah berfirman bahwa saudara-saudara itu adalah umat yang baik dan bagus, oleh karena itu saudara-saudara harus memiliki pikiran yang baik terhadap diri saudara-saudara sendiri, untuk istri saudara-saudara dan untuk anak-anak saudara-saudara. Di mana saudara-saudara itu harus memiliki pemikiran yang baik bagi negeri saudara-saudara, bagi bangsa saudara-saudara dan juga bagi bangsa-bangsa yang lainnya. Janganlah saudara-saudara mempunyai pikiran yang buruk tentang mereka ini dan saudara-saudara pun tahu bahwa siapa pun dia itu, berasal dari Negara mana pun dia, berasal dari suku bangsa apa dia itu, dan dari keluarga siapa ia, saudara-saudara itu harus berbuat baik kepada mereka, saudara-saudara harus dapat menarik hati mereka, harus dapat merebut hati dari setiap orang. Adalah kewajiban bagi saudara-saudara bahwa saudara-saudara itu harus dapat menarik hati orang-orang dan jangan sekali-kali berbuat yang tidak baik kepada siapa pun juga. Di mana setiap perbuatan saudara-saudara itu harus memperlihatkan kecintaan saudara-saudara dan saudara-saudara harus melaksanakan semua tugas pekerjaan ini karena ini adalah perintah dari Allah Taala. Jika saudara-saudara tidak mengerjakannya maka keimanan saudara-saudara kepada Allah itu tidak dapat dikatakan sempurna. Jadi, saudara-saudara dapat lihat bahwa Allah Taala itu tidak membangkitkan kami sebagai umat terbaik dengan hanya pernyataan di mulut kita saja bahwa kami adalah Muslim. Sebagaimana saudara-saudara melihat banyak orang Muslim, yang jika saudara-saudara bertanya kepada mereka: “Apakah Tuan seorang Muslim?” Mereka mengatakan “Alhamdulillah kami adalah Muslim”. Tetapi jika melihat pada peri-laku dan perbuatan mereka, saudara-saudara akan melihatnya bahwa bahkan Syaitan pun akan lari dari mereka itu. Jadi, untuk menjadi umat terbaik dari Y.M. Kanjeng Nabi Muhammad, Rasulullah saw. maka saudara-saudara itu haruslah melakukan tindakan terbaik, meninggalkan segala keburukan, yang dengan jalan ini saudara-saudara dapat mengajak dan menyuruh berbuat kebaikan kepada orang-orang lainnya dan melarang mereka dari perbuatan yang buruk. Jika tidak demikian, bilamana saudara-saudara akan berusaha untuk memperbaiki, mereformasi kepada orang lainnya, maka saudara-saudara akan mendapatkan jawaban begini: “Perbaikilah dan koreksi diri Anda sendiri dahulu, bagusilah dan kerjakanlah reformasi pada diri Anda terlebih dahulu!”. &lt;br /&gt;Saudara-saudara tidak akan dapat menjadi umat terbaik dengan menipu atau membodohi orang-orang atau menipu Tuhan. Oleh karena itu, untuk memperkuat diri Anda, untuk memperkuat umat dan organisasi Anda, maka saudara-saudara itu harus mengambil dan menerapkan apa-apa yang baik, apa-apa yang bagus dan kemudian meng-komunikasikannya kepada orang-orang yang lainnya. Bilamana saudara-saudara sudah mengerjakan yang sedemikian, dengan jalan mengikuti kebajikan dan menghentikan diri dari keburukan dan kejahatan, maka pembinaan dan tabligh itu akan kemudian dapat berlanjut. Akan terjadi pembinaan dan pendidikan rohaniah, karena saudara-saudara akan menerapkan kebaikan dan kebajikan dan saudara-saudara akan menghentikan keburukan dan kekejian, yang tentang kebaikan-kebaikan ini sudah banyak kali disebutkan di dalam Kitab Suci Alqur-aan, sebagai contohnya untuk berbuat baik kepada keluarga dekat kita yang adalah merupakan sebuah amanat, yakni memberikan pengorbanan demi untuk kebaikan orang lain; bersimpati kepada sesama manusia, di sana ada pelajaran untuk memiliki pikiran yang baik dan bagus tentang orang lain, untuk berbicara yang benar, untuk memberikan maaf kepada orang lain, untuk memperlihatkan kesabaran dan menahan diri, untuk memenuhi janji saudara dan untuk menghilangkan semua keburukan, apakah keburukan secara zahir ataupun keburukan mental atau rohaniah, di mana saudara-saudara itu harus membersihkan diri saudara dari hal-hal itu semuanya. Harus menghilangkan pikiran yang buruk seperti janganlah hendaknya mempunyai pikiran untuk merugikan dan mengganggu kepada orang-orang lainnya. Keburukan itu seperti memiliki pikiran yang buruk bagi orang yang lainnya, saudara-saudara haruslah membersihkan diri saudara dari hal yang buruk ini. Selanjutnya saudara-saudara harus menyebarkan rasa kecintaan dan kasih-sayang di dalam masyarakat. Saudara-saudara harus memperlakukan kerabat dekat saudara dengan baik. Saudara harus memperlakukan dengan baik para tetangga saudara dan teman sekerja saudara. Perlakuan yang baik itu termasuk bahwa orang-orang yang kaya itu harus membantu dan memelihara orang-orang yang miskin oleh mereka sendiri. Singkatnya saudara-saudara itu harus menyampaikan dan menyebarkan ajaran ini dengan cara yang sedemikian. Dengan cara itu pula, ada banyak keburukan-keburukan yang harus dihentikan dari diri kita sendiri dari melakukan perbuatan tersebut dan juga kita perlu untuk mengingatkan kepada orang lainnya untuk berhenti dari keburukan, karena untuk berbuat baik itu adalah sangat vital untuk pertama-tama menghilangkan keburukan yang ada dalam dirinya terlebih dahulu. &lt;br /&gt;Beberapa kutipan di mana Allah berfirman bahwa keburukan-keburukan ini tidak boleh terdapat di dalam diri seorang mukmin; sebagai contohnya adalah suatu kekikiran bahwa walaupun sudah tahu ada orang yang memerlukan pertolongan tetapi tidak membantunya walaupun ada kemampuannya untuk itu. Kemudian, memiliki rasa curiga, menyalahkan orang lain tanpa dasar, menganggap rendah kepada orang lain, memperlihatkan hasud rasa iri dengki kepada orang lain atau mengatakan hal yang sia-sia. Bukannya menolong diri kita sendiri, tetapi malah kita menyakitinya dengan kata-kata yang sedemikian, dengan pembicaraan yang sedemikian, dengan memfitnah seseorang, dengan berkata dusta. Kebohongan dan kepalsuan adalah merupakan satu laknat yang dapat melibatkan seseorang dalam banyak keburukan-keburukan lainnya. Melanggar janji amanat, penghianatan seperti memandang kepada perempuan dengan niatan yang buruk, juga melanggar janji atau menyalahgunakan amanat yang diberikan oleh seseorang. Ada banyak keburukan yang termasuk di dalamnya, seperti tidak melaksakan tugas kita dengan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menerapkan kebaikan itu maka kita itu harus menghilangkan keburukan terlebih dahulu, karena kebaikan dan keburukan itu tidak dapat jalan bersama-sama. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha bilamana kita melakukan hal-hal kebaikan, melakukan sesuatu kebajikan, kita pun harus menghilangkan beberapa keburukan bersama-sama dengan itu. Dengan cara ini, maka hati dari setiap orang akan dapat dibersihkan untuk bisa terbebas dari segala keburukan. Seorang Muslim telah diperintah untuk melakukan kebaikan di dalam dirinya sendiri, menghentikannya dari keburukan dan mencegah orang lainnya dari keburukan, maka ia itu haruslah pertama-tama mensucikan dirinya terlebih dahulu dan menghentikan dirinya dari keburukan yang ada di dalam dirinya sendiri. Ia sendiri harus menerapkan kebaikan, dan hanya setelah itu barulah ia dapat mengajak orang lain untuk melakukan perbuatan yang baik. Jika kita tidak bekerja seperti itu maka kami itu akan menjadi orang yang munafik dan memiliki dua muka. Kanjeng Nabi Muhammad, Rasulullah saw. telah memberi peringatan yang keras terhadap orang munafik seperti itu dan mengatakan bahwa orang-orang yang sedemikian itu merupakan bahan bakar Api Neraka, yang kata-katanya dan perbuatannya saling bertentangan. Semoga Allah Taala memberi taufik dan kemampuan kepada kita semua untuk dapat mengamalkannya. Aamiin!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setelah mendengar peringatan ini orang menjadi takut sehingga kemudian ia akan mengatakan, kalau begitu saya akan diam saja, tidak akan menyuruh pada kebaikan dan tidak melarang berbuat kejahatan karena saya tidak merasa pantas untuk mengatakan itu; jika ada orang yang punya pikiran seperti itu maka ia akan dianggap lalai untuk mengadakan self reformasi. Oleh karena adalah penting sekali untuk mengajarkannya kepada lain orang juga, karena ini adalah perintah dari Allah Taala, bahwa ia harus mengajarkan dan mengajak orang lain pada kebaikan dan pada waktu yang sama ia pun harus meng-analisa dirinya sendiri apakah ia sudah mengadakan reformasi atau belum, ini adalah perkara yang sangat vital. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu riwayat tentang hal ini bahwa Kanjeng Nabi Muhammad, Rasulullah saw. bersabda, demi Tuhan Yang di Tangan-Nya memegang kehidupan-ku, engkau tentu saja mengajak dan menyuruh orang pada kebaikan dan menghentikan mereka dari perbuatan jahat. Kalau tidak demikian, maka bilamana Allah akan mengirimkan azab-Nya kepada mu, saat itu doa-doamu tidak akan dterima, Astaghfirullah. Jadi, dengan menyelamatkan dirimu dari segala kesulitan dan penderitaan di hari-hari mendatang itu, maka perlulah bagi saudara-saudara untuk melaksanakan tugas dan kewajiban saudara mengajak dan menyuruh orang lain dalam kebaikan dan menghentikan orang-orang lainnya dari perbuatan buruk. Sebagaimana dikatakan bahwa dengan tidak melaksanakan tugas-tugas ini maka kita akan mendapatkan hukuman dan bahkan doa-doamu itupun tidak akan diterima. Ini juga berarti bahwa sebagai hasil dari perbuatan yang baik itu maka doa-doamu juga akan dikabulkan oleh-Nya dan rahmat keberkahan-keberkahan dari Allah Taala akan turun kepada saudara-saudara. Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah saw.biasa banyak kali meminta kepada orang-orang beliau agar mengajak dan menyuruh pada kebaikan dan menghentikan dari perbuatan yang buruk dan beliau juga mengatakan bahwa beliau tidak punya hubungan dengan orang-orang yang tidak melaksanakan tanggung-jawabnya ini. Dalam setiap kesempatan yang sekecil apa pun beliau saw. biasa mengatakan lakukanlah pekerjaan baik dan hentikanlah keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contohnya ada satu riwayat bahwa Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah saw. bersabda bahwa seseorang itu bukanlah dari antara kami, orang yang tidak menarh kasih-sayang kepada anak-anaknya, orang yang tidak melakukan tugasnya untuk menaruh hormat kepada orang yang lebih tua dan yang tidak mengajak dan menyuruh orang lain untuk berbuat kebaikan dan tidak menghentikan orang-orang dari perbuatan yang tidak menyenangkan. Yang berarti bahwa mengajak pada kebaikan ini adalah sedemikian penting dan besarnya sehingga bahkan anak-anak pun dimasukkan di dalamnya. Demikian juga untuk menghormati orang-orang yang lebih tua, para orang tua dan orang-orang yang shaleh di antara kita dan lain-lainnya juga yang seperti itu kami sudah diperintahkan untuk mengerjakannya. Keburukan, yang kami sudah diperintahkan untuk menghentikannya, kepada mereka pun perlu diminta untuk menghentikannya. Y.M. Nabi Muhammad, Rasulullah saw. bersabda, jika kita tidak melaksanakan tanggung-jawab ini maka aku tidak memiliki hubungan dengan kita. Dalam mengajak pada kebaikan dan melarang pada keburukan, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan adalah perlu untuk menghentikan lidahmu dari kata-kata yang menentang keinginan dari Allah Taala; demikian pula adalah perlu untuk mengucapakan kata-kata untuk menyebarkan kebenaran dan untuk berbicara yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa ya‘muruuna bil ma’ruufi wa yanhauna ‘anil munkari (3:105) itulah yang selayaknya bagi orang-orang beriman, Amal bil ma’ruf dan nahi ‘anil munkar ketika mengatakan engkau menyuruh pada kebaikan dan melarang terhadap kejahatan, maka adalah perlu bahwa pertama-tama orang itu harus membuktikannya dari amalannya sehari-hari, bahwa dia itu memiliki kualitas yang sedemikian itu di dalam dirinya. Karena, sebelumnya orang itu akan dapat mempengaruhi orang-orang lainnya, maka adalah perlu baginya untuk pertama-tama mempengaruhi dirinya terlebih dahulu. Jadi, kita haruslah ingat bahwa janganlah sampai kita berhenti dari mengatakan kata-kata yang menyuruh pada kebaikan dan melarang keburukan. Tentu saja orang itu harus melihat pada situasinya dan contextnya serta cara saudara itu haruslah sangat baik dan manis budi, harus selalu ada rasa ketertarikan di dalamnya. Secara itu pula adalah satu dosa yang besar untuk berbicara yang bertentangan dengan taqwa yang adalah kebajikan, kebenaran dan keadilan. Saudara-saudara haruslah selalu ingat bahwa untuk berbicara benar itu janganlah pernah ragu-ragu, karena keberanian untuk menyuruh pada kebaikan dan melarang pada kejahatan, itulah apa yang dapat diperlihatkan betapa kita itu melaksanakan perintah dari Allah ini dan seberapa besarnyakah keberanian yang kita miliki. Tetapi amalan dari seorang mukmin itu haruslah sesuai dengan perintah ini. Bilamana kita dapat memperlihatkan amalan saudara itu maka hal ini dapat memberikan pengaruh kepada yang lainnya. Bilamana saudara-saudara akan mempraktekkannya maka untuk mendukungnya itu tidaklah memerlukan kekerasan ataupun pemaksaan. Kata-kata yang baik dari orang semacam itu hanyalah akan memberikan dampak pengaruh jika apa yang dipraktekkannya itu bagus. Jika di sana ada taqwa atau di sana ada keshalehan di dalam hati dari orang tersebut dan ada rasa takut kepada Tuhan di dalam hatinya, maka jika engkau itu berbicara secara bijaksana sesuai dengan situasi dan keadaannya maka kata-kata engkau yang bagus itu akan memberikan efek pengaruh kepada mereka. Tetapi adalah perlu untuk memberikan nasihat atau peringatan itu sesuai dengan situasinya dan dalam context-hubungan-nya. Jika kita melihat sesuatu yang buruk pada seseorang dan berusaha untuk mengingatkannya di hadapan public maka orang itu tidak akan memperoleh pengaruh dari nasihat tersebut. Bahkan mungkin pula bahwa ia akan melakukan lebih besar lagi eksesnya dalam perilaku buruknya yang ia akan perlihatkan. Oleh karena itu untuk memberikan nasihat dan menjelaskannya adalah perlu bahwa saudara itu mengetahui keadaan situasinya, hubungan context-nya dan harus dengan perasaan ketakwaan, rasa takut kepada Tuhan. Jika kita dapat berbuat seperti ini maka sesuai dengan janji dari Tuhan, saudara akan berhak untuk memperoleh Rahmat Belas-kasihan-Nya serta Keberkahan-Nya. Allah telah berfirman di suatu tempat lain bahwa Aku pasti akan memperlihatkan belas kasih-sayang-Ku kepada mereka yang beramal sesuai dengan perintah-Nya. &lt;br /&gt;Semoga Allah Taala memberi taufik dan kemampuan kepada kita semua untuk dapat melaksanakan ini. Aamiin!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-8505152106067420954?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/8505152106067420954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=8505152106067420954' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8505152106067420954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8505152106067420954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/12/umat-terbaik-yang-dibangkitkan-untuk.html' title='&gt;Umat Terbaik yang Dibangkitkan untuk Kebaikan Umat Manusia'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-453320127695202096</id><published>2008-11-26T00:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T01:04:42.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menarik'/><title type='text'>&gt; Peta Yang Salah</title><content type='html'>Belajar di sekolah kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa kita melihat dunia sesuai dengan peta realitas yang bermukim di kepala kita. Peta realitas bukan realitas itu sendiri. Sama seperti peta Indonesia bukan wilayah Indonesia yang sesungguhnya; peta Medan bukan kota Medan itu sendiri; peta Bandung bukan kota Bandung itu sendiri; dan semua peta bukanlah kenyataan yang sesungguhnya. Peta hanyalah penggambaran atas suatu wilayah, tetapi bukan wilayah itu sendiri. Wilayah tak bisa salah, karena ia merupakan fakta, kenyataan, apa adanya. Namun, peta bisa (atau bahkan sering) salah, sebab ia merupakan gambar yang dibuat oleh orang tertentu, dengan asumsi-asumsi dan tujuan tertentu, dalam keadaan dan cara tertentu.&lt;br /&gt;  Dan jika peta yang kita pegang sebenarnya keliru—sementara kita tidak menyadari kekeliruan tersebut—maka kesimpulan yang kita ambil dalam hal tertentu boleh jadi akan sangat keliru.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Sebagai contoh, seorang kawan saya pernah menuturkan pengalamannya mencari tempat pondokan di Bandung, paruh kedua tahun 1970-an. Tidak seperti rekan-rekan perantauan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mudah dapat pondokan, kawan yang datang dari tanah Batak ini ternyata sulit menemukan pemilik pondokan yang mau menerimanya. Dan setelah ditolak disana-sini, akhirnya ia mendapatkan pondokan yang semua penghuninya orang Batak (rumah kontrakan). Baru belakangan ia ketahui bahwa penolakan yang diterimanya itu disebabkan oleh perbuatan perantau-perantau Batak terdahulu, yang suka kabur dan tidak membayar uang pondokan. Hal mana membuat para pemilik pondokan "memandang" semua perantau Batak akan berbuat demikian. Artinya, sejumlah pemilik pondokan di Bandung memiliki "peta" bahwa perantau dari Batak "semuanya suka kabur dan tak membayar sewa pondokan sebagaimana mestinya". Lalu semua orang Batak diperlakukan sama dan sebangun sesuai dengan "peta" di kepala para pemilik pondokan tersebut.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Tentu saja peta mental yang demikian itu tidak sepenuhnya benar. Ada yang tidak lengkap, cacat, tak sempurna. Ia hanya merupakan perampatan (generalisasi) yang berlebihan. Namun, siapa yang bisa melarang orang membuat "peta realitas" di kepalanya sendiri? Siapa yang bisa melarang jika ada sementara orang yang menganggap warga Tionghoa selalu bertindak asosial dan apolitik? Siapa yang bisa melarang persepsi tentang perempuan Sunda dan Manado sebagai tukang dandan dan pesolek? Siapa yang bisa menolak untuk dianggap plintat-plintut tidak bisa tegas, hanya karena ia lahir di Yogya atau Solo? Atau siapa yang bisa mewajibkan setiap orang untuk percaya bahwa masih ada penegak hukum di republik bernama Indonesia ini yang konsisten anti korupsi dan kebal suap?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Peta kita terhadap realitas tak bisa dipaksa oleh orang lain, tetapi kita bangun sendiri berdasarkan pengalaman sejak kecil, digabungkan dengan pengetahuan dan wawasan sebagai hasil pembelajaran pribadi, dan dipengaruhi pula oleh ambisi dan cita-cita pribadi. Peta kita terhadap realitas tak bisa dijangkau oleh aturan perundang-undangan yang berlaku. Peta kita terhadap realitas beroperasi dalam diri kita, membentuk sikap dan perilaku kita sehari-hari.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Secara amat jenaka, kesalahan kita dalam mempersepsi realitas kehidupan bisa diilustrasikan oleh cerita tentang tukang cukur yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan, seperti yang beredar di sejumlah milis internet. Berikut kutipannya:&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Seorang pria datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan jambangnya. Sambil mulai memotong rambut pria tersebut, tukang cukur itu mengajak konsumennya itu untuk memperbincangkan sejumlah topik yang hangat. Mulai dari soal cuaca, beralih ke situasi ekonomi, menteri-menteri yang tak becus bekerja, harga BBM yang makin mahal tak karuan, dan akhirnya perbincangan sampai ke soal-soal iman dan keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Saya tidak percaya Tuhan itu ada," kata tukang cukur mantap. Seolah-olah ia sudah memeriksa alam semesta dan tidak berhasil menemukan Tuhan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Kenapa kamu berkata begitu ?" timpal si konsumen.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit? Mengapa ada anak-anak terlantar? Mengapa ada orang jahat, perang dan bencana?&lt;br /&gt;  Mengapa koruptor bebas berkeliaran, sementara orang jujur hidup dalam kesusahan? Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi, kalau IA benar-benar ada. Iya 'kan?"&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak menemukan jawaban yang tepat. Ia tak ingin berdebat kusir. Apalagi tukang cukur telah menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Setelah membayar, pria itu pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Baru beberapa langkah dari tempatnya bercukur, ia melihat ada orang-orang di jalan dengan rambut yang panjang dan terurus. Ada juga yang rambutnya berombak kasar, ada yang keriting, dan semuanya nampak begitu kotor. Sebagian orang nampak memiliki jambang yang tak terpelihara, kusut tak karuan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Pria itu seolah-olah mendapatkan ilham. Ia kembali ke tempat tukang cukur dan berkata,"Kamu tahu, sebenarnya tidak ada tukang cukur di kota ini."&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Terkejut dengan pernyataan itu, si tukang cukur bertanya, "Kamu kok bisa bilang begitu? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu! Apa itu tidak cukup jelas?"&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika  ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang dan kotor, berjambang kusut tak karuan seperti orang-orang yang di luar sana."&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Oh, itu salah mereka sendiri. Kalau mereka datang pada saya dan bercukur, mereka pasti akan nampak lebih rapi," sanggah si tukang cukur.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Persis!" kata pria yang habis bercukur itu. "Itulah pesan utamanya. Sama dengan Tuhan yang Anda katakan tadi. Tuhan itu ada. Tetapi, banyak orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya, sehingga hidup mereka dibebani banyak masalah."&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Si tukang cukur terbengong!&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Cerita di atas bisa dipahami dengan berbagai cara. Bagi saya sendiri, salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari cerita semacam itu adalah: sebuah analogi yang cerdas bisa menjawab pertanyaan yang rumit sekaligus menghindarkan kita dari kecenderungan debat kusi  yang tak berujung. Pria yang sudah bercukur itu tidak berdebat  dengan si tukang cukur tentang apakah Tuhan ada atau tidak. Ia hanya meminjam fakta lain di sekitarnya untuk menolong si tukang cukur  menyadari bahwa petanya tentang Tuhan (bahwa Tuhan itu tidak ada)  bukanlah kebenaran tentang ada tidaknya Tuhan. Ada tidaknya Tuhan tidaklah ditentukan oleh pemahaman, pengertian, atau pun pengakuan si tukang cukur tersebut. Sama seperti ketika orang merasa Tuhan tidak adil, tidak dengan sendirinya berarti Tuhan benar-benar tidak adil, bukan?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Begitulah. Peta realitas, persepsi, asumsi, cara pandang, atau paradigma kita mendikte sikap dan perilaku kita sehari-hari. Dan  bila banyak persoalan muncul dalam kehidupan, kita mungkin perlu  memeriksa kembali sudah benarkah perilaku kita, atau sudah tepatkah  sikap-sikap yang kita pilih? Jangan-jangan inti masalahnya justru  bertumpu pada peta realitas, sesuatu yang lebih mendasar dari  sekadar perilaku atau sikap? Jika masalahnya menyangkut peta  realitas, persepsi, asumsi, cara pandang, atau paradigma, maka  solusi paling tokcer adalah metanoia alias pertobatan. Begitukah?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Sumber: Peta Yang Salah oleh Andrias Harefa, Pembelajar Mindset Transformation Certified Trainer and Therapist, Penulis 30 Buku  Laris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-453320127695202096?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/453320127695202096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=453320127695202096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/453320127695202096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/453320127695202096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/11/peta-yang-salah.html' title='&gt; Peta Yang Salah'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-3058431368424160924</id><published>2008-11-25T22:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T22:48:26.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah'/><title type='text'>&gt;Al-Wahab Allah SWT</title><content type='html'>Suatu doa yang tercantum di dalam Alquran yang juga merujuk kepada sifat Al Wahab Allah Swt di dalam artikel Khutbah ini.&lt;br /&gt; Doa khas di dalam Surah Al Imran, ayat 9 (3:9) itu adalah,&lt;br /&gt;رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ &lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut; &lt;em&gt;“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bengkokkan hati kami sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Dan berilah kami rahmat dari sisi Engkau; sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; Permohonan doa khas ini dipanjatkan kepada Allah Swt dengan menyebutkan salah satu Asma-Nya, ialah Al Wahab.&lt;br /&gt; Keindahan doa ini, dapat diungkapkan dengan penekanan pembacaannya sebagai berikut; &lt;em&gt;'Ya Tuhan kami, berkat rahmat dan hidayah-Mu, Engkau telah memudahkan kami untuk menerima seorang abdi sejati Rasulullah Saw yang telah Engkau bangkitkan dari kalangan kaum Akhirin beliau saw  juga.&lt;br /&gt; Ya Allah nubuatan dari seorang wujud yang paling Engkau kasihi (saw) – yang tak lain adalah berdasarkan khabar gaib dari Engkau juga – telah menjadi sempurna dan mencerahi kami dalam mengenali keberlangsungan Nizam Khilafat yang Engkau tegakkan .  Ya Allah, Engkau telah berkenan mengaitkan kami dengan Nizam yang berberkat ini, oleh karena itu janganlah luputkan kami dari padanya dikarenakan berbagai kelemahan kami.&lt;/em&gt; Manusia banyak membuat kesalahan,  oleh karena itu kami memohon kepada Engkau, Ya Allah janganlah biarkan qalbu kami satu kali pun menjadi bengkok, ataupun melakukan sesuatu yang Engkau tidak ridhoi. Bahkan, bukan saja teguhkanlah kami di jalan petunjuk-Mu, namun juga lindungilah kami dengan Rahimiyat Engkau, jauhkanlah kami dari segala keburukan, dan senantiasa tingkatkanlah ketaqwaan dan keimanan kami.&lt;br /&gt; Hendaknya setiap kita sering-sering membaca doa ini. Karena khasiat doa ini akan menyadarkan kepada segala kelemahan kita. Akan melindungi kedisiplinan Shalat kita, yang pada gilirannya, Shalat kita pun akan melindungi diri kita.&lt;br /&gt; Sebagaimana dimaksudkan oleh doa ini, semoga tak pernah sedikitpun terbesit di dalam qalbu kita, berprasangka buruk terhadap khilafat. Keistiqamahan kita hendaknya teguh sedemikian rupa, yakni kalaupun sampai terjadi sesuatu kelemahan manusiawi [kita menjadi teruji], hendaknya tidak menggoyahkan keimanan dan tidak pula menjadi berpikiran negatif terhadap Khilafat....&lt;br /&gt; Dan untuk memelihara jalan lurus keimanan ini, Allah Taala mengajarkan kaum Muslimin doa robbana laa tudziqulubana..., agar jangan sekali-kali berbengkok hati].&lt;br /&gt; Namun, sedemikian rupanya mereka bersikap  arogan sehingga mereka pun akhirnya dicap sebagai golongan yang &lt;em&gt;'maghdub&lt;/em&gt;', yakni yang dimurkai Allah, dan golongan yang &lt;em&gt;'dholin'&lt;/em&gt;, yakni, mereka yang telah menjadi sesat, sebagaimana tercantum di dalam Surah Al Fatihah.&lt;br /&gt; Jadi inilah hikmah diwajibkannya membaca Surah Al Fatihah di dalam setiap rakaat Shalat, ialah untuk menekankan betapa pentingnya untuk mengambil pelajaran dari mereka, dan juga agar kita senantiasa mencari rahmat dan kasih sayang Allah swt. Berdoa agar qalbu kita tidak menjadi bengkok. Tidak menjadi seperti kaum lain yang mengkorup hubungan mereka dengan Allah (haququllah). Jika tidak, sangat boleh jadi apa yang telah menimpa  pada dua kaum terdahulu tersebut, juga terjadi  pada kita [kaum Muslimin] sekarang ini.&lt;br /&gt; Kita adalah orang-orang yang beruntung, telah mengajari kembali doa-doa sejak awal dan mengajari hikmah doa Surah Al Fatihah, &lt;em&gt;ihdina shiratal mustaqim shiratal ladziina an'amta alayhim ghairil maghdubi'alaihim wa laddholliin...; &lt;/em&gt; Tersebut di dalam Al hadith, yang dimaksud dengan kaum yang maghdub tersebut adalah kaum lain yang telah menjadi keras hati; menistakan dan menganiaya Al Masih, bahkan hingga nyaris menewaskan beliau. Sehingga beliau a.s. pun  mengutuk kaum tersebut.&lt;br /&gt; Sedangkan &lt;em&gt;'dholin'&lt;/em&gt; merujuk kepada kaum lainnya lagi, yang telah tersesat dari jalan keimanan yang lurus; karena menganggap Al Masih sebagai Anak Allah; mengadopsi kepercayaan trinitas, dan menempatkan Al Masih sebagai wujud tunggal untuk keselamatan, yang hingga kini masih tinggal di langit.&lt;br /&gt; Jadi, doa Al Fatihah ini untuk menghindari kaum Muslimin agar jangan sampai bernasib seperti mereka yang telah menjadi &lt;em&gt;'maghdub'&lt;/em&gt; (dimurkai Allah) dan juga bukan mereka yang telah 'dholin', yakni menjadi sesat....&lt;br /&gt; Setiap kita hendaknya senantiasa ingat akan hal ini. Demikian pun pihak lainnya, sehingga konsep Ummatan Wahidah dapat terwujud sebagaimana mestinya; yakni setiap orang Muslim dapat menerima kebenaran Al-Masih Muhammad Rasulullah saw; sehingga seluruh ummat Islam benar-benar memahami hakekat manfaat doa yang khas ini.&lt;br /&gt; Oleh karena itulah Allah Taala memerintahkan beliau saw untuk menyatakan: ‘…&lt;em&gt;fatta bi'uni, yuhbibkumullah, wayaghfirlakum dzunubakum&lt;/em&gt;, yakni, ...ikutilah aku, maka Allah pun akan mencintaimu; dan akan mengampuni segala dosamu.…’ (3:32).&lt;br /&gt; Sesungguhnya, mengikuti jejak langkah Rasulullah saw adalah najjat, keselamatan.  Beliau bersabda, meskipun mata fisik beliau tertidur, namun mata hati dan pikiran beliau senantiasa berdzikir Ilahi. Oleh karena itu, Rasulullah saw bersabda, doa ini dan doa-doa lain yang semacamnya adalah untuk menunjukkan adanya suatu contoh konsep yang afdhol bagi kita semua.&lt;br /&gt; Konsep model yang khas tersebut adalah untuk diikuti oleh seluruh ummah beliau, sehingga manakala Al Masih Muhammadi datang di akhir zaman, mereka pun akan menerimanya. &lt;br /&gt; Seandainya kaum Muslimin seumumnya dapat memahami hal ini. Karena tak ada suatu  tragedi yang lebih nestapa selain kehilangan jalan lurus justru setelah menerima kebenaran. Kaum Muslimin hendaknya merenungkan dan menyadari hal ini. Karena keadaan dan perilaku mereka kini menunjukkan bahwa mereka tengah mendapat maghdub, yakni murka Allah swt. Semoga Allah mengampuni mereka.&lt;br /&gt; Adalah semata-mata rahmat Allah, Dia mengabulkan doa-doa Hadrat Ibrahim, Hadhrat Ismail a.s. dan Rasulullah saw. Namun sungguh malang, kaum Muslimin pada umumnya tidak dapat menerimanya,  karena mereka berpendapat tidak memerlukan sesuatu petunjuk (mahdi).&lt;br /&gt; Sedemikian kerasnya pendapat kaum mullah tersebut agar jangan sampai umat mereka menerima kebenaran pendakwaannya, yang pada faktanya hanyalah dikarenakan mereka khawatir sumber penghasilan mereka akan menjadi tertutup. Hanya dalih saja mereka mengatakan setelah Muhammad Rasulullah saw tak akan ada lagi seorang nabi atau pun rasul yang akan datang karena bertentangan dengan &lt;strong&gt;'khataman-nabiyin'&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt; Mereka pun mengatakan, kita sudah memiliki Alqur’an oleh karena itu tidak memerlukan Al Masih maupun Al Mahdi. Namun anehnya mereka tidak memungkiri perlunya keberadaan Khilafat. Kaum yang telah menjadi jahiliyah itu tak sadar bahwa tanpa adanya Imam Mahdi tak akan mungkin ada Khilafat. Padahal, dibangkitkannya Imam Mahdi dari kalangan  ummah Rasulullah saw sendiri justru menunjukkan bukti bahwa Muhammad Rasulullah saw adalah &lt;strong&gt;'Khataman-Nabiyyin' &lt;/strong&gt;yang sejati.&lt;br /&gt; Perkara ini sesuai dengan firman-Nya, laa yamassuhu illa almutaharrun, yakni, Kitab Suci yang berasal dari Allah swt ini hanya akan dibukakan rahasia ilmunya hanya kepada hamba-Nya yang disucikan.&lt;br /&gt; Sebagaimana dunia kini semakin serba materialistis, maka diperlukan lebih banyak lagi untuk memanjatkan doa ini, sehingga kita pun tidak akan pernah menafi'kan karunia rahmat Ilahi ini, serta senantiasa ber-istiqamah menghadapi segala cobaan.&lt;br /&gt; Aamiin allahumma aamiin....................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-3058431368424160924?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/3058431368424160924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=3058431368424160924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3058431368424160924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/3058431368424160924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/11/al-wahab-allah-swt-kiat-rumah-tangga_25.html' title='&gt;Al-Wahab Allah SWT'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-8960804382465017578</id><published>2008-11-18T23:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T23:48:56.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK.'/><title type='text'>&gt;Al-Wahab Allah Swt &amp; Kiat Rumah Tangga Sakinah</title><content type='html'>Khutbah Jumat ini menerangkan sifat Al Wahab (The Bestower, Maha Penganugerah) Allah Swt. &lt;br /&gt;Arti kata 'wahab' berdasarkan Kamus Bahasa Arab, Al Wahab merujuk kepada salah satu sifat Allah Swt yang menekankan bahwa Dia adalah Zat yang suka menganugerahi dan menumbuh-kembangkan para abdi-Nya. Dengan rujukan ini, kata ‘Wahab’ memang sangat signifikan untuk dikenakan kepada Allah...&lt;br /&gt; Allah telah mengajari kita berbagai macam doa yang merujuk kepada sifat Al Wahab-Nya ini, yang pada pokoknya agar kaum mukminin memperhatikan kewajiban mereka terhadap anak keturunan mereka, mendoakan pasangan hidup mereka dan anak cucu mereka, sehingga akhlakul karimah dan amalan shalihan mereka dapat berlanjut terus dari satu generasi ke generasi berikutnya.&lt;br /&gt; Dalam ayat 75  Surah Al Furqan (15:75),&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً &lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut: “Dan mereka yang berkata, &lt;em&gt;'Ya Tuhan kami, anugerahilah kami istri-istri dan anak keturunan yang dapat menjadi penyejuk mata kami; dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang muttaqin.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; Makbuliyat doa bagi kebaikan suami istri maupun anak keturunan ini tidak hanya dapat menyejukkan pandangan mereka pada kehidupan di dunia ini, namun juga akan terus berlanjut pada kehidupan nanti setelah mati. Ialah dikarenakan anak keturunan mereka akan terus mensyukuri dan mendoakan orang tua panutan mereka yang telah mendahului.&lt;br /&gt; Kemudian dalam ayat 18  Surah Al Sajdah (32:18), yang terjemahannya sebagai berikut: “&lt;em&gt;Maka tiada sesatu jiwa mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari penyejuk mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; Yakni, mereka yang dikaruniai nikmat kehidupan rohaniah ini adalah mereka yang bertaqwa, sehingga memudahkan diri mereka untuk beribadat kepada Allah, membelanjakan harta benda semata-mata lillahi Taala, dan melakukan berbagai amal shalih lainnya.&lt;br /&gt; Mereka bangun tengah malam [untuk bertahajud] memohon kepada Allah agar senantiasa berjalan di atas jalan sirathal mustaqim;  begitupun untuk anak keturunan mereka; serta memohon segala hal yang qurrata ayunin (menyejukkan mata) mereka semua, yang rahasia ilmunya berada di tangan Allah Swt.&lt;br /&gt; Inilah corak doa yang dipanjatkan oleh para abdi Allah yang sejati, yang senantiasa berusaha mewariskan anak keturunan yang teguh ketaqwaannya. Allah Taala mengajari kita dengan doa ini suatu aspek yang sangat penting, ialah jangan hanya memohon untuk kebaikan diri sendiri saja, melainkan juga untuk beberapa generasi berikutnya. &lt;br /&gt; Namun, setiap diri kita hendaknya memeriksa diri, apakah ketika memanjatkan doa ini sudah memenuhi hak-hak orang lain ? Apakah sudah memenuhi hak-hak anak keturunan kita yang mengarahkan mereka ke jalan taqwa ? Jika suami istri tidak berusaha menjalani hidup taqwa betapakah mungkin mereka dapat mengharapkan anak keturunan mereka bertaqwa ? Betapakah mungkin mereka dapat memahami manfaat rohaniah dari hidup mutaqin, termasuk keberkatan Khilafat.&lt;br /&gt; Sesungguhnya, perolehan manfaat keberkatan adanya Khilafat berprasyarat kepada Amalan  Shalihan masing-masing. Jika tidak ada ketaqwaan tentulah tidak akan ada qurrata ayunin bagi kedua belah pihak (orang tua maupun keturunan).&lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda, ''Allah memberkati seorang suami yang bangun di tengah malam [untuk bertahajud] lalu membangunkan pula istrinya, yang jika bermalas-malasan ia akan mencipratinya dengan air ke wajah istrinya itu. Dan Allah Taala memberkati seorang istri yang bangun di tengah malam [untuk bertahajud] lalu membangunkan pula suaminya, yang jika bermalas-malasan ia pun menciprati air ke wajah suaminya itu.'' Lihatlah betapa usaha untuk memperoleh berkat ini berlaku untuk kedua-belah pihak....&lt;br /&gt; Rasulullah Saw bersabda, “Tiada pemberian yang lebih baik dari seorang ayah kepada anak-anaknya selain menanamkan tarbiyat akhlak yang baik''. Menanamkan akhlakul-karimah ini hanya dapat berhasil apabila orang tuanya pun senantiasa memperlihatkan contoh yang baik.&lt;br /&gt; Allah Taala niscaya akan menjadikan anak istri tuan-tuan sebagai qurrata ayunin ('penyejuk mata') hanya apabila tuan-tuan sudah berhasil menjadi hamba-hamba Allah Ar-Rahman dan mendahulukan perintah Allah di atas segalanya. Ayat Alquran tersebut pun menegaskan, apabila anak keturunan mereka menjadi orang-orang yang muttaqi, maka mereka pun layak memperoleh status sebagai Imam.&lt;br /&gt; Merujuk kepada Hadith yang tadi telah dibacakan, hal membangunkan pasangan pada dini hari untuk bertahajud hanya akan berhasil apabila ada saling pengertian dan cinta kasih satu sama lain, bahwa kehidupan rumah tangga mereka akan lebih berbahagia apabila mereka saling mengingatkan untuk bersalat Tahajud.&lt;br /&gt; Jika tidak, pihak istri pun akan menjadi sasaran kemarahan pihak suaminya. Bahkan pada beberapa kasus, sampai-sampai mereka dipukul.  Jika hal ini sampai terjadi, tentulah pihak istri akan menarik diri (withdrawal), mendirikan salat mereka sendiri dan tidak mentaati suaminya sepenuhnya. Maka anak-anaknya pun akan kehilangan kecintaan mereka terhadap praktek keagamaan mereka.&lt;br /&gt; Walhasil, kiat keberhasilan mentarbiyati anak keturunan agar menjadi 'qurrata ayunin', yang pertama sekali diperlukan ialah, pihak orang tua harus memperbaiki diri mereka sendiri terlebih dahulu, kemudian memberi contoh.&lt;br /&gt; Pada zaman dahulu kaum wanita umumnya kurang bependidikan, namun kini telah berubah, dengan karunia Allah, berkat adanya gemblengan tarbiyat kaum wanita sekarang memiliki kesadaran dan sangat tanggap. Banyak kalangan wanita kita yang menderita batiniah akibat perlakuan buruk pihak suami mereka. Kenyataannya kaum wanita lebih serius dibandingkan kaum pria dalam urusan pendidikan anak-anak mereka. Akan tetapi, cara [keras] kaum pria menangani masalah [rumah tangga mereka] membuat istri mereka memilih perceraian, yang berdampak negatif terhadap kejiwaan anak-anak mereka. Maka suami yang demikian bertanggung jawab atas semua hal ini.&lt;br /&gt; Terkait dengan perkara tersebut, alhamdulillah wa syukrillah, Allah Taala telah berkenan mengajari kita suatu doa untuk kebaikan hidup kita di dunia maupun akhirat. Sekaligus juga bagi  anak keturunan kita. Dengan perantaraan doa ini Allah Taala hanya menginginkan agar kita memahami kiat dan cara memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat, yang Dia akan anugerahkan kepada kita.&lt;br /&gt; Kita perlu senantiasa berintrospeksi dan istiqamah melangkah di berbagai jalan yang dapat menarik keridhaan Allah Swt. Senantiasa menjaga kedamaian suasana rumah tangga, dan mengupayakan kesejukan di dalam diri anak keturunan. Setiap rumah tangga kita hendaknya rekat di dalam jalinan ketaqwaan. Inilah manfaat yang dapat kita peroleh dari keberadaan Khilafat, yakni mereka yang memuliakan karunia telah menjadi anggota pengkhidmat Rasulullah Saw.&lt;br /&gt; Satu hal lagi yang dapat membuat ketidak-harmonisan rumah tangga adalah pihak suami yang sangat mendambakan kelahiran anak laki-laki. Dalam ayat 50  Surah Al Shura, yang terjemahannya sebagai berikut, “&lt;em&gt;Allah-lah yang memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan segala sesuatu yang diinginkan. Dia menganugerahkan anak-anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia menganugerahkan anak-anak lelaki kepada siapa yang dikehendaki-Nya.&lt;/em&gt; Oleh karena itu, menyalahkan salah satu pihak [hanya dikarenakan jenis kelamin anak yang baru lahir] tidaklah sesuai dengan jiwa taqwa. Di zaman serba canggih teknologi kedokteran seperti sekarang – yang Allah Taala telah ajarkan kepada manusia – banyak pihak yang telah berhasil. Namun hendaknya diingat, Allah Taala pun telah mengingatkan bahwa Dia adalah Al-Khalik, Yang Maha Pencipta, Dia menganugerahkan apa yang dipandang-Nya baik.  Oleh karena itu, pada beberapa kasus, meskipun sudah diupayakan dengan berbagai cara medis, hasilnya masih belum memenuhi apa yang diharapkan.&lt;br /&gt; Perlakuan buruk pihak ayah – yang terkait dengan perkara ini - terhadap istri dan anak-anaknya dapat menciptakan efek negatif yang mendalam di dalam diri anak-anak perempuan mereka. Bahkan pada beberapa peristiwa  wajah mereka menjadi merah padam manakala istri-istri mereka melahirkan anak perempuan...&lt;br /&gt; Oleh karena itu, mereka yang mendambakan anak ataupun menginginkan kelahiran anak laki-laki hendaknya bedoa memohon kepada Allah Swt sebagaimana yang telah diajarkan-Nya di dalam Alqur’an (37:101 and 3:39), Yakni, ia berkata, manakala ada orang yang menyampaikan keinginan mereka untuk mendapatkan anak laki-laki, agar berdoa kepada Allah, memohon agar diberi keturunan yang shalih dan sehat lahir batin (thayyibatin). Sebab, adakalanya justru anak-anak perempuan yang lebih berbakti dan dapat menjaga nama baik orang tua mereka dibandingkan anak laki-laki.&lt;br /&gt; Adapun definisi kaum Shalihin (taqwa), ialah mereka yang tak mempunyai penyakit rohani, dan juga mereka yang tak memiliki sifat hasad....&lt;br /&gt; Semoga Allah memudahkan kita semua untuk melaksanakannya. Amin !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-8960804382465017578?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/8960804382465017578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=8960804382465017578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8960804382465017578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/8960804382465017578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/11/al-wahab-allah-swt-kiat-rumah-tangga.html' title='&gt;Al-Wahab Allah Swt &amp; Kiat Rumah Tangga Sakinah'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-2969561788544670922</id><published>2008-11-04T18:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T18:27:18.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumah  31 Oktober 2008'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='di Masjid Agung Baitul Futuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='London'/><title type='text'>&gt;Solusi Efektif Untuk Mengatasi Krisis Ekonomi Dunia</title><content type='html'>Ayat 38 hingga 41  Surah Al Rum,&lt;br /&gt;أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ &lt;br /&gt;فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ &lt;br /&gt;وَمَا آتَيْتُم مِّن رِّباً لِّيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِندَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ &lt;br /&gt;الْمُاللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَلِكُم مِّن شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apakah mereka tidak melihat, bahwa Allah melapangkan rizqi bagi siapa yang dikendaki-Nya, dan menyempitkan ? Sesungguhnya dalam yang demikian itu ada Tanda-tanda bagi kaum mukminin.&lt;br /&gt;Maka berikanlah kepada kaum kerabat haknya, dan orang miskin, dan orang musafir. Yang demikian itu paling baik bagi orang-orang yang menginginkan keridhaan Allah, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebahagiaan.&lt;br /&gt;Dan apa yang kamu berikan untuk memperoleh riba supaya bertambah banyak pada harta manusia, padahal harta itu tidak bertambah banyak di sisi Allah, tetapi apa-apa yang kamu berikan sebagai zakat demi menginginkan keridhaan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapat ganjaran yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;Allah-lah Yang telah menciptakanmu, kemudian memberi rizqi kepadamu, kemudian Dia mematikan kamu, kemudian Dia menghidupkan kamu. Adakah dari antara tuhan-tuhan sekutumu itu, yang dapat berbuat sesuatu dari hal itu ? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi daripada apa yang mereka sekutukan”&lt;/span&gt; (30:38-41).&lt;br /&gt; Allah, Tuhan kita adalah Ar-Razzaq, yakni Maha Pemberi Rizqi. Dia-lah yang berkenan meningkatkan maupun mengurangi khazanah kekayaan manusia. Namun seorang mukmin sejati tak akan pernah bersusah hati oleh naik turunnya siklus kehidupan; malah akan membuat keimanannya lebih maju apabila Allah Taala berkenan menunjukkan sifat Razzaq-Nya.  &lt;br /&gt; Krisis keuangan tengah melanda seluruh dunia sekarang ini. Segala bangsa, negara-negara maju perindustriannya maupun negara-negara  berkembang agraris, sama-sama telah jatuh ke dalam jeratan benang kusut ini. Beberapa negara kaya yang sebelumnya menikmati kondisi kuatnya perekonomian mereka sampai-sampai merasa yakin dapat menguasai dunia disebabkan mereka memiliki sumber-sumber teknologi tercanggih (baik di bidang ilmu pengetahuan, pangan, persenjataan, pengobatan maupun  keuangan) yang dapat membuat negara-negara lainnya akan sangat bergantung dan tunduk patuh selamanya kepada mereka, kini menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, keambrukan perekonomian mereka. Berbagai bidang perindustrian mereka tumbang. Hal ini disebabkan perekonomian mereka yang dirancang berdasarkan kebijakan yang rapuh, mengalami, kelimbungan, akhirnya menyebabkan krisis ekonomi global. [Namun mereka tidak menyikapinya dengan serius]. &lt;br /&gt; Sesungguhnya, pengatur sejati dan Yang Maha Pemberi Rizqi adalah Allah Swt, namun negara-negara superpower tersebut gagal memahami fakta ini. [Besarnya kekuatan sumber daya keuangan mereka hingga saat-saat terakhir kemarin ini, membuat mereka abai terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, yang memutarkan roda kehidupan semesta alam, memiliki kehendak dan iradah-Nya sendiri. Maka datanglah peringatan dalam bentuk berbagai bencana alam seperti badai topan, banjir besar, dlsb, yang orang tak dapat menyelamatkan diri karenanya.&lt;br /&gt; Sistem ekonomi yang mereka jalankan adalah 'artifisial' ciptaan manusia belaka, yang menafi'kan keberadaan Tuhan Semesta Alam. Sehingga konsekwensi dampak negatifnya pun dapat kita saksikan sekarang ini. Malapetaka dari langit maupun bumi bermunculan]. Beberapa solusi yang mereka niatkan untuk menyelamatkan perekonomian mereka boleh jadi mendekati kebenaran, namun sifatnya sementara, dan tidak handal. [Hanya akan menambah-nambah keparahan.&lt;br /&gt; Dilain pihak, menyaksikan semua ini semakin besarlah keimanan kita kepada Allah, Ar-Razzaq. Oleh karena itu, sebagai orang muslim, kita merasa terpanggil untuk mengingatkan dunia, bahwa penyebab utama semua ini adalah dikarenakan mereka sudah jauh dari ajaran sejati Tuhan Yang Maha Kuasa.  Tidak peduli akan kewajiban mereka terhadap sesama manusia. Rakus ingin menguasai berbagai sumber daya alam maupun sumber daya manusia negara-negara miskin.&lt;br /&gt; Maka jika mereka ingin mendapatkan solusi yang efektif selamanya, mereka hendaknya memperhatikan aspek [kerohanian] ini. [Gelontoran mega dana talangan (bail out) milyaran dollar seperti yang mereka telah lakukan bukanlah solusi yang permanen, karena sumber dananya dari kocek yang sama, yang sudah mengalami kerugian besar].  Namun sayangnya, berbagai negara [berpenduduk] Muslim pun terlibat dalam praktek yang serupa - alih-alih mengikuti petunjuk Allah yang telah tercantum di dalam Alquran Karim – tanpa merasa bersalah maupun malu-malu.&lt;br /&gt; Malah jika integritas para kepala negara mereka dipertanyakan, mereka itu tiada lain adalah individu-individu yang tidak peduli dengan keprihatinan krisis ini. Mereka sangat mementingkan diri sendiri dan hanya berminat untuk mengisi berbagai rekening bank pribadi mereka.&lt;br /&gt; Begitupun berbagai negara Timur Tengah (yang kaya minyak) tidak menjalankan sistem ekonomi yang sesuai dengan petunjuk Allah Swt. Tidak jujur dan tidak terbuka dalam menyantuni golongan mereka yang membutuhkan. Meskipun mereka sibuk membangun berbagai infrastruktur yang paling modern untuk kepentingan mereka sendiri; namun mereka tidak memanfaatkan sumber-sumber kekayaan alam mereka untuk membantu berbagai negara Muslim miskin, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Swt.&lt;br /&gt; Sebaliknya, mereka menginvestasikan keuntungan dan kelebihan harta kekayaan [petro dollar] mereka di berbagai negara Barat demi untuk mengumpulkan bunga uang atas simpanan deposito mereka tersebut. Di lain pihak, karena mereka mengaku negara Islam, maka mereka pun mengembangkan apa yang mereka katakan sebagai sistem bank Islam di berbagai negara mereka hanya untuk pamer belaka; sebab, pada prakteknya sama saja dengan sistem riba dan bunga uang tetapi ditutup-tutupi pemanis, yang sebenarnya tidak mengikuti ajaran Islam, tidak sebagaimana yang diperintahkan di dalam Alquran. Yakni, jika dicermati lebih dalam, tetap saja bersifat riba.&lt;br /&gt; Oleh karena itu dengan ini diingatkan, jika kalian menyimpan gunungan dana [petro dollar] milik kalian di berbagai bank negara-negara Barat, maka dana tersebut hanya tersimpan di sana. Tidak terputar untuk sektor yang produktif. Sehingga jika krisis keuangan terjadi, mereka pun segera terkena dampaknya; terpukul mundur (set back).&lt;br /&gt; Sedangkan Allah, Yang Maha Pemberi Rizqi, sebagaimana tercantum di dalam ayat Alquran kedua yang telah dibacakan (Surah Ar-Rum : 39), memerintahkan kaum mukminin untuk membelanjakan harta kekayaan mereka untuk membantu sanak saudara, fakir miskin dan musafir. Inilah tiga golongan masyarakat yang harus dipenuhi hak-haknya agar mereka yang memiliki harta memperoleh dua kebaikan sekaligus, ialah keridhaan Tuhan dan ganjaran pahala yang meningkatan derajat rohani maupun keberhasilan di dunia.&lt;br /&gt; Untuk menjadi mukmin sejati tidak cukup hanya dengan pernyataan di bibir saja, bahwa kami orang Islam. Melainkan teguh keyaqinannya kepada Allah Ar-Razzaq, Yang senantiasa menyantuni semua kebutuhannya; Karena selalu ingat akan sifat Razzaq-Nya ini ia pun tidak ragu-ragu untuk membelanjakan harta kekayaannya sesuai dengan perintah Tuhan. Mereka tidak khawatir akan mengalami kerugian.&lt;br /&gt; Terkait dengan hal ini, hendaknya senantiasa ingat, bahwa seorang Muslim adalah saudara bagi orang Muslim lainnya. Maka kaum Muslimin [di suatu negara] wajib membantu saudaranya sesama kaum Muslimin yang berkekurangan; dan sifat bantuannya itu bukanlah sedekah melainkan sebagai kewajiban tanggung jawab pemahaman agama mereka.&lt;br /&gt; Seandainya berbagai kaum Muslimin kaya tersebut memenuhi tanggung jawab keagamaan mereka – yakni, alih-alih menginvestasikan harta kekayaan mereka di berbagai negara Barat demi untuk mendapatkan bunga uang – tentulah niscaya mereka akan memperoleh ridha Allah Swt.  Namun sungguh malang, mereka gagal untuk berbuat amal saleh tersebut. Sehingga mereka pun ikut menderita terkena imbas krisis ekonomi dunia kini. &lt;br /&gt; Dengan bahasa sederhana dapat diterangkan bahwa akar penyebab terjadinya krisis ekonomi dengan menunjuk kepada fakta berbagai lembaga kreditur keuangan di dunia Barat yang sebenarnya memanfatkan gunungan dana deposito clients millioner [Timur Tengah] mereka untuk pinjaman KPR (Kredit Pemilikan Rumah, mortgage) atau kebutuhan pribadi lainnya. Dana-dana simpanan besar tersebut diobral ke sektor yang tidak produktif sehingga ekonomi tak kunjung menguat karena tidak terciptanya sumber-sumber penghasilan baru. Peraturan pinjamannya diperingan (UM Uang Muka sangat ringan, bahkan ada yang 0% deposito / dana penyerta / kolateral-nya). Sehingga pihak peminjam pun tidak sadar akan kewajiban mereka untuk membayar cicilan plus bunganya serta berapa lama ia harus melunasinya sesuai kontrak. Dikarenakan penghasilan mereka terbatas, manalagi harus menghidupi kebutuhan rumah tangga mereka, maka mereka pun semakin tenggelam ke dalam jebakan lumpur hutang yang membuat mereka mustahil dapat melunasinya. [Sehingga rumah-rumah mereka pun disita oleh bank].  Karena banyak terjadi kredit macet, maka pihak  bank pun menghentikan aliran dana pinjaman kredit disebabkan tidak ada arus dana masuk. Bahkan kredit untuk keperluan konsumtif individu (credit card) dibatasi secara drastis. Maka dampaknya adalah krisis ekonomi global.&lt;br /&gt; Jika ada suatu negara yang mengatakan mereka tidak terkena dampak resesi tersebut (seperti kata beberapa negara Timur Tengah) adalah tidak benar. Sebab, nilai investasi dana-dana mereka di luar negeri sebenarnya menjadi merosot; dan sumber daya alam andalan utama mereka pun, yakni minyak bumi merosot tajam.&lt;br /&gt; Suatu ulasan editorial terbaru [di suatu media cetak] yang berjudul 'Lautan Hutang” (“The Sea of Debt”) menyebutkan, raksasa ekonomi Amerika Serikat kini tengah tenggelam semakin dalam. Apapun yang mereka sedang usahakan tetap tidak akan banyak menolong, sehingga sangat mustahil untuk dapat muncul kembali dengan mudah. Dan nyatanya, seluruh dunia pun menghadapi situasi yang sama. Khususnya di Amerika Serikat, dimana penggunaan credit card orang perorang telah sangat umum, mereka terus menggunakannya tanpa batas; jauh melebihi kemampuan mereka untuk membayarnya. Sehingga dana kredit jenis jumlahnya sangat dibatasi, konsumen membatalkan niat belanja mereka. Penjualan mobil merosot tajam, berperjalanan dengan pesawat terbang banyak yang dibatalkan. Hal ini berdampak kepada merosotnya konsumsi BBM, yang menyebabkan harga minyak mentah dunia jatuh.&lt;br /&gt; Pendek kata aspek 'demand' saat ini anjlok, maka sektor 'supply' pun mandeg. Orang pada umumnya mengurangi belanja yang bersifat diluar kebutuhan pokok, misalnya wisata atau makan di restoran dan yang bersifat hiburan lainnya (entertainment), sehingga hal ini menambah depresi, baik dalam arti ekonomi naupun  semacam gangguan kejiwaan.&lt;br /&gt; Oleh karena itu Allah Taala memfirmankan, mereka yang menjadikan riba bunga uang sebagai sumber penghasilan sama halnya dengan mereka yang telah terkecoh oleh Syaitan menjadi seperti orang-orang yang tidak waras (2:276).&lt;br /&gt; Di tempat lain, Allah Taala menyatakan, riba haram. Penggunaan uang riba dapat menyebabkan orang jatuh ke dalam jebakan lingkaran syaitan, yang membuatnya sangat sulit untuk membebaskan diri.&lt;br /&gt;Sebuah ungkapan anekdot di kalangan para ahli keuangan: “Bila tetanggaku kehilangan pekerjaan itu artinya resesi ekonomi. Tapi bila aku sendiri yang menjadi kehilangan pekerjaan, itu namanya  depresi.” Resesi bersifat sementara, sedangkan depresi permanen. [maksudnya depresi disini pun menyiratkan kepada istilah gangguan kejiwaan].&lt;br /&gt; Anekdot ini merujuk tepat kepada situasi degradasi mental yang kini tengah mengglobal disebabkan ratusan ribu demi ratusan ribu orang yang menjadi penganggur.&lt;br /&gt; 'Seandainya masih ada sedikit saja akal sehat yang tertinggal di dalam diri tuan-tuan, tentulah tuan akan meninggalkan penggunaan uang riba'. Sebaliknya, putarlah kelebihan dana yang tuan miliki di dalam bisnis atau perdagangan sebagaimana dianjurkan di dalam Islam; yang negara-negara Muslim hendaknya memperlihatkan contohnya.&lt;br /&gt; Pakistan dan beberapa negara Afrika yang kepala negaranya menjadi sangat korup dan tidak setia kepada negara, yang hanya menambah kobaran api [malapetaka]. Negara-negera seperti itu bisa survive hanya dikarenakan adanya pinjaman dana luar negeri dari beberapa negara kaya meskipun mereka sendiri tidak tahu pasti bagaimana cara mengembalikannya.&lt;br /&gt; Sebenarnya Pakistan atau negara-negara lain semacamnya tersebut dikaruniai berbagai sumber kekayaan alam, namun sayang mereka sudah terjebak ke dalam kebiasaan tak bermalu mengemis-ngemis  pinjaman kredit. Pokok permasalahannya adalah karena mereka sudah melupakan ajaran Allah Swt, sehingga menjadi sasaran hukuman-Nya yang lebih besar.&lt;br /&gt; Sistem yang melibatkan riba hanya memperlebar jurang antara si kaya dengan si miskin. Sedangkan sistem Islam, yakni sistem Zakat dapat menciptakan hubungan harmonis antar golongan masyarakat.&lt;br /&gt; Oleh karena itu setiap orang, khususnya orang Islam segeralah hentikan kebiasaan meminjam uang / kredit; hal ini niscaya akan dapat memperbaiki krisis ekonomi pada setiap periode beberapa tahun. &lt;br /&gt; Di dalam ayat-ayat Alquran yang telah dibacakan di awal tadi (30:41), Allah Taala tidak hanya menciptakan kita umat manusia, melainkan juga mencukupi rizkinya; akan tetapi dengan syarat apabila bila kita menjalankan perintah-Nya.&lt;br /&gt; Berbagai ketidakstabilan dan rasa frustrasi yang akhirnya  mendorong naluri berperang manusia, yang kini tengah terjadi di mana-mana – atas nama untuk demi untu menegakkan demokrasi – memang tak tampak sebagai invasi untuk menguasai teritorial suatu negara, melainkan untuk menguasai sumber kekayaan alamnya. Dan kemudian mereka pun harus membayar biaya pasukan penjaga keamanannya.&lt;br /&gt; Hal pemicu naluri berperang ini pun disebabkan sebagian besar kekayaan dunia hanya berputar di tangan segelintir orang yang beruntung. Sedangkan mayoritas yang tidak beruntung hanya dapat terpana, menyaksikan dari kejauhan; tanpa pernah mendapat kesempatan untuk memperoleh bagian mereka.  Penyebab lain hancurnya kedamaian dunia sekarang ini adalah fakta negara-negara kaya yang hanya tergiur kepada sumber-sumber kekayaan alam dan sumber daya manusia negara-negara miskin [dengan cara mengexploitasinya] demi untuk kepentingan mereka sendiri, yang sangat dikutuk oleh ajaran Islam.&lt;br /&gt; Dunia hendaknya dapat memahami kiat-kiat jitu untuk menghentikan krisis ekonomi, yang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mulailah belajar berdikari; memanfaatkan berbagai kapasitas yang ada pada diri saudara, baik untuk tingkat pribadi maupun untuk tingkat nasional. Bersyukurlah dengan apa-apa yang anda miliki; jangan tergiur hawa nafsu untuk memiliki rumah yang lebih besar atau  mobil yang lebih bagus, yang hanya akan menjerumuskan saudara ke dalam jebakan sistem pinjaman berbunga. &lt;br /&gt;2. Hindarilah praktek penggunaan riba.&lt;br /&gt;3. Negara-negara kaya hendaknya melepaskan cengkeraman mereka atas sumber-sumber kekayaan alam negara-negara miskin. Sebaliknya, negara-negara miskin hendaknya teguh kepada keyakinan diri mereka, bahwa sumber-sumber kekayaan alam mereka hanya untuk mensejahterakan bangsa dan negara mereka sendiri, meskipun ada usaha-usaha intervensi  international untuk menguasainya. &lt;br /&gt;4. Para kepala negara [negara berkembang] hendaknya setia dan berjiwa negarawan (patriotik, pahlawan) dalam mengurus negara mereka.&lt;br /&gt;5. Hak-hak dan kewajiban kaum miskin harus dipenuhi.&lt;br /&gt; Kiat jitu ini adalah berdasarkan ajaran Islam. Dengan kata lain, Islam-lah yang mampu menyajikan solusi terbaik untuk mengatasi krisis yang kini tengah melanda seluruh dunia.&lt;br /&gt; Taqwa adalah akar segalanya bila saudara-saudara ingin menjadi sejahtera. Oleh karena itu, tak ada cara lain untuk menyelamatkan diri jika kita tidak mengindahkan firman Tuhan dan seruan Imam Zaman untuk masa kini.&lt;br /&gt; Dingatkan bahwa kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah Swt, yang telah berkenan memberikan sinar petunjuk-Nya, menurunkan air kehidupan rohani yang memang sangat dibutuhkan di mana-mana demi untuk keselamatan kita semua saat ini maupun di masa yang akan datang.&lt;br /&gt; Semoga Allah Taala menunjuki dunia ke jalan yang lurus dan memudahkan mereka untuk menjalankan ajaran Islam yang sejati, Amin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;o o  O o o&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2670332466273162517-2969561788544670922?l=badingkut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badingkut.blogspot.com/feeds/2969561788544670922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2670332466273162517&amp;postID=2969561788544670922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2969561788544670922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2670332466273162517/posts/default/2969561788544670922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badingkut.blogspot.com/2008/11/solusi-efektif-untuk-mengatasi-krisis.html' title='&gt;Solusi Efektif Untuk Mengatasi Krisis Ekonomi Dunia'/><author><name>YADI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_OJxI47CuAW0/SuAz8v-eYMI/AAAAAAAAAAM/TChLnOKzJaE/S220/YadiRkeind.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2670332466273162517.post-5243633225314607104</id><published>2008-10-21T18:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T18:46:26.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>&gt;Jangan Pernah Menyerah....!</title><content type='html'>Selalu ada 1001 alasan untuk menyerah, namun 'orang yang berhasil' adalah orang yang memutuskan untuk tidak menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak menyerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NANCY MATTHEWS EDISON (1810-1871)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ' Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ' anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai' diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JOANNE KATHLEEN ROWLING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. Bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. Ia juga memiliki kegemaran tanpa malu' menunjukan karyanya kepada teman' dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cili k bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksedan yang dibayar dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STEVE JOBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam Mac OS X, Imac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPRAH WINFREY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodal keberanian 'Menjadi Diri Sendiri', Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara 'The Oprah Winfrey Show' telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHUKAH ANDA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia' katanya dalam suatu wawancaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian&lt;br /&gt;di Amerika. Sungguh luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. 'Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini' ujarnya berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7UP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kamu mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik untuk kita pelajari tentang arti 'pantang menyerah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Mungkin kita tidak tahu kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal, buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up, atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARK ZUCKERBERG (FACEBOOK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Kar ena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yait
